Indonesia Terancam Krisis Moneter, Islam Solusinya

  • Published on
    30-Mar-2016

  • View
    213

  • Download
    0

DESCRIPTION

Indonesia Terancam Krisis Moneter, Islam Solusinya

Transcript

  • 10/09/13 Hizbut Tahrir Indonesia Blog Archive Indonesia Terancam Krisis Moneter, Islam Solusinya

    m.hizbut-tahrir.or.id/2013/09/08/indonesia-terancam-krisis-moneter-islam-solusinya/ 1/7

    HOME BERITA TERBARU TENTANG KAMI FAQ DEKSTOP

    Indonesia Terancam Krisis Moneter, Islam Solusinya

    September 8th, 2013 by kafi

    Oleh : Ahmad Umar (Anggota HTI dan

    Mahasiswa Pasca ITB)

    Nilai tukar rupiah terus melemah.

    Posisi rupiah diperdagangkan di atas

    level Rp 11.000 per dollar AS untuk

    pertama kalinya sejak April 2009 siang

    tadi (3/9). Data Bloomberg

    menunjukkan, pada pukul 11.31 WIB,

    mata uang rupiah di pasar spot

    melemah 0,5% menjadi 11.035 per

    dollar AS1. Pelemahan rupiah yang

    telah terjadi beberapa minggu ini tak

    pelak telah berdampak pada

    perekonomian Indonesia. Harga-harga

    komoditas impor atau berkandungan bahan impor merangkak naik. Harga kedelai dan tepung terigu yang banyak

    dikonsumsi masyarakat menengah ke bawah meroket2. Barang elektronik dan properti juga menyusul naik.

    Kondisi ini tentu juga berdampak kepada dunia usaha komoditas tersebut yaitu penurunan omset bahkan

    beberapa sudah mengalami kebangkrutan3. Efek buruk pelemahan nilai rupiah juga berdampak pada Negara dan

    juga perusahaan yang memiliki hutang dalam bentuk Dollar Amerika. Nilai hutang dalam bentuk dollar Amerika

    secara otomatis meningkat. Bila kondisi ini berlanjut, maka krisis moneter yang berlanjut menjadi krisis ekonomi

    sebagaimana terjadi pada tahun 1998 mungkin saja akan terulang.

    Instabilitas nilai tukar mata uang seperti yang dialami rupiah saat ini bukanlah yang pertama kali terjadi dan bukan

    juga hanya terjadi terhadap rupiah. Tentu kita masih ingat krisis moneter yang pernah terjadi di beberapa Negara

    Asia tahun 1998 termasuk Indonesia. Krisis moneter juga berkali-kali terjadi di Eropa dan Amerika secara

    bergiliran. Indonesia tidak sendirian, pelemahan nilai tukar mata uang juga terjadi di beberapa negara asia

    seperti India (rupee), Jepang (Yen), Filipina (Peso), Malaysia (Ringgit), Thailand (Baht), Korea Selatan (Won),

    Singapura (Dollar), dan Taiwan (Dollar)4. Krisis moneter terjadi berulang-ulang dan juga menimpa banyak negara,

    sehingga dapat dikatakan bahwa krisis moneter merupakan sebuah keniscayaan dalam perekonomian dunia

    saat ini. Roy Davies dan Glyn Davies, dalam buku The History of Money From Ancient time to the Present

    Day, menguraikan sejarah kronologi secara komprehensif. Sepanjang abad 20 telah terjadi lebih 20 kali krisis

    VIDEO FOTO KEGIATAN

  • 10/09/13 Hizbut Tahrir Indonesia Blog Archive Indonesia Terancam Krisis Moneter, Islam Solusinya

    m.hizbut-tahrir.or.id/2013/09/08/indonesia-terancam-krisis-moneter-islam-solusinya/ 2/7

    besar yang melanda banyak negara. Fakta ini menunjukkan bahwa secara rata-rata, setiap 5 tahun terjadi krisis

    keuangan hebat yang mengakibatkan penderitaan bagi ratusan juta umat manusia5.

