Epidemiologi HIV AIDS

  • View
    10

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

Sehat adalah keadaan sejahtera sempurna dari fisik, mental dan sosial yang tidak terbatas hanya pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja (WHO,1947) Kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik,mental, spiritual maupun sosial yang memungkinan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi (UU No. 36/2009 tentang Kesehatan)

Dalam bekerja manusia perlu pekerjaan yang nyaman, kondisi kesehatan prima dan kondisi lingkungan kerja yang kondusif Untuk melindungi seseorang dari bahaya pada waktu bekerja, perlu dilakukan upaya kesehatan kerjaSetiap pekerjaan mempunyai potensi bahaya Kesehatan Keselamatan Kehidupan

PAK

Penyakit infeksi

Penyakit degeneratif

Ggn reproduksi

Cedera

DATA KOMPOSISI PENDUDUK INDONESIA(BPS, FEB 2010)PENDUDUK INDONESIA 234,2 JUTAUSIA KERJA: 171.017.416 (73,02%) ANGKATAN KERJA: 115.998.062 (67,83%) Bukan angkatan kerja: 55.019.354

BEKERJA 107,405. 572 (92,6%) FORMAL 30.717.994 (28,6%) INFORMAL 76.687.578(71,4%) Laki-laki 65.969.742 (61,42%) Perempuan 41.435.830 (38,58%)

PENGANGGUR 8.592.490(7,4%)

Laki-laki 4.874.124(56,73%) Perempuan 3.718.366 (43,27%)

4

PERMASALAHAN KESEHATAN PEKERJA5

Menurut ILO (2001), data kematian, kesakitan & kecelakaan kerja di Indonesia berada pada urutan ke 26 dari 27 negara yang dipantau Pekerja UMKM menderita sakit dlm 1 bln sebesar 43,55% (Depkes, 2005) Dr 2,2 juta kematian/thn, 800 ribu diantaranya disebabkan faktor risiko di tempat kerja, seperti bahan kimia karsinogenik, partikulat yg ada di udara, risiko ergonomik, penyakit infeksi HIV/AIDS, TBC dll (Depkes, 2005)

PERMASALAHAN KESEHATAN PEKERJA6

Kerugian akibat KAKdan PAK kecelakaan kerja + 96.314 kasus, dan kematian 3.015 orang dari 8.44 juta peserta jamsostek (1.14 %) kompensasi yg dibayarkan 328 milyar (Jamsostek, 2009) Kerugian ekonomi di Indonesia akibat penyakit dan kecelakaan akibat kerja minimal 50 trilyun (DK3N 2009).

Depkes & BPS Surveilan Terpadu Biologis Perilaku HIV/IMS (STBP) tahun 2007 menunjukan tingginya kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) pada supir truk rentan untuk terjadinya HIV-AIDS WHO 1983-199570-80% penularan HIV dilakukan melalui hubungan heteroseksual, sedangkan 5-10% terjadi melalui hubungan homoseksual

Cara efektif lain untuk penyebaran virus ini adalah melalui penggunaan jarum atau alat suntik yang terkontaminasi Penularan HIV dari ibu ke anak dapat terjadi melalui infeksi in utero, saat proses persalinan, dan melaui pemberian ASI.

LINDUNGI AKU DARI HIV

Penularan HIV melalui transplantasi dan transfusi hanya menjadi penyebab sebagian kecil kasus HIV di dunia (35%) Penularan dari pasien ke petugas kesehatan yang merawatnya juga sangat jarang terjadi (< 0.0001% dari keseluruhan kasus di dunia)

Beberapa aktivitas lain yang sangat jarang menyebabkan penularan HIV adalah melalui gigitan manusia dan beberapa tipe ciuman tertentu Air ludah, gigitan nyamuk, dan kontak sehari-hari (berjabat tangan, terekspos batuk dan bersin dari penderita HIV, menggunakan toilet dan alat makan bersama, berpelukan tidak mengakibatkan penularan HIV.

Bagian terbesar orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah orang dewasa yang berada dalam usia kerja dan hampir separuhnya adalah wanita

Penting ! Meningkatkan kesadaran dan membangun kapasitas pekerja sektor kesehatan untuk mengatasi dampak HIV/AIDS di tempat kerja; Tempat kerja merupakan tempat yang strategis Dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS melalui kegiatan : - Sosialisasi - Penyuluhan kesehatan - Kampanye , dll

Risiko penularan HIV setelah tertusuk jarum dari klien HIV positif 3 : 1000 Risiko penularan HBV setelah tertusuk jarum dari klien HBV positif 27-37 : 100

AgenHBV HCV HIV HIV

Cara pajananPerkutaneus Perkutaneus Perkutaneus Mukokutaneus

Risiko infeksi30 % 3% 0.3 % 0.03 %

Jumlah Kasus AIDS menurut Perkejaan di Indonesia Tahun 2005-2011No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 P ekerjaan Turis Tenaga profes ional medis Tenaga non profes ional (karyawan) S eniman/artis /aktor/pengrajin Buruh kas ar P egawai Negeri S ipil Narapidana S upir Ibu rumah tangga Anak s ekolah/mahas is wa Manajer/eks ekutif Tenaga profes ional non medis Wiras was ta/us aha s endiri P etani/peternak/nelayan Anggota ABR I/P O LR I P enjaja s ex P elaut P ramugara/i/pilot Tidak diketahui Lain-lain Total * S ampai dengan S eptember 2011 2005 0 0 25 0 4 10 0 0 186 17 0 11 36 21 0 50 1 0 79 43 483 2006 0 0 19 0 0 16 0 1 279 18 0 7 20 16 0 33 1 0 340 40 790 2007 0 2 68 0 6 18 2 1 365 18 0 5 73 30 1 71 0 0 146 78 884 Tahun 2008 0 1 76 0 13 13 1 0 374 17 0 1 36 30 2 108 0 0 554 212 1438 2009 0 1 38 0 1 6 0 1 259 7 0 1 43 11 0 35 0 1 445 251 1100 2010 0 0 79 2 14 28 0 6 419 16 1 2 124 38 0 69 1 0 573 232 1604 2011* 0 0 40 0 9 11 2 3 278 16 0 3 32 25 1 44 0 1 48 100 613

