Geografi Australia

  • Published on
    12-Jul-2015

  • View
    239

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

Geografi Australia

Australia-Indonesia Institute (AII) (Lembaga Australia-Indonesia)

Gambar sampul depan dari Universitas James Cook dan Lembaga Meteorologi Jepang

Geografi Australia

Australia-Indonesia Institute (AII) (Penerbit Lembaga Australia-Indonesia)

Geografi AustraliaPenulis: Carol Thornton, Dr Lew Hird, Bruce Foott, Dr Malcolm Prentis, Susan Bliss, Dr Noel De Souza, Geoffery Clarke, Ian McKee, Peter Plant, Marshall Leaver, Renata Grudic, Russell Darnley, Dr Lin Sutherland, Dr Tim Flannery, Dr Peter Bastian. Penyunting: Dr Noel De Souza Assisten penyunting: Russell Darnley Penerjemah: Dr Rochayah Machali Penyunting terjemahan: Wiryono Sastrohandoyo, Duta Besar Republik Indonesia di Australia, 1997 Dr. H. Endang Soenarya, Direktur Sarana Pendidikan, Dikdasman, Jakarta Drs. Farid Hadi, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Jakarta Penata grafis: Russell Darnley, Tarki Deimihalis Penata letak: Matina Pentes, Asian Field Study Centres Pty Ltd Konsultan: Deidre Dorbis

Buku ini diterbitkan oleh Lembaga Australia-Indonesia (Australia-Indonesia Institute) untuk Pemerintah Australia, bekerjasama dengan Departmen Pendidikan Nasional Republik Indonesia

Kata PendahuluanMenghapuskan ketidaktahuan dan citra yang tidak sesuai mengenai Indonesia di Australia dan mengenai Australia di Indonesia, merupakan tugas-tugas yang sangat penting dan penuh tantangan. Tugas ini penting karena pemahaman yang lebih luas mengenai kedua bangsa dan perubahan sikap masyarakat secara luas akan bermanfaat dalam upaya mendekatkan hubungan kedua negara ini di masa datang. Geografi Australia adalah bagian dari proses pendekatan tersebut di atas. Buku teks ini merupakan puncak suatu upaya kemitraan antara Australia dan Indonesia dalam rangka memberikan gambaran Australia masa kini kepada siswa-siswa sekolah menengah di Indonesia. Proyek kemitraan ini diawali oleh Lembaga Australia-Indonesia dengan dukungan pribadi dan kebaikan hati Mr Ian Berckelman AM, yakni mantan anggota Dewan dalam Lembaga ini. Kemudian proyek tersebut dicakup dalam kerjasama antara Depdikbud (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia), Departemen Ketenagakerjaan, Pendidikan, Pelatihan dan Urusan Pemuda di Australia (yaitu DEETYA atau Australian Department of Employment, Education, Training and Youth Affairs) serta Pemerintah Daerah Khusus Utara (Australian Northern Territory), yang masing-masing memberikan dukungan ataupun bantuan keuangan terhadap proyek tersebut di atas. Pengumpulan bahan secara profesional bagi buku teks ini sampai terwujud menjadi suatu publikasi yang menarik bagi pembaca dan para siswa, merupakan hasil suatu upaya yang penuh pengabdian dari Asian Field Study Centres, terutama dari para konsultannya, yaitu Russell Darnley dan Matina Pentes. Saya yakin buku teks ini akan menjadi contoh yang baik mengenai apa yang bisa dicapai melalui upaya dan dedikasi antara mitra Australia dan Indonesia yang bersedia bekerjasama demi mencapai tujuan yang sama. Tujuan tersebut adalah untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada generasi muda Indonesia mengenai Australia sebagai tetangganya yang ramah, dan hal ini merupakan kebanggaan besar bagi saya sebagai Pimpinan Lembaga Australia-Indonesia. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wiryono, Duta Besar Indonesia di Kedutaan Besar RI di Canberra, atas andil beliau terhadap proyek ini. Secara khusus saya juga berterima kasih kepada Bapak Mendikbud Wardiman Djojonegoro beserta staf atas komitmen, semangat dan dukungan yang diberikan selama tiga tahun ini. Atas nama Lembaga Australia-Indonesia dan Dewan Lembaga, saya sangat berharap buku teks ini akan membantu menjembatani kesenjangan budaya dan sosial yang ada di antara kita dan menimbulkan pemahaman yang lebih dalam dan luas antara kedua bangsa. Ketidaktahuan dapat melahirkan rasa khawatir; namun, pemahaman akan menuntun ke arah saling pengertian. Philip Flood AO Chairman, Australia-Indonesia Institute (AII) Pimpinan, Lembaga Australia-Indonesia Canberra

iv

Kata SambutanKami menyambut baik penerbitan buku Geografi Australia oleh Lembaga Australia-Indonesia yang memuat informasi berbagi hal tentang benua Australia, antara lain mengenai iklim, flora fauna khas, kependudukan, kebudayaan, sumber daya alam, kepariwisataan, serta hubungan Australia Indonesia. Informasi dimaksud diperlukan peserta didik Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dalam memperkaya pengetahuan dan menambah wawasan, pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan serta diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia dalam menyongsong era globalisasi. Kami sampaikan penghargaan dan terima kasih atas upaya Lembaga Australia-Indonesia yang telah ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan di Indonesia, khususnya dalam penyediaan buku perpustakaan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.

