DPS 11 Agustus 2012

  • Published on
    18-Feb-2016

  • View
    270

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

DPS 11 Agustus 2012

Transcript

<ul><li><p>AWAS KALO KAMU BILANG KE SIAPA-SIAPA !!!</p><p>ilustrasi/adi sudianggara</p><p>C. 698</p><p>C. 1042</p><p>ECERAN RP 2.500</p><p>DENPOST MEMBEDAH JANTUNG DAN KEGELAPAN BALI</p><p>SABTU, 11 AGUSTUS 2012 - NOMOR 4.513 TAHUN KE - 14Online http://denpostnews.com E-mail : denpostbali@yahoo.com</p><p>C. 1041 C. 541</p><p>Renon, DenPostSeperti tahun-tahun sebe-</p><p>lumnya, menjelang hari rayaIdul Fitri, Polda Bali bersamajajarannya siap-siap melaku-kan pengamanan, khususnyadi sepanjang jalur mudik yak-ni Denpasar-Gilimanuk. Un-tuk jalur maut, ada di Sele-madeg, Pantai Soka, Tabanan,dan Gilimanuk. Selain itu,tujuh hari sebelum hari H,truk-truk besar tidak diboleh-kan masuk atau ke luar Bali.</p><p>Untuk Operasi Ketupat2012 dilaksanakan di seluruhIndonesia dan Polda Bali ter-</p><p>Lumintang,DenPost</p><p>Dua dukun gabun-gan, tersangka HarisMalage (30), dan As-tius Pilli (54), tidakbisa menipumasyarakat lagi kare-na keduanya kini mendekamdi sel Polsek Denbar. Sebe-</p><p>Pagi harinya setelah keja-dian itu, pikiran saya begitukacau. Diselimuti perasaansedih dan benci, bila mengin-gat pacar saya yang tidak meng-hargai cinta dan pengorbananyang telah saya berikan. Apala-gi perlakuan mereka berduayang begitu tega menggilir sayasampai-sampai membentur-kan kepala saya ke tembok.Perasaan marah dan benci puntimbul, serta masih membay-angi saya, ujar Rena denganair mata mengalir di pipinya.</p><p>Begitu pagi tiba, Rena yangSPG ini segera meninggalkantempat kos Dimas dengan pa-</p><p>Renon, DenPostHanya gara-gara mis komu-</p><p>nikasi dengan penjemput tah-anan, sidang kasus dugaankorupsi pengadaan mesin ujikendaraan bermotor di DishubBali dengan terdakwa RudiHartono, Jumat (10/8) kemar-in, batal. Padahal semua (kec-uali tahanan) sudah siapmelakukan sidang lanjutandengan agenda pemeriksaansaksi. Hanya gara-gara taha-nan (terdakwa) tidak nongol diPengadilan Tipikor Denpasar,maka majelis hakim pimpinanNursyam memutuskan untukmenunda sidang tersebut.</p><p>Pantauan DenPost di Peng-adilan Tipikor, majelis hakimbeserta panitera pengganti(PP), jaksa penuntut umum (JPU) I Ketut Sukada dan Rochida,penasihat hukum terdakwa yakni Posma Panjaitan, CalvinSitepu, dan Gede Kusuma, sudah siap mengikuti persidangan.</p><p>Namun, seperti dikatakan salah seorang PH terdakwa, Gede Kusuma, persidangan akhirnya ditunda karena dia, JPUdan PP, telah berusaha menghubungi petugas penjemput tah-anan melalui HP. Tapi HP penjemput tahanan itu tidak nyam-bung. Lantaran tidak ada jawaban, maka majelis hakim me-mutuskan menunda sidang.</p><p>Menariknya, setelah sidang dinyatakan ditunda hinggahakim Nursyam bergegas ke PN Denpasar, 40 menit kemudi-an tahanan tiba-tiba datang ke Pengadilan Tipikor.</p><p>Polda Awasi Jalur Maut Selama Mudik Truk Besar Dilarang Masuk Bali</p><p>Kisah SPG yang Diperkosa Dua Pria (2-Habis)Pacar Tak Mau Tanggung Jawab, Terpaksa Gugurkan Kandungan</p><p> Baca Pacar...di Hal. 11</p><p>SETELAH digilir oleh dua pria, Rena hanya bisamenangis tanpa mampu berbuat apa-apa lagi.