Interaksi Urbanisasi Antar Kota (Teori Linkage)

  • Published on
    30-Oct-2015

  • View
    243

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Perencanaan Kota

Transcript

  • 7/16/2019 Interaksi Urbanisasi Antar Kota (Teori Linkage)

    1/17

    Pengertian kota

    Menurut Wirsh:

    Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni

    oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.

    Menurut Max Weber :

    Kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian

    besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.

    Menurut Dwigth Sanderson

    Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih.

    Jadi, Pengertian kota adalah kelompok masyarakat dalam jumlah besar yang dengan

    penghuni stempatnya memilki profesi yang heterogen demi memenuhi kebutuhan

    ekonominya.

    URBANISASI

    Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah

    masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata

    antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial

    kemasyarakatan.

    Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang

    biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi

    media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi. Pengaruh pengaruh

    tersebut adalah sebagai berikut :1

    A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi

    1. Kehidupan kota yang lebih modern dan mewah

    2. Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap

    3. Banyak lapangan pekerjaan di kota

    4. Di kota banyak perempuan cantik dan laki-laki ganteng

    5. Pengaruh buruk sinetron Indonesia

    1 Wikipedia. Urbanisasi. htm. 2011

    http://id.wikipedia.org/wiki/Desahttp://id.wikipedia.org/wiki/Kotahttp://id.wikipedia.org/wiki/Desahttp://id.wikipedia.org/wiki/Kota
  • 7/16/2019 Interaksi Urbanisasi Antar Kota (Teori Linkage)

    2/17

    6. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi jauh lebih baik dan berkualitas

    B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi

    1. Lahan pertanian yang semakin sempit

    2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya

    3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa

    4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa

    5. Diusir dari desa asal

    6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya

    C. Keuntungan Urbanisasi

    1. Memoderenisasikan warga desa2. Menambah pengetahuan warga kota

    3. Menjalin kerja sama yang baik antar warga suatu daerah

    4. Menyeimbangkan masyarakat kota dengan masyarakat desa

    Faktor penghubung interaksi antar kota yang berkaitan dengan urbanisasi dapat

    dimunculkan pada teori (penghubung)linkage. Karena, di dalam kta terdapat

    banyak elemen-elemen pendukung seperti ; jalan kotamadya, jembatan, rel kereta

    api.

    LINKAGE

    Gambar Rel kereta api di Sumatra Gambar Jembatan Suramadu

  • 7/16/2019 Interaksi Urbanisasi Antar Kota (Teori Linkage)

    3/17

    Linkage is simply the glue of the city. It is act by wich we unite all the layers of activity

    and resulting form in the city.2

    Hubungan sebuah tempat dengan yang lain

    Bagaimanakah keteraturan massa dan ruangnya secara tekstural (tata ruangperkotaan)? Untuk mengetahuinya perlu dilihat dari keterbatasan kelompok teori

    figure/ground karena, disamping memiliki kelebihan, pendekatannya sering mengarah

    ke gagasan-gagasan ruang perkotaan yang bersifat dua dimensi saja dan perhatiannya

    terhadap ruang perkotaan terlalu statis. Artinya dinamika hubungan secara arsitektural

    antara berbagai kawasan kota belum dilihat lebih baik

    Setiap kota memiliki pola masing-masing yang saling berhubungan antara satu

    dan lainnya. Perhubungannya di bahas dalam kelompok teori yang mempunyai istilah

    linkage (penghubung), yang memperhatikan dan menegaskan hubungan-hubungan dan

    gerakan-gerakan (dinamika) sebuah tata ruang perkotaan (urban fabric). sebuahlinkage perkotaan dapat diamati dan dikemukakan dalam tiga pendekatan sebagai

    berikut:

    a) Linkage yang visual

    b) Lingkage yang struktural

    c) Linkage bentuk yang kolektif

    Kota adalah sesuatu yang kopleks dan rumit, maka erkembangan kota sering

    mempunyai kecenderungan membat orang merasa tersesat dalam gerakan di daerah

    kota yang belum mereka kenal. Hal itu terjadi di daerah yang tidak mempunyai linkage.

    Setiap kota memiliki banyak fragmen kota, yaitu kawasan-kawasan kota yang berfungsi

    sebagai beberapa bagian tersendiri dalam kota.

    Walaupun identitas serta bentuk massa dan ruang fragmen-fragmen itu bisa tampak

    sangat jelas, orang masih sering bingung saat bergerak di dalam satu daerah yang

    belum cukup mereka kenal. Kota-kota seperti New York atau Mexico City dan juga kota-

    kota Asia telah menggambarkan masalah tersebut.

    2 Maki, Fumihiko. Investigation In Collective For. St. Louis. 1964. hlm. 29.

    Gambar Broadway, NYC

  • 7/16/2019 Interaksi Urbanisasi Antar Kota (Teori Linkage)

    4/17

    Hal ini menunjukkan bahwa jumlah kuantitas dan kualitas masing-masing bagian

    (fragmen) di kota tersebut belum memenuhi kemampuan untuk menjelaskan sebagai

    bagian dalam keseluruhan kota. Oleh karena itu, diperlukan elemen-elemen

    penghubung, yaitu elemen-elemen lingkage dari suatu kawasan ke kawasan lain yang

    membantu orang untuk mengeti fragmen-fragmen kota sebagi bagian dari suatu

    keseluruhan yang lebih besar.