Jakarta Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah

Ir. Indra Djati Sidi NIP 130672115

v

Kata PengantarSaya merasa sangat bersenang hati ketika diminta untuk memberikan kata pengantar bagi buku mengenai Australia ini. Buku yang dimaksudkan bagi siswa-siswa sekolah menengah di Indonesia ini akan sangat bermanfaat bagi mereka. Buku ini merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan pemahaman generasi muda Indonesia mengenai tetangga Indonesia yang penting di selatan, dan manfaat yang diperoleh dari buku tersebut akan bertahan lama dan abadi. Liputan dalam buku ini bersifat menyeluruh dan obyektif. Dengan demikian, isi liputan tersebut akan meningkatkan pemahaman yang sehat mengenai sejarah, keberhasilan-keberhasilan yang dicapai dan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh bangsa Australia. Penerbitan buku ini merupakan andil yang besar terhadap pemahaman yang lebih baik mengenai Australia di Indonesia. Itulah sebabnya, buku ini patut kita sambut baik.

Wiryono Sastrohandoyo Duta Besar Republik Indonesia Canberra

vi

Daftar isi

Pengantar Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5 Bab 6 Bab 7 Bab 8 Bab 9 Bab 10 Bab 11 Benua Australia Iklim Australia Flora dan Fauna Khas Australia Orang Aborijin Australia Pertanian di Australia Sumber Mineral di Australia Pabrik di Australia Penduduk dan Permukiman Australia: Negeri dengan Banyak Kebudayaan Perdagangan dan Kepariwisataan Hubungan antara Australia dan Indonesia

1 7 23 41 53 71 91 107 123 143 157 175

vii

Transkripsi bunyi ucapan beberapa nama kota, daerah, tumbuhan dan hewanBiasanya nama (baik nama orang maupun nama tempat) tidak boleh diterjemahkan. Namun, untuk membantu pengucapannya bagi siswa, di sini ada gambaran pengucapannya.

Petunjuk umum: [] seperti bunyi e dalam kata selamat [e] seperti bunyi [e] dalam kata ejaan [th] seperti bunyi antara t dan s

Nama kota/tempat Adelaide Australian Capital Territory (ACT) Brisbane Cairns Canberra Coleambally Eucha Geelong Gold Coast Griffith Groote Eylandt Hunter Leeton Melbourne Middleback Murray Murrumbidgee Newcastle New South Wales (NSW) Oodnadatta Perth Queensland Queenstown Sydney Townsville Victoria Whyalla Wollongong Nama tumbuhan/hewan barley bilby budgerigar calrose mallee oats platypus quoll thorny devil wallaby

Pengucapan dleid Austrelin kepitl tritori Brisbn Keinz Knbra Kolembli Yuca Jilong Gold Koust Grifits Grut Ailand Hantr Litn Mlbn Midl bk Marri Marmbiji Nuksl Nu Sauth Weils Utndata Prth Kwinslnd Kwinstaun Sidney Taunsvil Viktoria Waiyala Wolonggong Pengucapan barli bilbi badjeriga klros mlli outs platipus Kuol thorni dvl Walbi viii

PENGANTAR

Inilah Australia130 140 150

120 LAUT FLORES

LAUT ARAFURA LAUT TIMOR Darwin LAUT KORAL 10

SAMUDERA PASIFIK SELATAN SAMUDERA HINDIA

WILAYAH AUSTRALIA UTARA

QUEENSLANDAlice Springs

20

AUSTRALIA BARAT

Garis Balik

Selata n

AUSTRALIA SELATAN

Brisbane

Perth Adelaide

NEW SOUTH WALESSydney Canberra (DKIA)

30

kilometer

VICTORIAMelbourne

LAUT TASMAN

TASMANIA110 Proyeksi kerucut sederhana dengan kesejajaran baku 18LS dan 36LS Hobart

40

Gambar 1: Benua Australia

LokasiAustralia terletak di belahan bumi bagian selatan antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Benua Australia membentang dari garis lintang 10o 41LS sampai garis lintang 43o 39LS dan dari garis bujur 113o 09BT sampai 153o 39BT, sebagaimana tampak dalam Gambar 1. Benua Asia terletak di sebelah utara Australia, dan di sebelah selatan terletak SamuderaPengantar

Selatan, dan semakin ke selatan lagi terletak Benua Antartika. Australia saling berbagi lautan dengan tetangga-tetangganya yang terdekat, yakni Indonesia dan Papua Nugini. Australia terletak di sebelah tenggara Indonesia. Pada titik batasnya yang terdekat, Australia dan Indonesia hanya terpisah beberapa kilometer saja, dan hal ini dapat dilihat dalam Gambar 2.1

Banda Aceh Medan Manado Pekanbaru Pontianak Palu Padang Samarinda Jambi Palangkarya Palembang Banjarmasin Kendari Bengkulu Ambon Ujnung Bandar Lampung JAKARTA Pandang Semarang Bandung Surabaya Yogyakarta Denpasar Mataram Dili Kupang Darwin 0 Jayapura

SAMUDERA PASIFIK

SAMUDERA HINDIA

SAMUDERA PASIFIK SELATAN

23 30'

Brisbane

Perth Sydney Adelaide CANBERRA Melbourne Proyeksi Mercator 0 1000 2000 kilometer Hobart 150 40

Skala nyata hanya pada katulistiwa 90

Gambar 2: Ibu kota negara dan ibukota propinsi di Indonesia; Ibukota nasional dan ibukota negara bagian di Australia Dengan meletakkan gambar negara Indonesia di atas Gambar negara Australia, akan mudah bagi kita untuk membandingkan luasnya. Coba jawablah pertanyaan berikut ini: Negara mana yang lebih luas daratannya? Negara mana yang lebih luas membentang dari timur ke barat? Negara mana yang lebih luas membentang dari utara ke selatan? Gambar 3: Perbandingan wilayah Indonesia dengan Australia. Pengan