Hygiene Sanitasi Makanan Minuman Di Lembaga Pemasyarakatan

  • Published on
    26-Dec-2015

  • View
    167

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

MAKALAHPRINSIP HYGINE SANITASI MAKANAN DAN MINUMAN PADA RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS II B SITUBONDO

Hygiene Sanitasi Makanan Dan Minuman Kelas D

Oleh :Kelompok 3Hendra Amien(102110101144)Imam Shofwan(122110101158)Azzumrotul B.(122110101165)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKATUNIVERSITAS JEMBER201225

DAFTAR PUSTAKA

BAB 1. PENDAHULUAN11.1Latar Belakang11.2Rumusan Masalah21.3Tujuan Penulisan Makalah2BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA32.1Pengertian Hygiene Santasi Makanan dan Minuman32.2Ruang Lingkup Rumah Tahanan Negara42.3Tujuh Prinsip Hygiene Sanitasi Makanan dan Minuman8BAB 3. PEMBAHASAN193.1Penyelenggaraan Makanan di Rutan II B Situbondo193.2Pelaksanaan Tujuh Prinsip Hygiene Sanitasi Makanan dan Minuman pada Rutan II B Situbondo21BAB IV. PENUTUP284.1Kesimpulan284.2Saran28DAFTAR PUSTAKA29

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangMakanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok manusia yang diperlukan setiap saat karena didalamnya terkandung senyawa yang sangat diperlukan untuk memulihkan dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, mengatur proses dalam tubuh, perkembangan biakan dan menghasilkan energi untuk kepentingan berbagai kegiatan dalam kehidupan manusia. Selain itu makanan juga berfungsi sebagai pengatur dan pelindung tubuh terhadap penyakit serta sebagai sumber bahan pengganti sel-sel tua yang usang dimakan manusia (Depkes RI, 2004).Sanitasi makanan yang buruk dapat disebabkan 3 faktor yakni faktor fisik, faktor kimia dan faktor mikrobiologi. Faktor fisik terkait dengan kondisi ruangan yang tidak mendukung pengamanan makanan seperti sirkulasi udara yang kurang baik, temperatur ruangan yang panas dan lembab. Sanitasi makanan buruk disebabkan faktor kimia karena adanya zat-zat kimia yang digunakan untuk mempertahankan kesegaran bahan makanan, obat-obat penyemprot hama, penggunaan wadah bekas obat-obat pertanian untuk kemasan pertanian. Sedangkan yang disebabkan mikrobiologis karena adanya kontaminasi oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit.Salah satu aspek penyelenggaraan pangan yang harus di jaga adalah pada aspek hygiene sanitasi makanan dan minuman. Dalam hal hygiene sanitasi makanan dan minuman, banyak sekali bahan pangan yang memerlukan perlakuan khusus dalam proses penyediaannya agar tidak mengurangi atau bahkan menghilangkan serta merusak kandungan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Bahan pangan harus bersih dan bebas dari kontaminasi oleh bahan pencemar. Bila salah satu faktor tersebut terganggu, bahan pangan yang dihasilkan akan menimbulkan gangguan kesehatan dan penyakit bahkan keracunan makanan pada manusia yang mengkonsumsinya.. Oleh karena itu, perlu dijaga sanitasi makanan untuk mendapatkan keuntungan maksimum dari makanan.Salah satu contoh pelaksanaan hygiene sanitasi makanan dan minuman adalah penyediaan makanan pada Rumah Tahanan Negara/ Lembaga Permasyarakatan. Dalam hygiene sanitasi makanan dan minuman perlu diperhatikan beberapa aspek dari pemilihan bahan makanan hingga makanan diterima oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Perlindungan terhadap setiap warga negara termasuk yang berada di lembaga pemasyarakatan atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) merupakan Hak Asasi Manusia (HAM). Oleh karena itu, dengan meningkatkan kualitas penyelenggaraan makanan sangat berperan dalam meningkatkan status gizi masyarakat, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara. Terpenuhinya penyelenggaraan makanan sesuai hygiene sanitasi makanan dan minuman yang maksimal akan membantu tugas pokok Rutan dibidang pembinaan, pelayanaan dan keamanan. Sehingga diharapkan angka kesakitan, kematian WBP akan menurun dan derajat kesehatan meningkat

1.2 Rumusan MasalahRumusan masalah yang penulis angkat berdasarkan latar belakang yang ada yaitu :a) Bagaimana pelaksanaan tujuh prinsip hygiene sanitasi makanan dan minuman pada Rumah Tahanan Negara Kelas II B Situbondo?

1.3 Tujuan Penulisan MakalahAdapun tujuan penulisan makalah yang penulis harapkan berdasarkan rumusan masalah yang ada yaitu :a) Mengetahui pelaksanaan tujuh prinsip hygiene sanitasi telur pada Rumah Tahanan Negara Kelas II B Situbondo

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Hygiene Santasi Makanan dan MinumanA. Pengertian hygieneDalamEnsiklopedi Indonesia(1982) disebutkan bahwa pengertian hygiene adalah ilmu yang berhubungan dengan masalah kesehatan, serta berbagai usaha untuk memperbaiki kesehatan.Pengertian hygiene menurut Depkes RI 2004 adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan subyeknya seperti mencuci tangan dengan air bersih dan sabun untuk melindugi kebersihan tangan, mencuci piring untuk kebersihan piring, membuang bagianmakanan yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan Jadi, hygiene dapat diartikan sebagai kesehatan masyarakat yang khusus meliputi segala usaha untuk melindungi, memelihara, dan mempertinggi derajat kesehatan badan dan jiwa, baik bagi umum maupun perorangan, dengan tujuan memberikan dasar-dasar kelanjutan hidup yang sehat, serta mempertinggi kesejahteraan dan daya guna peri kehidupan manusia.

