Draft Desert

  • Published on
    19-Jul-2015

  • View
    91

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

Tugas Makalah Ilmu LingkunganEkosistem Gurun : Padang Pasir SaharaOleh : KELOMPOK 6 NABILA PUTRIYANDRI ALIFA PRICILA DUMA LAURA DENNY PRAHTAMA 1006680884 1006680915 1006660876

Dosen Pembimbing: Dr.Ir. Djoko M Hartono S.E., M. Eng Evi Novita Z. ST., M.Si

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA Depok 2012

BAB. I PENDAHULUAN

Ekosistem pada dasarnya memiliki beberapa pengertian, yaitu : ekosistem sebagai suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya, ekosistem merupakan pertukaran bahan-bahan antara bagianbagian yang hidup dan yang tak hidup di dalam suatu sistem, ekosistem yaitu unit fungsional dasar dalam ekologi yang di dalamnya tercakup organisme dan lingkungannya (lingkungan biotik dan abiotik) dan di antara keduanya saling memengaruhi. Secara umum, ekosistem dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu ekosistem daratan dan ekosistem perairan. Ekosistem daratan terdiri dari beberapa jenis bioma, diantaranya: tropical rain forest, tropical seasonal forest, tropical savannah and grassland, desert, temperate grassland, temperate shrub land, temperate evergreen, boreal forest, dan tundra. Sedangkan ekosistem perairan terdiri dari dua kelompok besar bioma, yaitu marine (laut) dan fresh water (air tawar). Dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai salah satu bioma pada ekosistem daratan, yaitu desert (padang gurun). Bioma Gurun merupakan bioma yang di dominasi oleh batu/pasir dengan tumbuhan sangat jarang. Bioma ini paling luas terpust di sekitar 20 derajat LU, mulai dari Pantai Atlantik di Afrika hingga ke Asia Tengah. Sepanjang daerah itu terdapat kompleks gurun Sahara, gurun Arab dan gurun Gobi dengan luas mencapai 10 juta km persegi. Bioma gurun memiliki ciri-ciri sebagai berikut : Tingkat evaporasi(penguapan)yang lebih tinggi daripada curah hujan dan air tanah yang cenderung asin. Tumbuhannya berdaun kecil seperti duri dan mempunyai akar yang panjang. Dihuni oleh hewan jenis pengerat contohnya, hamster dan gerbill. Air tanah cenderung asin karena larutan garam dalam tanah tidak cenderung berpindah baik karena pencucian oleh air maupun drainase.

Bab 2. ISI EKOSISTEM GURUN : PADANG PASIR SAHARA

Desert atau gurun pasir. Ketika kita mendengar atau melihat kata-kata tersebut, yang kita ingat adalah suatu daerah yang luas penuh pasir dan minim akan kehidupan. Itu adalah paradigma umum yang bekembang di pikiran orang banyak. Bagaimanapun juga, jika ditelaah lebih lanjut ekosistem gurun memperlihatkan banyak hal aktivitas kehidupan yang dapat diamati baik hewan atau vegetasinya walaupun keanekaragaman hayatinya tidak sekaya hutan hujan tropis. Sekitar seperlima atau 20 % permukaan bumi adalah gurun pasir Gurun Pasir adalah istilah yang digunakan untuk daerah yang mengalami presipitasi kurang dari 250 mm (10 inchi) per tahun. Disamping itu, jumlah air yang hilang akibat evaporasi pada daerah ini jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah air yang didapatkan dari proses presipitasinya dan pada umumnya daerah gurun pasir memiliki suhu rata-rata yang sangat tinggi. Karena tanahnya memiliki moisture yang rendah dan humiditas di atmosfernya yang juga rendah sehingga permukaan gurun langsung terpapar oleh sinar matahari. Kosekuensi dari keadaan ini menjadikan suhu gurun pada siang hari sangat tinggi sekitar 550 C (131 F) . Pada malam harinya, panas yang terperangkap di tanah gurun di lepaskan ke udara. Hal ini mengakibatkan suhu pada malam hari menjadi sangat rendah bahkan nyaris membekukan ,

