Epaper surya 27 september 2013

  • View
    3.592

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

Transcript

Harga Langganan: rp 29.000/buLan l berLangganan/Pengaduan/SirkuLaSi: (031) 8479 555 aLaMaT redakSi/ikLan: JL. rungkuT induSTri iii nO. 68 & 70 Sier SurabaYa (031) 8419 000

Fadli sudah bertahun-tahun memburu buku idamannya ini. Semua kolega dan kolek-tor kenalanya sudah dihubungi. Perburuan lewat internet juga terus dilakoni. Namun hingga kini buku yang disebutnya memuat penggalan sejarah penting Nusantara tersebut tetap tak bisa ditemukannya.

Padahal pengalaman selama ini, perburuan lewat internet selalu cospleng. Banyak koleksi buku kuno, manuskrip, dan benda

bersejarah berhasil ditemukan dalam perburuan di dunia maya tersebut. Namun untuk buku idamannya, ia merasakan seolah sudah hilang ditelan bumi.

Buku yang membuat politisi Partai Gerakan indonesia Raya (Gerindra) tergila-gila itu berjudul Oud en Niew Oost-indien atau Old and New East india. Buku ditulis Francois Valentijn.

Pemberian peci milik mantan ketua umum Pbnu yang juga mantan Presiden ri kH abdurrahman Wahid (gus dur) kepada gubernur dki Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ditanggapi positif para gus-durian dan pengamat politik di Jatim.

Sekretaris gusdurian Jatim ahmad arizal mengatakan, pemberian peci tersebut bisa sebagai simbol agar Jokowi meneruskan perjuangan gus

dur yang belum tuntas dalam memimpin indonesia yang benar-benar pro rakyat. Tidak membedakan latar belakang agama, ras, dan golongan.

Tujuannya tentu agar terwujud ketenangan, ketentraman, kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat, ujarnya, kepada Surya, kamis (26/9) malam.

Selain itu, pemberian peci

Kopiah Gus Dur Pas di Kepala Jokowi

akan Dikenakan Setiap Salat JumatYenny Dukung Kalau Jokowi Capres

jakarta, surya - Guber-nur dKi Jakarta, Joko Widodo tidak berhenti menjadi bahan berita. Setelah disorot karena menjadi sasaran serangan po-litisi senior amien Rais, kini Jokowi bersentuhan langsung dengan salah satu keluarga ter-pandang di lingkungan Nah-dlatul Ulama, yaitu keluarga mendiang KH abdurrahman Wahid (Gus dur).

Persentuhan yang menjadi sorotan itu adalah ketika Joko-

wi mendapatkan kopiah atau kopiah Gus dur yang dipaka-ikan langsung oleh Ny Sinta Nuriyah abdurrahman Wahid, istri Gus dur. Banyak pihak pun menilai ini merupakan dukungan keluarga Gus dur terhadap Jokowi bila mantan Wali Kota Solo ini menjadi ca-lon presiden pada 2014.

Pemberian kopiah itu se-benarnya merupakan kejutan

ke HaLaMan 7

ke HaLaMan 7

miLiTer Jerman - Sigit Purwanto (48) menun-jukkan berba-gai koleksinya yang berka-itan dengan sosok militer Jerman, di Surabaya, kamis (26/9).

BodKoleksi buku yang sudah mencapi 40 ribu lebih, ter-nyata belum bisa mengobati rindu Fadli pada satu buku. Perburuan gencar sudah dilakukan, tapi tetap saja, buku yang lama memikat hatinya itu tak bisa ditemukannya.

mereka Punya Hobi dan Koleksi nyeleneh (3)

Segudang Buku Belum Obati Rindu Pada Karya Francois

HaDiaH PeCi - gubernur dki Jakarta Jokowi me-nerima kenang-kenangan peci milik gus dur dari ny Shinta nuriyah Wahid pada peringatan HuT ke-9 The Wahid institute di Jakarta, kamis (26/9).

banKir eDan mainan anaK-anaKsuraBaya, surya - Replika mo-bil perang dan senjata biasanya akrab dengan dunia anak. Tapi kebiasaan ini tidak berlaku bagi Sigit Purwanto. Buktinya, Pemimpin Cabang Utama Bank UMKM Jatim ini juga memiliki

segudang koleksi kendaraan dan senjata mainan itu. Bahkan jumlah koleksinya sulit ditandingi anak-anak, penggila mainan sekalipun.