    Penyebab instabilitas mata uang dikembalikan pada dua hal yaitu problem moneter dan problem ekonomi. Yang

    dimaksud dengan problem moneter adalah problem mata uang itu sendiri. Mata uang yang digunakan saat ini

    adalah mata uang kertas (fiat money). Mata uang kertas tidak memiliki nilai intrinsik (nilai bahan). Mata uang

    kertas hanya memiliki nilai nominal (nilai tertulis) yang ditetapkan oleh undang-undang. Sedangkan yang

    dimaksud problem ekonomi adalah problem ketidakmampuan dalam negeri memenuhi kebutuhan dalam negeri

    terutama pada komoditas strategis yaitu pangan dan energi, sehingga menyebabkan ketergantungan yang sangat

    tinggi pada Negara lain.

    Problem Moneter

    Legitimasi mata uang kertas sangat rapuh sebab ia sama sekali tidak disandarkan pada komoditas yang bernilai

    seperti emas dan perak. Ia hanya ditopang oleh undang-undang yang dibuat pemerintahan suatu negara. Jika

    keadaan politik dan ekonomi negara tersebut tidak stabil maka tingkat kepercayaan terhadap mata uangnya juga

    akan menurun. Para pemilik uang akan beramai-ramai beralih ke mata uang lain atau komoditas yang dianggap

    bernilai sehingga nilai uang tersebut terpuruk6. Fenomena ini dapat kita baca pada fakta terpuruknya rupiah

    beberapa pekan ini yang dipicu oleh7:

    Faktor Eksternal

    Pasar khawatir bank sentral Amerika pada 23 September 2013 memutus langkah pertama kebijakanpemangkasan stimulus, yang menyebabkan aliran modal masuk ke Amerika dan stock market diberbagai negara jatuh.Pasar khawatir akan ditutupnya pasar Merrill Lynch oleh Amerika, yang bisa mendorong stock dancapital market.Lesunya bursa regional dan anjloknya sejumlah mata uang regional terhadap dolar AS.

    Faktor Internal

    Sentimen negatif pasar terhadap pengumuman Bank Indonesia bahwa defisit transaksi triwulan IImeningkat dari US$ 5,8 miliar atau 2,6 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi US$ 9,8miliar atau 4,4 persen.

    Jelas sekali, pemicu pelemahan nilai rupiah lebih kepada faktor pasar khawatir dan sentimen negatif yang ini

    bermakna lemahnya legitimasi rupiah. Hal ini diperparah dengan ulah para spekulan yang menjadikan mata uang

    sebagai arena spekulasi untuk meraup keuntungan besar8. Bagi para spekulan fluktuasi mata uang adalah

    perkara yang harus ada agar mereka tetap meraih untung. Fenomena ini menambah problem moneter semakin

    sulit diatasi oleh pemerintah yang beraliran pasar bebas.

    Terdapat dua problem mendasar pada masalah moneter ini yaitu

    1. Mata uang kertas yang tidak memiliki legitimasi yang kuat sehingga nilai tukarnya tidak stabil bahkancenderung menurun dan

    2. Spekulasi mata uang yang memicu terjadinya instabilitas nilai mata uang.

    Islam memandang bahwa mata uang dalam Islam adalah Dinar (Emas) dan Dirham (Perak). Menurut an-Nabhani

    (1990) ada keharusan untuk menjadikan emas dan perak sebagai standar mata uang dalam sistem ekonomi

  • 10/09/13 Hizbut Tahrir Indonesia Blog Archive Indonesia Terancam Krisis Moneter, Islam Solusinya

    m.hizbut-tahrir.or.id/2013/09/08/indonesia-terancam-krisis-moneter-islam-solusinya/ 3/7

    Islam. Beberapa argumentasi yang mendasari keharusan tersebut adalah:

    1. Ketika Islam melarang praktik penimbunan harta (kanzul mal), Islam hanya mengkhususkan laranganpenimbunan harta untuk emas dan perak. Larangan ini merujuk pada fungsi emas dan perak sebagaiuang atau alat tukar (medium of exchange).

    Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak, serta tidak menafkahkannya di jalan Allah (untuk jihad),

    maka beritahukan kepada mereka (bahwa mereka akan mendapatkan) azab yang pedih (TQS at-Taubah [9]:

    34).

    1. Islam mengaitkan emas dan perak dengan hukum-hukum Islam lainnya, seperti diyat dan pencurian.Islam menentukan diyat dengan ukuran tertentu dalam bentuk emas. Islam juga mengenakan sanksipotong tangan terhadap praktik pencurian dengan ukuran melebihi emas sebesar dinar.

    Bahwa di dalam (pembunuhan) jiwa itu terdapat diyat berupa 100 unta dan terhadap pemilik emas (ada

    kewajiban) sebanyak 1.000 dinar (HR an-Nasai dan Amru bin Hazam).Tangan itu wajib dipotong, (apabila

    mencuri) 1/4 dinar atau lebih. (HR Imam Bukhari, dari Aisyah r.a.).

    1. Zakat uang yang ditentukan Allah Swt berkaitan dengan emas dan perak. Begitu pula Islam telahmenentukan nisab zakat tersebut dengan emas dan perak. Misalnya saja nishab zakat emas adalah 20mitsqal atau 20 dinar. Hal ini setara dengan 80 gram emas.

    2. Rasulullah saw. telah menetapkan emas dan perak sebagai uang sekaligus sebagai standar uang.Setiap standar barang dan tenaga yang ditransaksikan akan senantiasa dikembalikan kepada standartersebut.

    3. Hukum-hukum tentang pertukaran mata uang (money changer) dalam Islam yang terjadi dalam transaksiuang selalu hanya merujuk pada emas dan perak, bukan dengan yang lain. Hal ini adalah bukti yangtegas bahwa uang tersebut harus berupa emas dan perak, bukan yang lain. Nabi saw. bersabda,Emasdengan mata uang (bisa terjadi) riba, kecuali secara tunai (HR Imam Bukhari).

    Mata uang Dinar dan dirham memiliki legitimasi yang sangat kuat, baik dalam negeri maupun luar negeri. Dinar

    dan dirham yang terbuat dari emas dan perak bernilai tinggi dan diterima luas oleh masyarakat dunia. Mata uang

    yang didasarkan pada emas dan perak memiliki keunggulan moneter sebagai berikut9:

    Pertama, inflasi rendah dan terkendali. Dengan menerapkan mata uang emas, pemerintah suatu negara tidak

    dapat menambah pasokan uang dengan bebas. Akibatnya supply mata uang akan terkendali. Uang hanya

    bertambah seiring dengan bertambahnya cadangan emas negara. Dengan demikian inflasi yang diakibatkan oleh

    pertumbuhan uang sebagaimana pada sistem mata uang kertas (fiat money) tidak terjadi. Memang tak dapat

    dipungkiri bahwa inflasi bisa saja terjadi ketika ditemukan cadangan emas dalam jumlah besar. Namun keadaan

    tersebut merupakan sesuatu yang jarang terjadi dan orang yang memiliki emas tidak langsung melempar

    emasnya ke pasar.

    Keampuhan mata uang mengendalikan inflasi telah dibuktikan oleh Jastram, (1980) seorang profesor

    dari University of California. Ia menyimpulkan bahwa tingkat inflasi pada standar emas (gold standard) paling

    rendah dari seluruh rezim moneter yang pernah diterapkan termasuk pada rezim mata uang kertas (fiat standard).