Gurun Pasir Sahara A. GeografisGurun Sahara merupakan suatu daerah gurun yang luas di bagian utara Benua Afrika, bagian barat dari sabuk arid yang terbentang dari Samudera Atlantik menuju ke arah timur Laut Merah dan Iraq. Secara keseluruhan luasnya, yang merupakan gurun pasir terluas di dunia, melintasi kuarng lebih 10 negara di afrika bagian utara, dengan lebar sekitar 1160 km dan panjang bentangannya mencapai 5150 km dari timur ke barat afrika. Bisa dikatakan Sahara memiliki luas sekitar 9.1 juta km2 . Dengan Batasan : Utara : Pegunungan Atlas dan Laut Mediterania Selatan : Lembah Sungai Niger Timur : Laut Merah dan Negara Mesir Barat : Samudera Atlantik Secara geografis, dikarenakan Gurun Sahara sangat luas sehingga dibagi kedalam beberapa pengelompokan sepanjang bentang Gurun Sahara Barat : Sahara Barat, dikenal dengan Sahara Tengah: Pegunungan Ahaggar dan Datarn Tinggi Tibesti Timur : Padang Pasir Libya.

B. Jenis Tanah

Jenis tanah di padang gurun dibagi menjadi beberapa kelompok, komposisi tanahnya maupun berdasarkan jenis padang gurun itu sendiri. a. Berdasarkan jenis padang gurun

berdasarkan

1. Tanah di padang gurun yang panas dan kering. Tanah di padang gurun ini cenderung kasar, dangkal dan berbatu. Tanah ini memiliki drainase yang mencukupi dan mempertahankan tidak ada air di bawah permukaannya. Kasar karena kurangnya pelapukan tanah, di mana bagian tanah yang halus mudah tertiup oleh angin sementara bagian-bagian yang besar dan kasar tetap tertinggal.

2. Tanah di padang gurun yang semi kering Tanah di gurun ini bervariasi, mulai dari berpasir, kasar, dan dangkal. Di sekitar lereng gunung tanah dangkal dan berbatu-batu; di lereng yang lebih rendah tanah kasar; sedangkan di kaki gunung tanah halus dan berpasir. Tanah ini mengandung garam dengan konsentrasi yang sangat rendah. 3. Tanah di padang gurun yang dingin

Tanah di gurun ini bertekstur halus, berpori, berlumpur dan memiliki kandungan garam yang tinggi.

b.

Berdasarkan komposisi tanah 1. Tanah kasar (Coarse soil) Rendahnya kelembapan dapat menyebabkan suhu pada

malam hari turun hingga 1 Fahrenheit. Keadaan ini ditambah dengan curah hujan yang sangat terbatas berpengaruh pada pembentukan tanah kasar. Apalagi kondisi iklim tidak

memungkinkan terjadinya pelapukan. Hasilnya adalah kerikil, batu, dan pasir. 2. Tanah halus (Fine soil) Pada umumnya terdapat pada kawasan padang gurun yang mendapat curah hujan lebih banyak. Perbedaan suhu antara siang dan malam juga tidak terlalu jauh. Akibat iklim seperti ini, partikel mineral pada batuan akan lapuk dan berubah menjadi tekstur yang lebih halus. Tanaman dapat tumbuh lebih subur, yang pada akhirnya juga berpengaruh pada banyaknya jumlah binatang yang dapat hidup di daerah ini. 3. Tanah kapur (Calcic soil) Tanah padang gurun yang kering sering membentuk lapisan kapur. Lapisan kapur tersebut berwarna putih dan keras serta tidak dapat ditembus kalsium karbonat. Selama ribuan tahun, kalsium karbonat disimpan oleh debu, hujan dan angin sehingga terakumulasi dan dapat membentuk lapisan setebal 3 kaki. Pada tanah yang menerima curah hujan lebih

