EDISI PERDANA TIGER - ?· TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER NASIONAL PMU Selenggarakan Pelatihan Penyegaran…

  • View
    214

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

BULETIN TIGER EDISI PERDANA1

BULETIN

EDISIPERDANA

TIGERMedia Informasi Proyek Sumatran Tiger

Facebook: @SumatranTigerID Twitter: @SumatranTigerID www.sumatrantiger.id

Tiger Fasilitasi Pertemuan TNKS dengan 4 Polda

Polda Aceh Tandatangani MoU dengan TNGL

TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT

TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER

NASIONAL

PMU Selenggarakan Pelatihan Penyegaran METT

Sumatran Tiger Dukung Kemah Konservasi

Tiger Dukung Pengembangan Sistem SMART di TNBS

TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN

TAMAN NASIONAL BERBAK SEMBILANG

BULETIN TIGER EDISI PERDANA2

Transforming Effectiveness of Biodiversity Conservation in Priority Sumatran Landscapes (Sumatran Tiger) adalah proyek kerjasama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan United Nations Development Programme (UNDP) dengan hibah dari Global Environment Facilities (GEF).

Proyek ini bertujuan meningkatkan konservasi keanekaragaman hayati di bentang alam prioritas Sumatera, menggunakan indikator pelestarian dan pemulihan habitat harimau sebagai indikator kesuksesannya, melalui adopsi praktik-praktik pengelolaan terbaik di wilayah konservasi dan wilayah budidaya di sekitarnya.

Proyek ini berdurasi lima tahun (2016 - 2020) dan fokus pada empat bentang alam yaitu Gunung Leuser, Kerinci Seblat, Berbak-Sembilang dan Bukit Barisan Selatan.

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANANGd. Manggala Wanabakti, Blok 1, Lt.15, Ruang B7 Jl. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, 10270Telp/ Fax. : +62 21 578 5299Email : info@sumatrantiger.id

PRoyek sumatran tiger

Unit manajemen proyek

Facebook: @SumatranTigerID Twitter: @SumatranTigerID www.sumatrantiger.id

BULETIN TIGER EDISI PERDANA3

Guna meningkatkan efektivitas manajemen taman nasional, unit pengelola proyek Sumatran Tiger melakukan pelatihan penyegaran untuk kelompok fasilitator METT (Management Effectiveness Tracking Tools) yang telah dibentuk melalui SK Direktur Kawasan Konservasi Nomor SK.27/KK/PPKK.1/5/2016. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Resort Jambul Luwuk - Bogor selama 4 hari pada bulan Maret 2017.

Kelompok fasilitator ini telah dipersiapkan sejak tahun 2015 untuk mendukung kebiijakan KSDAE dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi menggunakan sistem METT.

Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem bersama mitra menghadirkan

Vice Chair World Commission on Protected Area (WCPA) yang sekaligus merupakan salah satu author METT, Prof Marc Hocking dari Queensland University.

Selain pelatihan penyegaran, para fasilitator METT sekaligus membahas perbaikan Panduan Penilaian Efektivitas Kawasan Konservasi di Indonesia (Indonesias tailored METT) yang akan digunakan secara luas di Indonesia.

Pelatihan ini dihadiri sekitar 30 orang yang merupakan fasilitator yang pernah dilatih sebelumnya, yang berasal baik dari Ditjen KSDAE; Mitra LSM (FFI; WCS; FHK); perguruan tinggi (IPB; Universitas Andalas; Universitas Gorontalo; Universitas Papua); dan proyek lainnya (GIZ Forclime; USAID Lestari).@SumatranTigerID

PELATIHAN PENYEGaRAN METT

NASIONAL

BULETIN TIGER EDISI PERDANA4

Salah satu milestone Proyek Sumatran Tiger di kuartal pertama adalah penyelenggaraan Inception Workshop yang dilaksanakan pada tanggal 27-28 Februari 2017. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan proyek kepada semua pemangku kepentingan sehingga muncul rasa memiliki dan turut bertanggung jawab dalam mencapai tujuan proyek.

Selain itu pertemuan bertujuan melihat kembali dan mendiskusikan kerangka logis (logical framework) proyek serta mengusulkan perubahan-perubahan yang diperlukan akibat adanya perbedaan kondisi terkini dengan kondisi saat penyusunan dokumen proyek.

Inception workshop diawali dengan kick off proyek yang dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan

Ekosistem mewakili pemerintah. Hadir dalam acara ini sejumlah lembaga pemerintah, mitra LSM, perguruan tinggi, media massa dan perwakilan UNDP Regional Office Bangkok.

Tidak terdapat usulan perubahan pada logical framework proyek, namun ada penambahan informasi mengenai kondisi terkini capaian-capaian indikator proyek. Penambahan informasi ini diharapkan bisa membantu monitoring dan evaluasi keberhasilan proyek saat mid-term review.