    Sebagai contoh dari tahun 1560 hingga 1914 indeks harga (price index) Inggris tetap konstan dimana inflasi dan

    deflasi nyaris tidak ada. Demikian pula tingkat harga di AS pada tahun 1930 sama dengan tingkat harga pada

    tahun 1800.

    Kedua, di dalam standar emas, nilai tukar antar negara relatif stabil sebab mata uang masing-masing negara

    tersebut disandarkan pada emas yang nilainya stabil. Pertukaran antara mata uang yang dijamin oleh emas

  • 10/09/13 Hizbut Tahrir Indonesia Blog Archive Indonesia Terancam Krisis Moneter, Islam Solusinya

    m.hizbut-tahrir.or.id/2013/09/08/indonesia-terancam-krisis-moneter-islam-solusinya/ 4/7

    dengan mata uang kertas negara lain yang tidak dijaminan emas juga tidak menjadi masalah. Hal ini karena nilai

    mata uang yang dijamin emas tersebut ditentukan oleh seberapa besar mata uang kertas tadi menghargai emas.

    Nilai emas memang bisa naik atau turun berdasarkan permintaan dan penawaran, namun ketika emas

    dijadikan uang maka masing-masing negara akan menjaga cadangan emas mereka. Dengan

    demikian supply mata uang akan relatif stabil sehingga nilainya pun stabil.

    Disamping penggunaan mata uang dinar dan dirham, Islam juga menetapkan beberapa hukum yang menutup

    pintu spekulasi dan menjamin stabilitas mata uang diantaranya:

    1. Larangan Kanzul Mal; yaitu menyimpan uang tanpa ada hajat tertentu untuk pembelanjaannya. Laranganini akan mencegah terjadinya kekurangan supply uang.

    2. Larangan Riba Fadhl (riba dalam tukar-menukar atau jual beli pada barang tertentu yang telah ditetapkanoleh syariat, dalam hal ini adalah tukar menukar mata uang sejenis wajib sepadan dan tukar-menukarmata uang tak sejenis wajib kontan). Hukum ini akan mengeliminasi tindakan spekulasi pada mata uang.

    Problem Ekonomi

    Problem yang turut melemahkan rupiah adalah defisit neraca perdagangan Indonesia. Ekonom Sri Adiningsih

    mengatakan, neraca perdagangan yang terus turun adalah penyebab dari terjadinya tekanan terhadap rupiah.

    Sepanjang neraca perdagangaan melemah maka dipastikan rupiah turun. Sebelum ini, kan, neraca perdagangan

    selalu surplus, kata Sri Adiningsih. Pernyataan yang sama diungkapkan oleh ekonom Mirza Adityaswara. Dia

    menilai, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus terjadi dipicu oleh tekanan impor terhadap

    ekspor. Mirza menyatakan, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dimotori oleh impor yang lebih besar

    ketimbang ekspor10. Badan Pusat Statistik mengumumkan defisit neraca perdagangan per Juli 2013 tercatat

    US$2,31 miliar dan secara kumulatif mencapai US$5,65 miliar dan tertinggi sepanjang sejarah11. Defisit nilai

    perdagangan tersebut disebabkan oleh defisit komoditi migas sebesar 1,86 miliar dolar AS dan komoditi

    nonmigas sebesar 0,45 miliar dolar AS, kata Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Senin (2/9/2013)12.

    Defisit neraca perdagangan memberikan gambaran betapa Indonesia sangat bergantung pada Negara lain.

    Parahnya, ketergantungan ini justru terjadi pada komoditas yang sangat strategis yaitu pangan dan energi. Kedua

    komoditas ini adalah sesuatu yang wajib selalu tersedia sebab bila tidak maka akan terjadi goncangan ekonomi

    yang serius di dalam negeri. Tercatat produk pangan impor seperti garam, kedelai, tepung terigu, jagung, beras,

    bawang merah, kopi, teh dll. Kita semua tahu bahwa komoditas impor tersebut dapat diproduksi secara massal

    di dalam negeri, namun sayang kebutuhan dalam negeri masih lebih besar dibandingkan produksi dalam negeri

    sehingga harus impor13. Demikian pula migas, seharusnya produksi dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan

    dalam negeri, namun faktanya, ladang-ladang minyak malah 84% dikuasai oleh asing14 , sehingga migas belum

    sepenuhnya dapat diproduksi untuk kepentingan masyarakat sendiri. Konsekuensinya, tentu impor!

