Budidaya Kangkung - Aktifitas | Student viewSedangkan varitas lokal adalah jeruk siem, jeruk baby, keprok medan, bali, nipis dan purut. Manggis Garcinia mangostana) Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan hujan tropis yang teduh di )

  • View
    218

  • Download
    3

Embed Size (px)

Transcript

Budidaya Kangkung

MAKALAH BUDIDAYA TANAMAN

DASAR-DASAR HORTIKULTURA

Oleh:

Indah Nur Khulillah/115040201111302

KELAS G

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2012

RINGKASAN

Hortikultura berasal dari bahasa Latin hortus (tanaman kebun) dan cultura (budidaya), dan dapat diartikan sebagai budidaya tanaman kebun. Bidang kerja hortikultura meliputi pembenihan, pembibitan, kultur jaringan, pemanenan, pengemasan dan pengiriman.

Berbeda dengan Agronomi, hortikultura hanya mengolah tanaman buah, bunga, sayuran, dan obat-obatan.

Terdapat berbagai komoditas hortikultura yang diberikan dalam praktikum ini, mulai dari tanaman sayuran, tanaman nursery, tanaman greenhouse yang masing-masing memiliki karateristik yang berbeda-beda.

Dalam praktikum kali ini, juga diajarkan cara budidaya, serta pasar yang berpeluang untuk dimasuki untuk berbagai macam produk hortikultura.

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan jalan dan kemudahan kepada kami dalam penyusunan Laporan Akhir Praktikum Dasar-Dasar Hortikultura (AGH 240). Salawat dan salam tetap tercurah kepada Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Laporan akhir praktikum dasar-dasar hortikultura ini merupakan hasil yang di dapat di lapangan, baik dalam budidaya tanamannya, kunjungan nursery dan pembuatan media tanam, maupun hasil dari kunjungan greenhouse ketika melakukan praktikum selama satu semester ini.

Pembahasan mengenai hasil di lapangan pertama dijelaskan mengenai budidaya tanaman di lapangan dengan teknik budidaya yang dilakukan diantaranya: persemaian, penanaman, pemupukan, pengajiran, pengecoran, pemeliharaan, panen, sampai pemasaran. Kedua, penjelasan mengenai kunjungan nursery dan pembuatan media disertai dengan pembandingan dari literatur. Terakhir, penjelasan mengenai kunjungan greenhouse. Keseluruhan pembahasan tersebut merupakan hasil dari kajian yang dilakukan selama satu semester dalam praktikum dasar-dasar hortikultura.

Terima kasih kami ucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu kelancaran dalam pembuatan laporan ini, kepada dosen mata kuliah Dasar-Dasar Hortikultura, asisten dosen mata kuliah Dasar-Dasar Hortikultura, serta semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah ikut membantu dalam penyusunan laporan akhir ini. Segala kebenaran adalah murni dari Allah SWT dan kekurangan adalah milik kami. Oleh karena itu, kami menerima kritik dan saran yang kiranya dapat menjadikan laporan akhir ini lebih baik lagi.

