DBD FKM Maret 2012

  • Published on
    19-Jul-2015

  • View
    322

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>Subdit Pengendalian Arbovirosis, Dit.Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan</p> <p>KEBIJAKAN PENGENDALIAN DBD</p> <p>Subdit Pengendalian Arbovirosis, Dit.Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan</p> <p>Pendahuluan DBD termasuk salah satu emerging diseases yang</p> <p>sampai saat ini menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama. DBD berpotensi menimbulkan KLB terutama pada musim penghujan. Sejak ditemukan pertama kali tahun 1968 jumlah kasus dan penyebaran area/daerah cenderung meningkat, meskipun angka kematian (CFR) dapat ditekan.</p> <p>Pendahuluan Peningkatan kasus DBD antara lain disebabkan oleh : 1. Pertambahan penduduk. 2. Perkembangan wilayah dari sebuah desa menjadi kota. 3. Perpindahan penduduk. 4. Penataan kota dan struktur bangunan yang kurang</p> <p>memperhatikan unsur kesehatan</p> <p>Vektor penular nyamuk Aedes aegypti mampu bertelur dalam jumlah yang banyak, sehingga Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan pemberdayaan masyarakat menjadi strategi utama.</p> <p>DBD disebabkan oleh virus Dengue yang terdiri dari 4 serotype dan semuanya ada di Indonesia, meskipun paling banyak adalah serotype 3 dan 2.</p> <p>Pendahuluan Vektor penular nyamuk Aedes 1 ekor nyamuk</p> <p>dewasa dapat bertelur 50 100 butir 1 minggu kemudian sudah berkembang menjadi nyamuk baru</p> <p>Alasan PSN &amp; Pemberdayaan Masyarakat menjadi strategi utama Bukan Dengan Penyemprotan</p> <p>Insiden Rate (IR) dan CFR DBD di Indonesia , 1968 - 201180</p> <p>IR 2010: 65,57/ 100.000 pddk</p> <p>60</p> <p>IR dan CFR</p> <p>CFR 1968: 41,38%40</p> <p>IR 2011: 12,27 /100.000 pddk</p> <p>IR 1968: 0,05 per 100.000 pddk20</p> <p>CFR 2010: 0,87%</p> <p>CFR 2011: 0.76 %</p> <p>0</p> <p>1974</p> <p>1992</p> <p>1968</p> <p>1970</p> <p>1972</p> <p>1976</p> <p>1978</p> <p>1980</p> <p>1982</p> <p>1984</p> <p>1986</p> <p>1988</p> <p>1990</p> <p>1994</p> <p>1996</p> <p>1998</p> <p>2000</p> <p>2002</p> <p>2004</p> <p>2006</p> <p>2008</p> <p>Tahun</p> <p>IR/100.000</p> <p>CFR(%)</p> <p>2010</p> <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) Penyakit menular yang ditandai dengan panas</p> <p>(demam) disertai perdarahan Penyebab : Virus Dengue (D1, D2,D3, D4) Masa inkubasi : berkisar 4 7 hari</p> <p> Penularan : melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti</p> <p>dan Ae.albopictus</p> <p>Virus Dengue Genus Arbovirus ; Family: Flaviviridae Diameter : 40-50 nm Berdasarkan amplop glikoprotein ada 4 serotypes</p> <p>Dengue 1, Dengue 2, Dengue 3 dan Dengue 4 Setiap serotipe dapat menyebabkan penyakit berat/fatal Virus dapat diinaktifkan dengan