efektivitas penerapan strategi ttw dalam pembelajaran matematika

  • Published on
    13-Jan-2017

  • View
    218

  • Download
    4

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li><p>Journal of EST, Volume 1, Nomor 2 September 2015 hal 73 85 74ISSN:2460-1497</p><p>Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar Copyright2015 JEST</p><p>EFEKTIVITAS PENERAPAN STRATEGI TTW DALAM PEMBELAJARANMATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA</p><p>Patmawati1, Abdul Rahman2, dan Asdar31Guru SMPS PPM Rahmatul Asri,</p><p>Program Studi S2 Pendidikan Matematika PPs UNMe-mail: fatmamuliawan@ymail.com</p><p>ABSTRACTThe research aims at discovering the effectiveness level of the Think Talk Write (TTW)Strategy in mathematics learning based on the students learning styles at SMPS PPMRahmatul Asri Enrekang. This researchis pre-experimental design with one grouppretest-posttest design. The population in this research was all female students of classVIII at SMPS PPM Rahmatul Asri Enrekang which consisted of 3 classes and the samplesof this research were class VIIIE with 20 persons and class VIIIF with 24 persons whichhad the same treatment, so the sample in this research counted as one group. Thesampling technique was conducted by employing stratified cluster random sampling. Thedata collected consisted of the students learning outcomes, the students response data,and the learning implementation data. The results of the research reveal that (1)teachers activities in presenting the learning process with the implementation of TTWstrategy is in good category, (2) the studens learning outcomes after the implementationof TTW strategy is better then the students learning outcomes before TTW strategy isimplemented, (3) the students response whether visual, auditorial, and kinestetic styletoward the lesson plan is in positive category, (4) students activities in learning processwith TTW strategy implementation is in good category. The result of inferential analysisby using One Way Anova test shows that the TTW strategy implementation is effective inMathematics learning, especially in cube and rectangle material.</p><p>Keywords: TTW Strategy, Mathematics learning, Students learning style</p><p>ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keefektivan penerapan strategi ThinkTalk Write (TTW) dalam pembelajaran matematika ditinjau dari gaya belajar siswaKelas VIII Putri SMPS PPM Rahmatul Asri Enrekang. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental design dengan one group pretest-posttes design. Populasi dalam penelitianini adalah seluruh siswa kelas VIII Putri SMPS PPM Rahmatul Asri Enrekang yangterdiri atas tiga kelas, dan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIIIE sebanyak 20orang dan kelas VIIIF sebanyak 24 orang dengan perlakuan yang sama, sehingga sampeldalam penelitian ini terhitung one group. Adapun teknik pengambilan sampel dilakukandengan cara stratified cluster random sampling. Data yang dikumpulkan terdiri daridata hasil belajar siswa, data respon siswa terhadap perangkat pembelajaran, dataaktivitas siswa dalam pembelajaran, dan data keterlaksanaan pembelajaran. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: (1) Aktivitas guru dalam mengelola pembelajarandengan penerapan strategi TTW berada pada kategori baik, (2) Hasil belajar siswasetelah penerapan strategi TTW lebih baik daripada hasil belajar siswa sebelumpenerapan strategi TTW, dari ketiga kelompok gaya belajar siswa SMPS PPM RahmatulAsri, diperoleh hasil belajar siswa auditorial lebih baik daripada siswa visual dankinestetik, (3) Respon siswa baik siswa visual, auditorial, dan kinestetik terhadapperangkat pembelajaran berada pada kategori sangat positif, (4) Aktivitas siswa selamapembelajaran dengan penerapan strategi TTW berada pada kategori baik. Hasil analisisinferensial dengan menggunakan uji One Way Anova menunjukkan bahwa penerapan</p><p>74</p></li><li><p>Journal of EST, Volume 1, Nomor 2,. September 2015 hal 74 86 75</p><p>Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar Copyright2015 JEST</p><p>strategi TTW efektif dalam pembelajaran matematika khususnya pada materi kubus danbalok.