Gelogor KKP

  • Published on
    01-Jul-2015

  • View
    477

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

<p>LAPORAN KULIAH KERJA PARTISIPATIF (KKP) DESA BANYU URIP KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT</p> <p>Oleh : ulyani 151074021</p> <p>INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM2009</p> <p>KATA PENGANTAR</p> <p>Puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah memberikan rahmat hidayah dan Inayahnya sehingga penyusunan laporan Kuliah kerja partisipatif (KKP) diselesaikan. Kedua kalinya shalawat serta salam buat junjunga alam Nabi besar Nabi Muhammad Saw yang telah menuntun umat manusia menuju alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan saat ini. Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat telah selesainya kegiatan kuliah kerja partisipatif (KKP) yang dilaksanakan oleh mahasiswa IAIN Mataram di Desa Banyu Urip Kecamatan Gerung kabupaten Lombok Barat sebagai salah satu bentuk laporan dari beberapa kegiatan yang di aksanakan l dalam jangka waktu 40 hari. Dalam kesempatan ini kami tak lupa menyampaiakan ucapan terima kasih kepada : 1. Dr. H. Asnawi, MA selaku rektor IAIN Mataram 2. Dr.Baharudin, MA selaku ketua LPM IAIN mataram 3. Amir Aziz M.si selaku dosen pembina lapangan 4. Anwar selaku kepala Desa Banyu Urip Kec. Gerung lombok barat 5. Staf Desa dan seluruh masyarakat desa Banyu Urip yang telah membantu dalam mensukseskan kegiatan Kuliah kerja partisipatif (KKP) di desa banyu urip kec. Gerung kabupaten lombok barat.</p> <p>Banyu Urip, September 2010</p> <p>Penulis</p> <p>ULYANI</p> <p>BAB I</p> <p>PENDAHULUAN</p> <p>Gambaran Umum Desa banyu urip1. Keadaan Geografis Desa banyu urip merupakan desa hasil pemekaran dari desa yang terdiri dari 10 dusun akan tetapi pada tahun 2009 terjadi pemekaran 4 dusun sehingga sekarang menjadi terbentuk pada tahun 2000 yang 6 dusun.Desa banyu urip terletak pada posisi wilayah yaitu: sebelah barat berbatasan dengan Desa Rumak, sebelah Timur berbatasan</p> <p>dengan wilayah Desa Kediri, sebelah Utara berbatasan dengan Desa Bagek Polak dan sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Omba. Desa ini memilki luas daerah s 216. 213 Ha. Desa banyu urip merupakan daerah dataran rendah yang sebagian besar terdiri dari persawahan, dengan letak dusun yang berhimpit dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Desa banyu urip terdiri dari sepuluh dusun yaitu: 1. Dusun Banyu Urip Pusat 2. Dusun Banyu Urip Tengah 3. Dusun Banyu Urip Utara 4. Dusun Banyu Urip Selatan 5. Dusun Banyu Urip Timur 6. Dusun Gersik Utara 7. Dusun Gersik Selatan Desa banyu urip memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang cukup baik, sebagaimana daerah-daerah lainnya. Sehingga kebutuhan air dapat terpenuhi, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan irigasi,bahkan masyarakat di desa banyu urip sudah memakai PDAM.Hal ini menyebabkan kondisi alam Desa banyu urip termasuk cukup subur dilihat dari adanya sebagian masyarakat yangmasih tanam padi pada musim kemarau. Saluran irigasi yang ada</p> <p>di Desa banyu urip berasal dari sungai babak yang terletak di wilayah Kediri. Dengan kondisi seperti ini di desa banyu urip cukup baik untuk pertanian sedangkan perkebunan hanya terdapat di beberapa tempat. Dari segi letak batas wilayah, desa banyu urip termasuk daerah yang dekat dari perkotaan seperti Kediri dan Rumak. Hal ini bisa kita lihat dari letak desa banyu urip misalnya dengan kantor bupati yaitu + 2 km dan sekiar 10 KM dari kota mataram dan cakra negara. Desa banyu urip juga merupakan bagian dari pusat pendidikan yang berada di kecamatan kediri yang dikenal dengan kota santri. 