Economic Research SUm Daily Industry Update 9 Juni 2017 Abdullah Alwyni, Chairman Center for Islamic…

  • Published on
    17-Jun-2019

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

SUm

Economic Research

Global Markets Group

PT Bank Maybank Indonesia Global Markets Group 1

2

Daily Industry Update 19 Juni 2017

Info Industri Pemerintah terus mempercepat pembangunan pembangkit listrik demi mewujudkan program 35.000 MW. Tercatat hingga April 2017, pembangkit listrik dari program 35.000 MW yang telah beroperasi 743 MW dan mayoritas menggunakan energi terbarukan. Sujatmiko, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menjelaskan yang dalam tahap konstruksi 13.816 MW. Sebesar 8.210 MW pembangkit listrik telah teken kontrak. Sementara, 5.845 MW dalam proses pengadaan dan 7.212 MW lainnya dalam tahap perencanaan. Pembangkit listrik program 35.000 MW yang telah beroperasi sebesar 743 MW, terdiri dari 37 proyek dan tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua. Sebanyak 30 proyek pembangkit dapat menggunakan energi bersih, mulai dari gas bumi, surya, air hingga biogas. Dari 743 MW pembangkit listrik yang telah beroperasi tersebut, diantaranya di pulau terluar dan daerah perbatasan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua menggunakan pembangkit listrik dengan bahan bakar solar (pembangkit listrik tenaga diesel/PLTD). PLTD dipilih karena dapat dibangun dengan cepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Sementara pembangkit listrik lainnya telah menggunakan energi bersih dan ramah lingkungan. Pembangkit listrik di Gorontalo contohnya, Gorontalo Peaker, dengan kapasitas 100 MW menggunakan bahan bakar gas bumi. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gorontalo dengan kapasitas 2 MW juga telah beroperasi di sana. Selain itu, di Sumatra, 16 pembangkit baru yang tersebar dari Lampung, Bangka Belitung, Jambi, Riau hingga Sumatra Utara, seluruh energi utama pembangkitnya bersumber dari gas bumi. Mobile Power Plant (MPP) Paya Pasir di Sumut, dengan kapasitas 75 MW, pembangkit yang beroperasi penuh pada Februari 2017 lalu menggunakan bahan bakar gas bumi. Sementara itu, di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) Logawa Baseh juga telah beroperasi secara komersial sejak Februari 2017. Selanjutnya, di Kalimantan, terdapat empat proyek MPP, yaitu Pontianak 1 hingga 4 yang menyumbang 100 MW dan seluruhnya menggunakan gas bumi. MPP Pontianak 1 hingga 3 beroperasi penuh pada bulan Januari 2017. Sementara MPP Pontianak 4 telah lebih dulu beroperasi pada akhir 2016. Selain itu, MPP Lombok 1 dan 2 di Nusa Tenggara Barat juga menggunakan bahan bakar gas untuk energi pembangkitnya. Berdasarkan The 2017 World Competitiveness Yearbook yang dilansir oleh International Institute for Management Development (IMD), Indonesia menempati posisi buncit dari lima negara yang disurvei di regional Asia Tenggara, yaitu peringkat 42. Adapun, Singapura menduduki peringkat tertinggi yaitu berada pada posisi ketiga, disusul Malaysia (24), Thailand (27), dan Filipina (41). Sementara, posisi negara-negara di Asia Pasifik antara lain Hong Kong yang memuncaki daftar itu, disusul Taiwan (14), Selandia Baru (16), China (18), Australia (21), Jepang (26), dan Korea Selatan (29). Farouk Abdullah Alwyni, Chairman Center for Islamic Studies in Finance, Economics, and Development (CISFED), mengatakan dalam hal efisiensi pemerintahan, persoalan utama Indonesia adalah kerangka institusional, hukum bisnis, dan kerangka manajemen sosial. Kerangka institusional yang perlu perbaikan itu, tuturnya, adalah penciptaan kerangka regulasi dan birokrasi yang kondusif dan tidak rumit terhadap dunia bisnis, pemerintahan bersih dan bebas korupsi, serta kepastian hukum. Di area efisiensi bisnis, Farouk menyoroti kebutuhan pembukaan akses keuangan yang lebih merata kepada bisnis baik dari perbankan, lembaga keuangan nonbank, ataupun pasar modal. Dia menyatakan pebisnis juga sudah harus sadar terhadap keterbukaan ini. Farouk menilai efisiensi sektor pemerintahan dan bisnis di Indonesia seperti dua sisi mata uang. Dia menyebutkan perbaikan mendasar lainnya adalah infrastruktur. Memang, lanjutnya, di satu sisi pemerintah terus menggenjot proyek infrastruktur untuk mengejar pemerataan pembangunan dan mengatasi ketimpangan pendapatan. Namun, pemerintah masih terbelit ketersediaan dana untuk