Diplomasi 1

  • Published on
    17-Dec-2015

  • View
    9

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Diplomasi Antarabangsa

Transcript

<p>Diplomasi</p> <p>Diplomasi</p> <p>A. SEJARAH DIPLOMASISejarah telah mencatat dan membuktikan bahwa jauh sebelum bangsa-bangsa di dunia mengenal dan menjalankan praktik hubungan diplomatik, misi diplomatik secara tetap seperti yang ada dewasa in, di zaman india kuno telah dikenal ketentuan-ketentuan dan kaidah-kaidah yang mengatur hubungan antar raja maupun kerajaan, dimana hukum bangsa-bangsa pada waktu itu telah mengenal pula apa yang dinamakan duta.</p> <p>Asal diplomasi modern sering ditelusuri ke negara bagian Utara Italia pada zaman Renaissance awal, dengan kedutaan besar pertama yang didirikan di abad ketiga belas. Milan memainkan peran utama, terutama di bawah Francesco Sforza yang mendirikan kedutaan permanen pada negara-negara kota lain di Italia Utara. Di Italia banyak terdapat tradisi diplomasi modern, seperti presentasi dari mandat duta kepada kepala negara.</p> <p>Praktek ini menyebar dari Italia ke negara-negara Eropa lainnya. Milan adalah yang pertama kali mengirimkan perwakilan ke pengadilan Prancis pada 1455. Sebagai kekuatan asing seperti Perancis dan Spanyol menjadi semakin terlibat dalam politik Italia, Segera semua negara besar Eropa itu bertukar perwakilan. Spanyol adalah yang pertama untuk mengirimkan perwakilan permanen ketika ditunjuk seorang duta besar ke Pengadilan Inggris pada 1487.Duta besar pada waktu itu bangsawan dengan pengalaman diplomatik asing yang masih sedikit dan perlu didukung oleh staf kedutaan besar. Para profesional ini dikirim pada tugas lebih lama dan jauh lebih berpengetahuan tentang negara tuan rumah. Staf kedutaan besar terdiri dari berbagai macam karyawan, termasuk beberapa orang yang didedikasikan untuk spionase. Kebutuhan individu terampil untuk staf kedutaan disambut oleh lulusan universitas, dan ini menyebabkan peningkatan dalam studi hukum internasional, bahasa modern, dan sejarah di universitas-universitas di seluruh Eropa. Pada saat yang sama, kementerian luar negeri permanen didirikan di hampir semua negara Eropa untuk mengkoordinasikan kedutaan dan staf mereka. Pelayanan ini masih jauh dari bentuk modern mereka. Banyak tanggung jawab internal yang asing. Inggris memiliki dua departemen dengan sering tumpang tindih kekuasaan sampai 1782. Ini kementerian luar negeri awal juga jauh lebih kecil. Prancis, yang menyombongkan asing terbesar urusan departemen, hanya 70 karyawan penuh-waktu di tahun 1780-an.</p> <p>Unsur-unsur diplomasi modern perlahan-lahan menyebar ke Eropa Timur dan tiba di Rusia pada awal abad kedelapan belas. Seluruh sistem itu sangat terganggu oleh Revolusi Perancis dan perang tahun-tahun berikutnya. Revolusi membuat rakyat jelata mengambil alih diplomasi negara Prancis, dan mereka ditaklukkan oleh tentara revolusioner. Jajaran utama dihapuskan. Napoleon juga menolak untuk mengakui kekebalan diplomatik, dan memenjarakan beberapa diplomat Inggris yang dituduh licik melawan Perancis.</p> <p>Sampai akhirnya hukum diplomatik di tuangkan dari hukum kebiasaan menjadi hukum tertulis pada Konvensi Wina yang mengatur berbagai hubungan yang menyangkut tentang hubungan diplomatik. B. PENGERTIAN DIPLOMASIDiplomasi adalah seni dan praktik bernegosiasi oleh seseorang (disebut diplomat) yang biasanya mewakili sebuah negara atau organisasi. Kata diplomasi sendiri biasanya langsung terkait dengan diplomasi internasional yang biasanya mengurus berbagai hal sepertibudaya, ekonomi, dan perdagangan. Biasanya, orang menganggap diplomasi sebagai cara mendapatkan keuntungan dengan kata-kata yang halus. Perjanjian-perjanjian internasionalumumnya dirundingkan oleh para diplomat terlebih dahulu sebelum disetujui oleh pembesar-pembesar negara. Istilah diplomacy diperkenalkan ke dalam bahasa Inggris oleh Edward Burke pada tahun 1796 berdasarkan sebuah kata dari bahasa Perancis yaitu diplomatie.