Etika Pada Stakeholder

  • Published on
    16-Nov-2015

  • View
    5

  • Download
    10

Embed Size (px)

DESCRIPTION

JUHYFDRGJKLJHGFDSGBH

Transcript

ETIKA PADA STAKEHOLDER

disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Etika Bisnis pada semester enamtentang etika pada stakeholder

Disusun oleh kelompok 3:Arif Wibowo(1142620068)Baiq Nadia Aisha F.(1142620013)Sonia Ghina Izzati(1142620032)

Kelas 3B D4Administrasi NiagaManajemen Pemasaran

Politeknik Negeri MalangJl. Soekarno-Hatta No. 9 MalangKATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga berhasil menyelesaikan makalah Etika Bisnis yang mengerucut pada pokok pembahasan Etika Pada Stakeholder.Laporan / makalah ini dibuat sebagai tugas matakuliah Etika Bisnis pada semester VI, Jurusan Administrasi Niaga, Program Studi Manajemen Pemasaran yang merupakan hasil dari rangkuman beberapa buku.Diharapkan laporan ini dapat memberikan informasi kepada mahasiswa Manajemen Pemasaran pada khususnya dan Masyarakat luas pada umumnya. Menyadari bahwa laporan / makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu diharapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, disampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan senantiasa menuntun segala usaha kita. Amin.

Malang, 18 Maret 2014

PenulisDAFTAR ISI

HalamanKATA PENGANTAR iiDAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN 11.1 Latar Belakang 11.2 Rumusan Masaah 21.3 Tujuan dan Manfaat 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 32.1 Pengertian Etika 32.2 Teori Etika 32.2 Pengertian Stakeholder 42.4 Etika Perusahaan terhadap Konsumen (Pelanggan) 52.5 Etika Perusahaan Terhadap Pegawai (Karyawan) 62.6 Etika Perusahaan terhadap Masyarakat Umum 62.7 Etika Perusahaan terhadap Lingkungan7

BAB III STUDI KASUS 8

BAB IV PEMBAHASAN 14 4.1 Kode Etik Terhadap Stakeholder144.2 Etika dan Stakeholder16

BAB V PENUTUP 185.1 Kesimpulan 185.2 Saran 18

DAFTAR PUSTAKA 19

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Baik dari segi moral dan hakikat manusia maupun dari segi hakikat kegiatan bisbis itu sendiri, semua kita kiranya sepakat bahwa tidak benar jika manajer hanya punya tanggung jawab dan kewajiban moral kepada para pemegang saham. Sebagai manusia dan sebagai manajer sekaligus mereka mempunyai tanggung jawab dan kewajiban moral sekian banyak orang dan pihak lain yang berkaitan dengan kegiatan dan operasi bisnis perusahaan yang dipimpinnya. Mereka mempunyai tanggung jawab dan kewajiban moral untuk memperhatikan hak dan kepentingan karyawan, konsumen, pemasok, penyalur, masyarakat setempat, dan seterusnya. Singkatnya, tanggung jawab dan kewajiban moral mereka tidak hanya tertuju kepada stakeholders tetapi juga kepada stakeholders pada umumnya.Para manajer bekerja dalam sebuah dunia yang secara moral penuh dengan tanggung jawab yang beragam, bahkan sering saling bertentangan. Mereka bukan sekedar alat yang punya dan dibatasi hanya pada satu tanggung jawab dan kewajiban yang lebih luas dari sekedar kepada para pemilik modal. Dan yang menarik, tanggung jawab dan kewajiban moral ini tidak hanya menyangkut dan berintikan keuntungan finansial sebesar-besarnya. Kalaupun benar bahwa tanggung jawab dan kewajiban moral para manajer hanya tertuju pada stakeholders, tanggung jawab dan kewajiban moral mereka tidak hanya sebatas uang. Karena, manusia dan masyarakat para pemegang saham punya sekian banyak kepentingan lain lebih dari sekedar uang belaka. Merekapun memiliki kepentingan, misalnya agar tercipta sebuah sistem moral yang yang baik, tertib dan aman. Dan karena itu, para manajer punya tanggung jawab dan kewajiban moral untuk menjaga agar hak dan kepentingan semua pihak yang berkaitan dengan kegiatan binis perusahaannya tidak dirugikan. 1.2 Rumusan Masalah1.2.1 Jelaskan pengertikan etika dan stakeholders?1.2.2 Bagaimana Etika yang dilakukan pada stakeholders?

1.3 Tujuan dan Manfaat 1.3.1 Tujuan a. Untuk mengetahui pengertian etika dan stakeholdersb. Untuk mengetahui bagaimana etika yang diterapkan pada stakeholders1.3.2 Manfaat a. Mendapat pengetahuan mengenai etika pada stakeholdersb. Meningkatkan disiplin dan tanggung jawab mahasiswa dalam melaksanakan tugas

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian EtikaEtika berasal di kata Yunani etbos, yang dalam bentuk jamaknya (ta etba) berarti adat istiadat atau adat istiadat atau kebiasaan. Dalam pengertian ini etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat atau kelompok masyarakat. Ini berarti etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik,aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang dianut dan titawarkan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain. kebiasaan ini lalu terungkap dalam perilaku berpola yang terus berulang sebagai sebuah kebiasaan. Etika dapat dirumuskan sebagai sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia dan mengenai masalah masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma-norma moral yang umum diterima. Dalam bahasa Kant, etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk bertindak secara otonom dan bukan secara heteronom. Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas tetapi dapat dipertanggungjawabkan. Kebebasan dan tanggung jawab adalah unsur pokok dari otonomi moral yang merupakan salah satu prinsip utama moralitas, termasuk etika bisnis sebagaimana yang telah dibahas.

