efek hrw terhadap kebugaran pre-comp

  • Published on
    06-Nov-2015

  • View
    4

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pre-minor thesis

Transcript

<p>BAB IPENDAHULUANLatar BelakangSejak seratus tahun yang lalu, skenario epidemiologi penyakit pada manusia tidak pernah mengalami perubahan secara signifikan.1 Berbeda pada abad ke-20, perkembangan luar biasa di bidang sains dan teknologi telah menyebabkan peningkatan pada angka harapan hidup secara drastis bersamaan dengan perubahan penyakit dari penyakit infeksi menjadi penyakit degeneratif kronik sebagai penyebab utama kematian.2Radikal bebas merupakan agen utama penyebab kondisi stres oksidatif yang dapat mengakibatkan kemunculan penyakit degeneratif kronik.3 Radikal bebas dapat terbentuk dari proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh atau dari faktor lingkungan, seperti paparan sinar-X, sinar UV, ozon, asap rokok, polusi udara dan zat kimia.4 Guna mencegah radikal bebas dalam menyebabkan kondisi stres oksidatif di dalam tubuh, dibutuhkan antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas tersebut.Hingga saat ini, terdapat lebih dari 4000 jenis antioksidan yang telah diteliti, namun dalam pengaplikasian pada manusia, antioksidan memiliki beberapa keterbatasan untuk bisa bersifat terapetik di dalam tubuh.5 Beberapa keterbatasan tersebut misalnya dikarenakan sifat dari antioksidan yang tidak permeabel terhadap membran sel menyebabkan antioksidan sulit untuk mencegah radikal bebas di dalam sel. Keterbatasan lain juga dikarenakan potensi toksisitas antioksidan yang tinggi. Contohnya pada vitamin C dan E, dibutuhkan dosis vitamin yang lebih tinggi dibanding batas toleransi vitamin yang dapat dikonsumsi untuk memperoleh efek antioksidan.5Salah satu bentuk antioksidan yang sangat potensial adalah hidrogen.4 Berbeda dengan antioksidan lain, hidrogen bersifat lebih terapetik dikarenakan hidrogen sangat permeabel terhadap membran sel, sehingga hidrogen lebih mudah menjangkau komponen seluler. Hidrogen juga memiliki efek toksisitas yang rendah, tidak mempengaruhi parameter fisiologis tubuh seperti temperatur, tekanan darah, pH dan pO2, dan memiliki efek sebagai anti-inflamasi, anti-alergi, serta anti-apoptosis.5Larutan yang mengandung kadar hidrogen terlarut yang tinggi disebut sebagai Hydrogen Rich Water (HRW).6 HRW bersifat sebagai antioksidan potensial dikarenakan HRW mengandung beragam agen aktif berupa: atom hidrogen, anion hidrogen, molekul hidrogen, mineral nanoparticle dan mineral nanoparticle hydrides.6 HRW terbukti memiliki sifat sebagai antioksidan yang selektif terhadap molekul radikal bebas, terutama radikal hidroksil (OH) yang sangat berbahaya bagi tubuh. HRW yang bersifat selektif tidak bereaksi terhadap radikal fisiologis, sehingga tidak mengganggu sistem kerja normal dari sel.7 HRW diketahui memperlihatkan efek sebagai anti-diabetes dengan cara mencegah peningkatan kadar glukosa darah dan HbA1c, meningkatkan pengambilan glukosa oleh sel, menaikkan kadar HDL serta menurunkan kadar LDL, kolesterol dan kreatinin. Efek anti-kanker juga diperlihatkan oleh HRW melalui penghambatan pertumbuhan sel tumor. Efek anti-neurodegeneratif diperlihatkan melalui penghambatan apoptosis sel saraf akibat ROS dan anti-aterosklerosis dengan menghambat oksidasi LDL. HRW juga diketahui dapat menurunkan efek samping yang ditimbulkan obat terapi kanker dan hemodialisa.6 Sampai saat ini, masih sedikit penelitian yang membuktikan pengaruh HRW terhadap kebugaran jasmani dibanding penelitian HRW terhadap penyakit, padahal kesehatan tidak hanya sebatas bebasnya tubuh dari penyakit, tetapi juga memiliki kebugaran jasmani, mental dan spiritual yang baik.8 Kebugaran jasmani didefinisikan sebagai kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan energi yang cukup tanpa menimbulkan kelelahan.9 Kebugaran