Fistum Biostat Urea

  • View
    229

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU

I. Tujuan Untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk urea terhadap tinggi dan berat basah tanaman kacang hijau

II. Alat dan Bahan Alat - Polibag - Sekam padi - Sendok teh - Kertas loter - Beaker glass Bahan - Kacang hijau - Pupuk urea - Akuades

III. Cara Kerja 1. Rendamlah kacang hijau sebanyak 1 genggam selama semalaman 2. Isilah polibag dengan tanah yang gembur sebanyak 16 buah. 3. Kemudian pilihlah kacang hijau yang terbaik sebanyak 6 buah untuk ditanam pada masing-masing polibag 4. Sebarlah merata benih kacang hijau tersebut kedalam polibag yang sudah berisi dengan tanah dengan jarak sekitar 1 - 1 cm ,lalu ditutup dengan selapis tipis tanah. 5. Siramlah masing-masing polibag dengan air sebanyak 10 ml dan hari berikutnya disiram setiap pagi dan sore 6. Setelah 1 minggu, pilihlah satu benih yang tumbuh dengan baik pada masing- masing polibag dan benih yang lainnya dicabut. 7. Buatlah rancangan acak dengan 4 kali perlakuan dan 4 kali ulangan untuk pedoman pemberian pupuk pada benih tersebut.

1

8. Takarlah pupuk dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 0 sdt, sdt, 1sdt, dan 1 sdt masing-masing 4 kali ulangan (sdt = sendok teh) 9. Taburkan pupuk ke dalam masing-masing polibag sesuai dengan pengacakan yang telah dilakukan dengan jarak yang agak jauh dari tanaman 10. Amati selama 2 minggu dengan menyiramnya setiap pagi dan sore, 1 kali 2 hari 11. Setelah 2 minggu amati dan ukurlah panjang batang dan berat basahnya. 12. Buatlah hasil pengamatan pada tabel pengamatan dan kesimpulan untuk masing-masing perlakuan.

2

IV. Tinjauan Teoritis

Kacang hijau (Phaseolus radiata L.) merupakan tanaman kacang-kacangan yang penting dalam peningkatan gizi masyarakat, Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi dan sebagai bahan makanan. Kacang hijau mengandung nilai gizi yang cukup tinggi. Dalam 100 g biji kering mengandung 22,2 g protein, 6,29 g karbohidrat, 0,64 g vitamin B1, dan 6 IU vitamin C. Kacang hijau selain dikonsumsi sebagai makanan tambahan, sayuran, juga sebagai bahan baku industri makanan ringan, disamping itu juga bisa sebagai bahan pakan ternak.Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman kacang hijau adalah dengan pemupukan. Unsur posfor yang tersedia waktu pengisian polong dapat meningkatkan proses fisiologis tanaman dalam pembentukan karbohidrat dan protein, selanjutnya di transfer ke bagian polong untuk pembentukan biji. Kekahatan posfor merupakan kendala terpenting dan umum pada sebagian tanah masam (Soeprapto, 1993).

Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (kurang lebih 60 hari). Tanaman ini disebut juga mungbean, green gram atau golden gram. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini. Divisi : Spermatophyta Sub-divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Ordo : Rosales Famili : Papilionaceae Genus : Phaseolus Spesies : Phaseolus radiates (Tjitrosomo, 2004)

3

Morfologi Tanaman Kacang Hijau Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya. Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu. Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hiaju tua. Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri. Polong kacang hijau berebntuk silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan dan setelah tua berwarna hitam atau coklat. Setiap polong berisi 10-15 biji. Biji kacang hijau lebih kecil dibanding biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat dan hitam . Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan (Harjadi dan Setyari, 1988)

PUPUK UREA Pupuk Urea adalah pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Urea (46-0-0), pertama kali diperkenalkan pada tahun 1935, sekarang sumber utama kering pupuk nitrogen (N) di Amerika Serikat, karena konten yang relatif N tinggi, kemudahan penanganan, dan harga. Meskipun ammonium nitrat (34-0-0) dapat menjadi keunggulan dalam beberapa situasi untuk urea, karena kewajiban kekhawatiran ini tidak lagi tersedia di banyak daerah Amerika Serikat (Nurhayati dkk, 1986)4

Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk Urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih, dengan rumus kimia CO (NH2)2 merupakan pupuk yang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis), karena itu sebaiknya disimpan di tempat kering dan tertutup rapat. Pupuk urea mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100 kg urea mengandung 46 kg Nitrogen.

