infark miokard

  • Published on
    22-Dec-2015

  • View
    10

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

definisi,etiologi,faktor resiko

Transcript

<p>HIPERTENSITUTORIAL 1 BLOK 4.1PATOLOGI KARDIOVASKULER</p> <p>Tutor :dr. Asro Hayani HarahapStella RossaG1A112006Tamara Dewi JasmineG1A112028M. KadafiG1A112030Irdha YuliandariG1A112044Anerza Nurfitri G1A112049Nandy Bill Morris G1A112061Rizki Ayu G1A112063Aulia Rezha Yomitra G1A112065 Septia Puji Mayasari G1A112075 M Chatib Rifqi G1A112082 Alvin Pratama G1A112083 Yesti Paramita G1A113001 Andre Dwita Putera G1A113002 Fadrini Saputri G1A113003 Shintia Bela Bangsa G1A113004Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi 2015-2016SkenarioTn. A, 45 tahun, datang ke RSUD Mattaher untuk general check up. Selama ini tn. A tidak pernah merasakan keluhan apapun. Tn. A memiliki kebiasaan minum kopi, tidur larut malam, dan jarang berolahraga. Dari pemeriksaan general check up, dokter mengatakan Tn. A mengalami tekanan darah tinggi. Dokter menganjurkan Tn. A mengubah gaya hidupnya dan mengkonsumsi obat secara teratur agar kondisinya dapat terkontrol.</p> <p>Klasifikasi IstilahGeneral Check Up :Pemeriksaan lab atau lainnya untuk memeriksa kelainan pada tubuh. (1)Tek.Darah Tinggi :Tekanan sistol 140 mmHg dan tekanan diastol 90mmHg atau diatas 120/80 mmHg. (1)</p> <p>Identifikasi Masalah1. .Jelaskan anatomi,histologidan fisiologi sistem kardiovaskuler?2. Apa manfaat dan tujuan general check up?3. Bagaimana persyaratan dan prosedur general Check up?4. Sebutkan macam-macam general check up?5. Bagaimana hubungan antara kebiasaan minum kopi,begadang dan jarang olah raga dengan tekanan adarh tinggi yang dialami tuan A.?6. Bagaimana prosedur pemeriksaan tekanan darah ?7. Mengapa Tn. Atidak merasakan keluhan pada penyakitnya ?8. Sebutkan klasifikasi tekanan darah tinggi?9. Sebutkan factor factor yang mempengaruhi tekanan darah?10. Sebutkan gejala gejala dan manifestasi klinik tekanan darah tinggi?11. Apa yang terjadi pada tuan A.?12. Jelaskan definisi hipertensi?13. Jelaskan etiologi hipertensi?14. Jelaskan epidemiologi hipertensi?15. Jelaskan pathogenesis dan patofisiologi hipertensi?16. Jelaskan manifestasi klinis hipertensi?17. Jelaskan factor resiko terjadinya hipertensi?18. Bagaimana cara menegakkan diagnosis Tn.A ?19. Jelaskan tata laksana hipertensi?20. Jelaskan komplikasi yang dapat terjadi akibat hipertensi?21. Jelaskan prognosis hipertensi?22. Jelaskan pencegahan dan edukasi pada pasien hipertensi?</p> <p>Analisis Masalah1.Jelaskan anatomi,histologi,dan fisiologi sistem kardiovaskuler? (2) (3)Jantung terdiri dari 4 buah bilik rongga. Keempat rongga tersebut terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian kanan dan kiri yang dipisahkan oleh dinding otot yang dikenal dengan istilah septum.Pada bagian kanan dan kiri terbagi lagi menjadi 2 bilik. Rongga bilik sebelah atas disebut dengan atria dan dua bilik bawah yang disebut dengan ventricle yang memiliki peran dalam memompa darah menuju arteri.