</p><p>Kata Kunci : Strategi TTW, Pembelajaran Matematika, Gaya Belajar Siswa</p><p>PENDAHULUAN</p><p>Pendidikan merupakan salah satuinstrumen utama dalam pengembangan sumberdaya manusia (SDM). Selain peserta didik yangmenjadi subjek utama dalam pendidikan, tenagakependidikan dalam hal ini guru juga merupakansalah satu unsur yang berperan pentingdidalamnya, guru memiliki tanggung jawabuntuk mengembangkan tugas dan mengatasisegala permasalahan yang muncul. Dalammengatasi permasalahan yang sering dijumpaidalam kehidupan kita sehari-hari tidak lepas darikata perhitungan, yang mana ini merupakansalah satu topik utama yang diajarkan dalampembelajaran matematika.</p><p>Matematika yang diajarkan di sekolahmemiliki peranan yang sangat penting dalammeningkatkan kualitas SDM, karena matematikamerupakan salah satu sarana untuk berfikir logis,analitis, kreatif dan sistematis yang memudahkandalam membuat inovasi baru dalam kehidupansehari-hari terutama dalam memahami danmemecahkan suatu masalah matematika denganbaik. Selain itu, sebagai salah satu disiplin ilmu,matematika juga menjadi pendukung bagikeberadaan ilmu-ilmu yang lain. Oleh karena itu,siswa diharapkan dapat menguasai matematikapada tingkat tertentu, sehingga berguna sebagaibekal siswa dalam berkompetensi pada masayang akan datang.</p><p>Opini pada sebagian besar siswaSMPS Pondok Pesantren Rahmatul AsriEnrekang, matematika adalah pelajaran yangsulit dan abstrak, karena yang mereka perolehdan ketahui selama ini bahwa matematika selaluberhubungan dengan angka-angka, simbol-simbol, dan rumus-rumus yang sulit untukdipahami. Berdasarkan pada perolehan rata-ratahasil belajar siswa kelas VIII Putri pada tigasemester terakhir berturut-turut, yaitu kelas VIIIE(72, 70, 73), kelas VIIIF (69, 71, 66), dan kelasVIIIG (67.53, 64, 65). Dari nilai rata-rata hasilbelajar siswa, terlihat bahwa hasil belajar siswabelum memenuhi kriteria ketuntasan minimal(KKM) yang telah ditetapkan pada sekolah</p><p>tersebut. Selain itu peneliti jega memperolehinformasi bahwa sebagian besar siswa masihkurang memahami konsep-konsep yang terdapatdalam matematika dan sulitnya siswaberkomunikasi secara matematik yang mana iniditandai dengan kurangnya keaktifan siswadalam pembelajaran matematika, kurangnya rasapercaya diri siswa dalam mengemukakanpendapat, proses berfikir siswa masih berpusatpada penjelasan guru, dan sulitnya siswamenganalisa materi yang sedang diajarkan.Selain itu, sebagian besar siswa merespon negatifpembelajaran matematika, sehinggamengakibatkan siswa malas bahkan tidakberminat untuk belajar matematika. Hal inidikarenakan pada waktu mengajar, guru belummenggunakan metode atau strategi pembelajaranyang dapat mendorong siswa untuk belajar,berpikir dan melibatkan siswa secara aktif dalampembelajaran matematika.</p><p>Hal ini dapat mengakibatkanpencapaian tujuan pembelajaran tidak optimal.Untuk mewujudkan tujuan pembelajarantersebut, guru hendaknya memilih danmenggunakan metode atau strategi pembelajaranyang melibatkan siswa secara aktif dalampelaksanaan kegiatan belajar mengajar, baiksecara mental, fisik maupun sosial. Untukmengatasi permasalahan di atas guru perlumerancang suatu pembelajaran yangmembiasakan siswa untuk aktif dalammengkonstruksi pengetahuannya dan melakukananalisis dengan harapan dapat meningkatkanhasil belajar siswa di bidang matematika. Salahsatu alternatif strategi pembelajaran yang dapatdigunakan untuk meningkatkan proses berpikirdan pemahaman siswa akan pelajaranmatematika adalah strategi TTW (Think-Talk-Write).