DPS 5 Oktober 2012

  • Published on
    18-Mar-2016

  • View
    259

  • Download
    19

Embed Size (px)

DESCRIPTION

DPS 5 Oktober 2012

Transcript

  • ECERAN RP 2.500 MEDIA KOMUNITAS MASYARAKAT BALI

    JUMAT, 5 OKTOBER 2012 - NOMOR 4.568 TAHUN KE - 15C. 1174 C. 541

    C. 1088

    C. 1175

    Sebelumnya ma-jelis hakim tidak in-gin terus-menerusm e m b e r i k a nkesempatan jawab-menjawab antarajaksa dengan kuasahukum Arnawa.Pada kesempatanterakhir, Kamis ke-marin, kuasa hukum terdak-wa memberikan jawaban (du-plik) atas replik JPU, WayanEka Widdyara. Seussai mem-bacakan duplik, majelis hakim

    Arnawa Diganjar 6 Tahun, Cok. Isteri 4 TahunRenon, DenPostMajelis hakim tipikor pimpinan IGAB Wijaya Adhiakhirnya mengganjar mantan Bupati Bangli, ter-dakwa Nengah Arnawa, dengan hukuman 6 tahunpenjara. Sedangkan mantan bendaharanya, ter-dakwa Cokorda Isteri Tresnadewi dengan huku-man 4 tahun penjara. Putusan tersebut dibaca-kan dalam persidangan di Pengadilan TipikorDenpasar,Kamis (4/10) kemarin.

    berkesimpulkanuntuk segera me-mutus perkara ini,sehingga sidangkorupsi dana ban-sos senilai Rp 1,395milyar ini diskorselama 30 menit.

    Dalam amar pu-tusannya, majelis

    hakim sependapat dengan JPUbahwa kedua terdakwa telahmelakukan tindak pidana ko-rupsi sebagaimana diaturdalam Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal

    18 UU No.31 Tahun 1999 ten-tang pemberantasan tindakpidana korupsi, sebagaimanadiubah dengan UU No.20Tahun 2001 tentang perubah-an atas UU No.31 tahun 1999jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPjo Pasal 54 Ayat 1 KUHP.

    Putusan yang dijatuhkanmajelis hakim ini ternyata leb-ih rendah dibandingkan tun-tutan JPU, Wayan Eka Wid-dyara. Jaksa yang juga Kasip-idsus Kejari Bangli ini sebel-umnya menuntut Arnawa den-gan hukuman enam tahunenam bulan penjara (6,5tahun), dan Cok. Isteri limatahun penjara. Selain pidanakurungan, kedua terdakwa di-wajibkan membayar dendamasing-masing Rp 300 juta,subsider dua bulan kurungan,serta uang pengganti untukNengah Arnawa senilai Rp1,395 milyar, subsider satu tahun penjara.

    Kereneng, DenPostMeski tak disambut semeriah kunjungan Wakapolri Komjen

    Nanan Sukarna beberapa waktu lalu, kedatangan rombongananggota Komisi III DPR RI di Polda Bali, mendapat sambutanhangat Wakapolda Brigjen Ketut Untung Yoga bersama jajaran-nya Kamis (4/10) kemarin.Tapi Kapolda Irjen Budi Gunawantidak terlihat dalam penyambutan rombongan tersebut. Ke-datangan rombongan itu diwarnai dengan tembakan dan leda-kan bom saat digelarnya simulasi penyergapan teroris.

    Rombongan yang berjumlah 18 orang itu dipimpin KetuaKomisi III Gede Pasek Suardika. Kunjungan anggota DPR ter-hormat itu disuguhi simulasi penyergapan teroris, WarungAman, Bali Guard Police, Beach Guard Police, dan Babinka-mtibas Pariwisata.

    Negara,DenPost

    Kasus keprukkaca mobilkembali terjadi diNegara. Pada Ka-mis (4/10) kemar-in kasusnya men-impa warga BanjarPasar, Desa Me-laya, Kecamatan Melaya,Dewa Made Febri (26). Kasuskepruk kaca mobil ini meru-pakan yang kelima kalinyaterjadi di Jembrana.

