DPS 3 September 2012

  • Published on
    29-Jan-2016

  • View
    277

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

DPS 3 September 2012

Transcript

<ul><li><p>C. 1041</p><p>ECERAN RP 2.500</p><p>DENPOST MEMBEDAH JANTUNG DAN KEGELAPAN BALI</p><p>SENIN, 3 SEPTEMBER 2012 - NOMOR 4.531 TAHUN KE - 14Online http://denpostnews.com E-mail : denpostbali@yahoo.com</p><p>C. 541</p><p>C. 1042</p><p>C. 1088</p><p>C.1090</p><p>Kepala Desa Ka-tung Ketut Putra Go-tawan didampingiBendesa Adat Ka-tung I Ketut Mas-trem mengatakan,sangat terpukul den-gan musibah yangterjadi di Desa Ka-tung dan berharapkejadian ini akan menjadi pel-ajaran bagi warga agar janganlagi mengkonsumsi miras ber-lebihan.</p><p>Kami sangat terpukul den-</p><p>Amlapura, DenPostKebakaran hutan Gunung</p><p>Agung terus meluas. Jika se-hari sebelumnya kebakaranhanya pada lereng bagiantimur, tapi Minggu (2/9) kemar-in api mulai menjilat lerengbagian selatan. Bahkan diwilayah Dusun Kedampal,Desa Datah, KecamatanAbang, api makin mendekatipemukiman penduduk meskisebelumnya warga bersama timpenanganan bencana telahmembuat sekat untukmelokalisasi api.</p><p>Upaya melokalisasi api terk-endala medan yang sangat ter-jal dengan tingkat kemiringanmencapai 45 derajat. Kencang-nya tiupan angin membuatupaya menjadi semakin sulit,selain karena faktor vegetasitumbuhan yang sebagian be-sar padang ilalang. Ke-bakaran hutan diwilayah Dusun Kedam-pal merupakan yang per-tama sejak enam tahunterakhir ini.</p><p>Ketua Kelompok TaniWerdi Tunggal, DusunKedampal, Wayan Sudi-asa, mengatakan, ken-yataan itu justru membuatupaya pemadaman menjadisangat sulit. Semak tidak han-ya lebat, tapi juga tinggi. Se-lain itu di wilayah hutan pinus,guguran daun kering yang ter-</p><p>Kuta, DenPostWarga Kuta yang selama ini mendukung Hotel Bali Kuta</p><p>Residence (BKR), Kuta, mulai mengkhawatirkan keseriu-san Polda Bali membongkar jaringan mafia kejahatan per-bankan, khususnya yang tengah merampok BKR. Tokohmasyarakat Kuta, I Gusti Agung Made Agung, mengungkap-kan hal itu di sela-sela persembahyangan bersama dalampiodalan pura hotel BKR, Jumat (31/8) malam lalu.</p><p>Persembahyangan yang kami laksanakan dengan hara-pan agar Tuhan menghentikan ambisi pihak yang inginmerebut hotel dengan cara licik, kata Komisaris BKR ituseusai ritual keagaman yang digelar setiap bulan purna-ma ketiga tersebut.</p><p>Pura Gelang Agung yang Pendam Situs Purbakala (3-Habis)</p><p>Warga Bertekad Melestarikan,Pemkab Diminta Ikut Perhatikan</p><p>MENYANDANG pura cagarbudaya berdasarkan Surat</p><p>Keputusan Balai PelestarianPeninggalan Purbakala Balipada 19 April 2011 lalu No:</p><p>HK.501/222/PB3/KKP/2011,serta dinyatakan sebagai</p><p>salah satu pura Dang Kahy-angan, membuat</p><p>masyarakat Br. Buangga,Desa Getasan, Kecamatan</p><p>Petang, Badung, mulaiberpikir ekstra untuk ikutmenjaga dan melestarikan</p><p>kawasan Pura Gelang Agungdari tangan jahil, serta</p><p>melaksanakan berbagaikegiatan upacara yang</p><p>mulai padat.