dasar2produksi televisi

  • Published on
    24-Jun-2015

  • View
    3.914

  • Download
    17

Embed Size (px)

Transcript

<p>PROGRAM STUDI BROADCASTING FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI</p> <p>MODUL</p> <p>DASAR PRODUKSI TELEVISI</p> <p>Disusun Oleh : INDRA WIBAWA</p> <p>PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB</p> <p>INDRA WIBAWA</p> <p>DASAR-DASAR PRODUKSI TELEVISI</p> <p>1</p> <p>DASAR PRODUKSI TELEVISITELEVISI DIMASA DEPAN TAHAPAN PRODUKSI TELEVISI 1. PRA PRODUKSI 1.1 Membuat konsep program 1.1.1 Berbagai aspek perhatian sebelum merancang program Hukum Kultur Market</p> <p>(Contoh penggolongan pasar) Teknis 1.1.2 Membuat Proposal Program 1.1.3 Mengenal Jenis Program Televisi 1.1.4 Mengenal rating, sharing, ratecard Membuat Rundown Menyusun Budget</p> <p>1.2 1.3</p> <p>Tugas Kelompok | Pembuatan proposal program untuk televisi | output MS. Powerpoint Diskusi Kelompok | Presentasi proposal program untuk televisi</p> <p>2. PRODUKSI 2.1 Standarisasi Teknis 2.1.1 kualitas Gambar 2.1.2 Standar Format Televisi 2.1.3 Video Tape dan Kabel Koneksi 2.2. Jenis Produksi 2.2.1 Produksi Lapangan 2.2.2 Produksi Studio 2.3 Master Control 2.3.1 Production Crew Produser Program Director Floor Director Switcherman Character Generic operator Virtual Set operator Cameraman Lightingman VTRman Audioman Set &amp; Property man Wardrobe Make Up Production Assistant 2.3.2 Equipment</p> <p>PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB</p> <p>INDRA WIBAWA</p> <p>DASAR-DASAR PRODUKSI TELEVISI</p> <p>2</p> <p>Video Switcher VTR Lighting Audio Mixer Microphone Character Generic Virtual Set Praktek | Simulasi Kecil pemahaman alur kerja pada master control Praktek | Pengoperasian Kamera Video Tugas Kelompok | Pengambilan gambar untuk program televisi sesuai proposal program Tugas Perorangan | Membuat tulisan atau artikel mengenai pemikiran atau ide-ide baru dari anda tentang hal-hal yang berkaitan dengan program televisi. Diskusi Kelompok | Presentasi hasil sementara eksekusi pengambilan gambar sebelum editing | output Mini DV</p> <p>UJIAN TENGAH SEMESTER (teori) 3. POST PRODUKSI 3.1. Audio Editing Post 3.1.1 Mengenal Audio Editing Post Equipment 3.1.2 Mengenal software audio editing (Adobe Audition) 3.1.3 Voice Over 3.1.4 Music Scorer 3.1.5 Mengedit suara dengan software Adobe Audition 3.2. Video Editing Post 3.2.1 Mengenal Video Editing Post Equipment 3.2.2 Mengenal software video editing (Adobe Premiere) 3.2.3 Mengedit video dengan software Adobe Premiere 3.3 Desain Grafis Televisi 3.3.1 Motion Graphic Design Mengenal item grafis pada televisi 3.3.2 Virtual Set Design</p> <p>Praktek | Take VO Praktek | Audio Editing Praktek | Video Editing Tugas Kelompok | Pengeditan gambar untuk program televisi sesuai proposal program| output DVD atau file video Tugas Perorangan | Membuat tulisan atau artikel mengenai pemikiran atau ide-ide baru dari anda tentang hal-hal yang berkaitan dengan dunia pertelevisian di Indonesia. Diskusi Kelompok | Presentasi hasil akhir program televisi yang telah dibuat</p> <p>UJIAN AKHIR SEMESTER (teori)</p> <p>PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB</p> <p>INDRA WIBAWA</p> <p>DASAR-DASAR PRODUKSI TELEVISI</p> <p>3</p> <p>DASAR PRODUKSI TELEVISI</p> <p>TELEVISI DIMASA DEPAN</p> <p>Stasiun Televisi merupakan suatu lembaga profit atau non profit yang dimiliki oleh pemerintah atau swasta yang mendapatkan izin dari pemerintah untuk melakukan kegiatan penyiaran audio dan visual dalam format program acara, spot commercial break, corporate ID dan sebagainya melalui berbagai teknis penyiaran (terestrial, cable, satelite dan sebagainya), dimana siaran tersebut dapat ditangkap dalam suatu kawasan melalui suatu perangkat penerima siaran tersebut, seperti : pesawat televisi, komputer yang dilengkapi dengan TV tuner dan sebagainya. Pertelevisian Indonesia dimasa depan akan mengalamai perubahan besarbesaran. Hal ini terjadi karena Indonesia adalah bagian dari