Evo Tumb Bij

  • Published on
    10-Aug-2015

  • View
    15

  • Download
    5

Embed Size (px)

Transcript

<p>KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BIJI</p> <p>TANTANGAN KEHIDUPAN DARAT</p> <p>Migrasi ke kehidupan darat</p> <p> Benua merupakan sasaran dari meluapnya dan menyusutnya samudra sepanjang masa geologi Seleksi alam dapat menyokong alga yang bertahan yang hidupnya tidak di bawah permukaan air. Beberapa species bisa mengakumulasi adaptasi sehingga secara permanen keluar dari kehidupan akuatik.</p> <p>Lingkungan akuatik vs terestrial Perbedaan: Support</p> <p> Perolehan mineral Fotosintesis</p> <p> Reproduksi</p> <p>Sejarah evolusi tumbuhan</p> <p>Evolusi biji tumbuhan (angiosperm dan gymnosperm)Biji mengubah evolusi tumbuhan Memungkinkan tumbuhan biji menjadi produsen dominan pada sebagian besar ekosistem terestrial Tumbuhan biji muncul sekitar 360 juta tahun yang lalu.</p> <p>KEBERHASILAN TUMBUHAN BIJI</p> <p>Kunci adaptasi terestrial sebagai keberhasilan tumbuhan biji</p> <p>1. Gametofit tereduksi 2. Heterospora 3. Ovul 4. Pollen 5. biji</p> <p>1.Keuntungan Gametofit tereduksi Gametofit tumbuhan biji Kecil mikroskopis (miniaturization of gametophytes) Berkembang dalam spora bertahan pada sporofit induk. Mendapat nutrien dan perlindungan dari jaringan sporofit terhadap tekanan lingkungan, seperti kekeringan Gametofit tereduksi dilindungi di dalam ovul dan serbuk sari.</p> <p>Pergiliran keturunan</p> <p> Semua tumbuhan darat haplodiplobiontik Ukuran generasi bervariasi</p> <p>Lumut: gametofit besar, sporofit kecil, sporofit tergantung gametofit Paku-pakuan: gametofit kecil, sporofit besar; gametofit dan sporofit bebas.Tumbuhan biji: gametofit kecil, tergantung; sporofit besar.11</p> <p> Gametofit betina,ukurannya sangat tereduksi sehingga tertutup dan dilindungi oleh lapisan jaringan sporofit (ovul) Pada tumbuhan biji, gametofit betina tidak dipencarkan namun dilindungi dari kekeringan dan resiko lainnya oleh sporofit. Gametofit jantan tumbuhan biji dipencarkan</p> <p> Hubungan Gametofit/sporofitSporophyte (2n) Sporophyte (2n)</p> <p>BryophyteGametophyte (n) Gametophyte (n)</p> <p>Seedless Vascular Plant</p> <p>(a) Sporophyte dependent on gametophyte (mosses and other bryophytes).</p> <p>(b) Large sporophyte andsmall, independent gametophyte (ferns and other seedless vascular plants).</p> <p>Microscopic female gametophytes (n) in ovulate cones (dependent) Microscopic male gametophytes (n) inside these parts of flowers (dependent) Microscopic male gametophytes (n) in pollen cones (dependent)</p> <p>Gymnosperm</p> <p>Microscopic female gametophytes (n) inside these parts of flowers (dependent)</p> <p>Angiosperm</p> <p>Sporophyte (2n) (independent)</p> <p>Sporophyte (2n), the flowering plant (independent)</p> <p>(c) Reduced gametophyte dependent on sporophyte (seed plants: gymnosperms and angiosperms).</p> <p>2. Tumbuhan biji : heteropsora Megaspora tumbuh menjadi gametofit betina(di dalam ovul) Mikrospora tumbuh menjadi gametofit jantan (di dalam serbuk sari) Evolusi heterospora merupakan perkembangan yang signifikan karena menuju evolusi biji</p> <p>3. Ovul dan Produksi sel telur Ovul terdiri dari Megasporangium, megaspora, dan integument sbg pelindungIntegumentSpore wall</p> <p>Megasporangium (2n) Megaspore (n) (a) Unfertilized ovule. In this sectional view through the ovule of a pine (a gymnosperm), a fleshy megasporangium is surrounded by a protective layer of tissue called an integument. (Angiosperms have two integuments.)