</p> <p>Menurut Kepres Nomor 108 Tahun 2003 Tentang Organisasi Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri, perwakilan diplomatik adalah kedutaan besar Republik Indonesia dan perutusantetap Republik Indonesia yang melakukan kegiatan diplomatik di seluruh wilayah negara penerima dan/atau pada organisasi internasional untuk mewakili dan memperjuangkan kepentingan bangsa, negara dan pemerintah Republik Indonesia.</p> <p>Secara harfiah diplomasi berasal dari kata diploma (Yunani: sebuah kertas yang dilipat dua) yang didesain sebagai dokumen resmi Negara/ dokumen sejarah, sebuah sertifikat perundingan, kewenangan, dan semacamnya. Berdasarkan Besters New World Dictionary of the American Language (1996) diplomasi adalah:</p> <p>Hubungan relasi antar bangsa, dalam membuat keputusan,</p> <p>Keahlian dalam melakukannya,</p> <p>Keahlian dealing with people.Berikut adalah definisi diplomasi menurut beberapa ahli:</p> <p>Ellis Briggs: diplomasi adalah sebuah kegiatan urusan official dengan cara mengirim seseorang untuk mewakili pemerintahan. Tujuan diplomasi adalah untuk menciptakan persetujuan dalam kacamata kebijakan (1968, p.202)</p> <p>Geoffrey McDermott: diplomasi adalah pertimbangan dalam manajemen hubungan internasional. Masing-masing Negara, seberapapun kaliber dan ukurannya, selalu ingin memelihara/ mengembangkan posisinya dalam kancah internasional. Begitulah adanya, kendati faktanya, akan lebih baik jika lebih sedikit negara nationally minded di dunia ini. (1973, p.39)</p> <p>Honore de Balzac: ilmu pengetahuan bagi mereka yang tidak berkuasa suatu ilmu pengetahuan menyenangkan yang selalu demi memenuhi dirinya sendiri; suatu ilmu pengetahuan yang mengijinkan praktisinya untuk tidak mengatakan apapun dan berlindung di belakang anggukan kepala misterius; suatu ilmu pengetahuan yang mengatakan bahwa eksponen yang paling berhasil, pada akhirnya, adalah mereka yang mampu berenang bersama kepalanya di atas arus kejadian-kejadian yang pura-pura ia lakukan.</p> <p>C. TUJUAN DIPLOMASIKautilya, ahli stategi politik di masa dinasti Mauryan di India, memaparkan ada empat motif diplomasi:</p> <p>a) Acquisition: tujuan diplomasi adalah untuk membuat hubungan dengan negara lain (hubungan diplomatik).</p> <p>b) Preservation: tujuan diplomasi adalah untuk menjaga hubungan hubungan dengan negara lain.</p> <p>c) Augmentation: tujuan diplomasi adalah untuk memperluas hubungan diplomatik.</p> <p>d) Proper distribution: tujuan diplomasi adalah harmoni, perdamaian.</p> <p>Dengan kata lain tujuan dari diplomasi yang baik atau efektif adalah untuk menjamin keuntungan maksimum negara sendiri. Kepentingan terdepan tampaknya adalah pemeliharaan keamanan. Tetapi selain pertimbangan yang vital tentang keamanan nasional, terdapat tujuan vital yang lain antara lain memajukan ekonomi, perdagangan dan kepentingan komersial, perlindungan waega negara sendiri di negara lain, mengembangkan budaya dan ideologi, peningkatan prestise nasional, memperoleh persahabatan dengan negara lain, dan sebagainya. Secara luas tujuan ini bisa dibagi menjadi empat: politik, ekonomi, budaya dan ideologi.</p> <p>D. METODE DIPLOMASITrack I Diplomacy</p> <p>First track diplomacy melibatkan pemerintah dengan pemerintah (G to G), sifatnya rahasia dan biasnya digunakan untuk mengakhiri suatu konflik dan pertikaian. First track diplomacymenekankan peran penting negara dalam mengadakan negosiasi menjaga dan memelihara perdamaian.Metode: Insentif positif dan negative, mediasi, dukungan politik dan ekonomi.