</p><p>Pemasok Miras Oplosan Diburu Polisi Desa Katung LengangKintamani, Denpost</p><p>Pascatewasnya tiga warga akibat menenggak mi-numan keras (miras) jenis arak oplosan, suasanadi Desa Katung, Kintamani, Minggu (2/9) kemarintampak lengang. Sejumlah warung masih tutup.Meski demikian, sejumlah warga masih menjalan-kan aktivitas hariannya sebagai petani. Sedangkansejumlah petugas Polsek Kintamani maupun Pol-res Bangli tampak hilir-mudik di berbagai lokasiuntuk menemukan sejumlah barang bukti, khusus-nya miras yang diperkirakan menjadi penyebab ke-matian tiga warga dan belasan warga lainnya harusmenjalani perawatan di rumah sakit ini.</p><p>gan kejadian ini,mudah-mudahan inipertama dan tera-khir, tegas Gotawan.</p><p>Sesungguhnyadia sering mengin-gatkan warganyaagar janganmengkonsumsimiras secara ber-</p><p>lebihan. Hal tersebut, selainbisa berakibat fatal, juga ber-dampak pada kesehatan.</p><p>Sejak lama kami sempat ragumengungkap keberadaan pura ini,karena kami hanya 41 KK, sertakami ada di pedesaan dan lebihbanyak petani. Mengingat merupa-kan pura umum dan peninggalanbersejarah bagi Bali, maka kamibertekad melestarikan dengan se-gala keterbatasan kami. Untuk itu,kami mohon Pemkab Badung su-paya ikut memperhatikan pura ini,kata Kelian Adat Br Buangga, IGNArnawa.</p><p>Menurut dia, setelah banyakberkonsultasi dengan Balai Pur-bakala, semua situs yang ada ad-alah milik bersama, mengingat adajalinan sejarah yang belum ter-ungkap di pura tersebut. Malahkeanehan yang terjadi di sana sem-pat tidak disebarluaskan kepadamasyarakat, karena takut kalaupemedek ramai datang, sehingga</p><p>pengempon tak bisa memberikanpelayanan (ngayahin) yang baik.Kami bertekad bahwa kami baktikepada bhatara sesuhunan, semogadiberikan jalan terbaik bagi kamisemua, tambah Arnawa.</p><p>Untuk peninggalan purbakala,memang ditempatkan khusus digedong arca. Selain arca-arca yangsangat kuno, ada sebuah batu be-sar yang cukup aneh. Menurut JroMangku Terum, batu tersebut terk-adang memunculkan tulisan yangsangat jelas, dengan bahasa Jawakuno. Jro Mangku tak mengerti apasebenarnya maksud tulisan-tu-lisan yang muncul tersebut. Na-mun kemunculan tulisan itu tidakberlangsung lama, karena hilangdengan sendirinya. Seperti saatini, batu ini bersih.</p><p>Warga Kuta KhawatirkanPolda Petieskan Kasus BKR</p><p>DenPost/sutrisnaBATU BERTULIS Batu besar inilahyang sering menampakkan tulisan,yang dijumpai Jro Mangku Terumpada hari-hari tertentu saja.</p><p>Kebakaran Gunung Agung Meluas Api Dekati Dusun Kedampal</p><p>tumpuk sangat tebalmenjadi media yangsangat bagus untukpenyebaran api. Ka-lau di daerah Muntig(Dusun Muntig, DesaSukadana, Kubu-red),kebakaran terjadihampir setiap tahun,</p><p>setiap musim kemarau. Tapi disini baru pertama sejak tahun2006, terangnya.</p><p>Pada Minggu kemarin, up-aya melokalisasi api kembali di-lakukan. Puluhan warga bersa-</p><p>ma sekitar 80 anggota tim pen-anggulangan bencana yang dik-oordinir BPBD Karangasem,berangkat dari Pos II atas PuraPuseh Kedampal. Mereka men-coba mendekat titik api untukmembuat sekat. Upayamelokalisasi api dengan mem-buat sekat dilakukan secaramanual menggunakan sabitdan sejenisnya. Petang harin-ya tim dari Brimob Polda Balijuga dikerahkan untukmelakukan hal yang sama.