</p> <p>4. Pollen dan Produksi Sperm Mikrospora berkembang mjd serbuk sari Mengandung gametofit jantan</p> <p> Penyerbukan Transfer serbuk sari pada bakal biji atau kepala putik</p> <p> Evolusi pemencaran serbuk sari dengan udara atau hewan menyebabkan keberhasilan dan keanekaragaman tumbuhan biji Kebutuhan air untuk fertilisasi sangat berkurang seperti pada bryophyta dan tumbuhan vaskular non biji(remember flagellated sperm of these plants must swim through a water film to reach the egg cells)</p> <p> Perkecambahan serbuk sari Tumbuh buluh serbuk sari yang menembus gametofit betina sehingga berlangsung fertilisasi.Female gametophyte (n) Egg nucleus (n)</p> <p>Spore wall</p> <p>When a pollen grain germinates it grows a pollen tube.</p> <p>Male gametophyte (within germinating pollen grain) (n) Micropyle</p> <p>Discharged sperm nucleus (n) Pollen grain (n)</p> <p>(b) Fertilized ovule. A megaspore develops into a multicellular female gametophyte. The micropyle, the only opening through the integument, allows entry of a pollen grain. The pollen grain contains a male gametophyte, which develops a pollen tube that discharges sperm.</p> <p>Sperm of seed plants does not require water or motility because the pollen tube conveys the sperm to the egg</p> <p>5. Biji Ketika sperma fertilisasi dengan sel telur terbentuk zigot dan tumbuh berkembang menjadi embrio sporofit.</p> <p> Biji berkembang dari seluruh ovul Biji : embrio sporofit, nutrien, kulit pelindungSeed coat (derived from Integument) Food supply (female gametophyte tissue) (n) Embryo (2n) (new sporophyte)</p> <p>(c) Gymnosperm seed. Fertilization initiates the transformation of the ovule into a seed, which consists of a sporophyte embryo, a food supply, and a protective seed coat derived from the integument.</p> <p>Keuntungan biji Kulit biji berfungsi sbg proteksi dan jaringan gametofit menyediakan bahan makanan bagi perkembangan embrio. Dorman: perkembangan embrio dilindungi dan dapat menunggu untuk perkecambahan dalam jangka waktu yang lama ketika kondisi mendukung. Dispersal: bentuk biji atau kulit biji dapat termodifikasi yang berperan untuk pemencaran</p> <p>Biji vs spora Biji lebih baik daripada spora karena spora mempunyai waktu hidup pendek.</p> <p> Spora berdinding tipis dan lebih mudah diserang patogen dan kerusakan.</p> <p>Evolusi BIJI A seed contains a welldeveloped multicellular young plant with embryonic root, stem, and leaves already formed, whereas a plant spore is a single cell. The parent plant protects and supports the young plant in the seed during its development; spores do not receive such attention</p> <p>Evolusi BIJI A seed contains a food supply. After germination, in which the young plant begins to grow and establish itself as an independent plant, it is nourished by food stored in the seed until it becomes self-sufficient. Because a spore is a single cell, minimal food reserves exist to sustain the plant that develops from a germinating spore</p> <p>Evolusi BIJI The seed is protected by a multicellular coat. Seeds (and spores) can survive for extended periods of time at reduced rates of metabolism and then germinate when conditions become favorable. Seeds and seed plants have been intimately connected with the development of human civilization. From prehistoric times, early humans collected and used seeds for food. The food supply stored in seeds contains proteins, oils, carbohydrates, and vitamins that are nourishing for humans as well as for germinating plants</p> <p> The elimination of the necessity of water to transport the sperm grom the microgametophyte to the megagametophyte for fertilization to occur. This development made it possible for seed plants to complete their life cycles in relatively dry environments, compared to those of nonseed-producing vascular plants.</p> <p>Materi ini disusun untuk mahasiswa jur Biologi UNESA yang memprogram mk Taksonomi Tumbuhan Tinggi.</p> <p>WISANTI 2013</p>