Doktrin Tni Au

  • Published on
    07-Dec-2015

  • View
    7

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

doktrin tniau

Transcript

TENTARA NASIONAL INDONESIA Lampiran Keputusan KasauMARKAS BESAR ANGKATAN UDARA Nomor Kep / 571 / X / 2012Tanggal 24 Oktober 2012DOKTRIN TNI ANGKATAN UDARASWA BHUWANA PAKSABAB ILATAR BELAKANG1. Amanat Undang-Undang. a. Sesuai dengan Pasal 10 Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, TNI merupakan salah satu institusi nasional yang dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka menghadapi berbagai ancaman terhadap kepentingan nasional (national interests). Tanggung jawab tersebut diwujudkan dengan merumuskan Tugas Pokok TNI yaitu menegakkan kedaulatan negara, menjaga keutuhan wilayah, melindungi segenap bangsa dan ikut serta dalam upaya pemeliharaan perdamaian dunia sesuai dengan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tugas Pokok TNI ini merupakan penjabaran dari tugas negara atau tugas pemerintah yang diamanatkan di dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) 1945.b. Sebagai bagian dari TNI, Angkatan Udara melaksanakan tugas TNI matra udara di bidang pertahanan, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi, melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra udara, serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara. TNI Angkatan Udara telah membuktikan peran dan fungsinya secara aktif dalam menghadapi segala bentuk ancaman, gangguan dan hambatan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah negara serta keselamatan bangsa.2. Pergeseran Paradigma.a. Sejalan dengan pergeseran berbagai paradigma di lingkup nasional dan internasional, terutama pergeseran paradigma ancaman dan keamanan, akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, TNI telah merumuskan paradigma barunya melalui redefinisi, reposisi dan reaktualisasi peran TNI dalam berbangsa dan bernegara. Hal ini dilakukan agar dapat menjawab tantangan dan tuntutan tugas-tugas TNI ke depan yang semakin kompleks. Selain itu TNI juga telah merumuskan visinya yaitu TNI yang solid, profesional, tangguh, modern, berwawasan kebangsaan, mencintai dan dicintai rakyat. Berdasarkan visi tersebut TNI akan mampu menjamin tetap tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945.b. Salah satu tuntutan paradigma baru TNI dalam rangka pencapaian visi TNI tersebut adalah merevisi Doktrin ABRI Catur Dharma Eka Karma (CADEK) menjadi Doktrin TNI Tri Dharma Eka Karma (TRIDEK). Di lingkup TNI Angkatan Udara, disusun Doktrin TNI Angkatan Udara Swa Bhuwana Paksa yang bertujuan untuk mewujudkan kesatuan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak dalam rangka pembinaan kemampuan dan penggunaan kekuatan, agar dapat menjamin keberhasilan tugas TNI Angkatan Udara, baik pada Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).3. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Dalam Penyusunan Doktrin. Doktrin TNI Angkatan Udara Swa Bhuwana Paksa berbeda dari doktrin-doktrin Angkatan Udara negara lain karena adanya nilai-nilai yang terkandung dari paradigma nasional dan kondisi geografi, demografi, sumber daya nasional, kondisi sosial yang dimiliki bangsa Indonesia serta budaya dan tradisi militer TNI sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penyusunan doktrin ini. Kalaupun terdapat hal-hal yang sama yang tertuang di dalam doktrin, hal tersebut disebabkan oleh adanya persepsi yang sama terhadap tantangan di bidang keamanan (security challenges) yang dapat menjadi ancaman terhadap kepentingan nasional, ajaran-ajaran yang pernah ada dalam doktrin-doktrin di kalangan militer secara umum (universal) dan nilai-nilai yang terkandung dari paradigma internasional yang terkait dengan tugas TNI Angkatan Udara.4. Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Paradigma Nasional dan Internasional. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD NRI 1945, Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional yang merupakan Paradigma Nasional dan Semangat Sumpah Pemuda (Bhinneka Tunggal Ika) serta Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 (Merdeka atau Mati) perlu dijabarkan dalam menyusun doktrin, baik Doktrin Keamanan Nasional, Doktrin Pertahanan Negara (Doktrin Strategi Raya atau Strategi Nasional bagi bangsa Indonesia), Doktrin TNI (Doktrin Strategi Militer), dan Doktrin Angkatan. Selain itu, nilai-nilai universal yang terkandung dalam beberapa paradigma internasional yang telah diratifikasi oleh Pemerintah RI juga perlu dijabarkan ke dalam Doktrin TNI Angkatan Udara, karena terkait dengan pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara.5. Hakikat dan Kedudukan. Hakikat Doktrin TNI Angkatan Udara Swa Bhuwana Paksa berisi prinsip-prinsip yang paling fundamental dan implementatif untuk dijadikan pedoman dalam rangka melaksanakan tugas TNI Angkatan Udara. Doktrin TNI Angkatan Udara Swa Bhuwana Paksa merupakan doktrin yang bersifat konseptual strategis yang berkedudukan di bawah Doktrin Tri Dharma Eka Karma dan merupakan sumber bagi perumusan buku-buku petunjuk tataran di bawahnya.

