Ilmu Dan Moralitas

  • Published on
    13-Oct-2015

  • View
    14

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Ilmu Dan Moralitas

Transcript

ILMU DAN MORALITAS

ILMU DAN MORALITASOLEH : LAODE KAMALIAPENGANTARDalam perkembangan ilmu selalu dikaitkan dengan moral.Ilmu atau logos : Pengetahuan metodis dan sistematis yang menjadi petunjuk dalam menyelesaikan masalah;Moral atau karakteristik individu atau akhlakMoral reazonings adalah proses dengan mana tingkah laku manusia, institusi atau kebijakan dinilai apakah sesuai atau menyalahi standar moral.Kriterianya : logis, bukti nyata yang digunakan untuk mendukung penilaian haruslah tepat, konsisten dengan lainnya. PENGANTARCopernicus (1473-1543) yang menyatakan bumi berputar mengelilingi matahari, yang kemudian diperkuat oleh Galileo (1564-1642) yang menyatakan bumi bukan merupakan pusat tata surya yang akhirnya harus berakhir dipengadilan inkuisisi;Kondisi tersebut selama 2 abad mempengaruhi proses perkembangan berpikir di Eropa. Perkembangan MoralMenurut Kohlberg (Valazques, 1998) menyatakan perkembangan moral individu ada 3 tahap :Level pre conventional. Level ini berkembang pada masa kanak2: (a) Punishment and obidience = alasan sesorang patuh adalah untuk menghindari hukuman, (b) Instrument and relativity = perilaku atau tindakan benar karena memperoleh imbalan atau pujian Level Conventional : Individu termotivasi untuk berperilaku sesuai dengan norma2 kelompok agar dapat diterima dalam suatu kelompok tsb. Perkembangan Moral2. Level Conventional : (a) Interpersonal concordance orientation = orang bertingkah laku baik untuk memenuhi harapan dari kelompoknya yang menjadi loyalitas, kepercayaan dan perhatiannya seperti keluarga dan teman; (b) Law and order orientation + benar atau salah ditentukan loyalitas seseorang pada lingkungan yang lebih luas seperti kelompok masyarakat atau negara.Perkembangan Moral3. Level Post Conventional. Pada level ini orang tidak lagi menerima saja nilai2 dan norma2 dari kelompoknya, melainkan melihat situasi berdasarkan prinsip2 moral yang diyakininya. (a) Social contract orientation = orang mulai menyadari bahwa orang2 memiliki pandangan dan opini pribadi yang sering bertentangan dan menekankan cara2 adil dalam mencapai konsensus dengan perjanjian, kontrak dan proses yang wajar; (b) Universal ethical principles orientation = orang memahami bahwa suatu tindakan dibenarkan berdasarkan prinsip2 moral yang terpilih karena secara logis, komprehensif, universal dan konsisten. SARANA ILMIAHBerpikir Pengembangan pengetahuan ilmiah tidak terlepas dari alat atau sarana ilmiah;Sarana ilmiah meliputi : bahasa, matematika, statistika dan logika;Sarana ilmiah ini mempunyai peran sangat mendasar bagi manusia dalam proses berpikir dan mengkomunikasikan maupun mendokumentasikan jalan pikiran manusia. BAHASABahasa adalah suatu sistem simbol2 bunyi yang arbitrer yang dipergunakanoleh suatu kelompok sosial sebagai alat untuk berkomunikasi.Bahasa adalah suatu sistem yang berstruktur dari simbol2 bunyi arbitrer yang dipergunakan oleh Para anggota sesuatu kelompok sosial sebagai alat bergaul satu sama lain;Oleh sebab itu, perlu diteliti setiap unsur yang terdapat di dalam bahasa tersebut.BAHASAKemampuan berbahasa akan terbentang luas cakrawala berpikir seseorang dan tiada batas dunia baginya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Wittgenstein yang menyatakan Batas bahasaku adalah batas duniaku.Secara umum dapat dinyatakan bahwa fungsi bahasa : (a) Koordinator ke bagian2 masyarakat, (b) Penetapan pemikiran dan pengungkapan, Penyampaian pikiran dan perasaan, (d) Penyenangan jiwa, (5) Pengurangan kegoncangan jiwa. BAHASABahasa sebagai alat komunikasi verbal yang digunakan dalam proses berpikir ilmiah dimana bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut kepada orang lain, baik pikiran yang berlandaskan logika induktif maupun deduktif.Atau dengan kata lain kegiatan berpikir ilmiah ini sangat berkaitan erat dengan bahasa.Bahasa Ilmiah adalah bahasa yang digunakan dalam kegiatan ilmiah. MATEMATIKASekarang ini banyak sekali ilmu2 sosial sudah mempergunakan matematika sebagai socio metric, psychometric, econometric, dst.Hampir dapat dikatakan bahwa fungsi matematika sama luasnya dengan fungsi bahasa yang berhubungan dengan pengetahuan dan ilmu pengetahuan.Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik, maka diperlukan sarana berupa bahasa, logika, matematika dan statistika. MATEMATIKAPenalaran ilmiah menyadarkan kita kepada proses logika deduktif dan logika induktif;Matematika mempunyai peranan penting dalam berpikir deduktif, sedangkan statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir induktif.Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari serangkaian pernyataan yang ingin kita sampaikan;Lambang2 matematika bersifat artifisial yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya. Tanpa itu maka matematika hanya kumpulan rumus2 yang mati.1. Matematika Sebagai Sarana Berpikir DeduktifMatematika merupakan ilmu deduktif. Nama ini diperoleh karena penyelesaian masalah2 yang dihadapi tidak didasari atas pengalaman seperti halnya yang terdapat di dalam ilmu2 empiris, melainkan didasarkan atas deduksi2 (penjabaran2).2. Matematika untuk Ilmu Alam dan Ilmu SosialKontribusi matematika dalam perkembangan ilmu alam lebih ditandai dengan penggunaan lambang2 bilangan untuk penghitungan dan pengukuran, disamping hal lain seperti bahasa, metode, dll.Berbeda dengan ilmu sosial yang memiliki objek penelaahan yang kompleks dan sulit dalam melakukan pengamatan disamping objek penelaahan yang tak berulang maka kontribusi matematika tidak mengutamakan pada lambang2 bilangan. 2. Matematika untuk Ilmu Alam dan Ilmu SosialKita akan mempelajari sebuah kelompok sosial dengan informasi tertentu mengenai perasaan suka dan tidak suka diantara pasangan manusia;Sebuah grafik adalah suatu bahasa matematika yang mudah di mana kita dapat mengemukakan struktur semacam itu. STATISTIKAPada mulanya kataStatistik diartikan sebagai kumpulan keterangan (data) baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun tidak berwujud angka (kualitatif) yang mempunyai arti penting dan kegunaan besar bagi suatu negara.Namun pada perkembangan selanjutnya arti kata statistik hanya dibatasi pada kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif) saja. STATISTIKADalam kamus ilmiah populer kata statistik berarti tabel, grafik, daftar informasi, angka2, informasi. Sedangkan kata statistik berarti ilmu pengumpulan, analisis, dan klasifikasi data, angka sebagai dasar untuk induksi.Abraham Demoitre (1667-1754) mengembangkan teori galat atau kekeliruan (theory of error);Pada tahun 1757 Thomas Simpson menyimpulkan bahwa terdapat sesuatu distribusi yang berlanjut dari suatu variabel dalam suatu frekuensi yang cukup banyak. STATISTIKAPearson melanjutkan konsep2 Galton dan mengembangkan konsep regresi, korelasi, distribusi, Chi-quadrat dan analisis statistika untuk data kuantitatif;Pearson menulis buku The Grammar of Science sebuah karya klasik dalam filsafat ilmu;Penelitian ilmiah baik yang berupa survey maupun eksperimen dilakukan lebih cermat dan teliti dengan mempergunakan teknik2 statistik yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan; STATISTIKATujuan dari pengumpulan data statistik dapat dibagi ke dalam 2 golongan besar, yang secara kasar dapat dirumuskan sebagai tujuan kegiatan praktis dan kegiatan keilmuan;Perbedaan yang penting dari kedua kegiatan ini dibentuk oleh kenyataan bahwa dalam kegiatan praktis hakikat alternatif yg sedang dipertimbangkan telah diketahui, paling tidak secara prinsip dimana konsekuensi dalam memilih salah satu dari alternatif tsb dapat dievaluasi berdasarkan serangkaian perkembangan yang akan terjadi.Dipihak lain kegiatan statistik dalam bidang keilmuan diterapkan pada pengambilan suatu keputusan yang konsekuensinya sama sekali belum diketahui. STATISTIKAPengambilan keputusan secara induktif menghadapkan kita kepada sebuah permasalahan mengenai banyaknya kasus yang kita hadapi;Dalam hal tsb statistika dapat memberikan jalan keluar untuk dapat menarik kesimpulan yang bersifat umum dengan jalan mengamati hanya sebagian dari populasi ybs.Statistika mampu memberikan secara kuantitatif tingkat ketelitian dari kesimpulan yang ditarik tsb, yakni semakin besar contoh yang diamati, maka makin tinggi pula tingkat ketelitian kesimpulan tsb. HUBUNGAN SARANA ILMIAH BAHASA, LOGIKA, MATEMATIKA DAN STATISTIKABahasa merupakan alat komunikasi verbal yang dipakai dalam seluruh proses berpikir ilmiah dimana bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tsb kepada orang lain;Ditinjau dari pola berpikirnya maka ilmu merupakan gabungan antara berpikir deduktif dan berpikir induktif.Untuk itu penalaran ilmiah menyandarkan diri kepada proses logika deduktif dan logika induktif;Matematika mempunyai peranan yang penting dalam berpikir deduktiuf, sedangkan statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir induktif.Jadi keempat sarana ilmiah tsb saling berhubungan erat satu sama lain. PERANAN STATISTIKA DALAM TAHAP-TAHAP METODE KEILMUANStatistik merupakan sekumpulan metode dalam memperoleh pengetahuan.Metode keilmuan sejauh apa yang menyangkut metode sebenarnya tak lebih dari apa yang dilakukan seseorang dalam mempergunakan pikirannya tanpa ada sesuatu pun yang membatasinya;Statistika diterapkan secara luas dalam hampir semua pengambilan keputusan dalam bidang manajemen, terutama penelitian pasar, produksi, kebijaksanaan penanaman modal, kontrol kualitas, seleksi pegawai, kerangka percobaan industri, ramalan ekonomi, auditing, pemilihan risiko dalam pemberian kredit, dsb. KESIMPULANIlmu terkait erat dengan moral;Sarana ilmu pengetahuan adalah bahasa, matematika, statistika dan logika;Keempat sarana tersebut memiliki hgubungan yang sangat kuat dalam menciptakan ilmu pengetahuan; Oleh sebab itu, sarana ilmiah tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam penulisan ilmiah, akan tetapi harus dilandasi moral yang baik.

Recommended

View more >