</p> <p>Pembuluh terbagi menjadi dua yakni arteri dan vena. Pembuluh arteri berfungsi mengalirkan darah keluar dari jantung,pembuluh ini berdinding tebal, kuat, dan elastis.Terbagi menjadi aorta,arteri,dan arteriol. Pembuluh vena berfungsi membawa darah menuju jantung. Dinding pembuluh ini tipis dan tidak elastis serta memiliki katup berpasangan di sepanjang pembuluhnya.Dinding jantung terdiri atas tiga lapisan:a. Endokardiumb. Myokardiumc. Epikardium</p> <p>Dinding pembuluh terdiri dari tiga lapisan:a.Tunika intimab.Tunika mediac.Tunika adventitiaSistem konduksi pada jantung.Sistem ini merupakan modifikasi dari otot jantung yang disertai tenaga ritmik spontan dan serabut saraf tertentu, yaitu :1. Sinoatrial node (SA node) adalah suatu tumpukan jaringan neuromuskular kecil yang berada didalam dinding atrium kanan di ujung krista terminalis.2. Atrioventrikular node (AV node).3. Atrioventrikular bundel (AV bundel).4. Serabut penghubung terminal (serabut purkinje).</p> <p>2. Apa manfaat dan tujuan general check up? (4)Manfaat general check up adalah sebagai tindakan preventive untuk mencegah terjadinya kelainan faal pada pada jantung.Tujuan general check up adalah : Mendeteksi secara dini secara adanya suatu penyakit Mengatasi secepat mungkin gangguan kesehatan yang telah ditemukan Mencegah penyakit yang telah dideteksi secara dini tidak berlanjut</p> <p>3. Bagaimana persyaratan dan prosedur general Check up? (4) 1. Puasa, dilakukan selama 12-14 jam sebelum pemeriksaan laboratorium.2. Selama berpuasa tidak diperkenankan makan dan merokok .3. Diperkenankan, bahkan dianjurkan minum air putih tanpa gula seperti biasa. Minum teh dan kopi, meskipun tanpa gula tidak diperbolehkan.4. Bila tidak disyaratkan oleh Dokter Anda, hindari obat-obatan 4-24 jam sebelum pengambilan darah dan 48-72 jam sebelum pengambilan urine. 5. Bila kondisi mengharuskan Anda tetap memakai obat-obatan, informasikan hal ini kepada Petugas laboratorium.6. Hindari kegiata fisik yang berat sebelum pengambilan bahan pemeriksaan, hal ini akan menyebabkan perubahan sejumlah kompnen dalam darah. 7. Bila penampungan urine dirumah, gunakan wadah yang bersih dan kering (bukan wadah bekas bahan kimia atau kosmetik), lalu bawalah segera ke laboratorium (urine stabil hanya dalam waktu 2 jam).8. Hindari stress sebelum pengambilan darah, karena keadaan ini dapat menyebabkan kenaikkan sel darah putih dan perubahan faal hormone tertentu.</p> <p>4. Sebutkan macam-macam general check up? (2,4)1. Panel Check Up Sederhana Haematologi Rutin, Urine Rutin, Faeses Rutin, Cholesterol Total, Trigliserida, HDL/LDL Cholesterol, Glukosa Puasa dan 2 JPP, Creatinin,Uric Acid, SGOT, SGPT, HBs. Ag,Rontgen. 