Bogor, Juli 2009Tim Penuli

iii

2

DAFTAR ISI

RINGKASANii

KATA PENGANTARiii

DAFTAR ISI2

PENDAHULUAN4

1.1Latar Belakang4

1.2 Tujuan6

BAB 17

BUDIDAYA TANAMAN DI LAPANG7

1.1 Tanaman di lapang7

Budidaya kangkung7

Budidaya bayam8

Budidaya kacang panjang9

Budidaya tomat10

Budidaya Caisin12

Budidaya cabai rawit13

1.2 Bahan dan metode14

1.3. HASIL DAN PEMBAHASAN15

A. Kangkung15

B. Caisin17

C. Bayam21

D. Tomat24

E. Cabai29

F. Kacang Panjang32

3. . KESIMPULAN DAN SARAN35

BAB II36

KUNJUNGAN NURSERY DAN PEMBUATAN MEDIA36

1.Bahan dan Metode36

2.Hasil dan Pembahasan36

Jambu Biji36

Sawo manila (Manilkara zapota)37

Jambu Air (Syzygium aqueum)39

Rambutan (Nephelium lappaceum)40

Pinus merkusii / Krisan Sumatra41

Kenanga (Cananga odorata)42

Jeruk42

Manggis (Garcinia mangostana)43

Nangka (Artocarpus heterophyllus)43

Cengkeh (Syzygium aromaticum)44

UKURAN POLYBAG45

PASAR47

3.Kesimpulan dan Saran48

BAB III49

KUNJUNGAN GREENHOUSE49

Pengenalan Greenhouse49

Bentuk-Bentuk Greenhouse49

Heat Unit50

Komoditi Tanaman Budidaya Dalam Greenhouse50

Syarat-syarat Greenhouse Daerah Tropik51

Media51

DAFTAR PUSTAKA65

LAMPIRAN66

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Budidaya hortikultura merupakan suatu rangkaian kegiatan pertanian dari awal penanaman hingga penanganan pasca panen. Secara umum budidaya hortikultura meliputi: tanaman sayuran (vegetable crops); tanaman buah (fruit crops); dan tanaman hias (ornamental crops). Kegiatan hortikultura mencakup aspek produksi dan penanganan pasca panen yaitu: teknologi perbanyakan, penanaman, pemeliharaan, panen serta pasca panen. Luas lahan pertanian untuk lahan tanaman hortikultura di dunia adalah sangat kecil bila dibandingkan dengan luas lahan tanaman lain seperti serealia (biji-bijian) yaitu kurang dari 10%. Hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor yang menjadi kendala dalam pengembangan komoditas hortikultura yaitu: 1) lemahnya modal usaha, 2) rendahnya pengetahuan, 3) harga produk hortikultura sangat berfluktuasi, sehingga resiko besar, 4) umumnya prasarana transportasi kurang mendukung, 5) belum berkembangnya agroindustri yang memanfaatkan hasil tanaman hortikultura sebagai bahan baku. Sistem produksi tanaman hortikultura dapat dikelompokkan atas tujuh sistem produksi. Ketujuh sistem produksi tersebut dari sistem yang hampir tanpa pengelolaan sampai sistem dikelola dengan intensif, masih terdapat di Indonesia, yang meliputi: sistem pekarangan, sistem agroforesty, sistem monokultur skala kecil, sistem tumpang sari, sistem perkebunan, sistem produksi hortikultura semusim, sistem produksi intensif, dan sistem produksi hortikultura organik.

Kegiatan budidaya tanaman holtikultura ini sangat tergantung pada ketersediaan media tanam yang menjadi faktor utama pelaksanaannya. Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Menentukan media tanam yang tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbeda habitat asalnya merupakan hal yang sulit. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki kelembapan dan kecepatan angin yang berbeda. Agar pertumbuhan bibit dapat baik, media tanam diharapkan mempunyai sifat-sifat sebagai: media hendaknya gembur agar pertumbuhan akar tidak terganggu dan akar dapat leluas menembus; kelembaban media harus cukup dan ini dapat diatasi dengan penyiraman, karena air sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman; media hendaknya bersifat sarang sehingga oksigen dapat masuk untuk memenuhi kebutuhan tanaman; media hendaknya bebas dari gulma, nematoda dan berbagai penyakit; sebaiknya kadar salinitas rendah; media hendaknya mengandung hara yang diperlukan bagi tanaman. Berdasarkan jenis bahan penyusunnya, media tanam dibedakan menjadi bahan organik dan anorganik. Beberapa jenis bahan organik yang dapat dijadikan sebagai media tanam di antaranya arang, cacahan pakis, kompos, moss, sabut kelapa, pupuk kandang, dan humus. Sedangkan beberapa media anorganik yang sering dijadikan sebagai media tanam yaitu gel, pasir, kerikil, pecahan batu bata, spons, tanah liat, vermikulit, dan perlit.

Dalam praktiknya, kegiatan holtikultura ini sangat tergantung pada proses pembibitan tanaman. Dalam proses pembibitan, benih yang akan digunakan perlu dipersiapkan dengan baik. Persyaratan benih dengan kriteria-kriteria teknis untuk seleksi biji/benih adalah: a) pilih biji yang utuh, tidak cacat atau luka, karena biji yang cacat biasanya sulit tumbuh, b) pilih biji yang sehat, artinya biji tidak menunjukkan adanya serangan hama atau penyakit, c) benih atau biji bersih dari kotoran, d) pilih benih atau biji yang tidak keriput. Hal ini perlu diperhatikan agar daya viabilitas dan vigor benih dapat dipertahankan pada kondisi yang baik sebagai jaminan untuk pertumbuhan bibit yang optimal. Dalam pemindahan bibit ke kebun, hendaknya memperhatikan cara-cara yang baik dan benar. Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman, sehingga pada saat bibit telah ditanam maka akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan bahkan mati. Oleh karena itu, proses pembibitan memerlukan penanganan yang serius agar pertumbuhan tanaman selanjutnya dapat berlangsung dengan maksimal.

Untuk menyediakan kondisi tanam yang optimal bagi pertumbuhan tanaman hortikultura dapat pula digunakan greenhouse/rumah kaca. Ruangan yang tertutup dari rumah kaca mempunyai kebutuhan yang unik, dibandingkan dengan produksi luar ruangan. Hama dan penyakit, panas tinggi, kelembaban harus dikontrol, dan irigasi dibutuhkan untuk menyediakan air. Rumah kaca melindungi tanaman dari panas dan dingin yang berlebihan, melindungi tanaman dari badai debu dan "blizzard", dan menolong mencegah hama. Pengontrolan cahaya dan suhu dapat mengubah tanah tak subur menjadi subur. Hidroponik dapat digunakan dalam rumah kaca untuk menggunakan ruang secara efektif. Kaca yang digunakan untuk rumah kerja bekerja sebagai medium transmisi yang dapat memilih frekuensi spektral yang berbeda-beda, dan efeknya adalah untuk menangkap energi di dalam rumah kaca, yang memanaskan tumbuhan dan tanah di dalamnya yang juga memanaskan udara dekat tanah dan udara ini dicegah naik ke atas dan mengalir keluar. Oleh karena itu rumah kaca bekerja dengan menangkap radiasi elektromagnetik dan mencegah konveksi.

1.2 Tujuan

Kegiatan praktikum MK. Dasar-dasar Hortikultura yang telah dilakukan selama satu semester memiliki beberapa tujuan yang ditunjukan bagi penambahan pengetahuan, pemahaman, dan melakukan proses teknis penanaman di lapangan terbuka. Dengan adanya praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat mencapai tujuan sebagai berikut:

1. Mengetahui dan memahami serta dapat mempraktikan budidaya sebagian tanaman sayuran, seperti: sayuran kangkung, bayam, caisin, tomat, cabai, dan kacang panjang.

2. Mengetahui media tanam yang baik untuk berbagai jenis tanaman hortukultura

3. Mengetahu