    Informasi yang dihimpundi TKP, Dewa Made Febriyang saat itu mengendaraimobil Honda Jazz nopol DK601 ZS warna silver baru sajamengambil uang dari BRICabang di Jalan Udayana,Negara. Setelah itu, dia kenotaris di Jalan Sudirmanuntuk transaksi tanah ber-sama pemilik tanah. Febrilalu masuk ke kantor notarisdi depan SPBU itu, sedang-kan uangnya senilai Rp 20juta ditaruh di dashboarddepan mobil.

    Berselang 10 menit kemu-dian, Febri ke luar untuk me-lihat mobilnya. Dia seketikaterkejut begitu melihat kacadepan mobilnya pecah. Febricuriga dengan kondisi mobil-nya. Dia segera menghampi-ri lebih dekat. Ternyata uang

    Sanglah,DenPostKasus penipuan dengan modus dokter gadungan kembali

    beraksi. Pada Kamis (4/10) kemarin tujuh orang nyaris ter-tipu. Para korban silih-berganti ke RSUP Sanglah. Denganhisteris para orangtua murid itu membawa uang tunai untukmenebus biaya pengobatan sang anak. Namun sayang, ketikamereka tiba di UGD, ternyata putra atau putri mereka tidakada di sana. Kasus penipuan ini terus terjadi dan berulanghampir setiap hari. Celakanya, puluhan kali kasus ini terjadi,namun tidak ada satupun pelaku yang ditangkap polisi.

    Pantauan DenPost, Kamis kemarin sedikitnya tujuh orangmendatangi RSUP Sanglah. Kasus pertama menimpa KadekSuarni (43), asal Pemogan, Densel. Dia menuturkan, awalnya

    Minta Tim Pencari FaktaATAS putusan enam tahun penjara terse-

    but, Arnawa menyatakan banding. Saya band-ing, jelasnya.

    Ditanya seusai vonis, Arnawa dan Cok.Isteri kompak mengaku, tidak bersalah, seh-ingga minta bebas. Untuk membuktikanomongannya, Arnawa minta kepada instansiterkait supaya menurunkan tim pencari fak-ta soal dana bansos yang dia sudah salurkanke masyarakat. Silakan tim pencari fakta tu-run, pinta Arnawa.

    Dia menambahkan, tak berniat mem-perkaya diri sendiri atau orang lain. Saya in-gin mendapat keadilan dan kebenaran sejati.Tidak hanya unsur pidana yang didahulukan,tapi azas pidana harus lebih dahulu dibukti-kan, pria yang ahli kungfu ini.

    Dengan adanya kesalahan yang dimaksud

    oleh BPK, Bupati Bangli dua periode ini mintapihak terkait menelisik penyebabnya, kema-na saja uang Rp 1,395 milyar itu. Dana itudiberikan kepada lima desa di Bangli, karenasudah ada SPJ-nya senilai Rp 1,85 milyar dariplafon anggaran Rp 3,75 milyar. Saya tegas-kan, sisa uang senilai Rp 1,2 milyar digunakanBupati I Made Gianyar sekarang dan Rp 650juta dipakai Bendahara Kesra, I Gede Eddy,jelas Arnawa menceritakan aliran uang itu.

    Kaca Mobil Dikepruk, Uang Rp 20 Juta Raibyang disimpannyadi dalam dashboardlenyap digasak ma-ling.

    Seorang warga,Komang Nik, men-gaku, mendengarsuara seperti ben-turan di sekitar ar-eal parkir. Namun

    dia tidak curiga lantaran saatitu jalan ramai dengan lalu-la-lang kendaraan. Nik me-merkirakan, penjahat beraksi

    sekitar pukul 11.45, dandiduga telah mengintai kor-ban sejak dari bank.

    Menurut Febri, rencanan-ya uang itu untuk penguru-san transaksi tanah di no-taris. Dia kemudian melapor-kan kejadian tersebut ke Pol-res Jembrana. Petugas Sa-treskrim Polres Jembranasegera meluncur ke lokasikejadian untuk olah TKP.

