Deskripsi Rancang Bangun Gedung Perpustakaan

  • Published on
    30-May-2018

  • View
    218

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • 8/14/2019 Deskripsi Rancang Bangun Gedung Perpustakaan

    1/8

  • 8/14/2019 Deskripsi Rancang Bangun Gedung Perpustakaan

    2/8

    2

    Perpustakaan harus dibangun se-ideal mungkin dan disesuaikan dengan kebutuhan yang telah

    direncanakan. Untuk itu, konsep tersebut harus berpijak pada 7 (tujuh) faktor yaitu: safe, secure,

    healthy, comfortable, durable, aesthetically pleasing, and be accessible.

    TUJUAN

    Membangun gedung Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu yang ideal

    meliputi tujuh unsur yaitu safe, secure, healthy, comfortable, durable, aesthetically pleasing, and be

    accessible di tahun 2009.

    STRATEGI PERUBAHAN

    Untuk memudahkan dalam melakukan strategi perubahan gedung yang ideal, maka harus

    dilakukan pembagian menurut jenis kegunaanya. Karena walaubagimanapun antara arsip dan

    perpustakaan mempunyai bidang kerja yang sangat berbeda. Bahkan untuk segment para pemakainya

    relative berbeda. Sehingga bagian-bagian ruang yang diperlukannyapun akan berbeda. Terkecuali

    untuk sifatnya lebih general seperti misalnya pada ruang untuk Kepala kantor, para kepala seksi, ruang

    tata usaha dan stafnya, parkir, kantin/caf, dan-lain-lain.

    Dalam pembagiannya, ada tiga jenis kategori untuk perencanaan pembangunan Kantor Arsip dan

    Perpustakaan Kabupaten Indramayu, yaitu meliputi:

    A. Bagian ruang dan tempat lainya yang bersifat general, terdiri dari:

    Ruangan kepala kantor

    Ruangan subbagian tata usaha dan stafnya

    Ruangan para kepala seksi

    Ruang serbaguna (aula)

    Kafetaria

    Parkir

    Mushola

    WC / toilet

    B. Bagian ruang dan tempat lainya khusus untuk kebutuhan ruang arsip

    Dalam tulisan Edward Acker yang berjudul Archives and Record Storage Building,

    dikatakan bahwa beberapa bagian-bagian yang perlu diperhatikan dalam membangun gedung arsip

    yaitu:

    1. Entrance and security check (pintu masuk dan check keamanan

    2. Lobby (ruang loby)

    3. Cafeteria atau retail lainya (masuk dalam kategori ruang dan tempat lainya yang bersifat

    general)

    4. Main corridor (ruang koridor utama)

    5. Archive storage (gudang penyimpanan arsip)

  • 8/14/2019 Deskripsi Rancang Bangun Gedung Perpustakaan

    3/8

    3

    6. Administrative officers ( ruang petugas administrative)

    7. Archival offers and preservation room (ruang para petugas dan pemeliharaan)

    8. Archive visitor room ( ruangn pengunjung)

    9. Shipping (ruang pengiriman)

    10. Receiving (ruang penerima)

    11. Package examination (ruang pengujian paket)

    12. Parking (masuk dalam kategori ruang dan tempat lainya yang bersifat general

    Expansion (untuk arsip apabila penuh)

    Berikut contoh ruang-ruang pada untuk kantor arsip

    Gambar I. contoh site map bagian ruangan arsip

    C. Bagian ruang dan tempat lainya khusus untuk kebutuhan ruang perpustakaan

    Perpustakaan umum merupakan perpustakaan yang memiliki kelebihan dalam hal penyediaan

    semua informasi dan pengetahuan ke masyarakat luas tanpa membedakan usia, jenis kelamin,

    kepercayaan, agama, ras, pekerjaan, keturunan, serta memberikan layanan cuma-cuma. Dari berbagai

    jenis perpustakaan umum yang ada, perpustakaan kabupaten / kota sebagai salah satu organisasi

    nirlaba yang berdiri sendiri maupun berada dibawah naungan suatu institusi lain. Dalam

    perkembangannya, menurut data dari Perpustakaan Nasional RI, dari 316 kabupaten, baru 70%

  • 8/14/2019 Deskripsi Rancang Bangun Gedung Perpustakaan

    4/8

    4

    perpustakaan umum kabupaten / kota yang memiliki perpustakaan standar (Kompas, 18/5/2006). Ini

    berarti sekitar 30% perpustakaan umum kabupaten / kota masih berjalan ditempat atau bahkan sama

    sekali tak berkembang. Walau demikian dari 70% perpustakaan umum kota / kabupaten yang ada,

    kenyataannya jarang sekali melakukan terobosan (breakthrough) inovatif dalam memberikan

    pelayanannya. Mereka (perpustakaan umum kota / kabupaten) seringkali terjebak dalam paradigma

    sempit dan rutinitas keseharian yang bisa mematikan daya kreativitas untuk selalu maju. Oleh

    karenanya di Indonesia perpustakaan umum kabupaten / kota sering di sebut sebagai the second

    institution, yang kerap terpinggirkan dari institusi lain.