masyarakat dunia, dimana Indonesia tidak mungkin bisa lepas dari perubahan besar pada format pertelevisian dunia. Perubahan tersebut diantaranya disebabkan oleh pesatnya perkembangan teknologi yang membuat berbagai piranti seperti komputer, telepon genggam, PDA, televisi dan sebagainya menjadi satu alat multi fungsi yang dapat menggantikan berbagai piranti lainnya. Seiring dengan kemajuan pesat diberbagai bidang infomation technology &amp; Communication (ICT), pesawat televisi bukan lagi satu-satunya perangkat yang dapat menangkap siaran televisi. Saat ini komputer dan telephon selular pun marak memberikan feature tambahan untuk menikmati siaran televisi. Walaupun masih terbatas untuk menangkap siaran analog. . Sebagai broadcasting operator, stasiun TV pun juga telah ditemani pemain dari broadband operator dengan 3G platform, wimax, wibronya, ditambah dengan perkembangan dunia IT dengan IP TVnya. Hal menarik lainnya adalah fenomena Youtube, dimana siapa saja dapat meng-upload &amp; download berbagai acara TV walau mungkin tidak seizin pihak yang berwenang, bahkan anda pun dapat menjadi content provider gratisan dengan meng-upload video buatan anda sendiri.</p> <p>PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB</p> <p>INDRA WIBAWA</p> <p>DASAR-DASAR PRODUKSI TELEVISI</p> <p>4</p> <p>Dengan semakin tipisnya batas fungsi dan cara menikmati tayangan tersebut berbagai negara telah mengembangkanlah standar format konvergensi dengan berbasis digital. Keseragaman, kualitas, efisiensi adalah beberapa kelebihan yang dijanjikan dalam standar format baru tersebut. Beberapa format yang sedang dikembangkan adalah, ATSC (Advance Television System Committee) oleh Amerika Serilkat, DVB (digital Video Broadcasting) oleh negara-negara di Eropa, ISDB (Integrated Service Digital Broadcasting) oleh Jepang dan sebagainya. Saat ini di Indonesia, Perjalanan ke format televisi digital sedang ditangani oleh Tim Nasional Migrasi Sistem Penyiaran dari Analog ke Digital dengan tugas utamanya mempelajari berbagai aspek dalam kesiapan penyelenggara siaran, kesiapan industri dalam kaitan dengan set-top box &amp; pesawat TV, Kesiapan masyarakat baik dari segi teknis maupun sosial, budaya &amp; ekonomi serta pertimbangan aspek politis berkaitan dengan negara tetangga. Tim ini beranggotakan sejumlah pejabat, akademisi, dan para pakar dari berbagai instansi antara lain Ditjen Postel, Ditjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi, Departemen Perindustrian, Departemen Keuangan, BPPT, Bappenas, TVRI, RRI, ATVSI, PRSSNI, PT. LEN, PT. Elektrindo Nusantara. Tim Nasional sepakat merekomendasikan teknologi Eropa DVB-T sebagai standar system siaran TV digital untuk pelanggan tetap di Indonesia. Sebagaimana di Indonesia, negara-nagara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) sedang merintis siaran TV digital dan tiap-tiap negara memiliki hak menentukan rencana switch-off maupun teknologi yang digunakan masing-masing. Malaysia, telah merintis siaran TV digital sejak tahun 1998 dan saat ini diharapkan bisa dinikmati 1,8 juta rumah. Bahkan mereka sudah merencanakan memulai menghentikan siaran analog secara bertahap tahun 2009 dan seluruhnya akan berganti digital pada tahun 2015. Singapura, TV digital telah diluncurkan sejak Agustus tahun 2004 dan saat ini telah dinikmati lebih kurang 250.000 rumah. Indonesia akan memulai phase out sampai tahun 2015. Bahkan Menkominfo Mohamad Nuh ditunjuk sebagai ketua ASEAN Ministers Responsible for Information (AMRI) yang salah satu agendanya menangani masalah migrasi bersama ini. Tentunya issue migrasi tersebut melahirkan berbagai pertanyaan, polemik prokontra seperti, Apakah perangkat televisi lama saya masih dapat digunakan? Dengan format digital, satu kanal bisa dipakai untuk beberapa siaran, tentunya akan lebih</p> <p>PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB</p> <p>INDRA WIBAWA</p> <p>DASAR-DASAR PRODUKSI TELEVISI</p> <p>5</p> <p>banyak lagi siaran TV, Untuk apa kalau yang