Tentu saja, Sigit Purwanto tidak menjadikan koleksinya itu untuk bermain, apalagi untuk rusak-rusakan seperti anak-anak. Sebaliknya sigit berusaha merawat koleksinya, seperti

merawat kendaraan kesayangan agar jangan sampai rusak. Sigit memperla-kukannya sebagai bagian sejarah dan ekpresi kekagumannya, khususnya pada militer Jerman tempo doeloe.

Sigit lalu menceritakan kekagum-annya pada sosok militer Jerman ber-awal setelah menonton film The Battle Of The Bulge tahun 1970-an. Sigit yang

kala itu masih kelas 2 Sd menonton di bioskop President. Bioskop di Jl Em-bong Malang itu termasuk delapan bi-oskop kelas aa (terbaik) di Surabaya.

Kantor Pajak 'Curigai' Setoran Pengusaha Properti suraBaya, surya - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Surabaya 'mencurigai' adanya penerimaan yang tidak optimal dari para pelaku bisnis di sek-tor properti. Kini, secara intens sedang dilakukan pemeriksaan atas laporan pajak penghasilan (PPh) mereka.

"Pertumbuhan industri sek-tor properti di Surabaya yang pesat, menjadi salah satu latar belakang pemeriksaan intens itu," kata Kepala Seksi Pela-yanan KPP Madya Surabaya,

Oktavianus Bachtiar di sela 'Tax Goes to Campus di Universitas airlangga, Kamis (26/9).

Meski surat pemberitahauan (SPT) disampaikan secara self assessment, namun KPP Madya tetap melakukan uji kepatuhan dan melakukan audit lewat pe-meriksaan bukti-bukti transaksi.

Menurut Oktavianus, hal itu ditempuh bukan karena ada dugaan penyimpangan pajak tapi ada indikasi penerimaan

Saya Bukan UstadzahPiPik Dian irawati

ke HaLaMan 7

aYa arDianTo - Ya namanya kolektor, apapun barang kesukaanya akan di buru walau dimanapun berada,dlm kata lain sudah menjadi hobby, di sinilah uniknya para kolek-tor2,mengoleksi brang2 antik, aneh,unik.Sah sah aja lah,krn kita bisa tahu kpan bnda2 itu di buat di jamanya,.

raKa mauLana - namanya sdh hoby, barang apapun dikoleksi,

anTara/andika WaHYu

iSTRi almarhum Ustad Jefri al Buchori (Uje), Pipik dian irawati, mengaku sedang sibuk berdakwah. Meski Pipik menolak disebut ustadzah, Pipik masih mau berbagi ilmu dengan jamaahnya.

alhamdulillah, ada banyak yang undang. Tapi saya selalu bilang, saya bukan ustadzah, saya masih bodo ilmu. Saya hanya mem-berikan motivasi kepada orang banyak, tutur Pipik saat dijumpai di acara Seputar Obrolan Sele-briti (SOS) antv, Jakarta

ke HaLaMan 7

SurYa/eben HaeZer PanCa P

Simbol Harapan Keluarga Gus Dur

ke HaLaMan 7

kaPanLagi

JumaT, 27 SePTember 2013nO. 317 TaHun XXVi

TerbiT 24 HaLamanHarga rp 1.000

GRAFIS: BAYU

Cadangan:

Pelatih:

Andritany Ardhiyasa, Shahar Ginanjar; Syahrizal,Diego Michiels, Seftia Hadi, Oktovianus Maniani, Fandi EkoUtomo, Rasyid Bakri, Syahroni, Aldaier Makatindu, AgungSupriyanto, Sunarto Rahmad Darmawan

