Fx Klavikula

  • Published on
    24-Oct-2015

  • View
    72

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

CLAVICULA

Transcript

  • FRAKTUR KLAVIKULA DISERTAI CEDERA KEPALA RINGAN

    Gunawan Ali

    17120080002

    Pembimbing: dr. Arie Zakaria, Sp.OT, FICS

    Kepaniteraan Klinik Ilmu Bedah RUMKITAL Marinir Cilandak

    Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan

    28 Januari 2013 6 April 2013

    Laporan Kasus

  • 2

    PENDAHULUAN

    Trauma didefinisikan sebagai gangguan seluler yang disebabkan

    pertukaran energi dengan lingkungan yang melampaui ketahanan tubuh.

    Trauma masih menjadi penyebab kematian terbanyak pada individu

    usia 1 sampai 44 tahun. Selain kematian, trauma juga berhubungan

    dengan hilangnya produktifitas.

    Trauma akibat penyebab yang tidak disengaja menyumbang sekitar

    110.000 kematian per tahun, dan lebih dari 40% merupakan kecelakaan

    kendaraan bermotor.

  • 3

    Daftar Isi

    PENDAHULUAN ........................................................................................ 2 STATUS PASIEN ....................................................................................... 4

    I. Identitas Pasien ......................................................................................... 4 II. Keluhan Utama .......................................................................................... 4 III. Anamnesis: ................................................................................................ 4 IV. Pemeriksaan Fisik ..................................................................................... 6 V. Pemeriksaan Tambahan .......................................................................... 12 VI. Diagnosa Kerja : ...................................................................................... 15 VII. Diagnosa Banding: .................................................................................. 15 VIII. Penatalaksanaan ..................................................................................... 16 IX. Komplikasi ............................................................................................... 16 X. Prognosis ................................................................................................. 16

    TINJAUAN PUSTAKA .............................................................................. 19 A. Fraktur Klavikula ...................................................................................... 19 B. Cedera Kepala Ringan ............................................................................ 28

    Daftar pustaka ......................................................................................... 32

  • 4

    STATUS PASIEN

    I. Identitas Pasien

    Nama : Tn. Y. S. H.

    Jenis kelamin : Laki-laki

    Umur : 38 tahun

    Status : Menikah

    Pekerjaan : Anggota TNI-AL berpangkat Koptu

    Agama : Kristen

    Alamat : Jonggol

    Tanggal pemeriksaan : 5 Februari 2013 (pukul 10.00)

    Tanggal masuk RS : 5 Februari 2013 (pukul 9.45)

    No MR : 31-16-19

    II. Keluhan Utama

    Pasien mengeluhkan nyeri pada bahu kirinya, tidak dapat

    menggerakkan lengan kirinya, dan teraba tonjolan di bahu kirinya setelah

    mengalami kecelakaan lalu lintas pagi hari ini.

    III. Anamnesis:

    Autoanamnesis dan alloanamnesis dengan istri pasien

    A. Riwayat penyakit sekarang

    Pasien datang ke Unit Gawat Darurat RUMKITAL Marinir

    Cilandak dengan rujukan dari RSU Cileungsi. Pasien mengeluhkan

  • 5

    nyeri pada bahu kirinya, tidak dapat menggerakkan lengan kirinya,

    dan teraba tonjolan di bahu kirinya setelah mengalami kecelakaan lalu

    lintas pagi hari ini. Nyeri dirasa terpusat di bahu kiri sebelah depan,

    tidak menjalar ke lengan. Nyeri diperparah dengan usaha

    menggerakkan lengan, ketika lengan digerakkan, dan ketika bahu

    depan ditekan. Pasien tidak dapat menggerakkan lengannya karena

    terasa sangat nyeri ketika mencoba menggerakan lengannya.

    Tonjolan teraba di bahu sebelah atas.

    Pasien mengalami kecelakaan lalu lintas di Cipecang pada

    sekitar pukul 5.30. Pasien saat itu sedang berkendara sepeda motor,

    membonceng istrinya dengan kecepatan sekitar 60 km/jam. Muncul

    motor lain dari arah berlawanan yang sedang menyerobot jalur pasien.

    Motor pasien bertabrakan dari arah depan, dan pasien terpelanting ke

    sisi kirinya sejauh sekitar satu meter. Pasien mendarat di aspal

    dengan posisi bahu kiri dan lengan kiri terlebih dahulu. Kepala sisi kiri

    pasien juga menghantam aspal.

    Saat kecelakaan pasien tidak mengenakan helm. Istri pasien

    mengenakan helm, dan hanya mengalami luka lecet di lengan dan

    kaki kanan.

    Menurut istri pasien sesaat setelah kecelakaan pasien

    tampak tidak sadar dan terdengar mendengkur. Pasien tidak sadarkan

    diri selama sekitar 10 menit. Adanya muntah-muntah, kejang, keluar

    darah dari hidung atau mulut sesaat setelah kecelakaan disangkal istri

    pasien. Pasien mengaku ingat kejadian yang menimpanya, namun

    tidak sadar saat dibawa ke RSU Cileungsi.

    Keluhan nyeri, atau kesemutan di lengan kiri disangkal

    pasien. Pasien tidak merasa sesak atau nyeri di dada.