program infrastruktur tersebut. Pemulihan industri properti menjelang semester II/2017 diproyeksikan akan dimulai dari sektor yang bergantung pada pasar domestik, di antaranya hunian dan ruang ritel. Tommy H. Bastamy, Managing Partner Strategic Advisory Coldwell Banker Indonesia, mengatakan salah satu produk hunian yang masih menjanjikan adalah apartemen yang mencetak pertumbuhan paling agresif di segmen menengah dan menengah ke bawah. Adapun, segmen menengah ke atas dan atas masih membutuhkan stimulus untuk bangkit ke depan. Tommy menambahkan sudah ada sentimen positif untuk segmen menengah, tetapi belum terjadi transaksi. Guna mendukung pertumbuhan, perlu dipikirkan saluran pembiayaan lain selain melalui perbankan untuk kepemilikan hunian. Di samping itu, sasaran pembiayaan pun harus tepat yakni ke konsumen dan pengembang. Tujuannya jelas untuk mendorong performa dari sisi pasokan, permintaan, dan keterjangkauan. Tommy melanjutkan kinerja industri properti secara umum belum mengalami pemulihan hingga akhir semester I/2017 ini. Segmen lain, yaitu perkantoran dan hotel, yang lebih bergantung pada pasar internasional diperkirakan masih akan tertekan. Pasokan yang terus bertambah yang tidak diimbangi dengan kenaikan permintaan akan menggerus performa sektor perkantoran dan hotel. Perlambatan ekonomi pun mengakibatkan perusahaan mengalihkan lokasi kantor dari area premium ke lokasi yang lebih terjangkau. Sebelumnya Anton Sitorus, Direktur Penelitian dan Konsultasi Savills Consultants Indonesia menilai tren penjualan apartemen di Jakarta akan semakin positif seiring dengan realisasi peluncuran unit baru oleh pengembang. Hal tersebut dilihat dari kinerja penjualan apartemen di Jakarta selama kuartal I/2017 sebanyak 3.000 unit. Angka tersebut tumbuh dari kuartal sebelumnya yang hanya mencatatkan 1.600 unit. Menurutnya, jika pasar mampu mempertahan capaian penjualan tersebut hingga tiga kuartal ke depan, pasar apartemen Jakarta dipastikan akan kembali memasuki kondisi yang stabil seperti pada 2013 2014 lalu. Berdasarkan catatan Savils, pada 2 tahun itu penjualan bisa mencapai lebih dari 12.000 unit. Anton menjabarkan tahun ini bakal ada 35.000 unit pasokan yang masuk dan diprediksi hingga 2020 menjadi 79.000 unit dengan tingkat serapan sekitar 70%. Sayangnya, tren penjualan yang meningkat belum mampu mengerek tingkat kenaikan harga seperti pada 2013 2014 lalu yang bisa mencapai hingga 40%. Pasalnya, rerata kenaikan harga yang terjadi pada 2016 lalu hanya berkisar 3,8%. Menurut Anton, meski masih terlalu dini untuk memproyeksi kenaikan harga sepanjang tahun ini, tetapi kuncinya akan terletak pada angka pertumbuhan ekonomi. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menginginkan PT Pertamina (Persero) tetap menyelesaikan proyek pembangunan kilang minyak sesuai dengan rencana, yaitu 2023. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan penyelesaian kilang seharusnya tak berubah. Hal itu juga telah ditekankan Presiden Joko Widodo dua pekan lalu di Istana Negara. Menurut Presiden, ujar Arcandra, proyek kilang tak boleh mengalami perubahan waktu. Mengutip pernyataan Presiden Jokowi, Arcandra menyebut permasalahan rasio utang Pertamina bisa diselesaikan sama seperti masalah pencatatan utang PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Sebelumnya, beban utang pengembang swasta sebagai mitra dicatat ke dalam pembukuan utang PT PLN karena mengacu pada penerapan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 8 sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal tersebut menyebabkan PLN dalam pencatatannya, terbebani utang IPP. Namun, kemudian, masalah itu tuntas dengan penggunaan acuan lain dalam pencatatan utang. Oleh karena itu, Arcandra menuturkan tak ada alasan untuk memundurkan target penyelesaian kilang. Semula, dalam materi paparan kinerja Pertamina kuartal III/2016, Pertamina tak lagi mengimpor BBM pada 2023. Secara rinci, Kilang Balikpapan akan beroperasi pada 2019, Kilang Tuban 2021 dan Kilang Cilacap 2022. Setelah itu, kilang lainnya yakni Kilang Dumai dan Kilang Balongan yang sebelumnya akan dibangun dengan bersama Saudi Aramco masih ditinjau waktu penyelesaiannya tetapi diperkirakan selesai di 2023 bersamaan dengan Kilang Bontang. Kemudian, rencana penyelesaian kilang mengalami perubahan pada materi paparan kinerja perseroan kuartal IV/2016. Sumber: Bisnis Indonesia

