evaluasi menyusui

  • Published on
    05-Dec-2015

  • View
    8

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

evaluasi menyusui

Transcript

  • Artikel Penelitian

    78

    Korespondensi: Ika Murtiyarini, Jurusan Kebidanan Politeknik KesehatanKemenkes Jambi, Jl. Prof. Dr. GA Siwabessy No. 42 Buluran Kenali Jambi, Hp.085378907070, e-mail: ika.murtiyarini@yahoo.com

    AbstrakSalah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pemberian ASI diIndonesia adalah dengan memberikan konseling menyusui di pelayanankesehatan. Penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaankonseling menyusui di Kota Jambi dengan mengeksplorasi komponen in-put, activity, output, dan outcome. Penelitian ini merupakan penelitian kuali-tatif menggunakan strategi studi kasus. Penelitian dilakukan di empatpuskesmas Kota Jambi pada bulan Desember 2013 sampai denganFebruari 2014. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen, ob-servasi pelaksanaan konseling menyusui dan sarana prasarana, wawan-cara mendalam, serta focus group discussion. Analisis data yang digunakanadalah analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen in-put dan activity kurang optimal seperti kurangnya sumber daya manusia,keterbatasan sarana prasarana, belum ada petunjuk teknis pelaksanaankonseling menyusui, belum ada pemantauan pascapelatihan, kurangnyakomitmen personal konselor, belum ada penegasan program, serta lemah-nya pengawasan. Komponen output masih kurang baik, terlihat pada belumterdapat data jumlah klien yang diberi konseling menyusui dan jumlah moni-toring/supervisi. Komponen outcome menunjukkan bahwa kepuasan klienkonseling menyusui kurang. Pelaksanaan konseling menyusui di KotaJambi masih kurang optimal. Terlihat dari komponen input masih kurangmemadai, komponen activity belum berjalan optimal, sedangkan komponenoutput dan komponen outcome belum mencapai hasil yang diharapkan.Kata kunci: Air susu ibu, evaluasi, konseling menyusui

    AbstractThe governments efforts in improving breastfeeding in Indonesia is to pro-vide breastfeeding counseling services in health care especially at primaryhealth care centre. Therefore it is necessary to evaluate the implementationof breastfeeding counseling in the City of Jambi by exploring its input, ac-tivity, output, and outcomes components. This study was a qualitative re-search using case study strategy. The study was conducted in four health

    centers City of Jambi during December 2013 to February 2014. Data werecollected through document study, breastfeeding counseling and executioninfrastructure observation, in-depth interviews, and focus group discussion.Data analysis includes transcription, reduction, coding, categorizing,themes, and interpretation of research results. The results showed that thecomponent inputs and activity were not done optimally due to a lack of hu-man resources, infrastructure limitations, unavailability of technical guide-lines, non-existence of post training monitoring or supervision, lack of coun-selors personal commitment, lack of program clarity, as well as poor mana-gement and supervision of the health department. A service output were notalso good as indicated by data unavailability of clients served and none ofmonitoring has been conducted. Outcome component showed that therewere still a lack of client satisfaction and resolved breastfeeding problemsafter acquiring breastfeeding counseling as an conclusion, implementationof breastfeeding counseling in the City of Jambi is still less than optimal,seen from the input components is still inadequate, activity components arenot yet optimal, while the outputs and outcomes components not achievingthe expected. Keywords: Breastmilk, evaluation, breastfeeding counseling

    PendahuluanWorld Health Organization (WHO) dan The United

    Nations Childrens Fund (UNICEF) merekomendasikanpola pemberian makan terbaik bagi bayi dan anak sam-pai usia dua tahun.1 Rekomendasi tersebut antara lainmemberikan ASI eksklusif sejak lahir sampai usia enambulan, memberi makanan pendamping ASI sejak bayiberusia enam bulan, melanjutkan menyusui sampai anak

    Evaluasi Pelaksanaan Konseling Menyusui

    Evaluation of Implementation Breastfeeding Counseling

    Ika Murtiyarini*, Dewi Marhaeni Diah Herawati**, Irvan Afriandi***

    *Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jambi, **Departemen Ilmu Gizi Medik FKUniversitas Padjadjaran, ***Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat FK Universitas Padjadjaran

  • 79

    berusia dua tahun atau lebih, menetapkan kebijakan ten-tang pemberian nutrisi bagi bayi, dan tenaga kesehatanharus diberdayakan untuk memberikan konselingmenyusui secara efektif.1,2 Semua negara di dunia di-harapkan dapat mengimplementasikan rekomendasitersebut sesuai dengan kondisi masing-masing negaradalam rangka mencapai derajat kesehatan anak yang op-timal.1

    Pemberian ASI eksklusif pada enam bulan pertamakehidupan sangat bermanfaat bagi ibu dan bayi.Menyusu menurunkan morbiditas dan mortalitas bayi,mengoptimalkan pertumbuhan bayi, mencegah diare,dan membantu perkembangan kecerdasan anak.3-7Menyusui juga memberi banyak manfaat bagi ibu danmasyarakat.8