B. Pengertian sanitasiMenurut Depkes RI tahun 2004, sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan lingkungan dari subyeknya, misalnya menyediakan air yang bersih untuk keperluan mencuci tangan, menyediakan tempat sampah untuk mewadahi sampah agar sampah tidak dibuang sembaranganSanitasi merupakan bagian penting dalam proses pengolahan pangan yang harus dilaksanakan dengan baik. Sanitasi dapat didefinisikan sebagai usaha pencegahan penyakit dengan cara menghilangkan atau mengatur faktor-faktor lingkungan yang berkaitan dengan rantai perpindahan penyakit. Secara luas, ilmu sanitasi merupakan penerapan dari prinsip-prinsip yang akan membantu memperbaiki, mempertahankan, atau mengembalikan kesehatan yang baik pada manusia. Sanitasi meliputi kegiatan-kegiatan dalam persiapan, pengolahan dan penyajiaan makanan, pembersihan dan sanitasi lingkungan kerja, dan kesehatan pekerja. Jadi secara lebih rinci sanitasi itu meliputi pengawasan mutu bahan makanan mentah, penyimpanan bahan, suplai air yang baik, pencegahan kontaminasi makanan dari lingkungan, peralatan, dan pekerja, pada semua tahapan proses.

C. Pengertian hygiene sanitasi makanan dan minumanMenurut Depkes RI, Hygiene sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat, dan perlengkapannya yang dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Persyaratan hygiene sanitasi adalah ketentuan-ketentuan teknis yang ditetapkan terhadap produk rumah makan dan restoran, dan perlengkapannya yang meliputi persyaratan bakteriologis, kimia, dan fisika

D. Pengertian hygiene sanitasi makanan dan minuman pada rumah tahananHygiene sanitasi makanan dan minuman pada rumah tahanan adalah upaya untuk memelihara dan mengendalikan makanan dan minuman dari segala factor fisik kimia maupun biologi sehingga tidak dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan pada pengolah makanan hingga konsumen makanan dan minuman di Rutan termasuk pengelola Rutan dan WBP, mulai pemesanan bahan makanan hingga makanan siap untuk dikonsumsi.

2.2 Ruang Lingkup Rumah Tahanan Negara1. Pengertian Rumah Tahanan Negara Rumah tahanan negara adalah tempat tersangka atau terdakwa ditahan selama proses penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan. Di dalam rumah tahanan negara ditempatkan tahanan yang masih dalam proses penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan negeri, pengadilan tinggi dan mahkamah agung. Rumah tahanan negara dikelola oleh Departemen Kehakiman. Selanjutnya rumah tahanan negara merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (dahulu Departemen Kehakiman).Rumah tahanan (rutan) adalah gerbang masuk menuju sistem peradilan pidana, tempat orang-orang yang tertangkap dimintai keterangan dan ditahan, tergantung pada keputusan pengadilan bila mereka tidak dapat membela diri. Rutan juga merupakan fasilitas penahanan kota atau negara bagian bagi mereka yang bersalah, yang di kebanyakan negara bagian tidak dapat ditahan melebihi satu tahun. Penjara, di lain pihak adalah sebuah institusi negara bagian atau federal yang menahan mereka yang pada umumnya terkena hukuman pidana lebih dari satu tahun.

1. Fungsi Rumah Tahanan NegaraRumah tahanan negara didirikan di setiap kabupaten dan kota. Berdasarkan pengertiannya, fungsi dari rumah tahanan negara yaitu sebagai tempat penahanan sementara bagi tersangka atau terdakwa selama proses penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan.

1. Pengaturan Rumah Tahanan NegaraRumah tahanan negara tidak diatur secara khusus oleh suatu peraturan perundang- undangan, tapi terdapat pengaturannya dalam beberapa peraturan perundang- undangan. Berbicara mengenai hal hal yang berkaitan dengan proses penerimaan, pendaftaran dan penempatan tahanan ataupun narapidana ke dalam suatu Rumah Tahanan Negara, ada beberapa Peraturan Perundang Undangan yang menjadi dasar dalam proses penerimaan, pendaftaran dan penempatan tahanan ataupun narapidana ke dalam suatu Rumah Tahanan Negara antara lain sebagai berikut: 0. Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang KUHP 0. Undang Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang KUHAP 0. Undang Undang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan 0. Undang Undang Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak 0. Undang Undang Nomor 27 Tahun 1983 Tentang Pelaksanaan KUHAP 0. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 1999 Tentang Syarat Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Wewenang ,Tugas dan Tanggung Jawab Perawatan tahanan 0. Kepmenkeh RI Nomor M.02-PK.04.10 Tahun 1990 Tanggal 10 April 1990 Tentang Pola Pembinaan Narapidana dan Tahanan.

Sedangkan mengenai metoda pembinaan/bimbingan diakomodir dalam Dasar pemikiran pembinaan narapidana ini berpatokan pada SEPULUH PRINSIP PEMASYARAKATAN yang terdapat didalam Keputusan Menteri Kehakiman Republik