    DenPost/witariDIKEPRUK - Mobil Jazz milik Dewa Made Febri yang dike-pruk penjahat di Jl. Sudirman, Negara, Kamis (4/10) ke-marin, hingga uangnya Rp 20 juta melayang.

    Baca Kaca... di Hal. 15

    Baca Arnawa... di Hal. 15

    Genta InteraktifTopik: Arnawa Diganjar 6 tahun, CokIsteri 4 Tahun.Silakan berkomentar di telepon (0361)2782445 mulai pukul 10.00

    Baca Minta... di Hal. 15

    Diwarnai Tembakan, KunjunganKomisi III DPR RI ke Polda Bali

    DenPost/kertanegaraCEK SENJATA Anggota Komisi III DPR RI Gede PasekSuardika (kemeja hitam) didampingi Wakapolda BaliBrigjen Ketut Untung Yoga (paling kiri) sedang mengeceksenjata milik Brimob.

    Baca Diwarnai... di Hal. 15

    Polisi Tak Tanggapi Penipuan Bermodus Dokter Gadungan

    Kegiatan yang berlangsungdi Kantor Camat Tabanan itudihadiri Bupati Tabanan NiPutu Eka Wiryastuti, sekaligusmenyerahkan akta kelahiransecara massal. Program ung-gulan dan inovatif yang digulir-kan Dinas Kependudukan danCatatan Sipil Kabupaten Ta-banan ini bekerja sama den-gan aparat kecamatan dan desayang bersifat pembaharuan,populis, mendidik, dan lintassektor.

    Launching Akta Kelahiran Massal

    Pemkab Tabanan Terapkan Sistem Jemput BolaPERTAMA kalinya di Bali, Pemkab Tabanan me-launch-ing 100 penetapan akta kelahiran secara massal Kamis(4/10) kemarin. Melalui sidang secara marathon, ratu-san anak-anak di Tabanan akhirnya bisa memiliki aktakelahiran. Gebyar perdana ini sekaligus menjawab tan-tangan tentang akta kelahiran dengan sistem jemputbola yang diharapkan mampu meringankan bebanmasyarakat.

    Kadis Kependudukan danCatatan Sipil Kabupaten Ta-banan I Nyoman GedeGunawan mengatakan, gebyarmassal ini bertujuan meringa-nkan dan menyederhanakansistem penerbitan akta kela-hiran yang melebihi masa satutahun. Mengingat persyara-tannya harus melalui penga-dilan, maka dengan gebyar inipembuatan akta kelahiran di-harapkan menjadi lebih efisiendari segi biaya, ungkapnya,

    seraya mengimbau masyara-kat yang belum memiliki aktakurang dari setahun agarmengurusnya di Dinas Cata-tan Sipil.

    Bila lebih dari setahun agarberkoordinasi dengan pihakkecamatan, imbuhnya.

    Sedangkan Bupati Eka men-gungkapkan, gebyar akta kela-hiran massal di Tabananmerupakan kali pertama,sekaligus menjawab harapandan keinginan masyarakat.Mengumpulkan masyarakatdalam pembuatan akta kela-hiran merupakan terobosanPemkab Tabanan. Akta meru-pakan sesuatu yang penting,karena masyarakat memilikiidentitas jelas dan formal,tegasnya.

    Baca Pemkab...di Hal. 15

    DenPost/gagahLAUNCHING AKTA - Suasana proses launching 100 pen-etapan akta kelahiran secara massal di Kantor Camat Ta-banan, Kamis (4/10) kemarin.

    ada orang yang menghubungi dirinya, dan mengaku sebagai dok-ter di RSUP Sanglah. Dalam percakapan via HP itu, sang doktergadungan mengatakan bahwa anak Suarni yakni Kadek AnggaArdiana (14) jatuh, sehingga gegar otak. Saya diminta men-girim uang Rp 9 juta untuk biaya penanganan, ungkapnya.

