Guru Pembimbing

  • Published on
    10-Jul-2016

  • View
    7

  • Download
    4

Embed Size (px)

Transcript

KERAJAAN ACEH DARUSSALAM ( SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM )

Guru Pembimbing : Ayu Yarnisah .S.Si.M.Pd Oleh Kelompok : 02Anisatul Azizah (04)Hanifatussoliha (13)Novi Nur Anggraini (20)Nurul Hikmawati (22)

MTS. MIFTAHUL ULUM 2015 Jln. A.Yani 35 B Wanasari, Denpasar Utara

Ridwan,.(http://ridwanaz.com/umum/sejarah/sejarah-kerajaan-aceh-pada-masa-kejayaan-dan-keruntuhannya//): diakses tanggal 10Februari 2013, :http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Aceh darihttp://id.wikipedia.org/:http://ilhamblogindonesia.blogspot.com/2014/01/6-benda-dan-bangunan-indah-peninggalan.html#ixzz3jeGkDJWH(http://acehindah.blogspot.com) http://visittoaceh.blogspot.com(http://travel.detik.com/)http://iloveaceh.tumblr.com(http://atjehlink.com/)http://hack87.tumblr.com(http://disbudpar.acehprov.go.id/)http://www.panoramio.com i DAFTAR ISI Hal Halaman Judul.. i Daftar Isi.... ii

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Rumusan Masalah... 2

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA 2.1 Proses Berdirinya. 3 2.2 Masa Kejayaan. 5 2.3 Masa Kemunduran.. 6 2.4 Raja raja yang Berkuasa.. 7 2.5 Peninggalan Sejarah 9

BAB 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan 15

Daftar Pustaka... 16s

ii BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Aceh

Kerajaan Aceh merupakan salah satu kerajaan terbesar dari beberapa Kerajaan Islam di Indonesia pada zaman Indonesia Madya. Beberapa sejarawan berbeda pendapat mengenai awal mula berdirinya Kerajaan Aceh. Hal ini dikalangan sejarawan sangat wajar terjadi dalam menafsirkan bukti sejarah. Menurut Djayadiningrat (1983) menyebutkan sebagai berikut. Kekuasaan kerajaan dimulai pada pertengahan ke-2 tahun 601 H (1205 M), ketika dari arah barat datang seorang asing ke Aceh. Orang ini membawa agama Islam dan kawin dengan seorang bidadari, ia menetap di Aceh dan merupakan deretan pertama dari para sultan Aceh dengan gelar Soeltan Djohan Sjah. Djayadiningrat mengungkapkan hal tersebut melaui sumber sejarah berupa kronik yang menjelaskan awal mula berdirinya kerajaan aceh. Dalam kutipan tersebut disebutkan bahwa awal dari awal Kerajaan Aceh melalui seorang pendatang asing yang memasuki Aceh dan membawa agama islam. Orang tersebut menikah dengan seorang bidadari. Kemungkinan bidadari tersebut adalah seorang putri kepala suku/ketua adat yang menempati wilyah tersebut. Sehingga secara otomatis dia dapat menetap dan menjadi penerus kepala suku/ketua adat yang menyebut dirinya dengan gelar Soeltan Djohan Sjah. Secara berurutan penjelasan dari kronik. Namun penjelasan dari kronik tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Hal tersebut disebabkan sebuah kronik adalah berita dari mulut kemulut yang kebenarannya belum dapat dipastikan namun dapat dijadikan dasar penelitian sejarah. Berita kronik ini menjadi kabur setelah diperkuat dengan bukti-bukti sejarah lain yang lebih kuat yang disampaikan oleh ahli sejarah.DalamBoestan as-salatin dalam Djayadinigrat (1983-11-12)memaparkan tentang berdirinya kerajaan Aceh adalah sebagai berikut. Menyebutkan sultan Aceh yang pertama bernama Ali Moeghajat Sjah. Ia naik tahta pada tahun'913 H. Dan memerintah sampai tahun 928. Sebelumnya, tidak ada sultan di Aceh. Yang ada hanya kepala (meuran) yang mempunyai kekuasaan secara lokal. Sultan Ali Moeghajat Sjah adalah sultan yang pertama memeluk agama Islam dan menyebarkannya di Aceh.Ia menaklukkan Pedir, Samudra dan banyak lagi kerajaan kecil lainnya. DalamBoestan as-salatinbahwasannyasultan Aceh yang pertama ialah bernama Ali Moeghajat Sjah. Memang sebelumnya Aceh menjadi daerah kekuasaan Pedir/Pidie ketika Malaka jatuh ke tangan Portugis. Tidak hanya Aceh saja daerah Daya juga dikuasai oleh Pidie. Seperti yang dipapakarkan oleh Harun (1995:11) sebenarnya tatkala orang Portugis mulai menginjakkan kaki di Malaka awal abad ke-16, Aceh masih merupakan kerajaan taklukkan kerajaan Pidie, yang terletak di Sumatra Utara, akan tetapi berkat jasa Sultan Ali Mughiyat Syah akhirnya mampu melepaskan diri dari pengaruh Pidie dan menjadi daerah yang berdaulat penuh bahkan pada babak berikutnya Acehlah yang kemudian menjadi sentral kekuasaan di wilayah Sumatra Utara tersebut Pasai, Daya termasuk pula yang dulunya menjadi kerajaan atasan Aceh.