    Linkage visual

    Istilah linkage visual dapat dirumuskan sebagai berikut:

    Dalam linkage yang visual dua atau lebih banyak fragmen kota dihubungkan menjadi

    satu kesatuan secara visual.

    Edmund Bacon membahas tema ini secara mendalam. Bukunya sudah menjadi

    standart di dalam teori perkotaan secara khusus memperhatikan linkage yang visual.3Teorinya menjadi terkenal pada saat ia mengemukakan kasus-kasus yang

    menunjukkan dampak elemen-elemen visual di dalam sejarah kota. Artinya, elemen-

    elemen tersebut sudah lama dikenal dan dapat dipakai baik dalam skala makro (besar)

    maupun mikro (kesil), yaitu dalam kota secara keseluruhan maupun dalam kawasankota,karena sebuah linkage yang visual mampu menyatukan daerah kota

    dalamberbagai skala. Pada dasarnya, ada dua poko perbedaan linkage visual, yaitu :

    Yang menghubungkan kedua daerah secara netral

    Yang menghubungkan kedua daerah dengan mengutamakan satu daerah

    Kebanyakan penghubung bersifat kaitan saja dan dapat ditemukan di banyak daerah

    kota-kota seluruh dunia, misalnya kota-kota di italia atau di kota-kota Amsterdam

    (Belanda), Washington (Amerika Serikat), Jaipur (Cina), Yogyakarta (Indonesia).

    Hubungan yang bersifat sebagai focus lebih sedikit, karena memusatkan sebuah

    kawasan tertentu. Walauun demikian, cara keterkaitan tersebut juga ada beberapa

    daerah di kota-kota, khususnya di dalam pusatnya. Contoh yang baik ada di Versailles

    (Prancis), atau di Paris(Prancis), serta di daerah Monas Jakarta (Indonesia). Daerah

    3 Bacon, Edmund N. Design of cities. New York. 1978.

  • 7/16/2019 Interaksi Urbanisasi Antar Kota (Teori Linkage)

    5/17

    fokus tersebut sering memiliki fungsi dan arti khusus di dalam kotanya bersifat

    dominan dan menonjol daripada lingkungannya.

    Lima elemen linkage visual

    Ada lima elemen linkage visual yang menghasilkan hbungan

    secara visual,yaitu garis, koridor, sisi, sumbu, dan irama. Setiap

    elemen memiliki ciri khas atau suasana tertentu yang akan

    digambarkan satu per satu. Bahan-bahan dan bentuk-bentuk yang

    dipakai dalam sistem penghubungnya dapat berbeda. Namun,

    perlu ditekankan bahwa dengan merancang lansekap (yang sering

    hanya dianggap sebagai dekorasi perkotaan), akan sangat efektif

    bila menghubugkan fragmen dan bagian kota dengan cara linkage

    visual.

    Elemen garis menghubungkan secara langsung dua tempat satu

    deretan massa. Untuk massa tersebut bias diapakai sebuah

    deretan bangunan atau sebuah deretan pohon yang memiliki rupa

    massif, elemen koridor yang dibentuk oleh dua deretan massa

    (bangunan atau pohon) membentuk sebuah ruang. Elemen sisi

    sama dengan elemen garis, menghubungkan dua kawasan

    dengan satu massa. Walaupun demikian, perbedaanya dibuat

    secara tidak langsung, sehingga tidak erlu dirupakan dengan

    sebuah garis yang massanya kurang penting. Elemen tersebut

    ?

    ?

    Gambar dua macam hubungan

    visual secara diagramatis

  • 7/16/2019 Interaksi Urbanisasi Antar Kota (Teori Linkage)

    6/17

    bersifat massif di belakang tampilannya, sedangkan di depan

    bersifat spasial. Elemn sumbuirip dengan elemen koridor yang

    bersifat spasial. Namun, perbedaan ada pada dua daerah yang

    dihubungkan oleh dua elemen. Tersebut, yang sering

    mengutamakan salah satu daerah tersebut. Elemen irama

    menghubungkan dua tempat dengan variasi massa dan ruang.

    Elemen tersebut jarang diperhatikan dengan baik, walaupun juga

    memiliki sifat yang menarik dalam menghubungkan dua tempat

    secara visual

    Elemen-elemen tersebut digambarkan dengan berbagai contoh yang menegaskan sifat

    elemen masing-masing. Perlu dtegaskan di sini bahwa cara pemakaian lansekap di

    dalam kota akan sangat mendukung dan memperjelas sistem hubungan yang ada di

    dalam kota. Sayangnya, potesi penanaman pohon-pohon jarang dipakai sesuai

    kebutuhan lingkungan, baik secara visual maupun fungsional (sudah diketahui bahwa

    pohon-pohon besar adalah paru-paru kota dan mengurangi kepanasan dan udara

    kotor di dalam kota!). pohon-pohon sering hanya dianggap sebagai penghias kawasan

    ota saja. Sudah saatnya bahwa pendekatan terhadap lansekap-dan secara khusu

    mengenai pohon-pohon diganti dengan suatu pendekatan yang lebih berart di dalam

    kota tropi