    Begitu tidak menemukan putra kesayangannya di UGD,Suarni berusaha menghubungi kembali di penelepon gelap.Namun sayang, pelaku memaksa agar uang dikirim melaluirekening bank saja. Dia bilang, saya menyalahi perjanjian.Kalau tidak mengirim uang dengan mentransfer, saya bawasaja uang tunai karena tidak bisa mengirim melalui reken-ing, jelasnya.

    Baca Polisi... di Hal. 15

    Renon, DenPostProses persidangan dugaan korupsi marka jalan yang meli-

    batkan empat terdakwa berjalan lumayan cepat. Pada Kamis(4/10) kemarin, keempat terdakwa yakni IB Made Kajeng, Nyo-man Oka Diputra, Ketut Alit Nuarthayasa, dan Luciano daSilva, dituntut masing-masing satu tahun enam bulan (1,5)tahun penjara.

    Menurut jaksa penuntut umum (JPU), I Made Tangkas, saatmembacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Denpasar, keem-pat terdakwa dinyatakan terbukti bersalah sebagaimana ter-ungkap dalam dakwaan subsider yaitu bertujuan menguntung-kan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi.

    Dituntut 1 Tahun 6 Bulan

    Terdakwa Kasus KorupsiMarka Jalan Tersenyum

    Baca Terdakwa... di Hal. 15

    DenPost/dokDITUNTUT - Terdakwa kasus marka jalan (dari kiri ke kan-an): IB Made Kajeng, Luciano da Silva, Ketut Alit Nuartha-yasa, dan Nyoman Oka Diputra, yang dituntut masing-mas-ing satu tahun enam bulan (1,5) tahun penjara.

    DenPost/suryawanKETERANGAN PERS - Terdakwa Cokorda Isteri Tresnadewi dan Nengah Arnawa memberikan keterangan perssetelah divonis masing-masing 4 tahun dan 6 tahun penjara, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Denpasar,Kamis (4/10) kemarin.

  • DENPOST zzzzz JUMAT, 5 OKTOBER 20122 Metro Denpasar

    Dauh Puri, DenPostSiswa kelas IV SD Saraswati 6 Denpasar, Ni Wayan Ayu

    Witari Pradnyani, menjadi duta Propinsi Bali dalam lomba bacapuisi. Witari memantapkan diri maju ke tingkat nasional, setelahberhasil menyisihkan delapan saingannya yang berasal dariseluruh kabupaten se-Bali.

    Kamis (4/10) kemarin, Witari didampingi guru pembina ber-pamitan dengan Sekda Kota Denpasar, A.A. Rai Iswara, untukmengikuti lomba cipta puisi tingkat nasional pada 7 hingga 9Oktober 2012, di Istana Cipanas Bogor. Rai Iswara dalam kesem-patan tersebut mengatakan, lomba ini diharapkan mampu men-ciptakan penyair-penyair cilik yang terus berkarya,berinovasi untuk mengasah kemampuan. Bagaimanapun juga,kata Rai Iswara, menyenangi sastra apalagi menciptakan karyasastra, memerlukan suatu bakat dan ketrampilan yang khusus.

    Menurutnya, membina bakat anak agar berprestasi denganbaik tidak mutlak terfokus pada kemampuan akademissaja, akan tetapi hal lain yang bernuansa olah raga dan seni-pun harus disikapi dan dikembangkan lebih lanjut.

    Pengembangan sumber daya manusia lewat intelelektualsangatlah mutlak diperlukan. Lewat pengembangan ini, diharap-kan muncul SDM yang handal di bidangnya, sehingga jangkapanjangnya kita tidak menjadi objek dari pembangunan itusendiri, paparnya.

    Lebih lanjut Rai Iswara mengatakan, keberhasilan dari sese-orang untuk memperoleh predikat yang terbaik tidaklah gam-pang. Perlu suatu proses yang harus dilalui seperti pembinaandari pelatih, latihan yang ketat, kedisplinan, dan mengikutiberbagai ajang festival yang terkait, sehingga para peserta men-jadi terbiasa.