Jumlah Kasus AIDS menurut Perkejaan di Indonesia Tahun 2005-2011

* s/d September 2011

Jumlah Kasus AIDS pada Laki-laki Menurut Jenis Perkejaan di Indonesia Tahun 2005-2011No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Tahun 2008 1 2 413 15 153 63 45 87 79 3 6 396 114 13 5 25 0 1685 426 3531

P ekerjaan Turis Tenaga profes ional medis Tenaga non profes ional (karyawan) S eniman/artis /aktor/pengrajin B uruh kas ar P egawai Negeri S ipil Narapidana S upir Anak s ekolah/mahas is wa Manajer/eks ekutif Tenaga profes ional non medis Wiras was ta/us aha s endiri P etani/peternak/nelayan Anggota AB R I/P O LR I P enjaja s ex P elaut P ramugara/i/pilot Tidak diketahui Lain-lain Total * S ampai dengan S eptember 2011

2005 0 1 169 11 61 41 17 30 182 2 58 299 85 9 15 23 0 748 405 2156

2006 0 3 168 5 86 34 13 46 102 1 35 323 95 23 8 11 0 706 424 2083

2007 1 3 341 7 124 52 201 78 93 0 22 350 139 18 12 21 1 386 214 2063

2009 0 0 239 4 58 57 35 40 17 1 6 185 73 9 4 11 0 1577 447 2763

2010 3 2 357 7 98 89 18 38 52 3 16 495 157 20 11 34 0 1732 181 3313

2011* 0 1 157 6 102 43 11 61 29 0 11 218 84 11 15 19 0 222 202 1192

Jumlah Kasus AIDS pada Laki-laki Menurut Jenis Perkejaan di Indonesia Tahun 2005-2011

* s/d September 2011

Jumlah Kasus AIDS pada Perempuan menurut Jenis Perkejaan di Indonesia, 2005-2011No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 P ekerjaan Turis Tenaga profes ional medis Tenaga non profes ional (karyawan) S eniman/artis /aktor/pengrajin Buruh kas ar P egawai Negeri S ipil Narapidana S upir Ibu rumah tangga Anak s ekolah/mahas is wa Manajer/eks ekutif Tenaga profes ional non medis Wiras was ta/us aha s endiri P etani/peternak/nelayan Anggota ABR I/P O LR I P enjaja s ex P elaut P ramugara/i/pilot Tidak diketahui Lain-lain Total * S ampai dengan S eptember 2011 2005 0 0 25 0 4 10 0 0 186 17 0 11 36 21 0 50 1 0 79 43 483 2006 0 0 19 0 0 16 0 1 279 18 0 7 20 16 0 33 1 0 340 40 790 2007 0 2 68 0 6 18 2 1 365 18 0 5 73 30 1 71 0 0 146 78 884 Tahun 2008 0 1 76 0 13 13 1 0 374 17 0 1 36 30 2 108 0 0 554 212 1438 2009 0 1 38 0 1 6 0 1 259 7 0 1 43 11 0 35 0 1 445 251 1100 2010 0 0 79 2 14 28 0 6 419 16 1 2 124 38 0 69 1 0 573 232 1604 2011* 0 0 40 0 9 11 2 3 278 16 0 3 32 25 1 44 0 1 48 100 613

Jumlah Kasus AIDS pada Perempuan menurut Jenis Perkejaan di Indonesia, 2005-2011

* s/d September 2011

Data Kumulatif

Jenis KelaminNo Pekerjaan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Turis Tenaga profesional medis Tenaga non profesional (karyawan) Seniman/artis/aktor/pengrajin Buruh kasar Pegawai Negeri Sipil Narapidana Supir Ibu rumah tangga Anak sekolah/mahasiswa Manajer/eksekutif Tenaga profesional non medis Wiraswasta/usaha sendiri Petani/peternak/nelayan Anggota ABRI/POLRI Penjaja sex Pelaut Pramugara/i/pilot Tidak Diketahui Lain-lain

Tidak Laki - Laki Perempuan diketahui 22 2 0 17 4 0 2338 423 6 416 50 0 855 67 0 508 112 1 419 282 2 521 21 0 162 2508 2 762 130 8 21 1 0 187 34 0 2992 466 15 902 200 0 234 16 0 127 551 3 302 10 0 16 337 0 4475 1219 114 3974 849 12

Total 24 21 2767 466 922 621 703 542 2672 900 22 221 3473 1102 250 681 312 353 5808 4835

Tingginya kasus HIV/AIDS telah merupakan ancaman bagi pertumbuhan dan pembangunan jangka panjang. Dampak sosial ekonominya akan sangat akut apabila kerugian SDM terkonsentrasi pada tenaga dengan ketrampilan yang langka, profesional dan pelatihan manajerial yang lebih tinggi. Upaya penangulangan HIV-AIDS di tempat kerja diutamakan untuk mendorong perubahan perilaku perilaku kerja yang aman , penggunaan kondom ketika melakukan kegiatan seks berisiko, pergi ke klinik untuk memeriksakan kesehatan kelaminnya, dll