  • 6

    Pasien ditolong warga sekitar dan dibawa ke RSU Cileungsi,

    mendapat pertolongan pertama yaitu diberi infus, pembersihan jalan

    napas, pemasangan kateter, dan obat suntikan. Pasien kemudian

    dirujuk ke RUMKITAL Marinir Cilandak. Pasien sampai di RUMKITAL

    Marinir Cilandak berselang sekitar 4 jam 30 menit setelah kejadian.

    B. Riwayat Penyakit Dahulu

    Pasien tidak pernah menjalani tindakan operasi sebelumnya

    dan belum pernah dirawat di RS sebelumnya. Pasien mengaku tidak

    memiliki kelainan pembekuan darah. Riwayat hipertensi dan diabetes

    disangkal. Pasien tidak memiliki alergi obat.

    C. Riwayat Sosial dan Ekonomi

    Keadaan sosial ekonomi pasien menengah, dengan

    pembayaran dijamin oleh TNI-AL.

    IV. Pemeriksaan Fisik

    Keadaan Umum : sakit berat

    Tingkat kesadaran : GCS 14 (E3 V5 M6)

    Tanda-tanda vital

    Tekanan darah : 90/60 mmHg

    Nadi : 78 kali per menit

    Pernafasan : 20 kali per menit

    Suhu : 36o C

    Data antropometri

    Berat Badan : 83 kg

    Tinggi Badan : 170 cm

  • 7

    A. Survei primer

    1. Airway:

    pasien bernapas spontan

    tidak terdapat stridor

    pasien dapat berbicara, suara tidak serak

    tidak terdapat deformitas di wajah dan mandibula

    tidak terdapat jejas di leher

    2. Breathing:

    trakea di tengah

    tidak terdapat deformitas pada kostae

    gerakan napas simetris, tidak ada segmen yang tertinggal,

    tidak ada gerakan napas paradoks

    perkusi sonor pada seluruh lapang paru

    3. Circulation:

    tidak terdapat luka terbuka dengan perdarahan aktif

    nadi frekuensi 78 kali per menit, reguler, isi cukup, simetris di

    seluruh ekstremitas

    tidak terdapat sianosis

    4. Disability:

    tingkat kesadaran: komposmentis, GCS 14 (E3 V5 M6)

    pupil bulat isokor, diameter 3 mm, refleks cahaya langsung

    +/+, refleks cahaya tak langsung +/+

    tidak ada tanda lateralisasi

    B. Survei sekunder

    1. Pemeriksaan umum

    Kepala : lihat pemeriksaan lokal

    Mata : bentuk kedua bola mata normal dan simetris, ekimosis

    periorbital tidak ditemukan, sklera tidak ikterik,

  • 8

    konjungtiva tidak anemis, , refleks cahaya langsung +/+,

    refleks cahaya tak langsung +/+, pupil bulat isokor

    dengan diameter 3 mm

    Hidung : tidak tampak deformitas, ala dan vestibulum normal,

    septum nasi di tengah, nares bilateral paten, konka

    inferior bilateral tidak hipertrofi dan tidak hiperemis, tidak

    ada cairan atau darah keluar dari kedua nares

    Telinga : pinna dalam batas normal, kanalis auditus eksterna

    dalam batas normal, tidak ada cairan atau darah keluar

    dari kanalis auditus eksterna, tidak ditemukan ekimosis

    pada daerah prosesus mastoideus

    Mulut : mukosa lembab, tidak ada sianosis, gigi geligi dalam

    keadaan baik, tidak ditemukan bau alkohol

    Tenggorok : tonsil T1-T1, faring tenang

    Leher : bentuk normal, tidak ditemukan hematoma, tidak ada

    nyeri tekan, pergerakan bebas, kaku kuduk tidak

    ditemukan, trakea di tengah, tiroid tidak membesar

    KGB : kelenjar getah bening di preaurikular, retroaurikular,

    oksipital, submandibula, supraklavikula, aksila, dan

    inguinal tidak teraba.

    Thoraks : lihat pemeriksaan lokal

    Abdomen

    Inspeksi : datar, tidak tampak jejas, tidak tampak massa, tidak ada

    skar

  • 9

    Palpasi : supel, nyeri tekan di epigaster, hepar dan lien tidak

    teraba

    Perkusi : timpani di seluruh kuadran

    Auskultasi : bising usus positif normal

    Ekstremitas : lihat pemeriksaan lokal

    Kulit : warna sawo matang, tidak ditemukan sianosis, ikterus,

    atau ruam

    2. Pemeriksaan lokal

    a. Regio temporalis sinistra

    Look : tampak vulnus ekskoriasi ukuran 2 cm x 2 cm, tepi

    tidak beraturan, dasar dermis

    Feel : hematoma +, nyeri tekan +, krepitasi

    b. Regio frontalis

    Look : tampak vulnus ekskoriasi ukuran 2 cm x 2 cm, tepi

    tidak beraturan, dasar epidermis

    Feel : hematoma -, nyeri tekan +, krepitasi

    c. Regio zygomatica sinistra

    Look : tampak vulnus ekskoriasi ukuran 3 cm x 2 cm, tepi

    tidak beraturan, dasar epidermis

    Feel : hematoma -, nyeri tekan +, krepitasi

  • 10

    d. Regio deltoidea sinistra

    Look :

    o