</p><p>Sedangka Rio, sahabat pacarnya, segera pergi tanpamengatakan satu patah kata pun kepada Rena. Bedadengan pacar Rena yakni Dimas masih tertidur lelap</p><p>dengan mengenakan celana kolor sajadi kamar kosnya di Denpasar.</p><p>kaian yang masih acak-acakandan sambil menangis. Setiban-ya di rumah, kebetulan peng-huninya yakni paman, bibi,serta kedua kemenakan Rena,masih tidur. Tanpa menunggulama Rena masuk kamar agarpamannya tidak curiga karenamatanya masih lebam danmerah akibat menangis se-malaman. Di dalam kamar, diakembali menangis.</p><p>Beberapa saat kemudianDimas menghubungi Renamelalui HP. Awalnya Renatidak mempedulikan pacarnyaitu. Mengingat berulang kali ditelepon, Rena akhirnya men-</p><p>gangkap HP-nya. Dimas bukannya meng-</p><p>hubungi saya untuk mintamaaf dan menyesali perbuatan-nya, malah sebaliknya. Sayadiancam dibunuh bila saya be-rani menceritakan kejadian itukepada orang lain, kata Rena.</p><p>Takut dengan ancamansang pacar, dia akhirnya tidakmenceritakan aib yang di-alaminya kepada sang pamanmaupun anggota keluarganyayang lain. Celakanya, hubun-gan kasihnya dengan Dimassemakin renggang. Bahkankeduanya tidak ada komunikasilagi.</p><p> Setelah mendapat anca-man akan dibunuh, saya meng-ganti nomor HP. Sejak saat itusaya jadi benci kepada setiaplaki-laki. Di benak saya hanyaada dendam dan dendam, kataRena menceritakan peristiwayang dialamiya sekitar setahunlalu itu.</p><p>Mengingat telanjur hancur</p><p>dan frustrasi, cewek asal Bule-leng ini sempat menjadi liardan tidak mempedulikan apa-apa lagi. Dia gonta-ganti pac-ar, bahkan bebas melaku-kan hubungan intim tanpatakut berdosa.</p><p>Mis Komunikasi, SidangKorupsi Uji Emisi Batal</p><p>Anak Buah Dukun Gadungan Kabur Mahasiswa Jadi Korban</p><p>DenPost/kertanegaraDITAHAN - Dukungan gadungan, tersangka HarisMalage dan Astius Pilli (nomor dua dari kanan), kiniditahan di Polsek Denbar. Selain itu polisi mengam-ankan barang bukti.</p><p>lum ditangkap, selainmengaku kebal danmenjual obat kekebal-an, tersangka Pilli jugamengaku ke Bali diun-dang dan dibiayaimenginap di Hotel As-ton oleh Pemprop Bali.</p><p>Saat menggelar dagangandi depan kuburan Br. Mergaya,</p><p>Denpasar, Pilli mengajakHaris dan Arifin. Namun saatdigerebek anggota PolsekDenbar, Arifin kabur, sehing-ga dia diburu polisi.</p><p>Saya memang ada kata-kata yang menyimpang. Sayabiasa jualan seperti itu dantidak apa-apa, kata Pilli, yangkedua tangannya tatoan ini,Jumat (10/8) kemarin.</p><p>Menurut KanitreskrimPolsek Denbar AKP KomangReka Sanjaya, didampingiKasihumas Aiptu Ketut Mer-ta Bujangga, korban yang me-lapor jadi empat orang, yakniImran Handani (29) asalBatak, Ivan Dirga Aditama(19), dan I Kadek Rendi Adn-yana (23). Ketiganya mengal-ami kerugian mulai dari Rp200 ribu hingga Rp 270 ribu.Salah satu korban yakni Ivanberstatus mahasiswa dantinggal di Jl. Imam Bonjol,Denbar. </p><p>Kemungkinan korbannyabanyak, tapi belum melapor.Mudah-mudahan dengantereksposenya kasus ini, kor-ban-korbannya melapor, tam-bah AKP Reka Sanjaya.