    Lantas, bagaimanakah tingkat usaha pemerhati dan pelaku perpustakaan umum di Kabupaten

    Indramayu (pustakwan, lembaga pemerintah lainya, institusi pendidikan, mahsasiswa) untuk selalu

    meningkatkan keberadaanya? Tak dapat dipungkiri, keberadaan perpustakaan umum Kabupaten

    Indramayu untuk sebagian kalangan tertentu telah menganggap penting namun ada yang berkutat hanya

    pada sebuah retorika belaka. Sedangkan untuk sebagian kalangan lagi, perpustakaan umum di

    Kabupaten Indramayu masih tetap dipandang sebelah mata. Hal ini disebabkan karena mereka

    menganggap perpustakaan umum Kabupaten Indramayu hanya sekedar institusi parasit yang tidak

    menghasilkan (profit) baik secara secara instan maupun kasat mata. Disamping itu, mereka juga

    menganggap paradigma tentang perpustakaan adalah hanya institusi yang melakukan kegiatan

    menjaga, merapihkan, melayani peminjam dan pengembalian buku tanpa berpikir fungsi filosofisnya

    dalam mendukung peningkatan IPM, akibatnya terjadilah diaspora perpustakaan umum Kabupaten

    Indramayu yang secara esensial merupakan suatu bentuk keterasingan bagi perpustakaan umum itu

    sendiri yang disebabkan oleh konsepsi pola pikir yang sempit dari para pemerhati dan pelaku

    perpustakaan di Kabupaten Indramayu. Padahal dalam fungsi kultural, perpustakaan umum Kabupaten

    Indramayu berperan untuk meningkatkan nilai dan apresiasi budaya melalui bacaan yang

    disediakannya. Sedangkan dalam fungsi pendidikan perpustakaan umum Kabupaten Indramayu

    mempunyai komitmen untuk ikut serta mendidik bangsa dengan berbagai kegunaan sebagai tempat

    belajar seumur hidup (long life education). Disisi lain Perpustakaan umum Kabupaten Indramayu dapat

    hadir sebagai the agent of change yang berkorelasi positif terhadap setiap kemajuan berpikir

    masyarakat.

    Dalam dekade beberapa tahun ini, perpustakaan umum Kabupaten Indramayu mulai

    dihadapkan pada perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang begitu cepat. Sehingga

    apabila perpustakaan umum Kabupaten Indramayu tidak mempunyai visi ke depan sesuai dengan

    perkembangan tersebut, maka diaspora perpustakaan umum Kabupaten Indramayu akan semakin

    kompleks ditelan waktu bersama derasnya arus globalisasi.

    Dengan didasari beberapa permasalahan tersebut diatas dan berkeinginan membangun

    perpustakaan umum Kabupaten Indramayu menjadi perpustakaan ideal agar dapat memberikan

    pelayanan yang lebih profesional serta telah merebaknya paham kapitalisme di berbagai bidang,

    dimana segala sesuatunya dapat dikomersialkan, maka perpustakaan umum Kabupaten Indramayu agar

    tetap eksis dengan hanya tidak mengandalkan anggaran dari pemerintah daerah, perubahan mendasar

    yang harus dilakukan adalah beralihnya prinsip dasar institusi / organisasi nirlaba ke prinsip orientasi

    pasar (market orientation) yang mencakup nilai jual dan sisi bisnis dengan tetap mempunyai dasar

  • 8/14/2019 Deskripsi Rancang Bangun Gedung Perpustakaan

    5/8

    5

    kinerja an idealism, independency, creativity, education, entertaiment, and interactive communication.

    Hal tersebut bukanlah sesuatu yang tidak mungkin untuk bisa dilakukan karena menurut Kotler dalam

    bukunya yang berjudul Strategi Pemasaran untuk Organisasi Nirlaba, dikatakan bahwa prinsip-

    prinsip pemasaran (marketing) sesungguhnya mempunyai nilai-nilai produktif yang diperluas dan dapat

    diterapkan pada situasi dan organisasi yang berbeda. Lebih lanjut Kotler mengatakan bahwa hal ini

    didorong sebagian karena banyaknya tekanan dan sebagian karena menariknya janji yang diberikan

    oleh pemasaran, para praktisi pelayanan kesehatan, pendidikan, kesenian, berebut menggali ilmu baru

