Economic Research SUm Daily Industry Update Mei 2017 ?· Ketua Umum ASI Widodo Santoso mengatakan pemerintah…

  • Published on
    08-Apr-2019

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

SUm

Economic Research

Global Markets Group

PT Bank Maybank Indonesia Global Markets Group 1

2

Daily Industry Update 12 Mei 2017

Info Industri Asosiasi Perusahaan Pengolahan dan Pemurnian Indonesia melihat prospek industri pemurnian ke depan masih mengalami perlambatan karena tren pergerakan harga logam global yang terus terkoreksi. Kebijakan pemerintah merelaksasi ekspor mineral mentah semakin menekan laju pertumbuhan produksi fasilitas pemurnian logam (smelter). Sejak awal tahun ini, pemerintah membuka kembali ekspor nikel kadar rendah dan bauksit. Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I), Jonathan Handojo, menyebutkan sebanyak delapan perusahaan pemilik smelter mencatatkan kerugian operasional sampai kuartal pertama 2017. Selain itu, sebanyak enam perusahaan lain akhirnya memutuskan menutup fasilitas pengolahan mineral pada periode yang sama. Sementara selebihnya menunda operasi dulu meskipun smelternya baru dibangun. Menurutnya, pelaku industri pemurnian logam berada dalam posisi yang tidak diuntungkan. Dia berharap agar pemerintah mengembalikan ketentuan bahwa seluruh mineral harus diolah dan dimurnikan terlebih dahulu di dalam negeri sebelum diekspor. Menurutnya, investasi di sektor pengolaha logam sudah terlanjur menelan biaya yang tidak sedikit yakni sebesar US$20 miliar selama periode 20122016. Berdasarkan data AP31, ada 32 perusahaan pengolahan dan pemurnian logam hasil tambang di Indonesia yang mengolah konsentrat nikel, alumina, besi, dan tembaga. Penerapan kebijakan relaksasi itu, menurutnya, merupakan langkah mundur yang mengubur industri pemurnian mineral. Dia memproyeksikan prospek bisnis pengolahan logam kembali melanjutkan perlambatan pada semester kedua bila pemerintah tak segera mencabut pelonggaran kebijakan ekspor konsentrat. Berdasarkan data AP31, Kinerja beberapa perusahaan pengolahan dan pemurnian bijih mineral selama kuartal I/2017 antara lain Vale, Antam, Fajar Bhakti, Century, Sulawesi Mining Industry, Guang Ching, Virtue Dragon, Indoferro. Sementara itu, perusahaan pengolahan mineral yang tutup antara lain Bintang Timur, Modern Group, Heng Tay Yuan, Kinlin, Delta Prima, dan Meratus. Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menunjukkan konsumsi semen pada periode Januari hingga April tahun ini mencapai 19,83 juta ton, atau naik 3,5% dari periode yang sama tahun lalu. Adapun konsumsi pada April mencapai 5,08 juta ton atau naik 11,7%. Kalangan industri berharap proyek infrastruktur dapat terus berjalan sehingga konsumsi semen dapat terus menunjukkan pertumbuhan positif. Ketua Umum ASI Widodo Santoso mengatakan pemerintah dan pengembang mulai merealisasikan berbagai proyek infrastruktur di Jawa dan Sumatera. Tidak hanya proyek infrastruktur, proyek perumahan pun turut mengerek penjualan semen selama April. Konsumsi di Jawa naik 16%, ditopang oleh proyek infrastruktur di Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Penjualan yang paling meningkat yaitu semen curah untuk mix. Secara detail, Widodo menyampaikan konsumsi semen di Jawa Timur melonjak 25% dan Jawa Tengah naik 24% dari konsumsi bulan sebelumnya. Dia mencatat proyek pembangkit listrik di kedua provinsi tersebut turut mendongkrak permintaan semen. Untuk wilayah Sumatra, peningkatan konsumsi terbesar terjadi di Bengkulu, Jambi, dan Lampung yang terkerek lebih dari 30%. Asosiasi menyebut kenaikan permintaan tersebut juga ditopang oleh pembangunan jalan tol, perumahan masyarakat, dan pembangunan pembangkit listrik. Di Sulawesi, setelah permintaan sempat turun pada Maret, pertumbuhan penjualan April mulai positif. Hal tersebut ditunjukkan dengan rata-rata kenaikan konsumsi semen di atas 25% di Sulawesi Tenggaram Sulawesi Barat, dan Gorontalo. Di Sulawesi, kenaikan konsumsi semen karena adanya proyek pembangkit listrik, infrastruktur, dan pembangunan smelter. Di Sulawesi Utara masih negatif, mungkin karena pembangunan jalan tol Manado-Bitung yang belum mulai. Adapun, konsumsi semen di Kalimantan masih lesu karena sejumlah proyek besar belum berjalan. Hal serupa juga terjadi di Papua dan Maluku. Penjualan di wilayah ini anjlok 25% dari bulan