    Problem ini dapat dipecahkan bila sistem Islam yang diterapkan. Pertama, Islam menetapkan bahwa kewajiban

    Negara adalah menjamin kebutuhan pokok setiap warganya dan Islam mewajibkan kaum Muslim untuk bisa

    mandiri dan mencegah hal-hal yang bisa menciptakan ketergantungan pada negara luar. Kewajiban ini

    berimplikasi pada upaya Negara untuk memastikan produksi pangan dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan

    setiap warga, sehingga Negara wajib membuat kebijakan untuk swasembada pangan. Bagaimana strategi

    swasembada pertanian dalam Islam?

    Pertama: negara harus memberikan support penuh dalam pembangunan pertanian; misalnya dengan

    memberikan modal, lahan, sarana produksi pertanian, dll kepada petani.

    Kedua: dilakukan kebijakan ekstensifikasi; dibuka lahan-lahan baru untuk pertanian. Lahan-lahan yang tidak

  • 10/09/13 Hizbut Tahrir Indonesia Blog Archive Indonesia Terancam Krisis Moneter, Islam Solusinya

    m.hizbut-tahrir.or.id/2013/09/08/indonesia-terancam-krisis-moneter-islam-solusinya/ 5/7

    produktif dan menganggur selama 3 tahun diambil oleh negara dan diberikan kepada mereka yang siap

    menggarap. Lahan pertanian yang subur harus tetap dipertahankan sebagai lahan pertanian, tidak dikonversi

    untuk keperluan lain.

    Ketiga: dilakukan intensifikasi dengan penemuan bibit unggul, sistem budidaya, penyediaan pupuk, dan obat

    pembasmi hama yang efektif.

    Keempat: dilakukan restrukturisasi pertanian. Misalnya, petani-petani gurem yang tidak efisien dengan lahan

    hanya 0,2-0,3ha harus ditingkatkan skala usahanya dengan lahan yang lebih luas.

    Kelima: dilakukan penanganan yang baik pada sektor pemasaran produk pertanian. Misalnya, rantai pemasaran

    yang merugikan petani harus dihapus; disiapkan infrastruktur pendukung yang memadai seperti jalan, alat

    transportasi, pasar, dll; juga dibangun industri-industri yang dapat menyerap hasil pertanian.

    Kedua, mengenai migas. Islam secara tegas menyatakan bahwa ladang-ladang migas adalah kepemilikan

    umum yang wajib dikelola oleh Negara sebagai wakil ummat. Hasilnya, wajib dikembalikan kepada ummat dalam

    bentuk yang sesuai dengan kemaslahatan ummat menurut pandangan dari kepala negara. Jadi, sejak awal telah

    ditegaskan bahwa haram hukumnya menyerahkan pengelolaan migas pada pihak swasta apalagi swasta asing.

    Dari landasan hukum Islam ini, maka Negara wajib mengelola migas secara mandiri dan tidak tergantung pada

    pihak asing. Negara wajib mengerahkan segala upaya agar migas dapat dikelola secara mandiri.

    Kesimpulannya, problem krisis nilai tukar mata uang akan terus berulang selama akar masalahnya tidak

    dipecahkan yaitu penggunaan mata uang kertas dan ketergantungan ekonomi pada Negara lain. Islam sejak awal

    telah menutup peluang terjadinya krisis nilai mata uang ini dengan menerapkan sistem mata uang dinar (emas)

    dan dirham (perak) dan berbagai hukum transaksi keuangan yang menutup pintu spekulasi. Islam juga

    mewajibkan berbagai kebijakan agar terpenuhi kebutuhan setiap individu masyarakat tanpa bergantung pada

    pihak luar. Terapkan sistem Islam, maka krisis moneter akan tinggal kenangan.