Penambahan informasi kondisi terkini ini terjadi karena ada jarak waktu yang cukup signifikan saat proyek disusun pada tahun 2012 hingga disahkan pada tahun 2016. Secara khusus laporan inception workshop disajikan tersendiri sesuai dengan mekanisme yang ada. @SumatranTigerID

INCEPTION WORKSHOPBERLANGSUNG SUKSES

NASIONAL

BULETIN TIGER EDISI PERDANA5

Proyek Terbitkan 3 Panduan SMART-RBM

NASIONAL

Guna mendukung upaya konservasi harimau dan satwa liar lainnya, Proyek Sumatran Tiger bekerja sama dengan berbagai pihak telah menerbitkan 3 panduan SMART-RBM. Ketiga panduan SMART-RBM tersebut mencakup Pedoman Implementasi SMART-RBM, Modul Aplikasi SMART-RBM dan Penjelasan Istilah dan Struktur Data SMART-RBM yang berfungsi untuk membantu pelaksanaan patroli di Taman Nasional.

Kegiatan patroli tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengamanan area-area kunci yang menjadi habitat

harimau. Area-area kunci ini tidak hanya di lokasi proyek Sumatran Tiger yaitu di Taman Nasional Berbak Sembilang, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Gunung Leuser, namun juga di wilayah-wilayah habitat harimau sumatera yang lain.

Ketiga buku panduan SMART-RBM ini dapat diunduh secara langsung dari situs Sumatran Tiger (www.sumatrantiger.id). Klik judul masing-masing publikasi untuk mengunduh dokumennya. @SumatranTigerID

NASIONAL

BULETIN TIGER EDISI PERDANA6

Indonesia Peringati Global Tiger Day 2017

Hari Harimau Dunia atau Global Tiger Day diperingati secara serentak di seluruh dunia setiap tanggal 29 Juli. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap konservasi harimau. Peringatan setiap tanggal 29 Juli ini disepakati dalam Tiger Summit yang dilaksanakan di Saint Petersburg, Rusia pada tahun 2010 dilandasi kondisi populasi harimau yang mendekati kepunahan.

Indonesia telah memperingati GTD sejak tahun 2013 melibatkan lembaga-lembaga penggiat konservasi yang berkomitmen membantu pelestarian satwa kharismatik ini. Sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 45 tahun 2007 tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Harimau Sumatera (STRAKOHAS), peringatan Global Tiger Day bertujuan meningkatkan dukungan masyarakat terhadap upaya konservasi harimau baik secara nasional maupun pada tataran global.

Tahun ini perayaan Global Tiger Day berhasil menjangkau ribuan orang dari ujung Pulau Sumatera hingga Pulau Jawa. Lebih dari sepuluh kota yakni Banda Aceh, Medan, Padang, Bengkulu, Pekanbaru, Palembang, Jambi, Sungai Penuh, Bukti Tigapuluh, Kampar, Bandar Lampung, Purwokerto, dan Jakarta bergabung menyelenggarakan peringatan GTD dengan mengusung tema Time for Tigers (#Time4Tigers).

Puncak acara Global Tiger Day di Jambi diwarnai oleh aksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, memusnahkan barang bukti hasil operasi penegakan hukum tumbuhan satwa liar. Barang bukti yang berhasil dimusnahkan berupa kulit harimau sumatera, taksidermi (offset) harimau sumatera, taksidermi kepala berbagai jenis rusa dan satwa lainnya serta tulang belulang harimau sumatera. @SumatranTigerID

NASIONAL

BULETIN TIGER EDISI PERDANA7

BENTANG ALAMBUKIT BARISAN SELATAN

Sumatran Tiger Dukung Kemah Konservasi

Proyek Sumatran Tiger di Bukit Barisan Selatan bersama mitra lembaga swadaya masyarakat dan instansi terkait lainnya bahu membahu mendukung pelaksanaan Kemah Konservasi pada tanggal 31 Maret sampai 2 April 2017 di Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Kemah Konservasi ini bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta terhadap aksi konservasi terutama aksi pelestarian harimau sumatera. Kemah ini juga menjadi media pendidikan lingkungan. Dalam kemah ini dikampanyekan upaya pelestarian Taman Nasional Bukit Barisan Selatan untuk menjadi habitat terbaik harimau sumatera di dunia.

Sebanyak 328 kader konservasi turut serta dalam acara yang dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya. Kemah Konservasi kali ini bersamaan dengan Hari Bhakti Rimbawan ke-34 serta merayakan Hari Hutan Internasional sebagai momentum penyadartahuan hutan sebagai bagian penting bagi kehidupan. @SumatranTigerID

BULETIN TIGER EDISI PERDANA8

Tiger dan TNBBSInisiasi Patroli Harimau

Proyek Sumatran Tiger di Bukit Barisan Selatan dan tim Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan melaksanakan patroli bersama perdana pada Mei dan Juni 2017. Patroli ini dilaksanakan di tiga tempat yang menjadi habitat harimau sumatera yaitu Merbak dan Sekincau di Lampung Barat serta Merpas di wilayah Bintuhan, Bengkulu Selatan.

Sebanyak 3 tim dimana masing-masing tim beranggotakan 3 orang yang terdiri dari polisi hutan dan masyarakat mitra polisi (MMP), turut serta dalam kegiatan patroli selama 7 hari ini. Tim patroli berupaya memantau penyebaran populasi satwa dan aktivitas manusia. Mereka juga memetakan distribusi ancaman, kehidupan liar dan kerusakan kawasan hutan.

Tim patroli berupaya meningkatkan kesadaran hukum masyarakat tentang perlunya menjaga kelestarian hutan, melakukan pendataan atau pembuatan peta kerawanan hutan, serta berupaya menyelesaikan kasus-kasus b