sekarang saja kualitasnya tidak bermutu? Masalah tersebut untuk sementara biarlah menjadi pekerjaan rumah Tim Nasional Migrasi Sistem Penyiaran dari Analog ke Digital untuk menjawabnya karena ada hal lain yang menarik, yaitu berbagai kesempatan dan peluang baru dengan format televisi baru tersebut. Beberapa kesempatan yang kasat mata adalah kebutuhan berbagai piranti hardware seperti set top box (alat untuk menangkap siaran digital dari TV konvensional), PCI Card untuk menangkap siran digital (DVB-S) di komputer seperti yang sedang dikembangkan oleh Digital Rise. Peluang lainnya tentunya kebutuhan konten dari banyaknya siaran digital tersebut.</p> <p>PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB</p> <p>INDRA WIBAWA</p> <p>DASAR-DASAR PRODUKSI TELEVISI</p> <p>6</p> <p>TAHAPAN PRODUKSI TELEVISIProduksi televisi merupakan proses pembuatan acara untuk ditayangkan ditelevisi. Proses produksi ini merupakan perjalanan panjang yang melewati berbagai tahapan, melibatkan banyak sumber daya manusia dengan berbagai keahlian dan berbagai peralatan serta dukungan biaya. Acara televisi tersebut diproduksi oleh stasiun televisi (in house production) atau pihak luar yang biasa disebut sebagai rumah produksi (production house). 1. Pra Produksi 1.1. Membuat konsep program Untuk membuat acara (program) televisi, hal pertama yang harus dilakukan adalah penggalian ide atau gagasan kreatif. Tentunya ide-ide yang akan dilahirkan juga harus mempertimbangkan berbagai hal. 1.1.1 Berbagai aspek perhatian sebelum merancang program Hukum Acara harus dibuat seorsinil mungkin untuk menghindari pelanggaran hal cipta dan mentaati undang undang yang berlaku di Indonesia. Kultur Televisi sebagai media yang mempunyai pengaruh sosiologis yang kuat, tentunya acara-acara yang dihasilkan juga memiliki kewajiban dan tanggung jawab terhadap pembentukan nilainilai positif dimasyarakat. Para pembuat program pun juga harus menghormati nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia juga menghindari hal yang dapat menyinggung SARA. Pasar (Market) Untuk acara yang dibuat untuk tujuan bisnis, para pembuat program harus mengenal pasar yang dituju. Kita tidak dapat membuat acara yang bagus menurut sudut pandang subjektif kita sendiri. Kita juga harus melihat dari sudut pandang calon pemirsa yang akan kita bidik. Untuk membidik calon pemirsa,</p> <p>PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB</p> <p>INDRA WIBAWA</p> <p>DASAR-DASAR PRODUKSI TELEVISI</p> <p>7</p> <p>para pembuat acara TV biasanya melakukan pengamatan sendiri atau mempelajari data-data yang dibuat oleh Nielsen Media Research mengenai calon pemirsa yang dituju untuk kemudian menseleksi pasar potensialnya. Penseleksian pasar potensial dilakukan dengan penggolongan berdasarakan jenis kelamin, umur, status ekonomi dan sebagainya.</p> <p>PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB</p> <p>INDRA WIBAWA</p> <p>DASAR-DASAR PRODUKSI TELEVISI</p> <p>8</p> <p>Contoh penggolonan pasarNational Population AgeProporsi penduduk yang terbesar adalah kalangan yang berusia 20 ke atas. Proporsi female dan male di kalangan anak, remaja dan dewasa</p> <p>B 21%</p> <p>C1 20%</p> <p>A2 15% A1 11% E 5% D 9%</p> <p>C2 19%</p> <p>National Population - Sosial Ekonomi StatusA1 : A2 : B : C1 : C2 : D : E : &gt; 2 jt 1.5 2jt 1.0 1.5 jt 0.7 1.0 jt 0.5 0.7 jt 0.3 0.5 jt &lt; 0.3 jt</p> <p>Age 20 + 66% Age 15 - 19 12%</p> <p>Age 10 - 14 11%</p> <p>Female 50%</p> <p>Male 50%</p> <p>Age 5 - 9 11%</p> <p>PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB</p> <p>INDRA WIBAWA</p> <p>DASAR-DASAR PRODUKSI TELEVISI</p> <p>9</p> <p>-</p> <p>Budget Jika untuk tujuan profit, besarnya anggaran yang diperlukan untuk mewujudkan suatu ide program harus sebanding dengan kekuatan program tersebut untuk mendapatkan rating yang baik.