</p><p> Baca Mis Komunikasi... di Hal. 11 Baca Anak Buah...di Hal. 11</p><p>DenPost/kertanegaraBANTUAN - Wakapolda Bali Brigjen Ketut Untung Yoga (kanan) menerima bantuan peralatan dari Jasa Rahar-ja seusai gelar pasukan Operasi Ketupat 2012 di Lapan-gan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Dentim.</p><p> Baca Polda...di Hal. 11</p><p>masuk prioritas utama. Kare-na itu, kami mengerahkan1.300 personel. Kami jugadibantu TNI dan instansi ter-kait sehingga jumlah personelyang dikerahkan untuk men-gamankan jalur mudik dan ba-lik sekitar 4.000 orang, ujarWakapolda Bali Brigjen KetutUntung Yoga, Jumat (10/8) ke-marin, seusai gelar pasukanOperasi Ketupat 2012.</p><p>Wakapolda asal Mengwi inimenambahkan, sesuai in-struksi PU Pusat, perbaikanjalur mudik harus selesai 10hari sebelum hari H, terma-</p><p>suk di Bali. Karenanya, per-baikan jalan dikebut sehinggapemudik bisa nyaman aliastidak terjadi lakalantas akibatjalan rusak.</p><p>Sedangkan Polda Bali ber-sama Satwil, telah membuat22 pos pelayanan dan penga-manan di sepanjang jalurmudik, baik darat, dan udara. Pos utamanya yakni di Pela-buhan Gilimanuk, Padangbai,Terminal Ubung, dan BandaraNgurah Rai. Personel disiaga-kan di pos itu 24 jam dan diba-gi tiga shift. Kami sudah per-intahkan agar personel di</p><p>lapangan jangan sekali-kalimeninggalkan pos, tegas Un-tung Yoga.</p><p>Selama mudik dan balik,kendaraan pribadi jadi priori-tas utama.</p><p>Jenderal bintang satu dipundak ini menegaskan, ken-daraan berat dilarang masukBali, begitu juga sebaliknya.Pasalnya truk-truk itu akanmenghambat laju kendaraanpribadi, sehingga menimbul-kan kemacetan. Selain itu,pengecekan kondisi truk dia-wasi ketat. Bila ada yangnekat, maka akan dikenai</p><p>sanksi oleh instansi terkaitkhususnya Dishub Bali.Dua atau tiga truk saja ber-henti di bahu jalan, makaakan mengakibatkan kemac-etan. Apalagi saat mudik danbalik, jumlah kendaraanakan membludak, tegasmantan WakadivhumasMabes Polri ini.</p><p>Pengamanan juga dilaku-kan di tempat-tempat wisa-ta. Pasalnya, banyakwisatawan domestik yangmenyerbu Bali.</p><p>DenPost/suryawanRudi Hartono</p><p>Denpasar, DenPostSejumlah kalangan menilai,</p><p>gerakan merevisi UU No.64Tahun 1958 tentang pemben-tukan Propinsi Bali mendesakdilakukan. Bahkan, gerakan</p><p>tersebut harus segera dipertajam dan diperluas dengan meli-batkan semua kekuatan masyarakat, khususnya DPRD, pemk-ab/pemkot, dan Pemprop Bali. Hal itu karena UU tersebut sudahtak bisa lagi menjadi benteng pertahanan eksistensi PulauDewata ini. Bahkan, proses marjinalisasi terhadap masyarakatBali di tanah leluhurnya tak terbendung lagi.</p><p>Dalam diskusi terbatas yang digelar Forum Perjuangan HakBali (FPHB) di Denpasar, Kamis (9/8) lalu terungkap, langkahuntuk mempertajam dan mempercepat gerakan merevisi UUpembentukan Propinsi Bali menjadi pembahasan utama. Ha-dir dalam diskusi tersebut, para akademisi, aktivis LSM, pen-gurus partai politik, dan tim dari FPHB.</p><p>Sebelumnya, Prof. Wayan Suparta, yang pernah menjadiketua tim ahli penyusunan RUU Otonomi Khusus Bali, lebihbanyak memaparkan perjalanan pembentukan RUU Otsus Baliyang penuh dengan hambatan berat, baik di tingkat Bali mau-pun di pusat. Sulitnya menembus rintangan itu karena ko-mponen masyarakat di Bali tidak bisa bersinergi.