jasmani yang baik dapat membantu seseorang melakukan suatu pekerjaan secara efisien serta dapat menjauhkan tubuh dari berbagai penyakit. Oleh karena itu, selain sehat dibutuhkan juga kebugaran jasmani yang baik demi memperoleh kualitas hidup yang maksimal. Sebuah penelitian sebeumnya telah dilakukan oleh Aoki et al.10 yang membuktikan bahwa konsumsi HRW dapat menurunkan tingkat kelelahan otot akibat latihan akut, tetapi penelitian ini hanya diujicobakan pada atlet yang telah beradaptasi baik terhadap kondisi stres oksidatif. Peneliti menduga HRW yang bersifat sebagai antioksidan bagi tubuh dapat meningkatkan kebugaran jasmani terutama terhadap daya tahan kardiorespirasi yang merupakan parameter terbaik dalam mengukur tingkat kebugaran jasmani. Oleh karena itu, berdasarkan dugaan tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Efek Konsumsi HRW terhadap Daya Tahan Kardiorespirasi.Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka masalah yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:Apakah konsumsi HRW memiliki efek terhadap peningkatan daya tahan kardiorespirasi pada tikus?</p> <p>Tujuan PenelitianTujuan dari penelitian ini adalah:1. Untuk mengetahui efek konsumsi HRW terhadap peningkatan daya tahan kardiorespirasi pada tikus.</p> <p>Kerangka PemikiranKerangka pemikiran pada penelitian ini didasarkan pada kajian pustaka bahwa radikal bebas dapat berasal dari faktor internal maupun eksternal tubuh. Faktor internal seperti: aktivitas fisik yang buruk, penuaan, genetik, kondisi patofisiologi, dan lain-lain. Diperparah oleh peningkatan faktor radikal yang berasal dari lingkungan, seperti: paparan sinar UV, patogen, zat kimia, asupan makanan, asap kendaraan, asap rokok, penipisan ozon, polusi udara, dan lain-lain. Pada akhirnya seluruh faktor ini akan meningkatkan paparan tubuh terhadap radikal bebas menjadi lebih tinggi. Antioksidan dapat menangkal efek negatif dari radikal bebas sehingga mampu menetralisir aktivitas oksidasi radikal bebas. Pada dasarnya tubuh telah memiliki mekanisme dalam mencegah radikal bebas ini dengan cara mensintesis antioksidan alami, seperti Superoksida dismutase (SOD), GPx, dan lain-lain. Berbagai faktor radikal bebas yang saat ini semakin meningkat di lingkungan dan yang diproduksi dalam tubuh dapat menyebabkan kondisi stres oksidatif ketika konsentrasi radikal bebas telah melebihi batas yang dapat ditoleransi oleh tubuh. Kondisi stres oksidatif disebabkan ketidakseimbangan antara kapasitas antioksidan dalam menetralisir kadar radikal bebas, sehingga peningkatan radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada komponen seluler serta menyebabkan kemunculan penyakit. Oleh karena itu, guna mencegah efek buruk radikal bebas tersebut dibutuhkan asupan antioksidan untuk meningkatkan kadar antioksidan di dalam tubuh.HRW sebagai antioksidan bekerja dengan cara menetralisir aktivitas oksidasi radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel, sehingga HRW memberikan efek positif terhadap kesehatan. Penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa HRW mampu mencegah penyakit kardiovaskular, menunda kelelahan otot, dan lain-lain. Didasarkan pada bukti bahwa HRW memberikan efek positif terhadap sistem kardiovaskular, respirasi, dan metabolisme, maka peneliti menduga bahwa HRW juga mampu meningkatkan daya tahan kardiorespirasi sebagai parameter utama kebugaran jasmani. Peningkatan daya tahan kardiorespirasi yang ditandai dengan optimalisasi konsumsi oksigen menyebabkan performa tubuh menjadi lebih meningkat saat beraktivitas. Secara kuantitatif optimalisasi konsumsi oksigen tersebut dapat diukur melalui nilai VO2 pada tubuh. </p> <p>Sumber radikal bebas eksternal:Sinar UV,Patogen,Zat kimia,Makanan,dll.Sumber radikal bebas internal:Aktivitas fisik,Umur ,Genetik,Patofisiologi,dll.