2. Keadaan Penduduk desa banyu urip Penduduk di Desa banyu urip bersifat heterogen, hal tersebut di lihat dari segi jumlah penduduk per Dusun dan dari segi perbedaan laki laki dan perempuan.. Penduduk Desa banyu urip sebagian besar berpendidikan, terutama bagian utara yang rata-rata komunitas penduduknya sedang menempuh pendidikan pada perguruan tinggi. Dari masing - masing dusun perbedaan jumlah penduduk sangat signifikan, seperti dusun Banyu Urip utara termasuk dusun yang memiliki jumlah penduduk yang paling banyak, dan Dusun Banyu Urip pusat yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit. Desa banyu urip juga terkenal sebagai pengirim TKI (tenaga kerja indonesia) terbesar di pulau lombok karena hampir 50% penduduknya pergi keluar negeri sebagai TKI dan itu menjadi salah satu penghasilan untuk menghidupi keluarga. Hal ini di perkuat dengan banyaknya Perusahaan terbatas (PT) yang berfungsi mengirim tenaga kerja ke luar negeri seperti saudi arabia, malaisia dan lain sebagainya. Desa banyu urip sudah memakai system RT meskipun masih</p> <p>dalam administrasi desa. Pertumbuhan penduduk desa ini tidak terlalu menunjukkan adanya peningkatan yang wajar. Seperti tabel di bawah ini :</p> <p>Data jumlah penduduk desa banyu urip bulan Juli 2009 : No 1 2 3 4 5 7 8 Dusun Banyu Urip pusat Banyu Urip tengah Banyu Urip selatan Banyu Urip utara Banyu Urip timur Gersik utara Gersik selatan Jumlah Jumlah Penduduk Laki laki Perempuan 683 275 285 362 369 162 569 2705 706 279 328 357 377 176 613 2836 Jumlah 1389 554 613 719 746 338 1183 5542 Jumlah KK 373 162 171 188 203 97 345 1539</p> <p>3. Keadaan politik dan sosial Dari segi Sosial Politik Desa banyu urip sudah menerapkan demokrasi, hal ini dapat dilihat dari kegiatan pemilihan kepala desa maupun pemilu lainnya. Masyarakat Terlihat antusias dalam</p> <p>mengikuti pesta rakyat tersebut. Meskipun Sebagian besar masyarakat Banyu Urip kurang memahami politik sehingga dalam berpolitik tidak lepas dari pro dan kontra, disebabkan adanya perbedaan persepsi antar kelompok masyarakat. Kejadian seperti ini masih sering terjadi, bukan hanya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang politik, akan tetapi ini disebabkan karena tidak menghargai pendapat satu sama lain. Sehingga ada persepsi untuk menguasai forum dan rasa ingin menang sendiri. Hampir disemua dusun desa banyu urip yang menjadi kepala dusun (kadus) merupakan warga masyarakat dari golongan muda dan belum menikah, bahkan staf desa yang ada hamper semuanya terdiri dari warga masyarakat golongan muda dan rata-rata belum menikah</p> <p>sehingga proses kerja dalam pemerintahan berjalan dengan lancar walaupun kadang-kadang mendapat kendala.</p> <p>4. Keadaan Ekonomi Desa banyu urip mempunyai potensi yang cukup menarik untuk dikembangkan. bisa kita lihat dari berbagai segi antara lain: Pertanian, Peternakan, Pertukangan, Keterampilan, Perdagangan dan Bisnis. Terlepas dari gambaran diatas, sesungguhnya Desa banyu urip mempunyai keragaman jenis perekonomian dan terkenal dengan penghasil krupuk terbesar yang ada di kecamatan kediri kar yang paling dominan yaitu dalam sektor pertanian. Sedangkan perikananena hampir di semua dusun di desa banyu urip terdapat produsen krupuk. Di desa banyu urip juga terdapat banyak kios, konter dan tempat perdagangan lainnya yang kesemuanya itu hampir ada di semua duun yang ada di desa banyu urip. . Dari hasil survey yang kami lakukan meskipun desa banyu urip merupakan salah sau bagian dari kota santri dan desa yang mendekati perkotaan, masih banyak warga masyarakatnya yang buta aksara dan putus sekolah tertama kalangan orang tua. Bahkan sebagian besar penduduknya memilih pergi keluar negeri untuk TKI sebagai media untk menghidupi keluarga ketimbang bekerja di desa sendiri. 