BAB IILANDASAN HISTORIS TNI ANGKATAN UDARA DAN LANDASAN DOKTRIN6. Umum. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatannya. Bagi bangsa Indonesia perang adalah jalan terakhir yang terpaksa harus ditempuh untuk mempertahankan ideologi dan dasar negara Pancasila, kemerdekaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta keutuhan bangsa. Pada awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, TNI Angkatan Udara lahir dari wujud dan tekad bangsa Indonesia untuk berjuang dan berdaulat. Jati diri, nilai-nilai juang yang tercermin dalam lambang TNI Angkatan Udara Swa Bhuwana Paksa dan harus menjadi pedoman bagi kepentingan pelaksanaan tugas negara.7. Sejarah Perjuangan TNI Angkatan Udara.a. Dengan semangat juang, keikhlasan, sifat pantang menyerah, dan hanya ditunjang oleh alutsista terbatas berupa pesawat terbang peninggalan penjajah saat itu, TNI Angkatan Udara telah mampu menjadi tulang punggung negara untuk berperan secara aktif dan berhasil mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara yang berdampak politis dan psikologis secara internasional. Keberhasilan perjuangan tersebut menjadi tonggak sekaligus menjadi jati diri TNI Angkatan Udara sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional dalam pembangunan untuk mewujudkan kejayaan Indonesia. Dengan mewarisi ketauladanan para pendahulu, menghayati nilai-nilai perjuangan bangsa dan peran kekuatan udara, generasi penerus memikul tugas suci untuk mewujudkan TNI Angkatan Udara yang senantiasa mampu berperan sebagai Sayap Tanah Air.b. Sejak kelahirannya pada tanggal 9 April 1946, Tentara Republik Indonesia Angkatan Oedara (TRI AO) yang kemudian berganti nama menjadi Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), yang selanjutnya menjadi TNI Angkatan Udara, keterlibatan TNI Angkatan Udara dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan sudah dibuktikan dalam operasi operasi militer maupun non militer, sejarah penggunaan kekuatan udara inilah yang menjadi pegangan bagaimana kekuatan udara diberdayakan bersama sama kekuatan lainnya. Adapun contoh-contoh operasi tersebut adalah sebagai berikut:1) Setelah penerbangan pertama pada tanggal 27 Oktober 1945 dengan pesawat Cureng oleh penerbang A. Adisutjipto di Pangkalan Udara Maguwo, maka operasi operasi udara militer semakin digiatkan, aksi militer Belanda yang dimulai pada tanggal 21 Juli 1947 telah menyerang berbagai Pangkalan Udara RI, namun sebagai pembalasan pada tanggal 29 Juli 1947 serangan dilancarkan dengan melakukan pemboman terhadap kedudukan Belanda secara serentak di kota Ambarawa, Salatiga dan Semarang dengan menggunakan pesawat peninggalan Jepang yaitu pesawat Cureng dan Pesawat Cukiu. Sebagai pembalasan, pada tanggal 29 Juli 1947 Belanda melakukan serangan terhadap pesawat Dakota VT-CLA milik India dengan misi kemanusiaan. Pada penyerangan itu pesawat Dakota VT-CLA jatuh di Yogyakarta, crew beserta penumpang lainnya gugur. Keberhasilan serangan pemboman tersebut diketahui oleh dunia luar melalui media radio. Peristiwa tersebut menunjukkan masih adanya kekuatan dari Tentara Keamanan Rakyat sebagai resistensi/perlawanan sebuah negara merdeka Republik Indonesia.2) Pada tanggal 17 Oktober 1947 TNI dengan menggunakan Dakota RI-002 mengangkut pasukan sebanyak 14 orang diterjunkan di Kotawaringin Kalimantan dalam rangka membantu perjuangan rakyat di sana. Peralatan yang dibawa adalah peralatan perhubungan (PHB) dan peralatan khusus lainnya, dan dalam tugas itu berhasil membuka pemancar induk sebagai sarana komunikasi dan membuka serta mempersiapkan daerah pendaratan untuk penerjunan sebagai rencana operasi udara selanjutnya. Peristiwa operasi penerjunan ini merupakan operasi lintas udara pertama dengan menerjunkan personel berserta perlengkapannya, yang bersifat khusus karena dilakukan oleh tim yang kecil untuk melakukan operasi khusus.3) Pada masa Republik Indonesia Serikat (1949-1950) telah terjadi pemberontakan di berbagai daerah di seluruh Indonesia. TNI pada saat itu berkonsolidasi membentuk organisasi Tentara Indonesia Serikat yang dibagi menjadi 12 terrirorium yang bertujuan menghadapi ancaman militer berupa pemberontakan bersenjata seperti pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) di bawah pimpinan Westerling, pemberontakan Andi Aziz, dan pemberontakan Republik Maluku Selatan. Pada saat mematahkan perlawanan Andi Aziz, pasukan ekspedisi ini terdiri atas tiga brigade mobil yang berasal dari Divisi I Jawa Timur Divisi II Jawa Tengah, dan Divisi IV Jawa Barat. Gerak operasi darat tiga brigade mobil ini didukung oleh perlindungan udara dari Angkatan Udara RIS di bawah Kapten Udara Wiriadinata yang menggelar sebuah pesawat Dakota T-645 dan dua pesawat pembom B-25 Mitchell M-640 dan M-485. Operasi darat yang dibantu oleh penembakan udara oleh pesawat B-25 Mitchell merupakan tahapan awal dari pengembangan operasi gabungan yang melibatkan kekuat

Recommended

View more >