</p> <p>Bagan 1.1 Kerangka PenelitianPeningkatan VO2 maxPenurunan VO2 maxKondisiStres oksidatifKonsumsi HRWSebagai antioksidanKadar radikal bebas melebihi kapasitas antioksidanAntioksidan endogenusRadikal bebasNetralisir radikal bebasPengaruh terhadap daya tahan kardiorespirasi</p> <p>Hipotesis PenelitianHipotesis yang diajukan di dalam penelitian ini adalah:H0 : Konsumsi HRW tidak meningkatkan daya tahan kardiorespirasi pada tikus. H1 : Konsumsi HRW meningkatkan daya tahan kardiorespirasi pada tikus.</p> <p>Manfaat PenelitianManfaat TeoritisPenelitian ini diharapkan dapat menghasilkan pengetahuan yang dapat berguna pada penelitian selanjutnya mengenai efek HRW terkait daya tahan kardiorespirasi.</p> <p>Manfaat Praktis1. Bagi KonsumenHasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan pengetahuan bagi konsumen HRW mengenai efek konsumsi HRW terhadap daya tahan kardiorespirasi.</p> <p>2. Bagi Praktisi Kesehatan Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar informasi bagi praktisi kesehatan dalam penatalaksanaan pasien terkait daya tahan kardiorespirasi.2</p> <p>1</p> <p>BAB IITINJAUAN PUSTAKA1 Kebugaran JasmaniDefinisi Kebugaran JasmaniKebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh dalam melaksanakan tugas sehari-hari dengan penuh kekuatan dan kewaspadaan; tanpa mengalami kelelahan berlebihan; dan memiliki energi yang cukup untuk menikmati kegiatan di waktu luang dan memenuhi keadaan darurat yang tidak terduga.11 Kebugaran jasmani merupakan sebuah atribut yang dimiliki oleh setiap orang.8 Sehingga, ketika seseorang bugar secara fisik maka orang tersebut mampu bekerja dan melakukan aktivitas dalam keseharian secara efisien, seperti mampu melaksanakan tugas keseharian di tempat kerja dan di rumah, serta masih memiliki energi yang cukup untuk menikmati olahraga serta aktivtas senggang lainnya. Dan juga, seseorang yang bugar secara fisik memiliki kemampuan yang baik dalam merespon situasi yang tidak terduga, misalnya dalam usaha mendapatkan pertolongan ketika dalam situasi berbahaya.8Kebugaran jasmani (physical fitness) merupakan salah satu komponen dari kebugaran (wellness), dan kebugaran didefinisikan sebagai kondisi seseorang dalam memperoleh kualitas hidup maksimal, yang meliputi: kebugaran fisik, emosional, sosial, dan intelektual. Kebugaran merupakan bagian dari kesehatan (health), dan makna dari kesehatan didefinisakan sebagai suatu keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit, namun juga memiliki tingkat kebugaran yang optimal.9</p> <p>Komponen Kebugaran JasmaniKebugaran jasmani terdiri dari 11 komponen yang berbeda yang terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu 5 komponen dari kebugaran jasmani terkait kesehatan (health-related physical fitness) dan 6 komponen dari kebugaran jasmani terkait keterampilan (skill-related physical fitness).8,12Komponen kebugaran jasmani terkait kesehatan:1. Daya tahan jantung paru (cardiorespiratory endurance)2. Daya tahan otot (muscular endurance)3. Kekuatan otot (muscular strength)4. Kelentukan (flexibility)5. Komposisi tubuh (body composition)Komponen kebugaran jasmani terkait keterampilan:1. Kecekatan (agility)2. Keseimbangan (balance)3. Kecepatan (speed)4. Koordinasi (coordination)5. Daya ledak otot (power)6. Waktu reaksi (reaction and movement time)</p> <p>Kebugaran Jasmani Terkait KesehatanKebugaran jasmani terkait kesehatan membantu tubuh beradaptasi dalam menjalankan aktivitas fisik, menjaga tubuh tetap sehat dan melindungi tubuh dari penyakit.12 Kebugaran jasmani terkait kesehatan terdiri dari 5 komponen, antara lain: daya tahan jantung paru, daya tahan otot, kekuatan otot, komposisi tubuh, dan kelentukan.Daya tahan kardiorespirasi atau kebugaran jantung-paru adalah kemampuan untuk melakukan latihan fisik dalam waktu lama dan dinamis. Dengan daya tahan kardiorespirasi yang baik, paru-paru mampu mengambil oksigen