</p><p>Kian Kronis, ProsesPeminggiran Krama Bali</p><p>Pertajam GerakanRevisi UU Propinsi</p><p> Baca Kian Kronis... di Hal. 11</p><p>Dengan menerjunkan mobilwatercanon, polisi akhirnya ber-hasil memblokir warga sampai</p><p>Warga Banyuning-Peguyangan Nyaris Bentrok Diduga Dendam Lama</p><p> Baca Warga...di Hal. 11</p><p>Genta InteraktifTopik: Warga banyuning-Peguyangan Nyaris BentrokSilakan berkomentar di telepon(0361) 2782445mulai pukul 09.00</p><p>Singaraja, DenPostWarga Kelurahan Banyuning, nyaris bentrok dengan</p><p>warga Lingkungan Peguyangan, Kelurahan Astina,Singaraja, Jumat (10/8) sore kemarin. Ratusan warga</p><p>Banyuning yang membawa tongkat kayu, balok, danbenda tajam, bergerombol hendak menyerang</p><p>Lingkungan Peguyangan yang berjarak sekitar 1 kmdari sana. Gerombolan warga ini berusaha dihadang</p><p>petugas Polres Buleleng di sekitar jembatanBanyuning. Namun sayang, keberingasan warga tak</p><p>mampu dibendung hingga mereka meringsek masukwilayah Kelurahan Astina.</p><p>di pertigaan Banyuning. WargaKelurahan Astina rampak be-reaksi dengan adanya peny-erangan itu. Mereka siaga didepan rumah masih-masing.</p><p>Tak hanya siaga di rumah,warga juga berkumpul di depanBalai Lingkungan Peguyanganyang jaraknya sekitar 100 meterdari pertigaan Banyuning (tem-</p><p>pat massa di-hadang polisi).Warga Kelura-han BanjarJawa yang bera-da di sebelahutara Kelurah-an Astina juga</p><p>siaga mengantisipasi hal-halyang tidak diinginkan.</p><p>Menurut informasi di lapan-gan, rencana penyerangan itudiduga terpicu dendam lamaantara warga Banyuning den-gan Peguyangan. Namunmasalah itu sudah diselesai-kan melalui proses hokum,bahkan sudah ada perdama-ian. Tapi, Jumat sore kemarin,dua warga Peguyangan yangmembawa tombak mendatan-gi rumah Dek Besi di Lingkun-gan Banyuning Tengah. DenPost/robin</p><p>TENANGKAN WARGA - Polisi berusaha menenangkan warga Banyuning dan Peguyangan, Singaraja, supayatidak sampai bentrok Jumat (10/8) sore kemarin. Ketegangan ini pecah diduga akibat dendam lama.</p></li><li><p>2 DENPOST zzzzz SABTU, 11 AGUSTUS 2012</p><p>Sanur, DenPostPemerintah Kota Denpasar</p><p>peduli terhadap warga yangkurang mampu dalam melak-sanakan yadnya. Buktinyadengan melibatkan bendesapakraman se-Kota Denpasar,menggelar matatah dan ma-mukur massal di lapangan Pan-tai Matahari Terbit diikuti 900pangiring yang terdiri dari 600sekah untuk mamukur dan 350orang mengikuti matatah.</p><p>Kabag Kesra Setda KotaDenpasar, Drs. IGN BagusMataram, Jumat (10/8) kemar-in, mengatakan, rangkaian up-acara mamukur dan matatahmassal sudah dimulai sejakMinggu (5/8) Agustus dengandiawali matatah massal. Dilan-jutkan dengan ngajum sekahpangiring, Jumat (10/8) kemar-in. Sedangkan puncak upac-ara akan dilangsungkan Ming-gu (12/8) besok. Upacara nga-jum pangiring yang dilaksana-kan kemarin dihadiri WakilWalikota Denpasar, IGN JayaNegara, dan Sekda Kota Den-pasar, AAN Rai Iswara.