GBE - Monetary & Fiscal Policies

  • Published on
    14-Apr-2017

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

TOPIKAL PAPERGENERAL BUSINESS ENVIRONMENT

Monetary & Fiscal PoliciesPengaruh Perubahan BI Rate terhadap Keputusan Investasi di Pasar Modal IndonesiaPengajar:

Tri Widodo, Prof., M.Ec.Dev., Ph.D.

Galing Priyatna12/343682/PEK/18098AKHIR PEKAN ANGKATAN 25 C

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS

UNIVERSITAS GADJAH MADA

JAKARTA

2014

Daftar IsiDaftar Isi

2Tentang Perusahaan

3

Pengaruh Perubahan BI rate Terhadap Keputusan Investasi di Pasar Modal

3Kesimpulan

5Daftar Pustaka

6Tentang Perusahaan

Eastspring Investments, adalah bagian dari Prudential Corporation Asia, yang merupakan perusahaan manajer investasi dari Grup Prudential di Asia. Eastspring Investments menjadi salah satu perusahaan manajer investasi terbesar di Asia, dengan beroperasi di 12 negara, memiliki lebih dari 2.000 karyawan di Asia dan mengelola sekitar US$94 miliar dana kelolaan (30Juni 2013). Eastspring Investments adalah manajer investasi multinasional yang mengelola reksadana on-shore terbesar di Asia. Eastspring Investments beroperasi di Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Uni Emirat Arab, Vietnam and Indonesia, dan joint venture di India, Cina serta Hong Kong. Belum lama ini, Eastspring Investments juga membuka cabang di Amerika Serikat.

Sedangkan Eastspring Investments Indonesia sendiri adalah perusahaan Manajer Investasi yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan memperoleh ijin Manajer Investasi dari Bapepam-LK (kini OJK) pada awal tahun 2012. Eastspring Investments sebenarnya sudah memiliki sejarah panjang berinvestasi di pasar modal Indonesia dan melayani nasabah Indonesia sejak lebih dari 10 tahun lalu. Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan menjadi lebih dekat dengan semua pemangku kepentingan, Eastspring Investments kemudian mendirikan kantor di Jakarta pada tahun 2011. Sejak awal kehadirannya di Indonesia, Eastspring Investments Indonesia telah menempatkan posisinya dalam jajaran perusahaan manajer investasi terbesar di tanah air dengan dana kelolaan lebih dari Rp 42,83 triliun per 31 Maret 2014, meliputi reksadana dan discretionary fund.

Pengaruh Perubahan BI Rate terhadap Keputusan Investasi di Pasar Modal IndonesiaDalam membuat keputusan investasi, seorang investor harus mempertimbangkan beberapa indikator makro ekonomi. Indikator ekonomi makro yang sering kali dihubungkan dengan pasar modal adalah fluktuasi tingkat bunga, inflasi, kurs rupiah, dan pertumbuhan PDB. Secara teori, tingkat bunga dan harga saham memiliki hubungan yang negatif (Tandelilin, 2010). Tingkat bunga yang terlalu tinggi akan mempengaruhi nilai sekarang (present value) aliran kas perusahaan, sehingga kesempatan-kesempatan investasi yang ada tidak akan menarik lagi. Tingkat bunga yang tinggi juga akan meningkatkan biaya modal yang akan ditanggung perusahaan dan juga akan menyebabkan return yang disyaratkan investor dari suatu investasi akan meningkat.

Menurut Bank Indonesia, BI Rate adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap ataustancekebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank Indonesia dan diumumkan kepada publik.Bank Indonesia pada umumnya akan menaikkan BI Rate apabila inflasi ke depan diperkirakan melampaui sasaran yang telah ditetapkan, sebaliknya Bank Indonesia akan menurunkan BI Rate apabila inflasi ke depan diperkirakan berada di bawah sasaran yang telah ditetapkan. Perubahan dari suku bunga BI Rate mempengaruhi perekonomian makro melalui perubahan harga aset. Kenaikan suku bunga akan menurunkan harga aset seperti saham dan obligasi sehingga mengurangi kekayaan individu dan perusahaan yang pada gilirannya mengurangi kemampuan mereka untuk melakukan kegiatan ekonomi seperti konsumsi dan investasi.Perubahan BI rate terkait erat dengan fluktuasi yang terjadi di pasar modal dalam hal ini terlihat pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Umumnya pergerakan yang terjadi secara grafis menunjukkan arah yang berlawanan, seperti terlihat dalam gambar berikut ini.Gambar 1. Grafik IHSG dan BI Rate Juli 2005 Juli 2013

Sumber : Rudiyanto, www.kontan.co.idKeterangan gambar :

1. Periode A,B, dan C

Pada periode tersebut, BI Rate menurun dari puncaknya yaitu 12.75% secara bertahap hingga ke 8% sebelum akhirnya kembali naik. Jika kita perhatikan pada periode dari A ke B, IHSG telah naik 32%, dari periode B ke C IHSG naik 37%. Jika dihitung dari periode A ke C IHSG telah naik 82%.

2. Periode D dan EPada periode ini, BI Rate menurun dari 9.25 menjadi 6.5 dari 7 Januari 2009 ke 5 Agustus 2009. Dalam periode yang sama, IHSG juga naik sekitar 61%.

3. Periode F dan GPada periode ini, BI Rate menurun dari 6.75 menjadi 5.75 dari 11 Oktober 2011 ke 9 Februari 2012. Dalam periode yang sama, IHSG naik sekitar 12%.

Apabila melihat perbandingan data BI rate dan IHSG antara Juli 2005 hingga Juli 2013, ditemukan hasil ternyata ketika BI Rate naik dan mendatar, IHSG dapat naik dan dapat juga turun, sementara ketika BI Rate turun, IHSG mengalami kenaikan dan bahkan cukup tinggi.Kesimpulan

Ada dua alasan yang mendasari perubahan harga saham mendahului perubahan ekonomi. Pertama, harga saham yang terbentuk merupakan cerminan ekspektasi investor terhadap earning, dividen, maupun tingkat suku bunga yang akan terjadi. Hasil estimasi investor terhadap ketiga variabel tersebut akan menentukan berapa harga saham yang sesuai. Dengan demikian, harga saham yang sudah terbentuk itu akan merefleksikan ekspektasi investor atas kondisi ekonomi di masa datang, bukan kondisi ekonomi saat ini. Kedua, kinerja pasar modal akan bereaksi terhadap perubahan-perubahan ekonomi makro seperti perubahan tingkat bunga, inflasi, ataupun jumlah uang beredar. Ketika investor menentukan harga saham yang tepat sebagai refleksi perubahan variabel ekonomi makro yang akan terjadi, maka masuk akal jika dikatakan harga saham terjadi sebelum perubahan ekonomi makro benar-benar terjadi.Daftar Pustaka

Tandelilin, Eduardus, 2010, Portfolio dan Investasi teori dan aplikasi, Edisi Pertama, Kanisius, YogyakartaBI. (www.bi.go.id). Laporan Perekonomian Indonesia. 2013

Rudiyanto. (www.kontan.co.id). Menebak Kapan Rally IHSG Berikutnya. 2013.Eastspring Investments. (www.eastspring.co.id). Eastspring Investments di Indonesia. 20126