Ekstra & Intra.pdf

  • Published on
    07-Feb-2016

  • View
    27

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li><p> 31 </p><p>BAB III </p><p>KURIKULUM PENDIDIKAN DI PPTMI DARUL AMANAH DAN KEBUTUHAN MASYARAKAT DESA NGADIWARNO KEC. SUKOREJO </p><p>KAB. KENDAL </p><p>A. GAMBARAN UMUM PPTMI DARUL AMANAH 1. Letak Geografis </p><p>PPTMI Darul Amanah (PPTMI DA) berdiri tahun 1990 adalah Fillial Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta dan satu-satunya pondok pesantren alumni Gontor di Kabupaten Kendal.(14) Program pendidikan, kurikulum aktifitas santri, disiplin dan tata tertibnya secara bertahap akan disamakan dengan pondok pesantren Darunnajah Jakarta dan pondok pesantren modern Gontor.(2) PPTMI DA terletak di atas tanah wakaf seluas 5 Ha, yang berkedudukan dan berkantor pusat di Jl. Plantungan-Sukorejo km 4. Kabunan, Ngadiwarno, Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah. Letak semacam ini sangatlah strategis, karena terletak di tepi jalan raya (jalur bebas) Magelang-Pekalongan via Sukorejo.(3) </p><p>Secara geografis letak PPTMI DA di atas ketinggian 1500 m dari permukaan air laut. Suhu udara berkisar 15 s/d 28</p><p>0 C. di sebelah timur PPTMI DA adalah perkampungan Kabunan Desa Ngadiwarno, sedangkan sekelilingnya adalah perkebunan, sawah dan hutan pinus. </p><p>Batas wilayah Desa Ngadiwarno yaitu : sebelah timur berbatasan dengan Desa Selokaton, sebelah barat berbatasan dengan Desa Jurang Agung Kec. Plantungan, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Peron, sebelah utara berbatasan dengan Desa Gondoharum Kec. Pageruyung.(4) </p><p>14 Wawancara dengan KH. Masud Abdul Qodir, Pengasuh PPTMI DA dan Kepala MA DA </p><p>pada tanggal 17 Juni 2004 2 Studi Dokumentasi, KH. Masud Abdul Qodir, Khutabul Arsy, pekan perkenalan di </p><p>PPTMI DA, (Kendal : PPTMI DA, 2001/2003), hlm. 7 3 Studi Observasi pada tanggal 17 Juni 2004 </p><p>4 Ibid </p></li><li><p> 32 </p><p>2. Sistem Pendidikan Sistem pendidikan dan pengelolaan santri yang mukim 24 jam </p><p>dilaksanakan oleh assatid (para guru) yang mukim. Untuk pelajaran dan pendidikan formal(5) diselenggarakan pada siang hari mulai dari jam 07.00 s/d 13.00 WIB adalah pelajaran TMI yaitu perpaduan kurikulum Depag, Kulliyyatul Muallimin Al-Islamiyyah (KMI) Gontor dan pondok pesantren Salaf. Pendidikan formal siang hari mengikuti Ujian Negara MTs dan MA keduanya bersatus diakui. Sementara sore harinya para santri mengikuti kegiatan ekstra,(6) seperti kursus Bahasa Arab, Bahasa Inggris, pramuka, bela diri, menjahit, seni baca Al-Quran, sablon, Marching Band, Tahfidul Quran dan sebagainya. </p><p>Guna menunjang keberhasilan pendidikan di PPTMI DA, pesantren merekrut tenaga pengajar dari berbagai disiplin ilmu, baik yang berbasis Pesantren Salaf, Pesantren Modern, Perguruan Tinggi Islam maupun Perguruan Tinggi Umum. </p><p>Bahasa yang digunakan di PPTMI DA adalah Bahasa Indonesia, Arab dan Bahasa Inggris. Nama Darul Amanah ini didasarkan pada kronologi berdirinya PPTMI DA, yaitu pada tahun 1990 tiga orang alumni Pondok Modern Gontor, yaitu KH. Jamhari Abdul Jalal, S. Pd. i,(7) serta KH. Masud Abdul Qodir, dan ustad Junaidi Abdul Jalal, S. Pd. i,(8) serta tokoh masyarakat yaitu Slamet Prawiro, mereka sepakat untuk mendirikan sebuah pondok pesantren di atas tanah wakaf dan amanat dari Hj. Aminah dan suaminya H. Sulaiman, maka pondok tersebut dinamakan Darul Amanah.