4. Keadaan Sosial Budaya Dari segi Sosial kebudayaan Desa banyu urip mempunyai budaya yang masih kental, salah satu jenis keseniannya adalah kesenian</p> <p>musik tradisional sasak seperti Gendang Beleq serta budaya Sorong Serah yang menjadi tradisi orang sasak dalam pernikahan. Kesenian ini sangat diminati oleh masyarakat setempat dan sangat</p> <p>dikembangkan. Di daeraah lain kesenian tradisional seperti yang sudah disebutkan di atas tidak dikembangkan bahkan ada yang tidak diperbolehkan sama sekali. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain: a) Kurangnya pendidikan warga ( masih bersifat awam )</p> <p>b) Adanya perbedaan pemahaman dalam masyarakat itu sendiri yaitu sebagian mengatakan bahwa kegiatan seperti itu dilarang oleh agama sedang sebagian lain juga mengatakan bahwa hal tersebut hanya berupa adat istiadat. c) Perbedaan kegemaran khususnya untuk kebudayaan d) Keheterogenan masyarakat Desa banyu urip yaitu adanya masyarakat bangsawan dengan non bangsawan. e) Penduduk sudah terpengaruh oleh kebisaaan kebisaaan orang lain terutama yang dicontoh dari media dan sebagainya Dari beberapa hal tersebut di atas hal yang paling berpengaruh adalah rendahnya tingkat pendididkan masyarakat Banyu Urip secara umum. Dari setiap upacara pernikahan menurut kebisaaan mayarakat umum terdapat satu hal yang kurang jika tidak diiringi dengan kebudayaan tersebut. Hal lain yang sering dilakukan oleh warga masyarakat desa banyu urip adalah kebiasaan mereka dalam membuat acara makan bersama yang sering disebut dengan istilah mekele dimana masing-masing individu mengeluarkan uang dengan jumlah tertentu untuk membuat menu makanan yang akan di santap bersama. Hal ini hamper setiap kelompok warga masyarakat dilakukan setiap minggu bahkan menjadi kebiasaan mereka yang sudah membudaya. 5. Keadaan Sosial Keagamaan Dari segi Sosio Keagamaan, masyarakat Desa banyu urip hanya memeluk agama islam, hanya terdapat satu orang yang beragama kristen itupun tempat berdomisilinya terisolir/terpisah dari mayarakat sekitar dan jarnag berada di rumah karena berasal dari luar negeri (warga Negara asing). Di Wilayah Desa banyu urip terdapat 2 masjid yang sering digunakan untuk pengajian dan shalat jumat dan hampir di setiap Dusun mempunyai mussolla yang di gunakan oleh masyarakat sekitar untuk beribadah. Dari hasil survey, kami melihat kurangnya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan sholat berjamaah, hal ini terlihat saat pertama</p> <p>kali kami sholat berjamaah di salah satu mussolla yang berada di dusun Banyu Urip selatan dan kebersihan musolla sangat minim, serta kurang di fungsikan, contohnya untuk mengajar anak-anak mengaji, sehingga anak-anak kurang bisa dalam membaca al-quran, salah satu contoh musollanya yaitu musolla Banyu Urip selatan, kecuali pada malam jumat pada dusun tersebut penduduk yasinan/membaca yasin di salah satu rumah penduduk yang di lakukan dengan cara bergiliran dari rumah penduduk yang satu ke rumah penduduk yang lain. Hampir semua mushalla diseluruh dusun yang ada di desa banyu urip jarang difungsikan untuk pengajaran anak-anak dalam hal membaca al-quran akan tetapi sering digunakan untuk pengajian kalangan orang tua setiap sekali seminggu. Setiap malam kamis masjid bisaanya digunakan untuk pengajian dan diskusi kalangan remaja dengan pemateri yang berbeda baik pemateri dari desa banyu urip sendiri maupun dari luar Banyu Urip. Di Desa banyu urip juga terdapat tokoh agama yang di segani oleh masyarakat. Dan terdapat 2 pondok pesantren yang menjadi pusat pendidikan yaitu pondok pesantren Al-amin yang di pimpin oleh Ust. H. M. Amin yang terletak di dusun gresik dan pondok pesantren NW Hamzanwadi yang dipimpin oleh Ust. H. Syaharudin , yang terletak di dusun Banyu Urip pusat. .