Display kelas

  • Published on
    30-Jun-2015

  • View
    2.824

  • Download
    8

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li> 1. DISPLAY DAN SETTING KELASHerdin Nurdin</li></ul> <p> 2. Apa Itu Display ? Pajangan hasil karya siswaMengapa Harus Ada Display ? Memotivasi siswa untuk terus belajarSiapa Yang Mendisplay ? Siswa dan Guru 3. Kimberly Steele on Education World A room without bulletin boards is barren. Students need to have something to look at besides bare walls. Bulletin boards teach, inform, inspire, and add a feeling of hominess to the classroom Kimberly Steele, Abe Hubert Middle School, Garden City, Kansas 4. CARA MENDISPLAY KELAS Karya hasil belajar siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk didisplay Hasil karya harus mendapat sentuhan akhir (finishing touch) Hasil karya siswa disusun sedemikian rupa, sehingga memiliki nilai artistik/seni. Hindari kebosanan yang diakibatkan oleh display kelas yang tak pernah diganti. Bentuk karya harus bervariasi. Dirawat dan diberi judul + tema Gunakan border dan dihias Dinilai 5. Display Target Sebagai tempat menempel karya siswa Memberikan informasi kepada siswa (bagan, chart, grafik, langkah kerja, rumus dsb) Sebagai hiasan yang dapat memperindah kelas Sebagai bahan evaluasi bagi guru, siswa, dan orang tua Hasil kekayaan kelas 6. Display Side Effects Akan menambah rasa kebanggaan terhadap sebuah karya Menjadikan suatu motivasi yang baik agar lebih kreatif dalam berkarya Menjadi teman belajar setiap saat, setiap waktu dan dalam kondisi apapun Sikap apresiatif yang tinggi terhadap sebuah karya Monitoring perkembangan akademik 7. SALAH SATU MODEL DISPLAY KELAS UNTUK SEMUA BIDANG STUDY 1.2. 3.POJOK BELAJAR Peserta didik selalu ingin tahu kejadian alam sekitar. Pojok IPA dan Matematika dapat merangsang rasa ingin tahu peserta didik. Dalam proses pembelajaran, semua sumber belajar dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, misalnya dipojok IPA sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat belajar dengan senang tanpa mengganggu yang lain. Pojok belajar dapat membantu peserta didik menghubungi antara kegiatan pembelajaran di sekolah dengan kehidupan sehari-hari di rumah dan keberadaan benda di masyarakat setempat. TEMPAT PEMAJANGAN PERPUSTAKAAN KELAS 8. SETTING KELAS 9. SETTING KELAS Apa itu ? Pengaturan Tata Letak 10. Mengapa Kelas Perlu Disetting ? Aksebilitas : Peserta didik mudah menjangkau sumber belajar yang tersedia Mobilitas : Memudahkan peserta didik ke bagaian lain dalam kelas. Interaksi : memudahkan interaksi antara guru dan peserta didik maupun antar peserta didik. Variasi kerja peserta didik : memungkinkan peserta didik bekerjasama secara perorangan, berpasangan, atau berkelompok 11. Hal penting dalam Setting Kelas (1) Ukuran &amp; bentuk kelas. (2) Jumlah siswa di kelas. (3) Pola pengelompokan siswa. (4) Komposisi siswa dalam kelompok (seperti siswa yang pandai dan kurang pandai, pria dan wanita). (5) Kurangi kepadatan di tempat lalu lalang, (6) Pastikan bahwa guru dapat dengan mudah melihat semua siswa (7) Materi pelajaran dan perlengkapan murid harus mudah di akses. (8) Pastikan murid dengan mudah dapat melihat semua presentasi kelas 12. APLIKASI SETTING KELAS 13. 1. Gaya Auditorium Tradisional Semua anak duduk menghadap guru. Gaya ini membatasi kontak murid tatap muka dan guru bebas bergerak ke mana saja. Gaya auditorium seringkali dipakai ketika guru mengajar atau seseorang memberi presentasi ke kelas . 14. 1. MODEL GAYA AUDITORIUM 15. Sejumlah murid (biasanya 4 sampai 8 anak) bekerja dalam kelompok kecil. Gaya klaster Susunan ini terutama efektif untuk aktivitas pembelajaran kolaboratif. 16. 2. MODEL GAYA KLASTER (KELOMPOK) 17. Gaya tatap muka ( face to face ) Murid saling menghadap. Ganguan dari murid lain akan lebih besar pada susunan ini ketimbang pada susunan au ditorial. 18. 3. MODEL GAYA TATAP MUKA (FACE TO FACE) 19. 4. SETTING KELAS UNTUK KELOMPOK 20. Sejumlah siswa (biasanya 3 atau 4 anak) duduk di Gaya Off set bangku tetapi tidak duduk berhadapan lansgung satu sama lain. Gangguan dalam gaya ini lebih sedikit ketimbang gaya tatap muka dan dapat efektif untuk kegiatan pemmbelajaran kooperatif. 21. Gaya seminar Sejumlah besar siswa (10 atau lebih) duduk di susunan berbentuk lingkaran, atau persegi, atau bentuk U. Ini terutama efektif ketika Anda ingin murid berbicara satu sama lain atau bercakap-cakap dengan anda. 22. Susunan yang dibuat guru yang mengajar di ruang yang Gaya penataan kelas relatif sempit. Guru menempatkan meja-meja murid dalam klaster. Susunan ini sesuai untuk pembelajaran kooperatif. 23. Cara menata meja untuk membantu kelompok kecil belajar. Di kelas ada 2 papan tulis, Gaya penataan kelas itu merefleksikan aktivitas dan tetapi membuat papan pencapain murid. 24. 5. SETTING KELAS UNTUK MENDORONG SISWA AKTIF 25. 6. POLA DUDUK HARUS MEMUNGKINKAN INTERAKSI SECARA MAKSIMAL 26. 7. POLA DUDUK HARUS MEMUDAHKAN AKTIVITAS ANA 27. 8. SESEKALI AJAK BELAJAR DI LUAR KELAS 28. Trik Untuk Setting Kelas Sesuaikan dengan Display dan Tema Pekanan Kelompokkan siswa sesuai kemampuan akademik atau tingkah laku Variasikan sesuai kebutuhan Hiasi dengan warna Setiap proses pembelajaran guru harus memiliki fokus siswa Koordinasikan kegiatan dengan patner Bila dimungkinkan,gunakan sistem asistensi Manfaatkan lingkungan sebagai media belajar Belajar secara langsung membuat belajar lebih bermakna Ruang kelas harus menjadi pusat aktivitas anak Ciptakan ruang yang membuat anak belajar aktif inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. 29. Mawidzhoh Adalah suatu bencana besar jika ada seorang yang alim yang menganggap cukup ilmunya, dan lebih celakanya ada seorang jahil yang tidak mau belajar. Keduanya merupakan bencana besar diseluruh dunia (Al-Imam Alajal Burhannudin, dari kitab Al-Hidayah)</p>