</p><p>Lebih lanjut Bagus Mat-aram mengemukakan, pelak-sanaan mamukur dan matatahmassal yang dilaksanakan Pe-merintah Kota Denpasar un-tuk membantu warga yangkurang mampu. Oleh karenaitu, dengan dilaksanakannyaupacara pitra yadnya danmanusa yadnya ini masyarakatKota Denpasar merasa ter-bantu, khususnya bagi wargakurang mampu. Upakara pitrayadnya tersebut diawali den-gan upakara sawa wedana dimasing-masing rumah bagi pe-serta. Upacara ini mengand-ung makna mengembalikanunsur panca maha bhuta (stulaserira) dan menyucikan orangyang telah meninggal. Dilan-</p><p>Penertiban langsung dipimp-in Kadis Tramtib dan Satpol PPKota Denpasar, IB AlitWiradana, S.Sos., M.Si.,didampingi Kabid KFS,Drs. IGM BudhySuryawan, M.Si., KabidObangpas I NyomanOka Saljana, S.Sos.,dan Lurah SumertaDewa Agung Rai Dar-mawan, S.Sos., M.Si.,dan belasan pasukanbaju coklet dan lang-sung mengangkut lapakdan gerobak serta barang dagan-gan ke atas truk. Pasalnya, peda-gang yang berjualan di kios-kiosJl. Katrangan dan Jl. Pucuktersebut sudah beberapa kalidiberi peringatan oleh LurahSumerta. Namun, apa yang di-lakukan itu tetap saja pedagangmembisu alias membandel.</p><p>Alit Wiradana mengaku, pi-haknya bersama Lurah Sumer-ta sebelum mengambil tindakantegas sudah melakukan tinda-kan preventif agar pedagang yangmenaruh barang dagangan me-mindahkan barang dagangan-nya. Namun, langkah itu tidakmembuahkan hasil dan para</p><p>Membandel, Dinas Tramtib BerangusBelasan Lapak Pedagang Pasar Ketapian</p><p>Sumerta, DenPostTim gabungan dari Dinas Tramtib dan Satpol</p><p>PP, Lurah Sumerta, dan Babinkamtibmas Kelu-rahan Sumerta memberangus belasan lapakpedagang yang berjualan di atas trotoar di Jl.</p><p>Katrangan dan Jl. Pucuk di areal Pasar Ketapi-an, Denpasar Timur karena membandel, Jumat</p><p>(10/8) kemarin.pedagang cuek dan membandelmenaruh barang dagangan padafasilitas umum seperti trotoar,sehingga mengganggu pejalan</p><p>kaki. Kami sudah be-berapa kali memberiperingatan kepadapara pedagang yangmenggelar barang da-gangan di atas trotoar.Tapi apa yang dilaku-kan itu hanya saatpenertiban saja parapedagang memindah-kan barang dagangan-</p><p>nya. Setelah itu kembali berjua-lan seperti semula, kata AlitWiradana. Alit Wiradana men-yatakan, tindakan tegas yangdiambil untuk memberi efek jeraterhadap pedagang kios yangmembandel. Karena apa yang di-lakukan selama ini sifatnyapembinaan, sehingga para peda-gang mengira Dinas Tramtib ber-sama Lurah Sumerta tidak akanberaksi lagi. Pedagang yangmembandel akan kami prosessesuai pelanggaran yang dilaku-kan agar mereka tidak mengu-langi lagi apa yang dilakukan se-belumnya, ucap mantan CamatDenbar dan Densel ini.</p><p>Budhy Suryawan menambah-kan, usai menertibkan pedagangkios di areal Pasar Ketapian,pasukan baju coklat tua melan-jutkan operasinya ke Jl. PBSudirman dan membongkarwarung di sebelah barat jalandepan kampus FakultasEkonomi Unud. Sebab, di jalanprotokol tidak boleh ada warungkarena akan membuat estetikaKota Denpasar menjadi kumuhdan kotor.</p><p>Sementara Lurah Sumerta,Dewa Agung Rai Darmawan,mengaku, pihaknya sampai ber-ulangkali melakukan pembinaanterhadap pedagang kios di Jl.Katrangan dan Jl. Pucuk agar</p><p>tidak berjualan di atas trotoar.Upaya yang dilakukan itu tidakmembuahkan hasil dan parapedagang tetap membandel ber-jualan di atas trotoar. Bahkan,pihaknya sampai memasangselebaran imbauan tertulis ag...</p></li></ul>