2. Panel Check Up Sedang Haematologi Rutin, Urine Rutin, Faeses Rutin, Cholesterol Total, Trigleserida, HDL/LDL Cholesretol, Glukosa Puasa dan 2 JPP, Creatinin, Uric Acid,.SGOT, SGPT, HBsAg,Rontgen, ECG ( Rekaman Jantung ).3. Panel Check Up Lengkap Haematologi Rutin, Urine Rutin, Faeses Rutin, Cholesterol Total, Trigliserida, HDL /LDL Cholesterol, Glukosa Puasa dan 2 JPP, Creatinin, BUN, Uric Acid, SGOT, SGPT,Gamma GT, Bilirubin Total, Alkali Fosfatase, Protein Electroforesis, HBs Ag, K, Na, Ca,fosfor Anorganik, RPR, TSHs, CEA, AFP, Rontgen, Treadmill, USG. </p> <p>5.Bagaimana hubungan antara kebiasaan minum kopi,begadang dan jarang olah raga dengan tekanan darah tinggi yang dialami tuan A.? (5,6)</p> <p>Kafein</p> <p>Perasaan lelah dan mengantuk Dopamin Memblok adenosinMemicu adrenalin </p> <p>Kontraktilitas jantung </p> <p>Sulit tidur vasokonstriksi</p> <p>Tahanan perifer </p> <p>Intake kafein</p> <p>Perubahan struktur arteriolProgresif</p> <p>Curah jantung kembali normal</p> <p>Vasodilatasi arteriol afferen glomerulusFaktor yang memperberatBegadangKurang olahraga</p> <p>Tekanan Darah </p> <p>HIPERTENSIGFR dan RBF </p> <p>Melebihi ambang batas</p> <p>Gagal GinjalKerusakan ginjal </p> <p>Dapat menyebabkan</p> <p>Kafein menyebabkan peningkatan sekresi adrenalin dan memblok pengeluaran adenosin sehingga menurunkan rasa lelah dan mengantuk dan memicu tubuh untuk terus berakt=yivitas, adrenalin juga meningkatkan kontraktilitas jantung dan menyebabkan vasokonstriksi pembuluh arteriol sehingga menyebabkan peningkatan tahanan perifer (SVR)/ bila intake kafein smeakin ditingkatkan dan konsumsinya berlangsung terus menerus akan menyebabkan perubahan struktur pada pembuluh darah, yang menyebabkan peenebalan tunika intima ketika curah jantung kembali normal, tahanan periver (SVR) tidak kembali normal, ini yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah. Tekanan darah yang meningkat akan menyebabkan dilatasi arteriol afferen glomerulus sehingga menyebabkan GFR . Bila ini terus menerus terjadi kerja ginjal akan bertambah sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal kemudian menjadi penyakit ginjal kronis dan berakhir pada gagal ginjal.</p> <p>6.Bagaimana prosedur pemeriksaan tekanan darah ? (7) Jawab :1. Tempatkan manset dengan cukup ketat sekeliling lengan atas2. Pastikan bahwa a.brakialis berada dengan ketinggian yang sama dengan jantung.3. Cara melalui palpasi a.brakialis di lekuk siku4. Pompa tensi meter sampai tidak teraba lagi a.brakialis5. Tempatkan stetoskop ditempat terabanya a.brakialis6. Kurangi tekanan di manset perlahan-lahan, jangan lebih cepat dari 2mm per detik. Tekanan dimana mulai terdengar bunyi nadi ialah tekanan sistol, yaitu tekanan yang paling tinggi yang dihasilkan oleh jantung.7. Lanjutkan mengurangi tekanan dengan lambat, intensitas bunyi nadi akan meningkat kemudian berubah sifat bunyinya menjadi lembut. Bila tekanan di manset terus dikurangi beberapa mm lagi bunyi nadi tidak terdengar lagi, ini disebut tekanan diastol.8. Dilakukan pengukuran sebanyak dua kali atau lebih yang diantarai jangka waktu 2 menit, dan diambil nilai rata-ratanya. Bila pengukuran pertama dan kedua berbeda lebih dari 5 mmHg, dilakukan pengukuran tambahan dan diambil nilai rata-ratanya</p> <p>7.Mengapa Tn.A tidak merasakan keluhan pada penyakitnya? (6,7) Pada beberapa orang yang mengalami tekanan darah tinggi tidak mengalami keluhan apapun dikarenakan tubuhnya telah terbiasa dengan keadaannya (adaptasi), sehingga Hipertensi ini sering disebut Silent Disease atau terkadang juga disebut dengan Silent Killer.