</p><p>DenPost/suastrawanBUAT SEKAT - Kebakaran hutan di lerang timur GunungAgung mendekai pemukiman penduduk di Dusun Kedam-pal, Desa Datah, Kecamatan Abang. Minggu kemarin,warga setempat bersama tim penanggulangan bencanakembali mencoba membuat sekat untuk melokalisasiapi agar tak merembet turun ke perkampungan.</p><p> Baca Meluas... di Hal. 11</p><p> Baca Pura... di Hal. 11</p><p>LENGANG - Suasana lengang di Desa Katung, Minggu (2/9) kemarin pascatiga warganya tewas akibat menenggak miras oplosan saatUmanis Galungan, Kamis (30/8) lalu.</p><p> Baca Warga... di Hal. 11</p><p>Denpasar, DenPostTersangka Purwanto (25) asal Mojokerto, Jatim, salah</p><p>seorang dari tiga garong yang khusus menyasar swalay-an, akhirnya ditangkap Unit Reskrim Polsek Kuta Sela-tan (Kutsel), Jumat (31/8) lalu. Tersangka Purwanto dir-ingkus setelah beraksi di Swalayan Hardys Nusa Dua.Sedangkan dua rekannya yang identitasnya telah dikan-tongi polisi berhasil kabur entah kemana.</p><p>Tersangka Purwanto saat diperiksa polisi mengaku bah-wa mereka sengaja datang ke Bali memang untuk men-curi.</p><p>Menurut Kapolsek Kutsel Kompol I Gde Ganefo, Ming-gu (2/9) siang kemarin, tersangka Purwanto ditangkapsetelah mencuri baju kaos dan lima celana panjang merkCardinal di Swalayan Hardys di Jalan By Pass NgurahRai, Nusa Dua, Kutsel. Dua rekan Purwanto berhasilmelarikan diri karena mengetahui temannya ditangkap.Walau demikian kami masih memburu kedua tersangkatersebut, tegasnya.</p><p>Gerayangi Swalayan,Garong Dibekuk</p><p> Baca Garong... di Hal. 11</p><p>DenPost/istPIMPIN UPACARA - I Gusti Agung Made Agung (no.3 darikanan) memimpin upacara tabuh rah saat piodalandi pura Hotel BKR, Jumat (31/8) lalu.</p><p>DenPost/jelantik</p><p> Baca Miras... di Hal. 11</p><p>DenPost/diahTIBA DI RSUP - Salah seorang korban miras oplosanasal Katung, Kintamani, tiba di RSUP Sanglah.</p><p>Polisi: Terkontaminasi Metanol Sekitar 9 PersenPOLISI yang menyelidiki minu-</p><p>man keras (miras) penyebab tewas-nya tiga warga Katung, Kintamani,menemukan indikasi bahwa araktersebut terkontamninasi metanolsekitar 9 %. Kandungan sebesaritu, jika dikonsumsi dalam jumlahbesar, dapat menyebabkan korbanjiwa. Kami menemukan kandun-gan metanol dari sampel arak yangkami temukan, ungkap KasubagHumas Polres Bangli AKP Ida IDewa Nyoman Rai, Minggu (2/9)kemarin.</p><p>Dia menambahkan, kronologi ke-jadiannya bermula ketika pada Ka-mis (30/8) lalu bertepatan denganUmanis Galungan, sejumlah war-ga Desa Katung menggelar pestamiras sekitar pukul 08.00 hingga17.00 di rumah I Wayan Gawanalias Kacut.</p><p>Dari rumah tersebut ada jugawarga yang membawa miras ke tem-pat lain yaitu ke bekas bengkelmilik Dewa Gede Dana dan ke pe-rempatan jalan ujung Desa Katung.Setelah mengkonsumsi arak, mas-</p><p>ing-masing warga kembali ke ru-mahnya.</p><p>Selanjutnya, ungkap AKP Rai,pada Jumat (31/8) lalu pukul 23.30seorang warga yakni I Wayan Ris-tiana tewas di rumahnya. Keluarg-anya menduga bahwa korban men-inggal akibat sakit yang pernahdideritanya. Beberapa tahun laluRistiana pernah sekarat sekitarsatu setengah bulan karena kecela-kaan lalu lintas. Berikuitnya, Sab-tu (1/9) lalu menyusul dua wargaDesa Katung yakni I Wayan Mun-</p><p>dra dan I Wayan Sujana dalam kon-disi sekarat. Keduanya kemudiandilarikan ke RSUP Sanglah, namunpukul 09.00 I Wayan Mundra men-inggal, disusul rekannya, I WayanSujana, pukul 14.00.