    ini dan menggali kemungkinan-kemungkinanya. Langkah ini kemudian segera diikuti oleh ahli

    perpustakaan, ahli rekreasi, politikus, dan pimpinan organisasi lembaga sosial lainya. Oleh sebab itu,

    perubahan prinsip dasar tersebut bukanlah suatu hal yang patut disalahkan seperti dalam teori Urquhart,

    bahwa pekerjaan yang berhubungan dengan informasi (tenaga pengelola informasi, dalam hal ini

    pustakawan yang berada di perpustakaan) sangat berbeda dengan para ekonom, hal ini merujuk dari

    cara pandang terhadap informasi. Menurutnya, informasi itu dianggap bukan komoditi, sehingga

    dianggap perlu untuk memperlakukannya berbeda dengan layaknya benda (produk) ekonomi.

    Namun, yang terpenting bagi perpustakaan umum Kabupaten Indramayu mengetahui mana

    pelayanan yang dapat dikomersialkan dan tidak, dengan tetap memegang prinsip berorientasi terhadap

    kepuasan user (bacaBringing the Market to Libraries :73). Dengan bertitik tolak pada paparan diatas,

    maka salah satu yang mutlak harus dilakukan adalah pembangunan gedung perpustakaan sesuai dengan

    fungsi, visi dan misinya. Oleh karena itu untuk merealisasikannya ruang-ruang yang perlu dibangun

    meliputi:

    1. Ruang pustakawan

    Ruangan ini digunakan bagi para pustakawan agar aktivitas sehari-hari seperti menulis

    resensi, opini publik tentang pusdokinfo, dll dapat dilakukan dengan tenang

    2. Ruang staf pustakawan

    3. Ruang pengolahan buku (book processing)

    Ruang pengolah buku bertujuan agar buku yang sedang diproses selalu terkontrol sebelum

    dikeluarkan ke jajaran rak untuk pemakai.

    4. Ruang sirkulasi

    Ruang sirkulasi digunakan untuk aktivitas pendaftaran anggota baru / perpanjangan,

    peminjaman dan pengembalian bahan koleksi. Dalam penerapannya ruangan sirkulasi bisa

    dibagi menjadi tiga bagian. Jadi antara ruang ruang administrasi pendaftaran anggota,

    peminjaman, dan pengembalian sebaiknya dipisahkan.

    5. Ruang referensi

    Ruang referensi digunakan untuk bahan koleksi seperti ensklopedia, kamus, almanak, glosary,

    undang-undang, terbitan pemerintah, editorial, laporan tahunan, skripsi, tesis, desertasi,

    laporan penelitian, direktori, kitab suci, biografi, buku tahunan, manual, handbooks, buku

    panduan, sumber geografi, indeks, abstrak, dan koleksi lainya yang dianggap penting.

    Biasanya tidak untuk dipinjamkan, hanya untuk difoto kopi dengan rincian biaya yang

    ditentukan.

    6. Ruang bahan koleksi umum

  • 8/14/2019 Deskripsi Rancang Bangun Gedung Perpustakaan

    6/8

    6

    Ruang bahan koleksi umum digunakan untuk buku-buku yang dipinjamkan. Pada ruangan ini

    disediakan pula bahan koleksi cadangan yang terdiri dari satu eksemplar dari tiap judulnya.

    Jadi, apabila dalam bahan koleksi umum telah habis terpinjami, maka pemakai dapat

    meminjam bahan koleksi cadangan, akan tetapi dalam waktu terbatas karena hanya untuk back

    up koleksi yang keluar dipinjam.

    7. Ruang terbitan berkala

    Ruangan khusus seperti koran, jurnal, buletin, majalah, dan lain lain yang terbit secara

    periodik

    8. Ruang pelayanan remaja

    Ruangan ini digunakan untuk bahan koleksi para remaja

    9. Ruang pelayanan anak

    Ruangan ini digunakan untuk bahan koleksi para anak-anak. Pada ruangan ini bisa digunakan

    tanpa kursi melainkan lesehan menggunakan karpet.

    10. Ruang preservasi i koleksi

    Ruang khusus untuk perbaikan bahan koleksi yang rusak. Pada ruangan ini dilengkapi dengan

    alat pemotong kertas, jarum, benang, bahan-bahan kimia untuk fumigasi dan lain-lain yang

    dibutuhkan.

    11. Ruang kliping & penjilidan koleksi lainya.

    Ruang khusus koleksi kliping & penjilidan koleksi lainya yang dibuat pustakawan ataupun

    stafnya.

    12. Ruang lobi / santai.

    Ruang yang didesain khusus untuk bersantai ataupun sambil membaca. Bisanya dilengkapi

    dengan kursi sofa.