pemanasan dan desinfektan yang mengandung detergen atau pelarut</p> <p>Virus matang dalam tubuh nyamuk1 mg</p> <p>Demam mulai 1 minggu sejak digigit</p> <p>Nyamuk ini genit dan hidup panjang 2-8 minggu</p> <p>Patogenesis Infeksi Virus DengueVirus Dengue ( Den-1,Den-2, Den-3, Den-4) Kerusakan sel pejamu Terbentuk kompleks imun Aktivasi sistim komplemen Dikeluarkan zat anafilaktoksin Peningkatan permeabilitas kapiler Perembesan plasma dari intra ke ekstravaskuler Agregasi Trombosit Jumlah &amp; fungsi Trombosit menurun Kerusakan sel endotel pembuluh darah Merangsang / mengaktivasi faktor pembekuan darah Proses Imunologik Sel target: monosit, makrofag, sel Kufner</p> <p>Syok hipovolemik Perdarahan Asidosis Kematian</p> <p>DD vs DBDTidak mungkin dibedakan pada awalPerembesan plasma pada DBD DD dapat disertai perdarahan</p> <p>Prognosis DD lebih baik drpd DBD</p> <p>Time of fever defervescence Demam Berdarah DengueKlinis memburuk, lemah, gelisah, tangan kaki dingin, nafas cepat, diuresis berkurang, tidak ada nafsu makan</p> <p>Temp</p> <p>Time of fever defervescence (Saat suhu turun)</p> <p>Fase demam</p> <p>Fase syok</p> <p>Fase Pemulihan</p> <p>Hari sakit</p> <p>Pertolongan Minum untuk cegah dehidrasi dan menjaga sirkulasi darah Demam diberi parasetamol. Jika trombosit 20% atau ada tandatanda syok rumah sakit</p> <p>Syok</p> <p>gelisah, nafas cepat,nadi teraba lembut atau tidak teraba, bibir biru, tangan kaki dingin, tidak ada kencingbiasanya terjadi saat suhu turun pd hari 3-7</p> <p>Primary Dengue Incubation periods Disease period Recovery</p> <p>IgM (90 days) Intrinsic Viraemia IgA (45 days) IgG</p> <p>FEVER-7 0 7 15 20 Days</p> <p>Isolation of virus PCR detection of RNA Detection of NS1 antigen</p> <p>IgG ELISA IgM ELISA Virus Neutralisation Assay HI Virus Neutralisation Assay</p> <p>Secondary Dengue Incubation periods Disease period Recovery</p> <p>Previous IgGIntrinsic Viraemia FEVER -7 0 7 15 20 Days IgA</p> <p>IgM</p> <p>IgA ELISA IgG Capture</p> <p>Respon Immun Pada Dengue PrimerKekebalan seumur hidup hanya untuk serotype yang menginfeksi IgM Diproduksi pada hari ke-5 setelah gejala timbul. Meningkat selama 1-3 minggu dan bertahan selama 30-60 hari. IgG Timbul pada hari ke-14 setelah gejala dan bertahan seumur hidup.</p> <p>Respon Immun Pada Dengue Sekunder IgM </p> <p>Kemungkinan tidak diproduksi sampai 20 hari setelah infeksi. Kemungkinan diproduksi pada level rendah atau periode yang pendek dari infeksi pertama. Meningkat secara cepat 1-2 hari setelah gejala. Mencapai level yang lebih tinggi dari infeksi pertama atau infeksi yang telah lewat . Bertahan pada level tertinggi selama 30-40 hari, kemudian turun pada level sesuai pada infeksi pertama atau infeksi telah lewat.