sebelumnya. Pada kesempatan terpisah, produsen baja PT Krakatau Steel dan produsen semen PT Semen Indonesia membentuk perusahaan patungan bernama PT Krakatau Semen Indonesia yang bakal beroperasi pada kuartal ketiga tahun ini. Perusahaan patungan itu hanya menggeluti bisnis produksi slag powder sebagai bahan baku pembuatan semen. Semen slag memiliki spesifikasi daya tahan yang beberapa kali lebih kuat ketimbang semen pada umumnya untuk keperluan konstruksi. Kapasitas produksi pabrikan semen slag itu mencapai 750.000 ton per tahun dengan biaya investasi melebihi Rp450 miliar. Lokasi fasilitas pabrik Krakatau Semen itu berada di sekitar fasilitas pengolahan milik Krakatau Steel, Cilegon. Pemerintah berencana menawarkan lima proyek prasarana kereta api terhubung dengan kawasan ekonomi khusus dan destinasi pariwisata kepada China. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono mengatakan kelima proyek prasarana KA itu akan ditawarkan bersamaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Negeri Panda dalam acara pertemuan one belt, one road (OBOR). Menurutnya, kelima proyek itu adalah, pertama, pembangunan prasarana KA dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei menuju Pelabuhan Kuala Tanjung. Pembangunan prasarana angkutan berbasis rel tersebut terkait dengan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung. Kedua, proyek prasarana KA dari Siantar menuju Parapat Sumatra Utara terkait dengan destinasi pariwisata Danau Toba. Pada rute Siantar-Parapat, dia menjelaskan pihaknya hanya tinggal membangun prasarana KA menuju Prapat mengingat di ujung Siantar sudah ada stasiun KA. Ketiga, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan. Keempat yaitu di Sulawesi sekitar Bitung. Untuk proyek kelima yang akan ditawarkan kepada China adalah pembangunan jalur KA sekitar Sulawesi Selatan, seperti rute Makassar Pare-pare. Terkait dengan besaran nilai kelima proyek yang akan ditawarkan tersebut, Prasetyo enggan menyebutkan karena masih dalam perhitungan. Menurutnya, perlu studi lebih lanjut bekerja sama dengan China untuk mengetahui besaran nilai kelima proyek itu. Sementara itu, Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana mengatakan penawaran proyek perkeretaapian kepada China bisa menjadi salah satu solusi mengatasi kekurangan dana membangun jalur KA. Dia menilai langkah tersebut bisa menjadikan proyek infrastruktur perkeretaapian berkelanjutan selain ada skema public private partnership (PPP). Dia menilai pemerintah masih memerlukan penyertaan modal negara (PMN) jika menggunakan solusi melalui penugasan atau bekerja sama dengan BUMN seperti yang telah dilakukan selama ini. Dia mencontohkan proyek pembangunan prasarana kereta api ringan atau light rail transit (LRT) di Palembang dan Jabodebek membutuhkan peran serta APBN. Hasil Survei Penjualan Eceran pada Maret 2017 mengindikasikan kenaikan pertumbuhan penjualan eceran. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2017 yang tumbuh 4,2% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 3,7% (yoy) pada Februari 2017. Peningkatan penjualan eceran terutama didorong oleh kenaikan penjualan eceran kelompok makanan yang tumbuh sebesar 7,1% (yoy), lebih tinggi dari 5,1% (yoy) pada bulan sebelumnya. Sementara itu, penjualan eceran pada kelompok non makanan tumbuh 0,3% (yoy), lebih rendah dari 1,8% (yoy) pada bulan sebelumnya. Secara regional, peningkatan penjualan eceran terjadi di hampir seluruh kota yang disurvei, dengan peningkatan pertumbuhan tahunan tertinggi di kota Manado. Meningkatnya pertumbuhan penjualan eceran diperkirakan berlanjut pada April 2017. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan IPR April 2017 sebesar 5,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan penjualan eceran tersebut diperkirakan masih didorong oleh kelompok makanan yang tumbuh 9,2% (yoy), sedangkan kelompok nonmakanan diperkirakan tumbuh sebesar 0,1% (yoy). Survei juga mengindikasikan perkiraan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran pada Juni 2017 meningkat. Indikasi tersebut terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 149,7 lebih tinggi dari 140,4 pada bulan sebelumnya. Sementara itu, tekanan kenaikan harga pada September 2017 diperkirakan menurun dengan nilai IEH 6 bulan mendatang sebesar 130,3, lebih rendah dari 131,3 pada bulan sebelumnya.