Kurnia Meiga

Alfin Tuasalamony

Andri Ibo ManahatiLestusen

Johan Farizi

David Laly Dedi Kusnandar

Bayu Gatra Andik Vermansah Ramdani Lestaluhu

Syamsir Alam

AndikVermansah

Kumpulkan Pernik-pernik nazi

ke HaLaMan 7

bagaimana reaksi parpol-parpol berbasis nahdliyin terhadap pemberian kopiah Gus Dur untuk Jokowi?

join facebook.com/suryaonline follow @portalsurya

surya.co.id | surabaya.tribunnews.comROAD TO ELECTION JUMAT, 27 SEPTEMBER 2013 |

Jakarta, surya - Pemerin-tah dan DPR akan memperketat syarat menjadi kepala daerah. Untuk dapat menjadi kandidat kepala daerah, seseorang harus pernah memegang jabatan pub-lik di pemerintahan.

Mungkin akan ada syarat berpengalaman dalam jabatan publik, ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalama Negeri (Kemendagri) Djohermansyah Djohan, Kamis (26/9).

Menurutnya, hal itu akan diatur di dalam Undang-Undang Pemi-

lihan Kepala Daerah (Pilkada) yang saat ini sedang dibahas bersama antara pemerintah dan DPR.

Djohan menambahkan, di RUU Pilkada akan menegaskan calon kepala daerah harus memiliki in-tegritas dan moralitas tidak tercela.

Soal kemajuan pembahasan RUU Pilkada, ia mengatakan, sudah ada beberapa kesepakatan dalam hal yang menjadi perbeda-an antara pemerintah dan DPR. Semua memahami alasan peme-rintah soal biaya mahal dalam pil-kada langsung. Semestinya uang bisa digunakan untuk kepenting-

an publik, kata dia.Tetapi, ujarnya, DPR belum

sepaham soal korelasi antara pemilihan langsung dengan po-tensi pelanggaran hukum oleh kepala daerah terpilih. DPR belum mengakui pemilihan langsung berkaitan dengan ka-sus hukum. Padahal korelasinya sangat positif. Akibat ongkos politik, modal untuk mahar, dan biaya memelihara konstituen dan kendaraan politik, mem-buat skandal perizinan, belanja barang dan jasa, tutur Djohan. (kompas.com)

Coba Jegal Ical di RapimnasJakarta, surya - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menga-takan partainya akan melakukan evaluasi persiapan Pemilu 2014 secara menyeluruh pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Oktober mendatang.

Dalam Rapimnas nanti, Ak-bar mengindikasikan perlunya pembahasan wacana sosok bakal calon wakil presiden yang nan-tinya akan mendampingi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di Pilpres 2014.

"Wacana untuk cawapres bo-leh, tapi sampai sekarang belum ada. Yang penting partai harus berusaha dulu agar dapat sukses di pemilu legislatif," kata Akbar sesuai menghadiri perayaan ulang tahun Wahid Institute di Jakarta, Kamis (25/9).

Meski demikian, Akbar me-ngatakan, sebaiknya penetapan bakal cawapres, ditentukan sete-lah hasil dari pemilihan umum legislatif pada April 2014, dima-na Golkar sudah menetapkan target perolehan suara mencapai 30 persen. "Golkar harus fokus dulu ke target di pileg untuk da-pat 30 persen, Bagaimana partai mendapat target itu, jika kader tidak fokus,` ujarnya.

Mengenai keputusan bakal capres Partai Golkar Aburizal Bakrie, Akbar mengatakan hal itu dapat saja menjadi salah satu bahan yang dapat dievaluasi dalam Rapimnas Partai pada

Oktober mendatang, dengan melihat substansinya dan teknis prosedur pencapresan itu.

"Secara lengkap, kata Akbar, evaluasi akan menyasar pada pelaksanaan putusan partai selama ini, termasu