</p> <p>Track II Diplomacy/ Public Diplomacy</p> <p>Diplomasi publik didefinisikan sebagai upaya mencapai kepentingan nasional suatu negara melaluiunderstanding, informing, and influencing foreign audiences. Jika proses diplomasi tradisional dikembangkan melalui mekanisme government to government relations, maka diplomasi publik lebih ditekankan pada government to people atau bahkan people to people relations. Diplomasi Publik bertujuan untuk mencari teman di kalangan masyarakat negara lain, yang dapat memberikan kontribusi bagi upaya membangun hubungan baik dengan negara lain.</p> <p>Untuk mencapai kebebasan politik dan keamanan Negara, maka dalam diplomasi hal tersebut dapat dicapai dengan memperkuat hubungan dengan Negara sahabat, memelihara hubungan dengan Negara-negara yang sehaluan, dan menetralisir Negara-negara yang memusuhi. Untuk mencegah Negara-negara lain bergabung melawan Negara tertentu maka dapat dilakukan dengan melakukan suatu bentuk saling pengertian dengan suatu Negara, menunjukkan suatu itikad baik dan menghilangkan keraguan Negara lain sehubungan dengan persekutuan politik, dan sebagainya. Selain dari itu perang juga merupakan suatu bentuk diplomasi yang mana jika suatu Negara dengan Negara lain tidak dapat lagi melakukan hubungan yang damai.</p> <p>E. UNSUR-UNSU R DIPLOMASISetiap benda atau setiap hal di dunia ini pasti memiliki terdiri dari unsure-unsur yang kemudian bergabung dan menjadi benda tersebut, tidak terkecuali diplomasi. Untuk menjadi sebuah proses, diplomasi juga memiliki beberapa unsure. Pertama, unsur yang mendasar dalam diplomasi ialah negosiasi.Negosiasi menjadi sebuah unsur yang penting dalam diplomasi. Hal ini dikarenakan oleh peran dari negosiasi itu sendiri dimana negosiasi begitu penting dalam memelihara hubungan-hubungan politik yang tentunya hal tersebut akan bermuara pada peningkatan nilai-nilai kepentingan bersama (Roy, 1991). Negosiasi di sini berfungsi untuk menmpengaruhi aktor lain dengan cara tersensiri untuk pemenuhan kepentinga. Unsure yang kedua yakni kepentingan negara, atau national interest, diplomasi suatu negara sangat berhubungan mencakup kepentingan nasional negaratersebut.jadi, taktik diplomasi setiap negara dapat berbeda-beda karena kepentingan yang dimiliki mereka juga berbeda-beda. Unsure yang ketiga yakni perdamaian.Diplomasi merupakan jalan damai yang dilakukan suatu negara untuk mencapai kepentingannya, jadi kekuatan-kekuatan yang diperlukan adalah kekuatan soft power, namun apabila jalur diplomasi ini tidak berjalan dengan baik, maka sangat memungkinkan tejadi perang sebagai langkah selajutnya.</p> <p>Berdasarkan pembahasan di atas, dapat kita lihat bahwasannya diplomasi tentu memiliki tujuan-tujuan yang begitu penting.Menurut Kautilya dalam buku Diplomasi karya S. L. Roy (1991), terdapat 4 tujuan utama diplomasi.Empat tujuan tersebut ialah acquisition (perolehan), preservation (pemeliharaan), augmentation (penambahan), dan proper distribution (pembagian yang adil).</p> <p>Adapun Unsur unsur hubungan diplomasi adalah:</p> <p>Hubungan antar bangsa.</p> <p>Pertukaran misi diplomatik.</p> <p>Status pejabat diplomatik.</p> <p>Kekebalan hukum/ hak ekstrateritorial.</p> <p>Hak ekstrateritorial adalah hak kebebasan diplomat terhadap daerah perwakilannya termasuk halaman bangunan serta perlengkapannya seperti bendera,lambang negara, surat surat dan dokumen bebas sensor,dalam hal ini polisi dan aparat keamanan tidak boleh masuk tanpa ada ijin pihak perwakilan yang bersangkutan</p> <p>F. JENIS-JENIS DIPLOMASIMacam atau jenis diplomasi berdasarkan tujuan diplomasi terdiri dari Diplomasi Preventif, Diplomasi Penyelesaian konflik, dan Diplomasi Persahabatan. Sedangkan berdasarkan isu dan substansinya dibedakan menjadi Security diplomacy, Human right diplomacy, Economic diplomacy. Selain itu juga terdapat jenis diplomasi demokratis.Diplomasi Preventif yang dimulai dari perkembangann, manfaat, kelebihan, kekurangan dan implementasi dalam realita kehidupan. Selain itu juga untuk mengetahui diplomasi sebagai penyelesei konflik atau resolusi konflik serta implementsinya di dehidupan. Selanjutnya ialah diplomasi persahabatan dengan kata kunci sama seperti diplomsi preventif yakni mengetahui, manfaat, kelebihan, kekurangan dan implementasi dalam realita.