    Hal yang sama dikatakan oleh Kepala SD Saraswati 6 Den-pasar, Dra. Ni Wayan Sudiasih, MM. Keberhasilan anak did-iknya memperoleh juara satu di tingkat propinsi dalam bidanglomba baca puisi, merupakan kebanggaan tersendiri. Bagaim-anapun juga dalam ajang tingkat nasional tersebut merupa-kan hal yang luar biasa bagi prestasi sekolah. Tidak saja ber-manfaat bagi siswa bersangkutan akan tetapi poin bagi sekolah,Kota Denpasar dan Propinsi Bali secara umum. (111/*)

    Padangsambian Kaja,DenPost

    Dinas Tramtib dan Satpol PPKota Denpasar bersama KadesPadangsambian Kaja, I MadeGede Wijaya, menyemprit danmemberi peringatan keras pemi-lik gudang barang rongsokan (be-kas) H. Mohtar asal Jawa Timurdi Jl. Gunung Catur 1, DenpasarBarat, Kamis (4/10) kemarin.Pasalnya, barang rongso-kan tersebut ditaruhsembarang tempat seh-ingga diprotes wargakarena mengotorilingkungan.

    Kadis Tramtib danSatpol PP Kota Den-pasar, IB Alit Wiradana,S.Sos., M.Si., didampin-gi Kabid Topperda I Nyoman Puja,S.H., di sela-sela penertiban,mengaku, pihaknya turun lang-sung ke lokasi gudang barangrongsokan itu menindaklanjutikeluhan masyarakat yang disam-paikan ke kantor Desa Padang-sambian Kaja. Sebab, pemilikgudang barang bekas tersebut,selain menaruh barang di ping-gir jalan, juga membuat lingkun-gan kotor dan bau, sehingga wargayang bermukim di sekitarnyaprotes.

    Kami minta pemilik gudangbarang bekas memperhatikanlingkungan supaya tetap bersih.Jangan menaruh barang bekasyang baru dibeli seenaknya di la-han kosong maupun di pinggirjalan, kata Alit Wiradana.

    Alit Wiradana juga memintakepada pemilik gudang barang

    Penatih Dangri, DenPostPengabdian masyarakat

    dalam bentuk bakti sosial (bak-sos) yang dilaksanakan Fakul-tas Pendidikan Bahasa dan Seni(FPBS) IKIP PGRI Bali, bertujuanmengamalkan ilmu penge-tahuan dan teknologi yang dida-pat di bangku kuliah, memban-gun sinergi antara lembaga pen-didikan dengan masyarakat, ser-ta mengembangkan kompeten-si sosial para mahasiswa, seh-inga memiliki kepekaan dankepedulian sosial, terhadap per-masalahan yang ada dimasyarakat. Dekan FPBS IKIPPGRI Bali, Dr. Nengah Arnawa,M.Hum, menegaskan hal itupada penutupan baksos FPBSIKIP PGRI Bali di Desa Penatih

    REKTOR UniversitasDwijendra, Dr. Ketut Wirawan,S.H., M.Hum., Jumat (5/10) ini,mewisuda 561 sarjana. Dari

    Dinas Tramtib Semprit PemilikGudang Barang Rongsokan

    rongsokan itu membongkar kan-opi dan tower air yang dibangundi atas trotoar. Kedua bangunantersebut, selain menutupi got,juga membuat pemandangankurang sedap. Mengingat Jl. Gu-nung Catur merupakan jalan LCyang sudah banyak berdiri ru-mah-rumah mewah. Denganadanya gudang barang rongsokandi lingkungan Br. Robokan ini

    menjadikan kawasantersebut menjadi ku-muh dan kotor.

    Penanganan pel-anggaran yang dilaku-kan pemilik gudangbarang rongsokan H.Moktar kami serahkanpenanganannya ke kan-tor Desa Padangsambi-

    an Kata, ujar Alit Wiradana.Lebih lanjut Alit Wiradana

    mengemukakan, pihaknya han-ya memberi teguran sekaligusperingatan tertulis dan tidakmemproses. Namun hanyamelakukan pembinaan agar ke-salahan yang dilakukan diperbai-ki dan...