(9) </p><p>5 Di ikuti oleh semua santri yang mukim maupun yang pulang pergi (laju) </p><p>6 Kegiatan ekstra ini ada yang diharuskan untuk diikuti oleh semua santri dan ada yang </p><p>merupakan pilihan mereka sendiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya. 7 Adalah Ketua Yayasan PPTMI DA dan Pengurus Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta </p><p>8 Yang pertama adalah Pengasuh dan Kepala Madrasah Aliyah PPTMI DA, sedangkan </p><p>yang kedua adalah Wakil Pengasuh, Kepala Madrasah Tsanawiyah PPTMI DA dan Ketua Pusat Informasi PPTMI DA. </p><p>9 Wawancara dengan KH. Junaedi Abdul Jalal, , S. Pd. i, pada tanggal 18 Juni 2004 </p></li><li><p> 33 </p><p>Adapun visi, misi dan tujuan PPTMI adalah sebagai berikut : 1. Visi : terbentuknya lembaga pendidikan agama yang Islami dan </p><p>bermutu yang mampu melahirkan generasi yang menguasai ilmu-ilmu agama dan menguasai IPTEK dan kebebasan berfikir, mandiri, berakhlak mulia dan kerangka karangan konstruktif dan inovatif. </p><p>2. Misi </p><p>a. Melaksanakan pendidikan dan Proses Belajar Mengajar (PBM) yang mengarah pada pendidikan yang Islami. </p><p>b. Melaksanakan pendidikan dan PBM yang menyeimbangkan pengajaran ilmu agama dan ilmu umum dan teknologi. </p><p>c. Menyelenggarakan pendidikan keterampilan yang tepat guna santri. </p><p>d. Menyelenggarakan pendidikan yang memberi ruang bagi santri/siswa untuk berfikir bebas, berinovasi dan berkreasi. </p><p>3. Tujuan Ikut serta (berpartisipasi aktif) dalam pembangunan manusia </p><p>Indonesia seutuhnya, khususnya pada bidang pendidikan, kesehatan, sosial untuk mewujudkan manusia Indonesia yang sehat, sejahtera, berpandangan luas, berakhlak luhur, beramal ikhlas, cinta kepada nusa dan bangsa serta bertakwa kepada Allah SWT dan mampu mengamalkan ajarannya.(10) </p><p>Menurut Junaedi Abdul Jalal,(11) secara umum kurikulumnya menitik beratkan pada kemampuan berbahasa Arab secara aktif maupun pasip (Maharotul Kalam, Khitabah, Qiroah dan Istima) begitu pula dengan Bahasa Inggris untuk menguasai ketrampilan speaking, reading, listening, dan writing. </p><p>Sejak tahun ajaran 1999/2000 telah dibuka Perguruan Tinggi Agam Islam Fakultas Tarbiyah Jurusan PAI, Sekolah Tinggi Agama Islam Wali Sembilan (SETIA WAS) Program SI dan PGSD program </p><p>10 Studi Dokumentasi, Drs. Isnanto, Compani Profile PPTMI DA, (Kendal PPTMI DA, </p><p>2004), hlm 2-3 11</p><p> Wawancara dengan KH. Junaedi Abdul Jalal, , S. Pd. i, pada tanggal 18 Juni 2004 </p></li><li><p> 34 </p><p>D2 dengan Sertifikasi Diknas, dan di tahun ke-14 ini dibuka SMKN I Kendal di PPTMI DA dengan spesialisasi Tata Busana.