1Sebelum menjadi kesultanan Aceh, daerah ini menjadi kekuasaan kerajaan Pidie. Tidak hanya Aceh, wilyah sekitarnya termasuk Pasai dan Daya juga merupakan daerah taklukan kerajaan Pidie. Daerah ini diperintahkan oleh dua orang budak atau bawahan kerajaan Pidie yang dikawinkan dengan keponakan sultan. Menurut William (2008:381) kedudukan budak disini berbeda dengan budak di dunia lain . . . dianggap sebagai anggota keluarga . . . dipekerjakan sebagai pedagang . . . mendapat bagian keuntungan dari berdagang . . . meminta perlindungan dari penguasa . . . diperlakukan secara terhormat . . . dijadikan ahli waris . . . dilukiskan malah memegang kekuasaan Aceh. Dari pernyataan tersebut seorang budak diperlakukan layaknya orang biasa. Kebanyakan mereka dipekerjakan untuk berdagang. Kadang-kadang seorang budak yang meminta perlindungan dari seorang penguasa dapat diperlakukan secara terhormat karena mendapat lindungan dari penguasa. Begitu pula budak yang menjadi bawahan kerajaan Pidie yang dipercaya untuk menguasai wilayah Aceh, Pasai, dan Daya. Namun setelah itu Sultan Ali Mughiyat Syah atau Sultan Ibrahim berhasil melepaskan Aceh dari pengaruh Kerajaan Pidie, Aceh dapat menjadi daerah kesultanan yang berdaulat penuh yang pada akhirnya mampu menguasai daerah kerajaan Pidie serta mengusai daerah yang semula dikuasai Kerajaan Pidie sebelumnya yaitu Pasai dan Daya. Atas keberhasilannya, Sultan Ali Mughiyat Syah atau Sultan Ibrahim menjadi penguasa pertama dan juga sebagai pendiri Kerajaan Aceh Darussalam. Menurut William (2008:382) Raja Ibrahim adalah seorang pemuda yang ambisius. Setelah berkuasa ia menyerbu Daya yang dianggap sebagai saingannya. Oleh sebab itu Aceh dibawah pemerintahannya terus mengalami perkembangan di semua bidang.

1.2 Rumusan Masalah

Secara umum rumusan masalah yang di bahas dalam makalah ini adalah berkaitandengan Kerajaan Aceh Darussalam. Adapun masalah ini dapat di uraikan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :

1. Bagaimana proses berdirinya Kerajaan Aceh Darussalam ?2. Seperti apa Masa Kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam ?3. Seperti apa Masa Kemunduran Kerajaan Aceh Darussalam ?4. Siapa saja Raja raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Aceh Darussalam ?5. Apa saja Peninggalan Sejarah di Kerajaan Aceh Darussalam ?

2 BAB 2 KAJIAN PUSTAKA

2.1 Proses Berdirinya

Sumber : http://4.bp.blogspot.com/-IvndCspZ-98/UVgJE3VYchI/AAAAAAAAACU/06qt4j5Iv3M/s1600/assss.jpg

Ketika awal kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia, tepatnya di Pulau Sumatra, terdapat dua pelabuhan dagang yang besar sebagai tempat transit para saudagar luar negeri, yakni Pasai dan Pedir. Pasai dan Pedir mulai berkembang pesat ketika kedatangan bangsa Portugis serta negara-negara Islam. Namun disamping pelabuhan Pasai dan Pedir, Tome Pires menyebutkan adanya kekuatan ketiga, masih muda, yaitu Regno dachei (Kerajaan Aceh).Aceh berdiri sekitar abad ke-16, dimana saat itu jalur perdagangan lada yang semula melalui Laut Merah, Kairo, dan Laut Tengah diganti menjadi melewati sebuah Tanjung Harapan dan Sumatra. Hal ini membawa perubahan besar bagi perdagangan Samudra Hindia, khususnya Kerajaan Aceh. Para pedagang yang rata-rata merupakan pemeluk agama Islam kini lebih suka berlayar melewati utara Sumatra dan Malaka. Selain pertumbuhan ladanya yang subur, disini para pedagang mampu menjual hasil dagangannya dengan harga yang tinggi, terutama pada para saudagar dari Cina. Namun hal itu justru dimanfaatkan bangsa Portugis untuk menguasai Malaka dan sekitarnya. Dari situlah pemberontakan rakyat pribumi mulai terjadi, khususnya wilayah Aceh

3 Pada saat itu Kerajaan Aceh yang dipimpin oleh Sultan Ali Mughayat Syah atau Sultan Ibrahim, berhasil melepaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Pedir pada tahun 1520. Dan pada tahun itu pula Kerajaan Aceh berhasil menguasai daerah Daya hingga berada dalam kekuasaa