Spesifikasi

Kadar air maksimal 0,50% Kadar Biuret maksimal 1% Kadar Nitrogen minimal 46% Bentuk butiran tidak berdebu Warna putih

Sifat Pupuk Urea

Higroskopis Mudah larut dalam air

Manfaat unsur hara Nitrogen yang dikandung pupuk Urea

Membuat bagian tanaman lebih hijau dan segar5

Mempercepat pertumbuhan Menambah kandungan protein hasil panen

(Anonimous, 2010) Kegunaan pupuk Urea Unsur hara Nitrogen yang dikandung dalam pupuk urea sangat besar kegunaannya bagi tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan, antara lain: 1. Membuat daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun (chlorophyl) yang mempunyai peranan sangat panting dalam proses fotosintesa 2. Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, cabang dan lain-lain) 3. Menambah kandungan protein tanaman 4. Dapat dipakai untuk semua jenis tanaman baik tanaman pangan, holtikultura, tanaman perkebunan, usaha peternakan dan usaha perikanan Pemberian pupuk organik dapat memperbaiki sifat-sifat tanah seperti sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Bahan organik merupakan perekat butiran lepas, sumber hara tanaman dan sumber energi dari sebagian besar organisme tanah (Soepardi, 1979; Nurhayati Hakim et al., 1986). Selain pemberian pupuk organik, pemberian pupuk urea sebagai sumber hara N merupakan usaha yang banyak dilakukan dalam meningkatkan produktivitas sayuran khususnya kacang panjang. Pupuk urea sebagai sumber hara N dapat memperbaiki pertumbuhan vegetatif tanaman, dimana tanaman yang tumbuh pada tanah yang cukup N, berwarna lebih hijau (Hardjowigeno, 1987). Gejala kekurangan unsur hara Nitrogen 1. Daun tanaman berwarna pucat kekuning-kunigan 2. Daun tua berwarna kekuning-kuningan dan pada tanaman padi warna ini dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun 3. Dalam keadaan kekurangan yang parah daun menjadi kering dimulai dari daun bagian bawah terus ke bagian atas 4. Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil6

5. Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, sering kali masak sebelum waktunya V.Hasil dan Pembahasan V.1 Hasil Pengamatan HASIL PENGAMATAN PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU Perlakuan 1.1 1.2 1.3 1.4 2.1 2.2 2.3 2.4 3.1 3.2 3.3 3.4 4.1 Tinggi awal (cm) 10,4 10 10,5 10 10,9 10,5 10,2 10,8 10,5 10,6 10,4 10,4 10,5 Parameter Tinggi akhir Berat Basah (cm) (gr) 11,2 0,3 10,3 11,1 10,5 12,7 12,3 12 12,2 12,3 14,2 13,6 12,3 12,3 0,3 0,4 0,3 0,4 0,4 0,3 0,6 0,3 0,5 0,55 0,4 0,4 Keterangan Jumlah daun 2 helai dan belum tumbuh pucuk muda Jumlah daun 2 helai dan mulai tumbuh pucuk muda Mulai tumbuh pucuk muda, namun bagian ujung daun sedikit mengering Jumlah daun 2 helai dan mulai tumbuh pucuk muda Tumbuh pucuk daun muda Tumbuh pucuk daun muda Tumbuh pucuk daun muda Tumbuh pucuk daun muda Batang mengecil dibanding tanaman lainnya, mulai tumbuh pucuk daun muda Jumlah daun 2 helai dan tumbuh pucuk daun muda Jumlah daun 5 helai, dengan 2 daun tua dan 3 daun muda Tidak tumbuh pucuk daun muda Jumlah helaian daun 2 helai dan tampak kemunculan daun muda, muncul bercakbarcak coklat Jumlah daun 2 helai dan bagian ujungnya tampak sedikit mongering, muncul bercak-barcak coklat Jumlah daun 5 helai dengan 2 helai daun tua dan 3 helai daun muda, muncul bercak-barcak coklat Daun muda tumbuh, muncul bercakbarcak coklat pada daun tua

4.2

10,8

12,5

0,4

4.3

10,8

12,7

0,5

4.4

10,6

14,7

0,5

7

V.2 Pembahasan a. Analisis Data DATA PENGAMATAN PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA PANJANG BATANG KACANG HIJAU Ulangan 1 2 3 4 Total Nilai tengah (rata-rata) Keterangan : sdt = sendok teh Faktor Koreksi (FK) 0 sdt 11,2 10,3 11,1 10,5 43,1 10,78 Perlakuan 1 sdt sdt 12,7 12,3 12,3 14,2 12 13,6 12,2 12,3 49,2 52,4 12,30 13,10

1

sdt 12,3 12,5 12,7 14,7 52,2 13,05

Total

196,9 49,23

=

=

= 2423,10

Jumlah Kuadrat Total (JKT)

= [(11,22 + 10,32 + 11,12 + 10,52) + (12,72 + 12,32 + 122 + 12,22) + (12,32 + 14,22 + 13,62 +12,32) + (12,32 + 12,52 + 12,72 + 14,72) - FK = (125,44 + 106,09 + 123,21 + 110,25) + (161,29 + 151,29 + 144 + 148,84) + (151,29 + 201,64 + 184,96 + 151,29) + (151,29 + 156,25 + 161,29 + 216,09) - FK = (464,99 + 605,42 + 689,18 + 684,92) FK = 2444,51 2423,10 = 21,41

Jumlah Kuadrat Perlakuan (JKP)

- FK=

FK- FK 2423,10- 2423,108

= = =

= 2437,21 - 2423,10 = 14,11 Jumlah Kuadrat Galat (JKG) JKG = JKT JKP = 21,41 14,11 = 7,3

db total = rt 1 = 4.4 1 = 15 db perlakuan = t 1 =41=3 db galat = db total db perlakuan = 15 3 = 12

Kuadrat Tengah Perlakuan (KTP) KTP =

=

= 4,70

Kuadrat Tengah Galat (KTG) KTG =