tinggi, lapisan yang terbentuk hanya mencapai 6 inchi atau kurang. Kalsium karbonat tidak dapat terkandung pada jenis tanah yang bukan tanah gurun, karena air hujan akan menghapusnya sebelum lapisan itu terbentuk. 4. Tanah liat (Clay soil) Partikel clay (tanah liat) cenderung halus dan padat. Ketika basah, tanah ini menjadi sangat lengket. Ketika kering, tanah liat berubah menjadi batu bata yang sulit ditembus. Semakin gelap warna tanahnya, semakin tinggi kandungan besi yang terdapat di dalam tanah liat. Kurangnya curah hujan memungkinkan terbentuknya cadangan besi di dalam tanah.

Karena Bentang Sahara sangat Luas keadaan tanah dan topografinya terbagi ke dalam : 1. Erg: dikenal sebagai lautan pasir, atau bukit-bukit pasir. Erg terhampar mencapai 20 % dari luas gurun Sahara. The Grand Erg Occidental and Oriental di Algeria; the Selima Erg menutupi lebih dari 3,000 mil2 di Libya; the Erg Cherch terhampar 600 miles sepanjang Mali dan Algeria. 2. Reg : Terdiri atas padang pasir disertai oleh kerikil yang berwaran hitam, merah atau putih. 70 % dari Sahara dalah Reg. ditemukan di Libya, dan Pegunungan Ahaggar. 3. Hamadas: Dataran Tinggi yang bebukit- bukit yang terdiri atas batu cadas dan batu karang. Ditemukan di Pegunugan Atlas,Maroko. Reg dapat

C. Jenis IklimAda beberapa klasifikasi iklim Gurun berdasarkan keadaannya, yaitu: 1. Gurun Panas dan Kering (Arid)

Jenis gurun di klasifikasi karena keadaanya panas sepanjang tahun dan menjadi sangat panas sepanjang musim panas. Gurun ini hanya menerima sedikit hujan pada musim dingin. Tanahnya cenderung berbatu dan memiliki tingkat drainase yang baik. Vegetasinya berupa semak belukar, dan pohon kecil dan kaktus. 2. Gurun Semiarid Keadaan pada musim-musim tertentu pada gurun semiarid lebih dapat ditoleransi jika dibandingkan dengn gurun panas dan kering. Musim panasnya panas dan kering namun masih dapat ditoleransi dan hujannya sedikit lebih banyak

dibandingkan gurun panas dan kering. Vegetasinya berupa semak belukar dan rerumputan hijau 3. Gurun Pesisir Ditemukan di daerah yang memiliki iklim sedang hingga dingin. Musim dinginnya dingin dan musim panasnya hangat dan durasinya panjang. Gurun ini mendukung kehidupan vegetasi yang lebih besar diandingkan gurun panas-kering dan semiarid. 4. Gurun Dingin Pada gurun jenis ini sumber utama presipitasi bukan dari hujan tapi salju, es, dan kabut, sedangkan sangat sedikit kehidupan di gurun ini. Dari gambar diatas, Sahara memiliki Iklim Arid yang panas dan kering. Dari Iklim tersebut, dapat dkategorikan ke dalam 2 sub iklim yaitu a. Iklim kering subtropical

Sahara Bagian utara memiliki iklim jenis ini. Karateristk iklimnya ditandai dengan musim dingin yang membekukan, musim panas yan terik, temperature rata-rata yang tinggi, dua kali mengalami musim penghujan. Suhu rata-ratanya 55F dengan temperature tertinggi mecapai 58F. Curah hujan pertahunnya 3 inci dan biasanya terjadi di bulan Agustus. b. Iklim Kering tropis Sahara Bagian selatan memiliki iklim jenis ini. Karakteritisik iklim ini memliputi musim dingin yang kering, musim kering yang terjadi sebelum musim hujan dan Curah hujan pertahunnya 5 inci. Suhu rata-ratanya mencapai 31.5F dan 5F untuk daerah dengan elevasi besar