Pemerintah terus mempercepat pembangunan pembangkit listrik demi mewujudkan program 35.000 MW. Tercatat hingga April 2017,

Global Markets Group

Economic Research

PT Bank Maybank Indonesia Global Markets Group 2

Indikator Konsumsi Indonesia

Sumber: CEIC

0

2.5

5

7.5

10

May-12 May-13 May-14 May-15 May-16 May-17

Inf lation (% YoY) Core Inf lation (% YoY)

Data Penjualan Otomotif

Sumber: Bloomberg

0

100

200

300

400

500

600

700

800

30

60

90

120

150

180

210

240

Jun

-11

No

v-1

1

Ap

r-1

2

Se

p-1

2

Fe

b-1

3

Jul-

13

De

c-1

3

Ma

y-1

4

Oc

t-1

4

Ma

r-1

5

Au

g-1

5

Jan

-16

Jun

-16

No

v-1

6

Ap

r-1

7

Total Penjualan Mobil (Ribu Unit)

Total Penjualan Motor (Ribu Unit) (Kanan)

Indeks Harga Properti di 16 Kota Besar

Sumber: CEIC

120

140

160

180

200

220

240

Mar

-12

Jul-1

2

Nov

-12

Mar

-13

Jul-1

3

Nov

-13

Mar

-14

Jul-1

4

Nov

-14

Mar

-15

Jul-1

5

Nov

-15

Mar

-16

Jul-1

6

Nov

-16

Mar

-17

Residential Property Price Index: 16 City (Indonesia)

Residential Property Price Index: 16 City: Small (Indonesia)

Residential Property Price Index: 16 City: Medium (Indonesia)

Residential Property Price Index: 16 City: Large (Indonesia)

Perkembangan Ekspor Indonesia

Sumber: BPS

Suku Bunga (%)