(12) </p><p>B. KURIKULUM PENDIDIKAN DI PPTMI DARUL AMANAH </p><p>1. Materi pendidikan di PPTMI Darul Amanah Materi pendidikan yang diajarkan di PPTMI Darul Amanah </p><p>merupakan perpaduan materi Depag, KMI Gontor dan pondok serta pesantren Salaf. </p><p>a. Materi Depag meliputi : </p><p>1) Pengetahuan Agama Islam - Al-Quran Hadist, - Aqidah Akhlaq, - Fiqih, </p><p>- Bahasa Arab /Talimullugah, - Sejarah Kebudayaan Islam. </p><p>2). Pengetahuan umum sosial dan eksak - Bahasa Inggris - Ekonomi /Akuntansi - Sejarah Nasional Umum - Geografi - Bahasa Indonesia - Sosiologi - PPKN - Antropologi </p><p>- Matematika - Tata Negara </p><p>- Fisika - Penjaskes - Biologi - Kertangkes (menjahit, - Kimia elektronik dan komputer) </p><p>b. Materi KMI Gontor (Muatan Lokal), meliputi : - Mahfudat - Tamrinat - Tajwid - Nahwu - Al-Hadis - Shorof </p><p>12 Wawancara dengan Ustadz Damami, adalah mahasiswa semester VI SETIA WS, pada </p><p>tanggal 18 Juni 2004 </p></li><li><p> 35 </p><p>- Usul Al-Fiqh - Khot (Kaligrafi) - Ibadah Amaliyah - Grammar - Durrussullugah - Didaktif Metodik - Mutalaah - Qiroaturrasyidah - Insya - Komputer(13) </p><p>c. Materi Pesantren Salaf, meliputi : </p><p>- Al-Quran + Hidayah Al-Sibyan - Al-Fiyah - Safinah Al-Najah `` - Nasaihul Ibad - Riyadul Badiah - Fathul Muin - Talim Mutaalim - Majalisus Saniyyah - Jurumiyyah - Tafsir Jalalain </p><p>- Amriti - Tafsir Yasin.(14) </p><p>2. Proses Belajar Mengajar di PPTMI Darul Amanah Proses belajar mengajar di PPTMI berlangsung selama 24 jam, </p><p>yaitu pola pembelajaran tuntas (mastery learning) didasarkan pada panca jiwa dan panca bina pesantren,(15) Adapun perinciannya adalah sebagai berikut : a. Panca jiwa pondok pesantren </p><p>1).Jiwa Keikhlasan Semua aktivitas, jasa maupun karya harus didasarkan </p><p>pada jiwa keikhlasan, jiwa ini meliputi segenap suasana dalam proses belajar mengajar. Hal ini terlihat dimana Kyai dan para ustad ikhlas dalam mendidik dan mengajar, para santri ikhlas dalam belajar, pengurus ikhlas mengurus organisasinya tanpa ada imbalan materiil dan ikhlas menerima perbaikan (kritik) dari bawahannya, begitu juga anggota ikhlas menjalankan peraturan yang berlaku. </p><p>13 Studi Dokumentasi, Drs. Isnanto, OP.Cit, hlm. 10 </p><p>14 Ibid, hlm. 2 </p><p>15 Dokumentasi dan wawancara dengan ustadz Junaedi Abdul Jalal, S. Pd. i, pada tanggal </p><p>18 Juni 2004 </p></li><li><p> 36 </p><p>Menurut ustad Junaedi jiwa keikhlasan ini jangan hanya diartikan sebagai sesutau barang mati tanpa ada kreatifitas. Seharusnya keikhlasan harus dipahami sebagai kerelaan dan tanggug jawab yang harus dijunjung tinggi, sehingga akan tercipta suasana yang kondusif dalam PBM, suasana yang harmonis antar kyai, guru dan santri, dan hal ini akan meminimalisir ambisi dan sentimen pribadi. Dari rutinitas yang didasari jiwa keikhlasan yang mendalam diharapkan agar setiap santri mampu mengimplementasikannya pada kehidupan masa mendatang. </p><p>2).Jiwa Kesederhanaan Jiwa kesederhanaan adalah jiwa yang mendorong </p><p>seseorang untuk hidup bersama tanpa kemewahan. Menurutnya dibalik kesederhanaan itu tersimpan kekuatan dan ketabahan hati serta penguasaan diri dalam menghadapi perjuangan hidup dengan segala kesulitannya. Dengan jiwa kesederhanan antara yang kaya secara materiil dengan yang kurang mampu secara materiil akan terjadi hubungan yang harmonis antar sesamanya. Dengan demikian suasana PBM berlangsung secara elegan dalam mencapai tujuan. </p><p>3).Jiwa Berdikari Kehidupan santri di pondok pesantren tentulah sangat </p><p>jauh dari orang tua dan keluarga, hal ini akan menumbuhkan pada diri setiap santri untuk hidup tidak menggantungkan kepada orang lain. Mereka mengerti dan memahami tugas dan tanggungjawabnya masing-masing.