    13. Ruang audio visual / pandang dengar

    Ruangan koleksi non cetak seperti cd, vcd, dvd, diskett, flash disk, microfish, microfilm, dan

    kaset pita. Dilengkapi pula dengan tape recorder, tv dan alat lainya yang digunakan untuk

    menggunkan koleksi tersebut.

    14. Ruang rental komputer

    Ruang khusus yang ingin menyewa komputer untuk keperluan pemakai. Sama halnya dengan

    internet dikenakan biaya, hanya saja tidak on-line.

    15. Ruang khusus untuk orang cacat

    Ruangan khusus yang didesain untuk orang-orang yang mengalami cacat fisik. Dilengkapi

    dengan alat bantu yang diperlukan dan bahan koleksi khusus.

    16. Ruang taman bermain anak.

    Ruang khusus untuk tempat bermain anak-anak yang dilengkapi dengan alat-alat bermain.

    17. Taman baca (out door)

    Tempat baca yang berada diluar apabila pemakai ingin membaca tidak didalam ruangan (in

    door)

    18. Book shop + aksesoris cinderamata.

  • 8/14/2019 Deskripsi Rancang Bangun Gedung Perpustakaan

    7/8

    7

    Ruangan khusus untuk menjual buku-buku. Jadi, pengunjung selain membaca diperpustakaan

    secara gratis, bisa juga membeli buku bagi ingin yang membelinya. Bagi yang sudah terdaftar

    anggota perpustakaan akan mendapatkan diskon pembelian.

    19. Cyber Cafe / internet.

    Bagi pengunjung yang ingin duduk-duduk sambil membaca atau ngobrol, minum kopi, makan

    coklat, atau browsing internet, ruangan cyber cafelah yang didesain khusus untuk semua itu.

    20. Galeri handycraft + machine design , computer design (art)

    Ruangan khusus untuk kerajinan tangan seperti lukisan, fotografi, aneka rajutan, stiker,

    gantungan kunci, tas, dan lain-lain yang dapat dijual.

    21. Ruang bahan koleksi perpustakaan keliling

    Ruang khusus untuk bahan koleksi perpustakaan keliling.

    22. Gudang buku

    Tempat bahan koleksi yang tidak layak pakai.

    23. Ruang foto copi

    24. Ruang diskusi / belajar kelompok

    Ruangan khusus untuk para pemakai yang ingin berdiskusi / belajar kelompok

    25. Ruang Koperasi

    Ruangan khusus untuk kegiatan administrasi koperasi dalam menjalankan aktivitasnya.

    PENUTUP

    Semoga dengan adanya Deskripsi Ideal Rancang Bangun Gedung Kantor Arsip dan

    Perpustakaan Kabupaten Indramayu ini dapat menjadi gambaran untuk membangun sebuah

    perpustakaan ideal yang mampu menjawab tantangan masa depan dalam memberikan pelayanan yang

    lebih profesional lagi serta dapat memberikan kenyamanan dan keselamatan baik bagi para pegawai

    maupun pengunjung dan terlindunginya aset aset berharga yang menjadi rutinitas pokok pekerjaan di

    Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu. Namun, akan menjadi penting lagi apabila

    konsep pembangunan gedung ini dapat terwujud maka, Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten

    Indramayu akan mempunyai kewibawaan terhadap msyarakat serta tidak lagi dipandang sebelah mata

    atau dengan kata lain image sebagai the second institution lambat laun akan memudar.

  • 8/14/2019 Deskripsi Rancang Bangun Gedung Perpustakaan

    8/8

    8

    Daftar Referensi

    Brogan, Gerald. E, Buck, Jeannet.T. 1969.Using Libraries Effectively.Dickenson Publishing

    Company: United States of America

    Basuki, Sulistiyo.1992.Teknik Jasa dan Dokumentasi.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama

    Ekspresi, Majalah Mahasiswa UNY, Edisi XIV Maret 2002

    Kompas.Tumbuhkan Minat Baca Masyarakat.18 Mei 2006.

    Kotler, Philip dan Alan R. Andreasen.1995.Strategi Pemasaran Untuk Organisasi Nirlaba.

    Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

    Larsen, Knud. 1953.National Bibliographical Services. Paris: Unesco

    Library of Congress.1983. The Library of Congress 1982. Washington:Library of Congress

    Sinar Harapan.Menciptakan Perpustakaan Yang Berorientasi Bisnis.1 Desember 2001.

    UNY.2000.Buku Panduan Pemakai Perpustakaan. Yogyakarta:UNY

    www.wbdg.org/design/archives_records.php. by Acker, Edward, AIA.2007. Archives and

    Record Storage Building.Steven Winter Associates, Inc., and Paul O'Connell, P.E.,

    Operations Concepts, Inc.

    www.wbdg.org/design/public_library.php

Recommended

View more >