</p> <p>8.Sebutkan klasifikasi tekanan darah tinggi? (2,6,8) Hipertensi diklasifikasikan atas hipertensi perimer (esensial) (90-95%) dan hipertensi sekunder (5-10%).Dikatakan hipertensi primer bila tidak ditemukan penyebab dari peningkatan tekanan darah tersebut, sedangkan hipertensi sekunder disebabkan oleh penyakit atau keadaan seperti feokromositoma, hiperaldosteronisme primer (sindroma Conn), sindroma Cushing, penyakit parenkim ginjal dan renovaskuler, serta akibat obat.JNC VII : Klasifikasi hipertensiNormal 160 &gt;100WHO/ISH : Klasifikasi HipertensiKategori Tekanan Sistol Tekanan DiastolOptimal &lt; 120 &lt; 80Normal &lt; 130 &lt; 85Normal tinggi 130 -139 (45 tahun, presentase antara laki-laki dan perempuan sama Pada wanita yang memakai kontrasepsi oral,khususnya pada wanita yang obesitas dan lebih tua, memiliki resiko 2-3kali lebih tinggi resiko hipertensi Meningkatnya populasi usia lanjut, maka jumlah pasien hipertensi juga bertambah Lebihdari separuh orang berusia&gt; 65 tahu menderitahipertensi Pengendalian tekanan darah penderitahipertensi hanya mencapai 34% dari seluruh penderita hipertensi</p> <p>15.Jelaskan pathogenesis dan patofisiologi hipertensi? (2,3) </p> <p>PatogenesisHipertensi esensial merupakan penyakit multifaktor yang timbul karena interaksi antara faktor-faktor risiko tertentu, yaitu: Faktor resiko : diet dan asupan tinggi garam, stres, ras, obesitas, merokok, dan genetik Sistemsaraf simpatis : tonus simpatis dan variasi diurnal Keseimbangan modulator vasodilatasi dan vasokonstriksi Pengaruh sistem otokrin setempat yang berperan pada sistem renin, angiotensin, aldosteron</p> <p>16.Jelaskan manifestasi klinis hipertensi? (9) Pada tahap awal umumnya pasien belum mengeluh adanya gejala. Untuk gejala yang muncul:1. Peninggian tekanan darah itu sendiri, seperti berdebar debar, rasa melayang (dizzy) dan impoten.2. Penyakit jantung/hipertensi vaskular seperti cepat capek, sesak napas, sakit dada (iskemia miokard atau diseksi aorta), bengkak kedua kaki atau perut. Gangguan vaskular lainnya adalah epistaksis, hematuria pandangan kabur karena perdarahan retina, transient cerebral ischemic.3. Penyakit dasar seperti pada hipertensi sekunder: polidipsia, poliuria, dan kelemahan otot pada aldosteronisme primer, peningkatan BB dengan emosi</p> <p>17.Jelaskan factor resiko terjadinya hipertensi? (6,7) Faktor ras Usia (&gt;55 th bagi laki-laki, &gt;65 th pada perempuan) Riwayat keluarga penyakit kardiovaskular prematur Jenis kelamin Stress psikis Obesitas (BMI 30) Asupan garam natrium Konsumsi alkohol dan nikotin Inaktivasi fisik Diabetes Mellitus</p> <p>18.Bagaimana cara menegakkan diagnosis Tn.A ?Anamnesis : Menanyakan usia dan pekerjaan Keluhan apa saja yang dialami Sudah berapa lama dialami Apakah ada faktor yang memicu untuk timbulnya keluhan berulang Apakah ada kebiasaan merokok, mengonsumsi kafein (teh, kopi, dll),alkohol Bagaimana pola tidurnya Apakah rajin berolahraga Apakah ada riwayat