</p> <p> IgG </p> <p>Pengobatan Tirah baring selama demam</p> <p> Antipiretik (parasetamol) Analgesik bila perlu Cairan &amp; elektrolit oral ( jus buah, sirup, susu,</p> <p>oralit dll) Monitor suhu, trombosit, hematokrit</p> <p>Penggantian cairan : Kristaloid (RL, NaCL dll) Koloid (dekstran,HES)</p> <p>SIKLUS HIDUP NYAMUK Aedes aegypti</p> <p>Umur Nyamuk Aedes dewasa betina + 14 hari</p> <p>Telur</p> <p>Larva (5-7 hari)</p> <p>Aedes betina Didalam rumah Menghisap darah</p> <p>Pupa (1-2 hari)Aedes jantan Antena lebat Diluar rumah Mati setelah membuahi</p> <p>MEMBASMI NYAMUK Aedes aegypti</p> <p>TelurREPELAN</p> <p>Larva (5-7 hari)</p> <p>3 M PLUS</p> <p>Pupa (1-2 hari)LARVASIDA</p> <p>CIRI NYAMUK DEMAM BERDARAH Tubuh hitam dengan belang putih Punggung nyamuk terdapat gambaran Aedes aegypti</p> <p>Aedes albopictus</p> <p>Aedes aegypti/ Nyamuk demam berdarah Umur Aedes aegypti betina + 14 hr,</p> <p>dapat mencapai 2-3 bulan. Aedes aegypti betina mengisap darah berkalikali menularkan ke banyak orang Aktifitas tinggi pd pagi &amp; sore hari Setiap kali mengisap darah, sambil mengeluarkan air liur yg berfungsi untuk mencegah pembekuan darah.</p> <p>Aedes aegypti betinaSi PENULAR VIRUSDemam Berdarah Dengue</p> <p> Hanya Aedes aegypti betina menghisap darah untuk pematangan telur. Proses pematangan telur 3-4 hr. Sekali bertelur : 100-200 butir/ekor Jarak terbang 100 meter</p> <p>Nyamuk Aedes Dewasa Betina Senang menghisap darah</p> <p>manusia Senang meletakkan telur di air yang jernih dan tidak berhubungan langsung dengan tanah. Senang bersembunyi/hinggap ditempat yang lembab, gelap,kumuh (gantungan baju kotor, dll.) Sangat sensitif dan gesit Senang dengan bau keringat dan darah manusia</p> <p>Aedes jantanAntena lebat Ditandai dengan tubuh yang ramping dan antena yang </p> <p>sangat lebat. Nalurinya membuahi betina sesaat setelah lepas dari kepompong. Membuahi hanya 1 kali saja seumur hidupnya Tidak menghisap darah, sari tumbuhan/buah. Berumur pendek (1 minggu) Penelitian ditemukan yang mengandung virus dengue (Trans ovarial).</p> <p>3M</p> <p>Larvasiding Ikanisasi</p> <p>Obat Nyamuk Semprot Obat Nyamuk Gosok</p> <p>plusPencahayaan Ventilasi</p> <p>Kasa</p> <p>FAKTOR KEBERHASILAN FOGGING ATAU ULV WAKTU</p> <p>PELAKSANAAN JENIS INSEKTISIDA ROTASI INSEKTISIDA DOSIS CAMPURAN EFIKASI LUAS WILAYAH BAHAYA KERACUNAN</p> <p>KALIBRASI ALAT PERSIAPAN FOGGING CARA FOGGING URUTAN TEMPAT ARAH ANGIN KEAMANAN ORANG CARA ULV CEGAH RESISTENSI</p> <p>Insiden Rate (IR) dan CFR DBD di Indonesia , 1968 - 201180</p> <p>IR 2010: 65,57/ 100.000 pddk</p> <p>60</p> <p>IR dan CFR</p> <p>CFR 1968: 41,38%40</p> <p>IR 2011: 12,27 /100.000 pddk</p> <p>IR 1968: 0,05 per 100.000 pddk20</p> <p>CFR 2010: 0,87%</p> <p>CFR 2011: 0.76 %</p> <p>0</p> <p>1974</p> <p>1992</p> <p>1968</p> <p>1970</p> <p>1972</p> <p>1976</p> <p>1978</p> <p>1980</p> <p>1982</p> <p>1984</p> <p>1986</p> <p>1988</p> <p>1990</p> <p>1994</p> <p>1996</p> <p>1998</p> <p>2000</p> <p>2002</p> <p>2004</p> <p>2006</p> <p>2008</p> <p>Tahun</p> <p>IR/100.000</p> <p>CFR(%)</p> <p>2010</p> <p>Situasi DBD th 2010 Distribusi</p> <p> 33 prov, 400 kab/kota terjangkit</p> <p> Total kasus 155.777 ks (IR rata-rata nasional 65,57 per 100.000</p> <p>penduduk) Total kematian 1.358 meninggal (CFR = 0,87%) 5 provinsi dgn IR ( per 100.000 pddk) tertinggi :</p> <p>1. Bali 2. DKI Jakarta 3. Kaltim 4. DIY 5. Kepri</p> <p>: 337,05 : 227,44 : 167,31 : 144,92 : 88,37</p> <p>Angka Kesakitan (IR) DBD Per Provinsi Thn 2010IR</p> <p>400.00 350.00 300.00 250.00 200.00 150.00 100.00227.44 167.31 144.92 88.37 87.70 81.80 337.04</p> <p>Target Nasional IR 55 / 100.000 pddk</p> <p>BALI DKI JKT KALTIM D.I YOGYA KEP. RIAU SULUT SULTENG JATIM N. ACEH. D SUMUT KALTENG JATENG JABAR</p> <p>68.92 67.25 63.71 62.82 60.46</p> <p>57.04 52.83 52.19 51.02 49.02</p> <p>50.00DKI JKT N. ACEH. D BANTEN SULSEL JATIM JABAR KALTIM SUMUT PAPUA BRT SULTENG BALI KEP. RIAU D.I YOGYA JATENG KALTENG SULUT N.T.B</p> <p>46.14 45.28 38.13 35.36</p> <p>33.61 30.60 29.86 25.59N.T.T. KALSEL MALUKU UTR LAMPUNG</p> <p>18.52 16.61 16.07 15.05 13.86SUMSEL RIAU KALBAR BABEL PAPUA</p> <p>5.99 3.55 0.42JAMBI SULBAR DKI JKT PAPUA BRT MALUKU SULBAR</p> <p>GORONTAL O</p> <p>SULTRA</p> <p>SUMBAR</p> <p>Angka Kematian (CFR) DBD Per Provinsi Thn 2010MALUKU BABEL MALUKU UTR PAPUA KALSEL KALBAR RIAU BANTEN BENGKULU SULUT GORONTALO LAMPUNG SULTENG SULTRA JATENG N.T.T.</p> <p>CFR</p> <p>GORONTAL O</p> <p>N. ACEH. D</p> <p>BANTEN</p> <p>SULTRA</p> <p>BENGKULU</p> <p>SULTENG</p> <p>D.I YOGYA</p> <p>KEP. RIAU</p> <p>LAMPUNG</p> <p>KALTENG</p> <p>SUMBAR</p> <p>SULSEL</p> <p>JAMBI</p> <p>SUMSEL</p> <p>JATIM</p> <p>KALTIM</p> <p>KALSEL</p> <p>JABAR</p> <p>RIAU</p> <p>N.T.T.</p> <p>KALBAR</p> <p>JATENG</p> <p>SUMUT</p> <p>BABEL</p> <p>SULUT</p> <p>MALUKU</p> <p>MALUKU UTR</p> <p>PAPUA</p> <p>BALI</p> <p>N.T.B</p> <p>18.00 16.00 14.00 12.00 10.00 8.00 6.00 4.00 2.00 0.00</p> <p>16.67</p> <p>Target Nasional CFR 1 %4.39</p> <p>3.46 2.96 2.91 2.72 2.44 2.27 2.13 1.91 1.71 1.63 1.38 1.32 1.26 1.03 0.98 0.93 0.92 0.90 0.81 0.75 0.68 0.67 0.57 0.56 0.50 0.43 0.29 0.28 0.17 0.00 0.00</p> <p>BENGKULU</p> <p>0.00</p> <p>Situasi DBD th 2011(data sementara s/d 9 September 2011) Distribusi</p> <p> 30 prov, 291 kab/kota terjangkit</p> <p> Total kasus 29.144 ks (IR rata-rata nasional 12,27 per 100.000</p> <p>penduduk) Total kematian 222 meninggal (CFR = 0,76%) 5 provinsi dgn IR ( per 100.000 pddk) tertinggi :</p> <p>1. Bali 2. DKI Jakarta 3. NAD 4. Sulteng 5. Kaltim</p> <p>: 56,16 : 54,86 : 33,92 : 28,33 : 22,07</p> <p>Kasus DBD Per Bulan Di Indonesia Tahun 2010 - 2011KASUS DBD PER BULAN DI INDONESIA TAHUN 2010 - 2011 (Data s/d 9 September 2011)25000</p> <p>20000</p> <p>201015000</p> <p>2011</p> <p>10000</p> <p>5000</p> <p>Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Kasus 22796 22490 19554 16274 13364 11643 10929 9615 7986 8149 7705 5581 7502 5722 5365 3820 3187 2486 1005 54</p> <p>0</p> <p>IR60.0050.00 40.00 30.00 20.00 10.00</p> <p>56.16 54.86</p> <p>GRAFIK ANGKA KESAKITAN (IR) DEMAM BERDARAH DENGUE PER PROPINSI DI INDONESIA TAHUN 2011 (s/d 02 Agustus)</p> <p>33.92 28.33 22.07 21.72 19.14 17.71 17.01 16.04 15.88 13.42 12.90 9.59 9.41 9.30 7.44 7.14 6.86 6.12 5.48 5.32 4.89</p> <p>Target IR 55 / 100.000 penduduk</p> <p>BALI DKI JKT N. ACEH. D SULTENG KALTIM2.89 KALBAR 2.54 RIAU 2.17 KALTENG 1.63 BABEL 1.31 GORONTALO 1.03 KALSEL 0.91 MALUKU SULTRA PAPUA BART SUMBAR PAPUA PAPUA BART</p> <p>KEP. RIAU</p> <p>SUMSEL</p> <p>SULTENG</p> <p>LAMPUNG</p> <p>JATENG</p> <p>D.I YOGYA</p> <p>JAMBI</p> <p>SULBAR</p> <p>SUMBAR</p> <p>BENGKULU</p> <p>MALUKU UTR</p> <p>N. ACEH. D</p> <p>BABEL</p> <p>SULTRA</p> <p>KALTENG</p> <p>GORONTALO</p> <p>BENGKULU</p> <p>D.I YOGYA</p> <p>MALUKU UTR</p> <p>N. ACEH. D</p> <p>KEP. RIAU</p> <p>RIAU</p> <p>SULSEL</p> <p>MALUKU</p> <p>SULTENG</p> <p>JATENG</p> <p>LAMPUNG</p> <p>SUMSEL</p> <p>KALBAR</p> <p>JAMBI</p> <p>BANTEN</p> <p>DKI JKT</p> <p>SULUT</p> <p>N.T.T.</p> <p>SUMUT</p> <p>KALTIM</p> <p>JABAR</p> <p>BALI</p> <p>SULBAR</p> <p>JATIM</p> <p>KALSEL</p> <p>N.T.B</p> <p>PAPUA</p> <p>9.00 8.00 7.00 6.00 5.00 4.00 3.00 2.00 1.00 0.00</p> <p>CFR8.33</p> <p>GRAFIK ANGKA KEMATIAN (CFR) DEMAM BERDARAH DENGUE PER PROPINSI DI INDONESIA TAHUN 2011 (s/d 02 Agustus)GORONTALO RIAU SULUT BENGKULU LAMPUNG N.T.T. JAMBI JATIM SUMUT SULTENG0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00</p> <p>5.80</p> <p>Target CFR 1 %4.11 3.51 3.51 2.45 2.04 1.27 1.21 1.08 0.91 0.80 0.80 0.66 0.63 0.51 0.32 0.30 0.30 0.26</p> <p>BANTEN</p> <p>SULSEL</p> <p>DKI JKT</p> <p>N.T.T.</p> <p>KALTIM</p> <p>SUMUT</p> <p>JABAR</p> <p>SULUT</p> <p>BALI</p> <p>N.T.B</p> <p>JATIM</p> <p>0.00</p> <p>KASUS DBD NASIONAL, TH. 2011NO PROPINSI JAN. P 1N. ACEH. D 2SUMUT 3SUMBAR 4R I A U 5KEP. RIAU 6J A M B I 7SUMSEL 8BABEL 9BENGKULU 10LAMPUNG 11BANTEN 12DKI JKT 373 603 101 78 74 38 99 1 44 134 254 1.093 2.016 M 2 9 0 2 1 1 1 0 3 2 4 0 P 328 530 96 81 60 30 77 7 38 126 211 801 FEB M 2 9 0 4 0 0 0 0 0 2 7 0 MAR P 295 579 100 124 50 21 94 12 39 91 181 820 M 1 3 0 3 0 1 0 0 2 3 3 0 APR P M P 183 399 141 134 44 28 119 3 54 70 125 482 MEI M 1 7 0 4 0 2 1 0 0 0 3 0 JUNI P 145 389 157 150 55 35 144 14 62 69 161 565 M 2 6 3 0 1 1 0 0 1 0 2 0 JULI P 140 440 152 162 61 127 124 5 59 80 96 595 M 1 6 0 2 0 1 3 1 2 0 