dari udara secara optimal, jantung mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh dan energi dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan tubuh.12Daya tahan otot adalah kemampuan otot dalam menahan kelelahan dan mempertahankan ketegangan kontraksi dalam waktu yang lama, yang dipengaruhi oleh ukuran sel otot, kemampuan otot dalam menyimpan energi, dan suplai darah ke otot. Daya tahan otot yang baik dibutuhkan untuk menjaga postur tubuh, mencegah nyeri punggung, dan menjaga tubuh dari beban fisik.12Kekuatan otot adalah jumlah gaya yang dihasilkan sebuah otot dalam satu kali usaha maksimal, yang dipengaruhi oleh ukuran dari sel otot dan kemampuan saraf dalam meningkatkan kerja otot. Kekuatan otot yang baik berguna dalam menjaga postur tetap tegak, meringankan kerja dalam aktivitas sehari-hari, dan mencegah nyeri punggung.12Kelentukan atau fleksibilitas adalah kemampuan mendayagunakan otot dan persendian dalam mencapai jelajah gerak sendi (range of motion). Kelentukan dipengaruhi oleh struktur sendi, ukuran dan elastisitas jaringan ikat, dan aktivitas sistem saraf. Kelentukan yang baik berperan dalam mendukung pergerakan.12Komposisi tubuh adalah persentase berat badan yang terdiri dari lemak dibandingkan dengan jaringan lain, seperti tulang dan otot. Komposisi tubuh dengan level lemak tubuh yang rendah memliki efek yang baik terhadap kesehatan karena telah terbukti bahwa proporsi lemak tubuh yang tinggi dapat menjadi faktor resiko penyebab penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dll.8</p> <p>Kebugaran Jasmani Terkait KeterampilanSelain dari 5 komponen kebugaran jasmani terkait kesehatan, terdapat pula 6 komponen kebugaran jasmani terkait keterampilan. Kebugaran jasmani terkait keterampilan membantu tubuh bekerja dengan baik dalam olahraga dan aktivitas spesifik yang membutuhkan keterampilan khusus. Enam komponen kebugaran jasmani terkait keterampilan antara lain: kecekatan, keseimbangan, kecepatan, koordinasi, daya ledak otot, waktu reaksi.Kecekatan adalah kemampuan dalam mengubah posisi tubuh dalam waktu singkat secara akurat, keseimbangan adalah kemampuan menjaga ekuilibrium saat dalam posisi bergerak atau posisi diam, kecepatan adalah kemampuan melakukan pergerakan dalam waktu singkat, koordinasi adalah kemampuan dalam menggunakan indera secara bersamaan dengan bagian tubuh dalam melakukan pergerakan, daya ledak otot adalah kemampuan untuk mengerahkan kekuatan secara spontan melalui kombinasi kekuatan dan kecepatan, dan waktu reaksi adalah kemampuan untuk merespon dan bereaksi secara cepat terhadap stimulus.12</p> <p>Daya Tahan KardiorespirasiDiantara 11 komponen kebugaran jasmani, daya tahan kardiorespirasi atau daya tahan jantung-paru (cardiovascular endurance) merupakan komponen yang paling penting terhadap kebugaran jasmani. Salah satu manfaat memiliki daya tahan kardiorespirasi yang baik adalah dapat mencegah kemunculan berbagai penyakit sehingga meningkatkan peluang untuk hidup lebih lama.8 Daya tahan kardiorespirasi adalah kemampuan untuk melakukan latihan fisik dalam waktu lama dan dinamis tanpa henti. Daya tahan kardiorespirasi juga diartikan sebagai kemampuan jantung dalam memompa darah, paru-paru dalam melakukan respirasi dan kontraksi otot dalam waktu yang lama, secara terus menerus tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan segara pulih dalam waktu yang singkat.13 Oleh karena itu, daya tahan kardiorespirasi yang baik membutuhkan kinerja yang optimal dari jantung, paru-paru, darah, pembuluh darah, dan otot.12 Istilah lain untuk daya tahan kardiorespirasi yang sering digunakan namun memiliki makna serupa antara lain: kebugaran jantung-paru atau kardiorespirasi (cardiorespiratory fitness), daya tahan jantung-pembuluh (cardiovascular fitness), dan kebugaran jantung-pembuluh (cardiovascular fitness).</p> <p>VO2 M...</p>