    Negara melindungi hak ibu menyusui. RekomendasiWHO ditindaklanjuti oleh pemerintah Indonesia denganmengeluarkan berbagai peraturan yang mendukung pem-berian ASI. Fasilitas kesehatan yang menyediakanpelayanan kesehatan ibu dan anak seperti rumah sakit,rumah sakit bersalin, puskesmas dan jaringannya, sertabidan praktik mandiri perlu meningkatkan akses bagiibu, keluarga, serta masyarakat terhadap informasi pem-berian ASI yang tepat dan benar. Setiap fasilitas kese-hatan perlu memiliki konselor menyusui terlatih yangmempunyai kompetensi untuk membantu ibu dan kelu-arganya dalam melakukan inisiasi menyusu dini (IMD)dan menyusui secara eksklusif selama enam bulan.9

    Ujung tombak pelaksanaan konseling menyusuiadalah konselor menyusui. Konselor menyusui telah di-latih berdasarkan Pedoman Penyelenggaraan PelatihanKonseling Menyusui dari Departemen Kesehatan RI. DiKota Jambi, sejauh ini telah dilakukan pelatihan konse-ling menyusui terhadap 18 orang bidan, namun demikianbelum pernah dilakukan evaluasi yang menyeluruh me-ngenai pelaksanaan konseling menyusui. Penelitian iniditujukan untuk mengevaluasi pelaksanaan konselingmenyusui di Kota Jambi dengan pendekatan logic modelyang mengeksplorasi komponen yang terkait secaramenyeluruh baik dari segi input (masukan), activity(proses), output (luaran), dan outcome (hasil akhir).10

    MetodePenelitian ini menggunakan rancangan penelitian

    kualitatif dengan strategi studi kasus dan memiliki para-digma konstruktivisme.11,12 Penelitian dilakukan untukmenilai komponen input, activity, output, dan outcomeberdasarkan logic model. Informan penelitian terdiri atasempat orang konselor menyusui (bidan di puskesmasyang telah mengikuti pelatihan konseling menyusui, di-ambil masing-masing satu orang untuk setiappuskesmas), dua orang fasilitator yaitu orang yangmelatih saat pelatihan konseling menyusui, tujuh orangklien konseling menyusui yang dipilih mewakili masing-

    masing puskesmas, empat orang kepala puskesmas, dankepala seksi gizi yang diambil dengan teknik purposivesampling dengan pertimbangan informan memiliki in-formasi yang diperlukan dan terlibat dalam pelaksanaankonseling menyusui. Penelitian dilakukan di empatpuskesmas Kota Jambi pada bulan Desember 2013 sam-pai dengan Februari 2014.

    Pengumpulan data dengan melakukan studi doku-men, wawancara mendalam (indepth interview), obser-vasi, dan focus group discussion. Studi dokumen di-lakukan untuk mengecek kelengkapan data meliputi ser-tikat pelatihan, data kunjungan klien, data klien yangdilayani, dan data pencapaian ASI. Wawancara men-dalam dilakukan pada informan (konselor, kepalapuskesmas, kepala seksi gizi, dan fasilitator),melakukan observasi kelengkapan sarana prasarana danpelaksanaan konseling menyusui, serta melakukan FGDsatu kelompok pada klien yang telah diberikan konselingmenyusui. Pengolahan data dilakukan dengan melakukantranskripsi, reduksi, koding, kategorisasi, dan penetapantema.12 Analisis data dilakukan dengan analisis tematik,yaitu dengan mengidentikasi tema-tema yang terpoladalam suatu fenomena. Tema-tema ini dapat diidenti-kasi, dikodekan secara induktif (data driven) dari datakualitatif mentah (transkrip wawancara, biogra, reka-man video, dan sebagainya) maupun secara deduktif(theory driven) berdasarkan teori maupun hasil peneliti-an terdahulu.

    HasilPelaksanaan konseling menyusui digambarkan dalam

    bentuk uraian penjelasan menggunakan logic modelmeliputi komponen input, activity, output, dan outcome.

    Komponen Input dalam Pelaksanaan Konseling MenyusuiTemuan di lapangan pada komponen input yaitu

    SDM, sarana prasarana, petunjuk teknis, pendanaan, ser-ta ditemukan variabel baru, yaitu informasi dan pelatih-an. Pelaksanaan konseling menyusui memerlukan keter-libatan banyak pihak, khususnya konselor menyusui.Keberhasilan konseling menyusui ditunjang pula olehketersediaan fasilitas di puskesmas. Pada kenyataannya,hanya beberapa puskesmas yang memiliki ruang ASI,peralatan, dan media promosi. Dinas kesehatan mengim-bau puskesmas agar menyediakan ruangan untuk berba-gai program termasuk ruang ASI. Keterbatasan ruanganmenuntut pihak puskesmas mengambil inisiatif mengu-bah ruang ASI yang kurang termanfaatkan menjadi ru-angan untuk program lainnya.

    ruangannya belum ada. Kemarin itu bikinnya digang gitu, di atas, terus ada pertemuan IMS, jadi seremruang ASI nya dibuka (Informan 07)

    Berdasarkan hasil pengamatan, ditemukan bahwakondisi ruang ASI di salah satu puskesmas minim fasili-

    Murtiyarini, Herawati, Afriandi, Evaluasi Pelaksanaan Konseling Menyusui

  • Kesmas , Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 9, No. 1, Agustus 2014

    80

    tas. Letaknya di pojok dibatasi dengan sekat atau gorden,tersedia kursi panjang untuk tempat duduk ibumenyusui, pencahayaan cukup karena terdapat jendelabesar. Puskesmas lain yang termasuk kriteria memilikiruang ASI, tempatnya pun bergabung dengan ruang