Sumber: BI, Bisnis Indonesia

Global Markets Group

Economic Research

PT Bank Maybank Indonesia Global Markets Group 2

Indikator Konsumsi Indonesia

Sumber: CEIC

0

2.5

5

7.5

10

Apr-12 Apr-13 Apr-14 Apr-15 Apr-16 Apr-17

Inf lation (% YoY) Core Inf lation (% YoY)

Data Penjualan Otomotif

Sumber: Bloomberg

0

100

200

300

400

500

600

700

800

30

60

90

120

150

180

210

240

Fe

b-1

1

Jul-

11

De

c-1

1

Ma

y-1

2

Oc

t-1

2

Ma

r-1

3

Au

g-1

3

Jan

-14

Jun

-14

No

v-1

4

Ap

r-1

5

Se

p-1

5

Fe

b-1

6

Jul-

16

De

c-1

6

Total Penjualan Mobil (Ribu Unit)

Total Penjualan Motor (Ribu Unit) (Kanan)

Indeks Harga Properti di 16 Kota Besar

Sumber: CEIC

120

140

160

180

200

220

240

Mar

-12

Jun-

12

Sep-

12

Dec

-12

Mar

-13

Jun-

13

Sep-

13

Dec

-13

Mar

-14

Jun-

14

Sep-

14

Dec

-14

Mar

-15

Jun-

15

Sep-

15

Dec

-15

Mar

-16

Jun-

16

Sep-

16

Dec

-16

Residential Property Price Index: 16 City

Residential Property Price Index: 16 City: Small

Residential Property Price Index: 16 City: Medium

Residential Property Price Index: 16 City: Large

Perkembangan Ekspor Indonesia

Sumber: BPS

Suku Bunga (%)

Fed Rate 0.00-0.25

LIBOR 1M 0.16

LIBOR 3M 0.23

JIBOR O/N 5.83

JIBOR 1M 6.99

JIBOR 3M 7.53

Harga Komoditas

Komoditas Satuan Harga

Minyak Brent USD/bbl 51

CPO MYR/ton 2,800

Batubara (4,200 kcal)