5 1 AGUSTUS P 141 415 177 287 82 258 174 8 83 48 118 534 181 0 478 9 73 0 84 10 41 0 19 111 5 52 109 141 550 0 1 0 1 4 6 0 1 9 1 7 0 4 4 0 0 3 0 0 2 2 0 4 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 153 417 239 305 82 209 147 11 34 65 82 354 852 192 12 190 116 47 0 65 5 0 192 1 82 9 40 1 0 0 2 4 3 8 0 5 0 0 0 1 0 1 4 1 0 3 2 0 0 3 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 202 530 318 699 166 244 150 36 50 73 91 339 753 177 22 221 157 66 5 125 13 1 166 32 99 16 80 1 1 0</p> <p>SEPTEMBE NOPEMBE DESEMBE OKTOBER R R R M P M P M P M P M 1 4 3 9 2 9 4 1 0 1 1 0 6 3 0 2 1 4 1 0 0 0 3 0 3 0 1 0 0 0 188 1 239 639 7 568 330 3 318 603 10 248 143 0 178 450 14 420 285 58 115 122 142 289 747 146 26 346 142 129 36 178 18 2 288 21 134 14 82 23 6 0 1 5 1 2 1 2</p> <p>TOTAL P 2.568 5.987 2.202 2.955 1.036 1.879 2.015 320 681 1.494 1.736 6.653 M 15 78 14 61 5</p> <p>CFR</p> <p>IR</p> <p>0,58 1,30 0,64 2,06 0,48</p> <p>57,73 46,12 46,52 54,49 72,83</p> <p>40 2,13 59,32 32 6 10 24 32 3 1,59 1,88 1,47 1,61 1,84 0,05</p> <p>5 491 13 4 1 1 0 1 160 51 507 134 231 0 0 7 1 0 5 3</p> <p>27,06 25,53 40,39 21,95 17,37 69,27</p> <p>13JABAR</p> <p>7 1.418 1 1 9 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 2 0 632 175 682 12 15 8 133 54 4 84 1 180 34 589 70 78 0</p> <p>4 1.385 5 0 11 0 0 0 1 0 1 2 0 3 0 2 2 2 0</p> <p>5 1.062 466 107 534 8 13 5 112 19 0 129 0 135 22 299 37 38 0</p> <p>5 1.218 7 0 4 0 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 415 84 490 18 20 12 115 47 5 90 1 165 9 283 40 7 0</p> <p>2 1.134 2 0 6 0 0 2 1 2 0 1 0 0 0 3 0 0 0 375 50 329 37 15 2 92 27 1 111 0 111 7 188 41 2 0</p> <p>7 1.227 4 1 4 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 251 30 307 27 13 5 74 34 1 128 0 118 13 105 13 4 0</p> <p>5 1.023 2 0 2 0 0 1 1 0 0 1 0 3 0 0 0 0 0 233 28 189 58 20 4 76 20 0 222 1 81 8 65 8 0 0</p> <p>5 1.001 4 111 0 2 2 1 1 0 0 0 5 0 1</p> <p>13.8364.474 982 5.372 729 517 400 1.416 364 23 2.045 88 1.520 214 2.996 451 304 11 164 -</p> <p>57 0,41 31,5644 3 62 10 9 7 13 5 2 31 0 11 0 7 3 8 0,98 0,31 1,15 1,37 1,74 1,75 0,92 1,37 8,70 1,52 0,00</p> <p>813 14JATENG 235 15D.I YOGYA 1.039 16JATIM 20 17KALBAR 11 18KALTENG 7 19KALSEL 142 20KALTIM 62 21SULUT 7 22GORONTALO 123 23SULTENG 3 24SULBAR 25SULSEL 26SULTRA 27B A L I 28N.T.B 29N.T.T. 30MALUKU MALUKU 31UTR PAPUA 32BARAT 33PAPUA JUMLAH 186 20 649 139 70 0</p> <p>663 10 183 1 593 10 20 0 9 0 9 0 171 1 32 0 2 0 202 1 0 0 153 22 488 57 59 0 0 0 1 0 1 0</p> <p>30 0 452 5 114 4 159 4 307 1 133 3 33 1 0 0 310 12 28 0 76 0 0 0 0 2 0</p> <p>13,57 28,48 14,18 17,16 24,17 10,53 39,88 16,06 2,51 78,40 8,12</p> <p>0 40 0 128 0 21 0 39 0 11</p> <p>0,72 0,00 0,23 0,67 2,63 22,0 0 0</p> <p>19,92 10,22 86,33 11,11 6,38</p> <p>0,76</p> <p>588...</p>