    Referensi:

    1 http://www.rimanews.com/read/20130903/116155/rupiah-terus-terjerembab-ditransaksikan-di-atas-level-11000

    2 http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/08/27/ms64gs-setelah-kedelai-tepung-terigu-ikut-naik

    3 http://m.inilah.com/read/detail/2023295/pengusaha-tahu-tempe-kelenger-gara-gara-kedelai

    4 http://bisnis.liputan6.com/read/681022/urutan-mata-uang-paling-terpuruk-di-asia

    5 Davies, Glyn. A History of money from ancient times to the present day, 2005

    6 http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/25/dinar-dan-dirham-vs-fiat-money-bahaya-mata-uang-kertas-fiat-money-1/

    7http://www.tempo.co/read/news/2013/08/21/087505926/Beragam-Penyebab-Rupiah-Terjun-Bebas

    8http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/05/29/14455155/Menkeu..Pelemahan.Rupiah.Akibat.Ulah.Spekulan

    9 http://hizbut-tahrir.or.id/2008/12/20/dinar-dan-dirham-vs-mata-uang-kertas-ii-emas-dan-perak-mata-uang-hakiki/

  • 10/09/13 Hizbut Tahrir Indonesia Blog Archive Indonesia Terancam Krisis Moneter, Islam Solusinya

    m.hizbut-tahrir.or.id/2013/09/08/indonesia-terancam-krisis-moneter-islam-solusinya/ 6/7

    10 http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=324162

    11 http://www.bisnis.com/rupiah-terpuruk-ke-rp11371us-gara-gara-defisit-neraca-perdagangan-tinggi

    12http://www.antaranews.com/berita/393543/defisit-neraca-perdagangan-juli-231-miliar-dolar-as

    13 http://finance.detik.com/read/2013/04/05/103236/2212256/4/1/ini-5-komoditas-impor-terbesar-ri#bigpic

    14http://pesatnews.com/read/2013/06/22/29926/84-persen-ladang-minyak-kita-dikuasai-asing-

    Baca juga :

    1. Krisis Moneter Berulang?! Saatnya Tinggalkan Sistem Ekonomi Kapitalis !2. Seri Syariah Islam : Mengatasi Krisis Keuangan dan Moneter3. Krisis Ekonomi Akar Masalah dan Solusinya4. Sistem Ekonomi Islam Solusi Ampuh Atasi Krisis5. Reportase HIP HTI Cilegon: Krisis Finansial Global, Islam Solusinya.

    Tweet 0

    Posted in Ekonomi | No comments

    Previous post: Liqo Syawal Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Daerah Tangerang Selatan Mewaspadai dan Mencegah Ekspoitasi

    Perempuan

    Next post: Menjaga Spirit Ramadhan Dalam Perjuangan Syariah dan Khilafah

    Leave a comment

    Name (required)

    Mail (required, but not published)

    Website

    http://

    Comment

    Submit comment

    HOME BERITA TERBARU TENTANG KAMI FAQ DEKSTOP

    Kantor Pusat Hizbut Tahrir Indonesia:Crown Palace A25, Jl Prof. Soepomo No. 231, Jakarta Selatan 12390

  • 10/09/13 Hizbut Tahrir Indonesia Blog Archive Indonesia Terancam Krisis Moneter, Islam Solusinya

    m.hizbut-tahrir.or.id/2013/09/08/indonesia-terancam-krisis-moneter-islam-solusinya/ 7/7

    Telp/Fax: (62-21) 83787370 / 83787372, Email: info@hizbut-tahrir.or.id