USD/ton 45

Nikel 3 Bulan USD/MT 9,315

Tembaga USd/lb 251

Emas Dunia USD/TOunce 1,226

Sumber: Bloomberg

DISCLAIMER: The information contained has been taken from sources we deem reliable. PT Bank Maybank Indonesia and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents disclaim any liabilities including the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions thereof. The information contained in this report is not to be taken as any recommendation made by PT Bank Maybank Indonesia or any other person to enter any agreement with regard to any investment mentioned in this document. This report is prepared for general circulation. It does not have regards to the specific person who may receive this report. In considering any investments you should make your own independent assessment and seek your own professional financial and legal advice. ANALYST CERTIFICATION: Each contributor to this report hereby certifies that all the views expressed accurately reflect our views about the companies, securities and all pertinent variables. It is also certified that the biews and recommendations contained in this report are not and will not be influenced by any part or all of our compensation.

3 of 3

Economic Research

Global Markets Group

Indikator Ekonomi Makro

MAYBANK INDONESIA ECONOMIC RESEARCH DIVISION Sentral Senayan III, 8th Floor

Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno - Senayan

Jakarta 10270, Indonesia

Ph: +62 (021) 29228888

Fax: +62 (021) 29228849

Juniman Chief Economist

Juniman@maybank.co.id

Anup Kumar Myrdal Gunarto Bond Analyst Economist akumar@maybank.co.id mgunarto@maybank.co.id

2014 2015 2016 2017F 2018F

Inflation (%YoY) 8.36 3.35 3.02 4.28 4.10

Inflation (% avg) 6.42 6.38 3.53 4.32 3.79

Core Inflation (%YoY) 4.93 3.95 3.07 3.60 3.34

Core Inflation (% avg) 4.53 4.89 3.35 3.49 3.17

Exchange Rate Eop (Rp/US$) 12440 13795 13436 13300 13445

Exchange Rate Avg (Rp/US$) 11885 13458 13330 13405 13410

Curent Account (% GDP) -3.09 -2.03 -1.75 -1.95 -1.90

Fiscal Balance (% GDP) -2.20 -2.80 -2.46 -2.50 -2.50

Interest Rate

BI 7-Day (Reverse) Repo Rate (% p.a) 5.86 6.25 4.75 4.75 5.00

Time Deposit 3 month (% p.a) 8.95 7.99 6.78 6.58 6.81

Lending rate working capital (% p.a) 12.81 12.46 11.36 11.23 11.41

Credit

Growth (% YoY)

Property Credit 17.29 11.86 14.98 15.42 16.27

Consumer credit 11.51 9.09 8.76 9.71 10.65

Working Capital Credit 10.83 9.04 6.93 9.65 10.12

Investment Credit 13.16 14.69 8.65 11.60 11.44

Total Credit 11.58 10.44 7.87 10.17 10.61

Deposit 12.29 7.26 9.60 10.04 10.58

NPL Commercial Banks (%) 2.16 2.49 2.93 2.74 2.52

Car Sales (1000 Units) 1208 1013 1061 1123 1176

Car Sales Growth (%) -1.78 -16.12 4.74 5.78 4.75

Motorcycle Sales (1000 Units) 7867 6480 5931 6136 6508

Motorcycle Sales Growth (%) 1.59 -17.63 -8.47 3.45 6.07

Government Capex (Rp tn) 147.3 209.0 165.0 387.4 n/a

Unemployment Rate (%) 5.94 6.18 5.61 5.50 5.40

International Reserve (US$ bn) 111.9 105.9 116.4 120.4 122.6

GDP Growth (%) 5.01 4.88 5.02 5.10 5.30

Note : the red numbers are forecast

Source : Maybank Indonesia Economic Research

INDICATORS

mailto:Juniman@bankbii.commailto:%20%20%20akumar@maybank.co.idmailto:%20%20%20akumar@maybank.co.idmailto:mgunarto@maybank.co.id