</p> <p>Berdasarkan isu substansinya terdapat macam diplomasi berdasarkan isu atau substansinya yakni diplomasi security, diplomasi Hak Asasi Manusia dan diplomasi Ekonomi. Masing masing dari diplomasi tersebut akan diulas untuk mengetahui pengertian, manfaaat, kekurangan, kelebihan dan implementsinya. Berikut jenis-jenis diplomasi.</p> <p>1. Diplomasi PreventivePrinsip perdamaian dunia sebenarnya tidak mengahendaki adanya suatu kekrasan dalam bentuk apapun, apalagi bentuk serangan bersenjata yang diluncurkan kepada suatu negara. Dunia ini memerlukan peacemaking, peacekeeping dan peacebuilding berdasarkan agenda yang dikemukakan oleh sekretaris jenderal PBB yakni Boutros Ghali, PBB mempunyai agenda yang disebut dengan An Agenda for Peace. Di dalam agenda untuk menjaga perdamaian diperlukan adanya diplomasi preventif.</p> <p>Diplomasi preventif ada atau muncul setelah perang dingin atau diawal abad ke 20. Diplomasi ini banyak dilakukan oleh negara-negara dunia ketiga yakni negara yang merdeka dan diakui kedaulatannya setelah perang dingin, dan dilakukan untuk mencegah berbagai konflik yang berpotensi perang senjata. Diplomasi preventif secara umum digunakan untuk mencegah keterlibatan negara-negara super power atau negara-negara besar dalam sebuah konflik lokal maupun regional, karena negara-negara yang sedang berkonflik ingin menyeleseikan masalahnya secara mandiri.</p> <p>Mengenai definisi dari diplomasi preventif sendiri juga banyak ilmuan yang turut menyumbangkan konsepnya untuk kelancaran studi diplomasi preventif. Seperti Michael G.Roskin dan Nicholas O.Berry dalam bukunya The New World of International Relations, lebih memandang diplomasi prefentif sebagai : Upaya-upaya pihak ketiga untuk meredam sengketa sebelum menjadi kekerasan.3 Selain itu dalam buku International Relations: the changingcontours of power, Donald M.Snow dan Eugene Brown menyatakan bahwa: diplomasi preventif merujuk pada inisiatif diplomatik yang diambil untuk membujuk pihak-pihak yang memiliki potensi untuk berperang agar tidak terlibat dalam permusuhan.</p> <p>Dari pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mengungkapkan bahwa definisi dari diplomasi preventif ialah sebuah langkah metode resolusi perselisihan secara damai seperti yang disebutkan dalam Artikel 33 piagam PBB yang diterapkan sebelum perselisihan melewati ambang batas untuk memicu konflik. menurut PBB diplomasi preventif juga merupakan tindakan mencegah sengketa agar tidak muncul, untuk mencegah sengketa yang ada dari kemungkinan semakin meningkat menjadi konflik dan untuk membatasi penyebaran konflik apabila telah terjadi.</p> <p>Konsep diplomasi preventif sendiri sejak pertama kali diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PBB yang kedua yakni Dag Hammarskjld setengah abad lalu yang diungkapkan pada pidato pembukaan untuk laporan tahunan kelimabelas majelis umm di PBB. Prinsip diplomasi preventif juga termuat dalam hukum internasional yakni :</p> <p>Larangan menggunakan kekerasan</p> <p>Penyelesaian perselisihan secara damai</p> <p>Selain itu SL Roy dalam buku Diplomasi juga menyebutkan diplomasi preventif yakni hasil adri pemikiran negara-negara pada masa perang dingin yang tidak ingin terlibat dengan dua kekuatan yakni Amerika dan Uni Soveit yang meminta perlindungan pada PBB.Dari beberapa definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa diplomasi preventif ialah diplomasi yang memiliki upaya untuk mencegah adanya perang baik yang dilakukan oleh negara yang memiliki power maupun negara yang tidak memil...</p>