Fed Rate 0.00-0.25

LIBOR 1M 0.16

LIBOR 3M 0.23

JIBOR O/N 5.83

JIBOR 1M 6.99

JIBOR 3M 7.53

Harga Komoditas

Komoditas Satuan Harga

Minyak Brent USD/bbl 47

CPO MYR/ton 2,672

Batubara (4,200 kcal)

USD/ton 45

Nikel 3 Bulan USD/MT 8,940

Tembaga USd/lb 259

Emas Dunia USD/TOunce 1,253

Sumber: Bloomberg

DISCLAIMER: The information contained has been taken from sources we deem reliable. PT Bank Maybank Indonesia and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents disclaim any liabilities including the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions thereof. The information contained in this report is not to be taken as any recommendation made by PT Bank Maybank Indonesia or any other person to enter any agreement with regard to any investment mentioned in this document. This report is prepared for general circulation. It does not have regards to the specific person who may receive this report. In considering any investments you should make your own independent assessment and seek your own professional financial and legal advice. ANALYST CERTIFICATION: Each contributor to this report hereby certifies that all the views expressed accurately reflect our views about the companies, securities and all pertinent variables. It is also certified that the biews and recommendations contained in this report are not and will not be influenced by any part or all of our compensation.

3 of 3

Economic Research

Global Markets Group

Indikator Ekonomi Makro

MAYBANK INDONESIA ECONOMIC RESEARCH DIVISION Sentral Senayan III, 8th Floor

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno - Senayan

Jakarta 10270, Indonesia

Ph: +62 (021) 29228888

Fax: +62 (021) 29228849

Juniman Chief Economist

Juniman@maybank.co.id

Anup Kumar Myrdal Gunarto Bond Analyst Economist akumar@maybank.co.id mgunarto@maybank.co.id

2014 2015 2016 2017F

Inflation (%YoY) 8.36 3.35 3.02 4.28

Inflation (% avg) 6.42 6.38 3.53 4.26

Core Inflation (%YoY) 4.93 3.95 3.07 3.60

Core Inflation (% avg) 4.53 4.89 3.35 3.44

Exchange Rate Eop (Rp/US$) 12440 13795 13436 13300

Exchange Rate Avg (Rp/US$) 11885 13458 13330 13405

Curent Account (% GDP) -3.09 -2.03 -1.75 -1.15

Fiscal Balance (% GDP) -2.20 -2.80 -2.46 -2.50

Interest Rate

BI 7-Day (Reverse) Repo Rate (% p.a) 5.86 6.25 4.75 4.75

Time Deposit 3 month (% p.a) 8.95 7.99 6.78 6.58

Lending rate working capital (% p.a) 12.81 12.46 11.36 11.23

Credit

Growth (% YoY)

Property Credit 17.29 11.86 14.98 15.42

Consumer credit 11.51 9.09 8.76 9.71

Working Capital Credit 10.83 9.04 6.93 9.65

Investment Credit 13.16 14.69 8.65 11.60

Total Credit 11.58 10.44 7.87 10.17

Deposit 12.29 7.26 9.60 10.04

NPL Commercial Banks (%) 2.16 2.49 2.93 2.74

Car Sales (1000 Units) 1208 1013 1061 1123

Car Sales Growth (%) -1.78 -16.12 4.74 5.78

Motorcycle Sales (1000 Units) 7867 6480 5931 6136

Motorcycle Sales Growth (%) 1.59 -17.63 -8.47 3.45

Government Capex (Rp tn) 147.3 209.0 165.0 387.4

Unemployment Rate (%) 5.94 6.18 5.61 5.40

International Reserve (US$ bn) 111.9 105.9 116.4 125.5

GDP Growth (%) 5.01 4.88 5.02 5.10

Note : the red numbers are forecast

Source : Maybank Indonesia Economic Research

INDICATORS

mailto:Juniman@bankbii.commailto:%20%20%20akumar@maybank.co.idmailto:%20%20%20akumar@maybank.co.idmailto:mgunarto@maybank.co.id

Recommended

View more >