penyakit sebelumnya Apakah ada riwayat penyakit keluarga yang sama Apakah sedang mengonsumsi obat-obatan</p> <p>Pemeriksaan Fisik :Melakukan pemeriksaan vital sign : Tekanan darah Denyut nadi Suhu Pernapasan</p> <p>Pemeriksaan penunjang : Pemeriksaan darah rutin : kadar glukosa, kolestrol, trigliserid, HDL, LDL, CK, CKMB. Pemeriksaan Radiologi : untuk melihat apakah ada perbesaran jantung</p> <p>19.Jelaskan tata laksana hipertensi? (2,12) a.Modifikasi Gaya HidupModifikasi Gaya Hidup Dalam Penanganan Hipertensi*ModifikasiRekomendasiPerkiraan Penurunan Tekanan Darah Sistolik (Skala)</p> <p>MenurunkanBerat BadanMemelihara Berat Badan Normal(Indeks Massa Tubuh 18.524.9 kg/m2).5-20 mmHg/ 10 kg penurunan Berat Badan</p> <p>Melakukan pola diet berdasarkan DASHMengkonsumsi makanan yang kaya dengan buah-buahan, sayuran, produk makanan yang rendah lemak, dengan kadar lemak total dan saturasi yang rendah.8 14 mmHg</p> <p>Diet Rendah NatriumMenurunkan Intake Garam sebesar 2-8 mmHg tidak lebih dari 100 mmol per-hari (2.4 gr Natrium atau 6 gr garam).2-8 mmHg</p> <p>OlahragaMelakukan Kegiatan Aerobik fisik secara teratur, seperti jalan cepat (paling tidak 30 menit per-hari, setiap hari dalam seminggu).4 9 mmHg</p> <p>Membatasi Penggunaan AlkoholMembatasi konsumsi alkohol tidak lebih dari 2 gelas ( 1 oz atau 30 ml ethanol; misalnya 24 oz bir, 10 oz anggur, atau 3 0z 80 whiski) per-hari pada sebagian besar laki-laki dan tidak lebih dari 1 gelas per-hari pada wanita dan laki-laki yang lebih kurus.2 -4 mmHg</p> <p>DASH, Pendekatan Diet Untuk Menghentikan Hipertensi* Untuk semua penurunan resiko kardiovaskuler, berhenti merokok Efek implementasi dari modifikasi di atas bergantung pada dosis dan waktu, dan lebih baik pada beberapa orang</p> <p>b.Tatalaksana ObatTatalaksana Hipertensi Menurut JNC7Klasifikasi tekanan darahTDS (mmHg)TDD (mmHg)Perbaikan pola hidupTerapi obat awal</p> <p>Tanpa indikasi yang memaksaDengan indikasi yang memaksa</p> <p>Normal Prehipertensi100Ya Kombinasi 2 obat untuk sebagian besar kasus umumnya diuretika jenis thiazide dan ACEI atau ARB atau BB atau CCB</p> <p>Pilihan obat antihipertensi untuk kondisi tertentuIndikasi yang memaksaPilihan terapi awal</p> <p>Gagal jantungThiazid, BB, ACEI, ARB, antagonis aldosteron</p> <p>Pasca infark miokardBB, ACEI, antagonis aldosteron</p> <p>Risiko penyakit jantung koronerThiazid, BB, ACEI, CCB</p> <p>DiabetesThiazid, BB, ACEI, ARB, CCB,</p> <p>Penyakit ginjal kronisACEI, ARB</p> <p>Pencegahan stroke berulangThiazid, ACEI</p> <p>Menurut JNC VIII</p> <p>Dewasa usia 18 th dengan hipertensi</p> <p>Mulai terapi dg diuretik (thiazid) atau CCB dosis tunggal atau dg kombinasiTarget TD :SBP &lt; 140 mmHgDBP &lt; 90 mmHgSemua usia dg CKD dg/tanpa diabetesSemua usia dg penyakit diabetes tanpa CKDDengan Diabetes atau CKDMenetapkan target TD &amp; mulai menurunkan TDdg medikamentosa berdasarkan usia, penyakit diabetes, &amp; penyakit ginjal kronis ( ckd )Modifikasi gaya hidup</p> <p>Golongan umum ( tanpa Diabetes atau CKD )</p> <p>Usia 60 thUsia 60 th</p> <p>Target...</p>