</p><p> Baca Polisi... di Hal. 11</p><p>Genta InteraktifTopik: Pemasok MirasOplosan Diburu Polisi.Silakan berkomentar di telepon(0361) 2782445mulai pukul 09.00</p></li><li><p>DENPOST zzzzz SENIN, 3 SEPTEMBER 20122</p><p>Genta InteraktifTopik: Jam Tunggu BusTrans SarbagitaDiperpendekSilahkan berkomentardi telepon (0361)2782445mulai pukul 10.00</p><p>Kadis Tenaga Kerja, Trans-migrasi dan Sosial Kota Den-pasar, I Made Erwin Suryadar-ma Sena, S.E., M.Si., Minggu(2/9) kemarin, menga-takan, meningkatnyapemohon kartu kuningke Disnakertransos,karena masih tinggin-ya minat masyarakatKota Denpasarmelamar CPNS. Kartukuning tersebut se-bagai salah satu persyaratankelengkapan surat-surat untukmelamar sebagai CPNS di in-stansi pemerintahan.</p><p>Menurut Erwin Suryadarma,jumlah pemohon kartu kuningmulai ramai ke Disnakertran-</p><p>Dauh Puri, DenPostDesakan Komisi B DPRD Denpasar agar Pemkot</p><p>Denpasar segera merancang Perda RDTR (rencana de-tail tata ruang), disikapi serius jajaran eksekutif. Bah-kan, Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappe-da) Kota Denpasar mengaku saat ini sedang meran-cang Ranperda RDTR untuk wilayah Denpasar Sela-tan (Densel) dan Denpasar Timur (Dentim). Itu dite-gaskan Kepala Bappeda Kota Denpasar, I Gusti PutuAnindya Putra, Sabtu (1/9) lalu.</p><p>Didampingi Kasubag Pemberitaan Humas PemkotDenpasar, Dewa Gede Rai, Anindya Putra mengata-kan, RDTR merupakan penjabaran lebih rinci dariRTRW yang isinya menyangkut ketentuan zona perun-tukan. Dalam RDTR juga berisi zoning text dan zoningmap. Saat ini Denpasar telah memiliki Perda No. 27tahun 2011 tentang RTRW. Dibandingkan kabupatenlainnya di Bali, Denpasar yang pertama memiliki Per-da RTRW setelah Perda RTRW Propinsi Bali disah-kan.</p><p>Dikatakan, penataan ruang di Denpasar sedikit ber-beda dengan daerah lainnya, karena kota ini juga di-jadikan kota inti kawasan strategis nasional yang dia-tur dalam Perpres No. 45 tahun 2011 tentang Renca-na Tata Ruang Kawasan Perkotaan Denpasar, Badung,Gianyar, dan Tabanan.</p><p>Anindya Putra menegaskan, saat ini pihaknya sudahmemiliki kajian akademis rencana rinci kawasan strat-egis Sanur dan Serangan. Namun, katanya, belum bisadisahkan karena belum ada RDTR sebagai payung hu-kumnya.</p><p>Dijelaskan, untuk mengantisipasi kawasan yang be-lum memiliki RDTR, maka tahun ini pula dirancangPeraturan Wali Kota tentang pengaturan zonasi yangberisi zoning text dan zoning map. (105)</p><p>Peguyangan, DenPostSatu lagi proyek penataan untuk mendukung pari-</p><p>wisata pertanian dilakukan Dinas Tata Ruang dan Pe-rumahan (DTRP) Kota Denpasar. Dalam waktu dekat,DTRP akan membangun jalan setapak yang melintasiSubak Tagtag, Peguyangan. Itu berarti lintasan joggingtrack di Denpasar akan bertambah, setelah sebelumn-ya sudah ada Desa Budaya Kertalangu, Kesiman, danjogging track di Subak Lungatad Desa Peguyangan Kan-gin. Hal itu diungkapkan Kepala DTRP Kota Denpasar,Kadek Kusuma Diputra, saat dihubungi Minggu (2/9)kemarin.