2.2 Teori Etika2.2.1 Etika DeontologiIstilan dentologi berasal dari kata Yunani deon, yang berarti kewajiban. Karena iitu, etika Deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Menurut Etika Deontologi, suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik tindakan itu, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri. 2.2.2 Etika TeleologiBerbeda dengan etika deontology, etika teleologi justru mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarka akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Suatu tindakan dinilai baik, kalau bertujuan mencapai sesuatu yang baik, atau kalau akibat yang ditimblkannya baik daan berguna.

2.3 Pengertian StakeholderStakeholder merupakan semua pihak yang berkepentingan dalam aktivitas bisnis yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau organisasi. Stakeholder juga dapat diartikan sebagai suatu lingkungan masyarakat berupa individu atau institusi yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh tindakan, keputusan, kebijakan praktek-praktek atau tujuan perusahaan itu secara institusional. Adapun kepentingan yang dimaksud mencakup 3 tingkatan, kepedulian sederhana lantaran mendapat pengaruh dari perusahaan itu (an interest) hak legal atau moral untuk suatu perlakuan tertentu atau suatu perlindungan tertentu (a legal of moral right) dan klaim legal terhadap kepemilikan perusahaan (ownership).Menurut Trevino dan Nelson (1995) empat unsur utama yang berkepentingan dalam setiap keputusan bisnis adalah konsumen, pegawai, pemegang saham dan lingkungan (masyarakat sebagai keseluruhan).2.3.1 Perusahaan sebagai Pelaku BisnisPelaku bisnis adalah pemimpin dibidang bisnis tertentu yang harus bertanggung jawab terhadap pelanggan, karyawan, pemegang saham atau pemilik, mitra kerja dan masyarakat pada umumnya. Dengan penyelenggaraan tanggung jawab etika tersebut dalam kegiatan bisnis, maka akan dapat mendukung keberhasilan bisnis. Beberapa praktik etika yang berkaitan dengan tanggung jawab perusahaan dan diperkirakan berpengaruh positif dalam menjaga pertumbuhan dan keberhasilan bisnis adalah:a. Menawarkan kebahgiaan kepada segenap stakeholderb. Memberi imbalan kepada karyawan di luar gaji pokokc. Mengapresiasi perusahaand. Mewujudkan budaya yang bernilai luhure. Peningkatan kualitas material dan spiritualf. Menawarkan nilai kenyamanan, kegairahan dan kesejahteraang. Mendedikasikan diri bagi kepentingan kesejahteraan bersamah. Tidak cenderung memaksakan keuntunga jangka pendeki. Keyakinan bahwa keberadaan bisnis dapat memberikan manfaatj. Menawarkan harapan masa depan kepada karyawank. Membina hubungan impersonal antara pemilik dengan perusahaanl. Kepedulian pebisnis dalam mengemban nilai luhur Langkah dalam membangun etika bisnisa. Memenuhi legalitas, mendengar suara hatib. Memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukanc. Memperlakukan orang lain sebagimana mereka ingin diperlakukand. Memikirkan kepentingan masa depane. Memberikan yang terbaik bagi orang lainf. Mengembalikan keimanan kepada Tuhan YME

2.4 Etika Perusahaan terhadap Konsumen (Pelanggan)Konsumen atau pelanggan merupakan pembeli produk suatu perusahaan yang dapat menjadi penentu keberhasilan perusahaan. Perusahaan harus memeiliki tanggung jawab kepada konsumen, antara lain:a. Memberikan produk/jasa dengan kualitas terbaik sesuai kebutuhanb. Memberikan perlakuan yang adil dalam setiap transaksic. Memelihara kesehatan produk dan kesehatan lingkungan konsumend. Tanggap dan hormat terhadap martabat konsumene. Menghormati integritas kultur yang berlaku pada konsumenUntuk menjamin kesejahteraan pegawai, pelaku usaha hendaknya menggunakan dasar persaingan usaha bebas yang menjamin hak konsumen manapun untuk membuat pilihan yang terinformasi dan tidak terbentuk dari suatu konsumen alternatif. Hal-hal yang harus diperhatikan perusahaan terhadap produk atau jasa adalah:a. Keamanan produk / mutu produk yang dapat diterima konsumenb. Pemasangan iklan yang bertanggung jawabc. Desain produk dan jasa harus memenuhi ketentuan dan peraturand. Bahan baku harus sesuai dengan peraturan pemerintahe. Produksi produk harus dibuat tanpa cacatf. Pengawasan mutu produk harus diperiksa secara teraturg. Kemasan, label dan peringatan harus dikemas secara aman

2.5 Etika Perusa

Recommended

View more >