</p><p>Menurut hasil penelitian yangdilakukan oleh Amran Hapsan (2014) yangmenyatakan bahwa pembelajaran denganmenggunakan strategi ini dapat meningkatkankualitas pembelajaran SPLDV melalui penerapanstrategi Think Talk Write (TTW) pada siswa kelasVIIIC SMP negeri 4 Sungguminasa. Dari</p></li><li><p>Patmawati, Efektifitas Penerapan Strategi 76</p><p>Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar Copyright2015 JEST</p><p>penelitian tersebut strategi pembelajaran TTW dinilai tepat untuk mengatasi masalah siswa dalambelajar matematika, yang mana hal ini ditandaidengan adanya peningkatan aktivitas siswaantara lain siswa menjadi lebih aktif bertanya,menanggapi pertanyaan dan membuatkesimpulan, serta siswa terlihat memperhatikanpelajaran dengan tenang dan fokus sehinggamereka bisa menjawab pertanyaan mengenaimateri pelajaran dengan baik dan benar.</p><p>Strategi TTW diperkenalkan olehHuinker dan Laughlin (Jumanta, 2014: 217) inipada dasarnya dibangun melalui berpikir,berbicara, dan menulis. Alur kemajuan strategiTTW dimulai dari keterlibatan siswa dalamberfikir atau berdialog dengan dirinya sendirisetelah proses membaca selanjutnya berbicaradan membagi ide dengan temannya sebelummenulis. Suasana seperti ini lebih efektif jikadilakukan dalam kelompok kecil yang heterogendengan 3-5 siswa. Dalam kelompok ini siswadiminta membaca, membuat catatan kecil,menjelaskan, mendengar, dan membagi idebersama teman kemudian mengungkapkannyamelalui tulisan.</p><p>Adapun esensial dari strategipembelajaran ini melibatkan tiga aspek pentingyang harus dikembangkan dan dilakukan dalampembelajaran matematika yaitu :</p><p>Think diartikan sebagai berpikir.Solso (Wahidah, 2010:19) mengemukakanbahwa berpikir adalah sebuah proses dimanarepresentasi mental baru dibentuk melaluitransformasi informasi dengan interaksi yangkompleks atribut-atribut mental seperti penilaian,abstraksi, logika, imajinasi, dan pemecahanmasalah. Berdasarkan pengertian tersebuttampak bahwa tiga pandangan dasar tentangberpikir, yaitu: (1) berpikir adalah kognitif, yaitutimbul secara internal dalam pikiran tetapi dapatdipikirkan dari perilaku, (2) berpikir merupakanproses yang melibatkan beberapa manipulasipengetahuan dalam sistem kognitif, dan (3)berpikir diarahkan dan menghasilkan perilakuuntuk memecahkan masalah atau diarahkan padasolusi.</p><p>Setelah tahap think selesai, aspekberikutnya yang harus dilakukan adalah tahaptalk yaitu berkomunikasi dengan menggunakankata-kata dan bahasa yang mereka pahami. Faseberkomunukasi (talk) pada strategi inimemungkinkan siswa untuk terampil berbicara.</p><p>pada umunya berkomunikasi dapat berlangsungalami, tetapi menulis tidak. Proses komunikasidipelajari siswa melalui kehidupannya sebagaiindividu yang berinteraksi dengan lingkungansosialnya. Secara alami dan mudah proseskomunikasi dapat dibangun di kelas dandimanfaatkan sebagai alat sebelum menulis.Pemahaman dibangun melalui interaksinyadalam diskusi. Diskusi diharapkan dapatmenghasilkan solusi atas masalah yangdiberikan. Diskusi pada fase talk ini merupakansarana untuk mengungkapkan dan merefleksikanpikiran siswa.</p><p>Selanjutnya fase write yaitumenuliskan hasil diskusi pada lembar kerja yangdisediakan (LKS). Aktivitas menulis berartimengkonstruksi ide, karena setelah berdiskusiantar teman, siswa kemudianmengungkapkannya melalui tulisan. Menulisdalam matematika membantu merealisasikansalah satu tujuan pembelajaran, yaitupemahaman siswa tentang materi yang dipelajari(Martinis Yamin, 2008:87). Aktivitas siswaselama tahap (write) ini adalah (1) menulis solusiterhadap masalah/pertanyaan yang diberikantermasuk perhitungan, (2) mengorganisasikansemua pekerjaan langkah demi langkah, baikpenyelesaiannya ada yang menggunakandiagram, grafik, ataupun tabel agar mudah dibacadan ditindaklanjuti, (3) mengoreksi semuapekerjaan sehingga yakin tidak ada pekerjaanataupun perhitungan yang ketinggalan, (4)meyakini bahwa pekerjaannya yang terbaik yaitulegkap, mudah dibaca dan terjamin keasliannya(Martinis Yamin, 2008: 87-88 (Jumanta, 2014:217)).