</p><p>Dikatakannya, saat ini rencana tersebut baru tahappembuatan detail engeneering design (DED). Jika ber-jalan mulus, rencananya proyek ini akan diusulkan pada2013 nanti. Saat ini masih dalam rancangan. Kamimasih perlu melakukan pemetaan lebih detail, seh-ingga dalam pembuatan gambar lokasinya lebih jelas.Yang pasti jalan setapak ini melintasi Subak Tagtag,berapa kilometer panjangnya, kami juga belum menen-tukannya, ungkapnya.</p><p>Kenapa yang dipilih Subak Tagtag? Atas pertanyaantersebut, Kusuma Diputra mengatakan, hal itu lanta-ran lahan pertanian di subak tersebut tergolong masihluas. Selain untuk membuka akses bagi petani menujuke lahan miliknya, ini juga merupakan salah satu up-aya untuk menyelamatkan subak agar tidak terus diban-guni. Nantinya ini bisa menjadi akses masuk wisatapertanian, paparnya.</p><p>Lebih lanjut dikatakannya, nantinya jalan setapakini juga bisa dimanfaatkan warga sebagai tempat bero-lah raga, sama seperti jogging track Kertalangu mau-pun Peguyangan Kangin.</p><p>Disinggung mengenai anggaran yang akan digelon-torkan, mantan Kadis Kependudukan dan Catatan SipilKota Denpasar itu mengatakan belum merincinya.Nanti kami lihat dulu bagaimana DED-nya. Setelahsemuanya lengkap baru kami bisa perkirakan berapabiayanya, katanya. Kusuma Diputra mengatakan, un-tuk biaya pembuatan DED, pihaknya telah menyiap-kan Rp 50 juta.</p><p>Sementara itu, ditanya soal kelanjutan pemban-gunan fisik jogging track di Subak Lungatad, Peguyan-gan Kangin, Kusuma Diputra mengatakan, sampai saatini proyek belum brelanjut. Hal itu dikarenakan, danauntuk merampungkan jalur jogging track tersebut be-lum ada. Rencananya kan akan diajukan di anggaranperubahan. Lihat nantilah, berapa yang akan dikabul-kan. Lagi pula proyek ini sebelumnya kan bantuanpropinsi, tapi nanti pasti akan dilanjutkan, pungkas-nya. (111)</p><p>Dauh Puri, DenPostBanyaknya usulan warga</p><p>terkait durasi jam tunggu busSarbagita Koridor I DalamKota, langsung disikapi pen-gelola Trans Sarbagita Bali.Mulai Senin (3/9) hari ini,pengelola akan memper-pendek durasi jam tunggu di</p><p>Durasi Jam Tunggu Bus Sarbagita Dalam Kota DiperpendekMulai Berlaku Hari Ini</p><p>halte, terutama jalur menujukampus, baik di kawasanSudirman maupun di BukitJimbaran.</p><p>Kepala Pengelola TransSarbagita Bali, IB Parsha, saatdikonfirmasi, Minggu (2/9) ke-marin, mengatakan, usulantersebut dikaji lantaran sudahbanyak masukan dari kampusdan wali murid agar waktutunggu keberangkatan lebihdiperpendek lagi. Sudah ban-yak masukan, dari dosen sajasudah ada dua dosen yangmengusulkan agar waktumenunggu yang biasanya 15menit dipersingkat lagi. Na-mun, ini tidak hanya untuk</p><p>kepentingan kampus Unudsaja, akan tetapi karena ban-yak sekolah yang dilintasi buskoridor I, ujarnya. </p><p>Sebagai bentuk respon ter-hadap usulan warga, Parshamengatakan, pengurangandurasi tunggu akan mulai ber-laku pada Senin (3/9) hari ini.Mulai besok (hari ini) sudahberlaku. Namun tidak semuatrayek diperpendek. Yangdiperpendek hanya ke-berangkatan pagi, yakni mu-lai pukul 07.00 wita sampaipukul 08.00 wita. Jam-jamsegitu kan biasanya muriddan mahasiswa berangkat kesekolah atau kampus. Dur...</p></li></ul>