</p> <p>-</p> <p>Teknis Sebuah ide kreatif juga harus mempertimbangkan apakah ide tersebut mungkin untuk dieksekusi dengan peralatan, SDM dan waktu yang tersedia. Idealnya seorang pembuat program haruslah mengerti hal teknis karena nantinya dia harus memperkirakan peralatan apa saja yang benar-benar dibutuhkan, berapa jumlah SDM yang akan diturunkan dan membutuhkan waktu berapa lama hingga menyusun anggaran dengan data tersebut. Seorang perancang program yang tidak mengerti teknis, nantinya akan membuat sering terjadi kesalah pahaman dengan para eksekutor karena pada intinya, yang paling harus mengenal program tersebut dan yang paling harus bisa memberikan gambaran sejelas-jelasnya bagaimana program tersebut akan dieksekusi adalah pembuat konsep program itu sendiri. Semakin jelas dan lengkap memberikan gambaran dan tingkat kesalahan dalam pengeksekusiannya. dalam uraian teknis, semakin kecil</p> <p>PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB</p> <p>INDRA WIBAWA</p> <p>DASAR-DASAR PRODUKSI TELEVISI</p> <p>10</p> <p>1.1.2 Membuat Proposal ProgramProposal merupakan hal yang sangat penting karena proposal mempunyai pengaruh besar dalam disetujui atau tidaknya sebuah konsep untuk dilaksanakan. Selain itu proposal juga nantinya akan dijadikan bahan presentasi bagi pihak sales di stasiun TV untuk mendapatkan advertiser. Proposal harus dibuat semenarik mungkin dan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai konsep program tersebut. Selain itu proposal juga sebaiknya menampilkan keunggulan program tersebut dan dapat memberi benefit baik untuk advertiser maupun pemirsanya.</p> <p>PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB</p> <p>INDRA WIBAWA</p> <p>DASAR-DASAR PRODUKSI TELEVISI</p> <p>11</p> <p>Judul Program | Orang TV Cafe</p> <p>Genre Lokasi Durasi Target Audiens</p> <p>| Drama sitkom &amp; Edutainment | Studio hardset &amp; Outdoor | 30 menit (termasuk comm break) | Male-Female, Educated, A-B, , 15-25</p> <p>Sinopsis</p> <p>Ada sebuah cafe yang asik buat nongkrong, Ketemuan teman, janjian sama gebetan atau sekedar curi2 pandang ke penjaga caf juga enggak masalah. Asiknya lagi, banyak artis yang suka mampir kesini. Ditempat ini, ternyata enggak sekedar nge-gosip, mereka juga pastinya ngobrolin hal yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. Sesuai nama cafenya, Orang TV Caf disini mereka biasanya ngobrol berbagai hal menarik seputar dunia TV broadcasting. Mulai dari pengoperasian kamera, menulis script hingga membuat program semuanya dibahas disini. Uraian Program</p> <p>PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB</p> <p>INDRA WIBAWA</p> <p>DASAR-DASAR PRODUKSI TELEVISI</p> <p>12</p> <p>Orang TV Cafe merupakan program televisi edukatif yang menghibur (edutainment). Dengan format drama sitkom, program ini berisikan berbagai informasi seputar pengetahuan dalam dunia TV Broadcasting Program berdurasi 30 menit ini dikemas dengan seting sebuah Cafe bernama Orang TV Cafe sebagai basecamp sekumpulan anak-anak muda dengan berbagai perbedaan karakter dan kedalaman pengetahuan tentang dunia TV Broadcasting. Perbedaan ini mengundang obrolan seru, perdebatan hingga berbagai kekonyolan. Didalam acara, untuk tetap menjaga pakem keilmuan dan untuk memuaskan keingintahuan pemirsa mengenai hot issue dunia TV Broadcasting kami juga hadirkan tokoh yang merupakan praktisi TV Broadcasting dan artis terkenal. Beberapa rencana tema acara yang akan dibuat : - Blue &amp; Green Screen - Menggunakan Kamera</p> <p>Cast :</p> <p>Tokoh Pemilik Caf | JAMIE ADITYA Karakter | Smart, charming, homurous, crazy, multi talent. Pemilik caf ini adalah tokoh sentral dan paling gila dalam segala hal. Gila becanda, gila musik, gila nyela, gila bisnis dan mungkin gila beneran. Tapi justru hal ini yang membuat Jammie akrab dengan pengunjung cafe dan dia juga handal dalam menjelaskan hal yang rumit dengan bahasa yang sederhana. About Real Jamie : VJ MTV National Geographic Presenter Best Asia Presenter</p> <p>PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB</p> <p>INDRA WIBAWA</p> <p>DASAR-DASAR PRODUKSI TELEVISI</p> <p>13</p> <p>-</p> <p>Musisi Judge Indon...</p>