</p><p>Tahap terakhir dari strategi TTWadalah presentasi. Hal ini dimaksudkan agarsiswa dapat berbagi pendapat dalam ruanglingkup yang lebih besar yaitu dengan teman satukelas. Presentasi ini disampaikan oleh salahseorang perwakilan kelompok yang dilakukan didepan kelas, setelah sebelumnya siswa yangbersangkutan menuliskan jawaban kelompoknyadi papan tulis. Setelah selesai presentasi,kemudian dibuka forum tanya jawab dimanasemua siswa berhak mengajukan pertanyaan ataupendapat yang sifatnya mendukung jawabanataupun menyanggah jawaban temannya yangpresentasi. Setelah tanya jawab selesai,dilakukan sebuah penyimpulan bersama tentangmateri yang dipelajari.</p></li><li><p>Journal of EST, Volume 1, Nomor 2,. September 2015 hal 74 86 77</p><p>Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar Copyright2015 JEST</p><p>Dalam kegiatan pembelajaranterdapat beberapa komponen yang salingmempengaruhi satu sama lain dalam upayapencapaian tujuan pembelajaran, baik itu dariguru sebagai pengajar dan pendidik maupunsiswa sebagai peserta didik. Selain penggunaanmetode atau strategi yang tepat, guru jugahendaknya memperhatikan beberapa aspekpendukung, salah satunya adalah gaya belajaryang dominan dimiliki siswa, karena setiap siswamempunyai gaya atau cara belajar yang berbeda-beda dalam menyerap informasi yang diberikanoleh guru.</p><p>Gaya belajar merupakan carakonsisten yang ditunjukkan individu untukmenyerap, mengatur, mengelola informasidengan mudah dalam proses belajar agar tercapaihasil yang diinginkan. Gaya belajar adalah gayayang dipilih seseorang dalam menerimainformasi atau pengetahuan dalam suatu prosespembelajaran. Deporter dan Hernacki (2003:110) mengemukakan bahwa gaya belajarmerupakan kunci untuk mengembangkan kinerjadalam pekerjaan, di sekolah, dan dalam situasi-situasi antar pribadi. Santrock (2011: 155) jugamengemukakan definisi gaya belajar merupakanpreferensi individual dalam menggunakankemampuannya. Sedangkan gaya belajarmenurut Keefe (Ghufron dan Risnawati, 2012:43) adalah suatu karakteristik kognitif, afektif,dan perilaku psikomorik, sebagai indikator yangbertindak relatif stabil untuk siswa merasa salingberhubungan dan bereaksi terhadap lingkunganbelajar. Selain itu Keef juga mengatakan bahwagaya belajar merupakan metode yang dimilikisiswa untuk mendapatkan informasi, sehinggapada prinsipnya gaya belajar merupakan bagianintegral dalam siklus belajar aktif. Secara umumGhufron dan Risnawita (2012 :42) menyim-pulkan bahwa gaya belajar diasumsikan mengacupada kepribadian-kepribadian, pilihan-pilihan,dan perilaku-perilaku yang digunakan olehindividu untuk membantu dalam belajar padasituasi yang telah dikondisikan.</p><p>Dari definisi gaya belajar diatas makadapat disimpulkan bahwa gaya belajar seseorangadalah kombinasi dari bagaiman seseorangmenyerap, lalu mengatur dan mengolahinformasi atau pelajaran yang diperoleh dalamproses pembelajaran.</p><p>Santrock (2012:156) mengungkapkanbahwa tak satu pun dari kita yang memiliki satu</p><p>gaya belajar. Akan tetapi setiap individumemiliki ratusan gaya belajar yang dikemukakanoleh para pendidik dan psikolog. Oleh karena itugaya belajar peserta didik merupakan salah satukomponen yang penting untuk diketahui gurusebagai keunikan yang dimiliki oleh siswa dalamproses belajar mengajar, karena gaya belajaryang dimiliki siswa mempengaruhi aktivitassiswa dalam KBM didalam kelas. Secara umumtipe gaya belajar seseorang dikelompokkanmenjad tiga tipe yaitu (1) gaya belajar visual:belajar dengan mengandalkan penglihatan; (2)gaya belajar auditorial: belajar denganmengandalkan pendengaran; (3) gaya belajarkinestetik: belajar dengan mengandalkangerakan/sentuhan</p><p>Berdasarkan hasil penelitian terkaitdengan gaya belajar yang telah dilakukan olehFaridha (2012) dengan judul Pe...</p></li></ul>

Recommended

View more >