(16) Kondisi seperti inilah yang akan membangkitkan suasana PBM yang kompetitif, </p><p>16 Hal ini bukan berarti bahwa harus bersifat dan bersikap kaku sehingga tidak mau </p><p>menerima bantuan orang lain, bahkan tetap diterima dengan tangan terbuka sepanjang hal itu tidak mengikat. </p></li><li><p> 37 </p><p>sportif antara sesama santri untuk berkreasi berinovasi dan berprestasi. </p><p>4).Jiwa Ukhuwah Islamiyah Keberadaan para santri dalam suatu komunitas yang </p><p>sama di pondok pesantren dijalin oleh ikatan persahabatan yang akrab dan harmonis sehingga kesulitan nasib dan masalah-masalah kehidupan sehari-sehari dalam pondok pesantren dirasakan bersama. Menurut ustadz Junaedi konsep hidup secara kekeluargaan ini merupakan impelementasi nyata sari ayat-ayat Allah dalam kehidupan sehari-hari dalam pondok pesantren. Diantara ayat-ayat tersebut adalah surat Al-Hujurat ayat 10 </p><p>Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat(17) </p><p>Ayat di atas memberikan pengertian bahwa orang Islam yang satu adalah saudara orang Islam yang lainnya (satu iman), maka diantara mereka tidak diperbolehkan saling menghina, mengejek, maupun mengainiaya justru sebaliknya saling membantu dan saling menasehati sehingga dengan demikian akan mendapatkan rahmat Allah sehingga.(18) </p><p>Sehingga dengan demikian bentuk fanatisme (golongan, kesukuan dan lain-lain) akan terkikis oleh jiwa ukhuwah </p><p>17 Depag RI, Al-Quran dan Terjemahannya, Op. Cit, hlm. 412 </p><p>18 Ahmad Mustafa Al-Maraghi, tafsir Al-Maraghi, terj Bahrun Abu Bakar, et. al., (semarang </p><p>: CV Toha Putra 1993), hlm. 218-219 </p></li><li><p> 38 </p><p>islamiyah yang mampu menembus setiap pojok-pojok kehidupan sehari-hari di pondok pesantren, maka PBM-nya berlangsung tanpa adanya diskriminasi antara sesama santri bahkan sebaliknya penuh rasa cinta kasih. </p><p>5).Jiwa Kebebasan Jiwa ini dapat dikatakan merupakan suatu barang </p><p>langka dalam PBM dan semua aktivitas kehidupan sehari-hari, PPTMI DA dengan motto berdiri di atas dan untuk semua golongan, maka kebebasan ini bukan diartikan secara negatif, yaitu apabila kebebasan tersebut disalah gunakan, maka akan kehilangan prinsip serta arah dan tujuan, jiwa kebebasan diajarkan kepada para santri dalam dua hal, yaitu bermuamalah (kehidupan dalam suatu komunitas) dan bermadhab, dalam muamalah para santri didik untuk bebas berfikir, berbuat, berkreasi dalam menentukan masa depannya, dan dalam memilih jalan hidup di masyarakat dengan penuh tanggungjawab, sedangkan dalam bermadhab tidak hanya mengikuti pada salah satu madhab saja, akan tetapi santri diberi keleluasaan dalam memilih, menentukan dan bahkan menjalankan ajaran-ajaran madhabnya. Di akui oleh ustad Junaedi walaupun aktivitas keagamaannya didominasi oleh madhab