</p> <p>BAB II PROSES KEGIATAN A. Penemuan Masalah 1. Proses Penemuan Masalah Sebelum melakukan identifikasi hal pertama yang dilakukan adalah survey atau observasi keadaan Desa banyu urip dari semua segi antara lain dari segi ekonomi, budaya, agama, sosial dan politik. Setelah melakukan observasi kem0udian dilanjutkan dengan melakukan identifikasi masalah untuk mengetahui permasalahan yang ada untuk dijadikan bahan kajian dan arahan dalam pelaksanaan KKP di lapangan, observasi dilakukan selama seminggu sebelum identifikasi masalah. Dalam proses ini ada beberapa hal yang dilakukan antara lain pemetaan (Mapping), Transek, Diagram Venn, alur sejarah dan sebagainya. Selama proses observasi dan identifikasi kami dibantu oleh masyarakat dan pihak terkait setempat melalui interview secara langsung dan bersilaturrahim ke mayarakat serta pemantauan secara langsung, untuk mendapatkan data yang lebih akurat dan valid. Dalam observasi kali ini proses penemuan masalah di dapatkan berdasarkan pedoman yang telah diberikan oleh lembaga pendidikan IAIN Mataram untuk setiap mahasiswa Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram yang di jadikan sebagai sebuah acuan untuk memudahkan dalam proses pelaksanaan KKP, seperti Pedoman observasi yang berbentuk selebaran kertas yang berisikan tentang pertanyaan-pertanyaan mengenai keadaan geografis, jumlah penduduk, agama, keadaan ekonomi, pendidikan, sosial, budaya dan adat istiadat dan sebagainya. Sedangkan teknikteknik yang di gunakan dalam menemukan masalah pada penelitian ini adalah teknik Direct observasi (observasi langsung) dan Semi Structured Interviewing ( Direct observation yaitu kegiatan observasi langsung pada obyek-obyek tertentu, kejadian, proses, hubunganhubungan masyarakat, dan dilengkapi dengan gambar-gambar atau foto - foto yang dijadikan sebagai bukti yang memiliki makna tertentu</p> <p>sesuai dengan keadaan sebenarnya, yang merupakan gambaran tentang kondisi geografis, cuaca dan iklim suatu wilayah tertentu. Sedangkan wawancara semi terstructur adalah suatu teknik</p> <p>pengumpulan data yang menggunakan panduan sistematis yang hanya merupakan panduan terbuka dan masih mungkin untuk berkembang selama interview dilaksanakan. Wawancara semi terstructur dapat dilakukan bersama individu yang di anggap mewakili informasi, wanita, pria, anak-anak, orang-orang yang dianggap mempunyai pengetahuan tertentu dimana pengetahuan itu tidak dimiliki oleh orang lain, misalnya petani, petugas kesehatan. Dapat juga dilakukan oleh kelompok, dalam rangka memperoleh informasi dari semua level masyarakat. Berdasarkan kilasan diatas, tindakan yang telah dilakukan pada penelitian ini adalah pengkajian dan pendataan yang meliputi pertanyaan-pertanyaan terstructur yang diajukan kepada setiap kepala dusun. Kemudian gaya dan cara yang dilakukan untuk memperoleh informasi ini dilakukan dengan adat bertamu ke setiap kepala dusun, tokoh remaja, tokoh masyarakat dan warga sekitar dengan waktu yang terstruktur yakni; dari tanggal 19 Juli 2010 hingga 28 Agustus 2010. Karena berbagai macam halangan yang di hadapi ketika proses interview atau wawancara di jalankan seperti: sebagian Kepala Dusun tidak berada di tempat ketika berkunjung ke rumahnya disebabkan ada kegiatan tertentu atau kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat umum yang harus di lakukan dan di selesaikan sebagai seorang kepala dusun, adanya urusan pribadi dari sebagian kepala dusun, dan lain sebagainya. Setelah Interview dilaksanakan kemudian dilakukan mapping atau pemetaan wilayah secara umum untuk mengetahui bagaimana kedaaan sebenarnya Desa banyu urip ini setelah itu baru kita merembukkan bersama proses pencarian solusi dari masalah yang sudah kami dapatkan bersama masyarakat.</p> <p>2. Partisipasi Masyarakat Selama proses observasi dan identifikasi permasalahan kami dibantu secara langsung oleh masyarakat setempat terutama oleh orangorang yang berpengaruh (Sesepuh Sesepuh Masyarakat/Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Agama) pada masing masing dusun yang ada di Desa banyu urip. Setelah beberapa waktu kemudian kurang lebih selama satu minggu, kami mengadakan pertemuan...</p>