Syafiiyah,(19) tetapi bukan berarti serta merta mengikuti madhab tersebut, karena para santri tidak pernah diajarkan produk-produk ajaran suatu golongan (madhab, ormas, orsospol, dan lain-lain). </p><p>Menurut ustad Sahrul Azis,(20) kelima pokok ajaran tersebut juga sebagai bakal santri dalam menghadapi kehidupan di masyarakat. Lebih lanjut ia menambahkan bahwa </p><p>19 Sholat subuh dengan Qunut, tarawih 20 rakaat dengan 3 rakaat witir tahlilan, maulud </p><p>barzanji, kitab-kitab yang diajarkan versi Madhab Syafii dan lain-lain. 20</p><p> Wawancara dengan ustad Sahrul Azis, staf pengajar kitab kuning, dan mahasiswa semester VII Setia WS, pada tanggal 19 Juni 2004 </p></li><li><p> 39 </p><p>PBM-nya, selain didasarkan pada panca jiwa pondok pesantren juga modelling (uswatun hasanah), diharapkan para ustad tidak hanya membina dan mengajar para santri hanya sebatas pada transfer of knowledge (transmisi ilmu pengetahuan) tetapi juga sampai pada tranfer of vileuw (transmisi nilai) dan transfer of civilization (transmisi peradaban). Dengan demikian para ustad tidak hanya mampu memberi contoh akan tetapi harus berusaha sungguh-sungguh agar mampu menjadi contoh (uswatun hasanah/modelling) bagi santri dan lingkungannya. </p><p>b. Panca Bina Pesantren 1).Pembinaan Taqwa kepada Allah SWT </p><p>Ketaqwaan merupakan sesuatu yang mendasar oleh karenanya PPTMI Darul Amanah selalu berusaha meningkatkan dan menanamkan keimanan dan ketakwaan para santrinya yang tercermin pada aktifitas para santri yang tekun beribadah dengan kesadaran dirinya bukan karena para guru atau bagian keamanan tetapi karena akidah yang kokoh. Setiap sholat fardu, para santri mengikuti sholat dengan berjamaah dan para santri tulus ikhlas membantu pesantren baik secara moril maupun materiil. </p><p>2).Pembinaan Akhlak Mulia PPTMI DA memandang akhlak dan kehidupan yang </p><p>bersahaja amat perlu bahkan merupakan implementasi dan manifestasi dari kualitas keimanan seseorang. Di PPTMI DA pendidikan akhlak sangat intensif hal ini dapat dilihat dari materi yang diajarkan secara hidden atau tersembunyi yang dijumpai hampir seluruh mata pelajaran, materi yang diajarkan secara khusus melalui kitab-kitab dan materi tersebut diaplikasikan dalam kehidupan nyata di pesantren, hal tersebut tercermin pada penampilan para santri yang sopan dan taat </p></li><li><p> 40 </p><p>melakukan disiplin pesantren, terhadap gurunya dan sesama teman. </p><p>3).Pembinaan Kesehatan Fisik Di PPTMI DA tidak hanya pendidikan rohani saja yang </p><p>dikembangkan akan tetapi pendidikan fisik pula, dimana para santri dalam aktifitas sehari-hari tetap menjaga badannya dengan berolahraga dan kegiatan lainnya. Kegiatan olahraga tersebut antara lain : bola voli, sepak bola, badminton, seni bela diri, senam kesegaran jasmani, sepak takraw dan lain-lain. </p><p>4).Pembinaan Wawasan Ilmu yang Luas PPTMI DA sebagai lembaga pendidikan Islam dengan </p><p>kurikulum yang terpadu sehingga tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama saja namun sekaligus ilmu-ilmu umum sehingga akan memberikan pemahaman yang integral tentang hakikat ilmu kepada pa...</p></li></ul>