Jabber Protocol

  • Published on
    25-Oct-2015

  • View
    154

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

-

Transcript

  • JABBER PROTOCOL FITRIA INTAN PURWANTI NIM 1102642 ANNISA RIANDA GUSRIAL NIM 1102635 HEPPY AESTI VANI NIM 1102667

    JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

    2013

    UNIVERSITAS NEGERI PADANG

  • A. Pengertian Jabber

    Jabber adalah protokol eXtended Markup Language (XML) yang terbuka yang

    berfungsi sebagai pertukaran pesan dan kehadiran antara dua host dalam internet.

    Implementasi pertama dari Jabber adalah Instant Messenger yang mempunyai fungsi

    yang sama seperti IM yang sudah ada seperti ICQ, AOL, MSN dan Yahoo messenger

    B. Sekilas Tentang Jabber

    Proyek Jabber dimulai pada awal 1998 sebagai gagasan dari Jeremie Miller.

    Proyek tersebut cepat berkembang pesat dan mulai mendapat perhatian publik ketika

    menjadi topik diskusi pada slashdot (www.slashdot.org) yaitu sebuah website diskusi

    popular antar developer pada bulan januari 1999. Protokol inti Jabber versi 1.0 dari

    referensi server jabber yang bersifat open source dirilis pada bulan mei 2000.

    Dari awal pengembangan, komunitas developer Jabber mencoba untuk

    membuat standart IM dan menyarankan interoperability antar sistem IM. Usaha

    kooperatif ini sangat kontras dengan perilaku dari provider IM lainnya yang menjaga

    agar sistem mereka tertutup dan terisolasi dari jaringan IM lain.

    Sebagai usaha menjadikan Jabber sebagai protokol standart, pada bulan juni

    2000, komunitas Jabber mempublikasikan protokol tersebut sebagai Request for

    Comments (RFC) kepada Internet Engeneering Task Force (IETF) sebagai bagian dari

    standart IMPP (Instant Messaging and Presence). tetapi IMPP ini tidak berjalan

    sukses. Pada bulan Mei 2001, Jabber Community dan Jabber Inc. membuat Jabber

    Software Foundation. Jabber Software Foundation adalah organisasi serupa dengan

    Apache Foundation yang keberadaannya adalah untuk menunjukkan dedikasinya

    terhadap dunia open source dan interoperability antar sistem IM.

    Pada tahun 2002, Internet Engineering Steering Group (IESG) menyetujui

    formasi Extensible Messaging and Presence Protocol Working Group (XMPP)

    dengan Internet Engineering Task Force (IETF). Ruang lingkup working group adalah

    untuk mengeksplorasi dan dimana protokol tersebut digunakan, memodifikasi

    protokol yang sudah ada agar dapat memenuhi RFC 2799 seperti persyaratan yang

    ditentukan dalam spesifikasi Common Presence and Instant Messaging (CPIM).

    Fokus utama working group adalah membuat XML stream termasuk stream pada

    level security dan autentikasi, elemen data dan namespace yang dibutuhkan untuk

    mencapai dasar IM dan Presence. XMPP working group menerbitkan XMPP Core

  • Internet-Draft sebagai dokumen yang menggambarkan fitur-fitur utama Extensible

    Messaging dan protokol Presence

    C. Tinjauan Teknologi Protokol Jabber

    Dalam banyak hal, tujuan dari Jabber adalah untuk membangun sistem IM

    yang lebih baik yang mendukung informasi kehadiran secara real time(presence) dan

    pesan(messaging). Yang dimaksud sistem IM yang lebih baik adalah :

    1. Open, protokol Jabber bersifat free, terbuka, publik dan mudah dimengerti. Ini

    mempermudah untuk siapapun yang membuat implementasi Jabber tanpa harus

    mengeluarkan biaya untuk lisensinya.

    2. Standart, Internet Engeneering Task Force (IETF) telah menformulasikan

    protokol XML sebagai instant messaging and presence technology yang

    disetujui dengan nama Extensible Messaging dan Presence Protocol atau

    XMPP.

    3. Proven, Jabber pertama kali dikembangkan oleh Jaremie Miller pada tahun

    1998 dan sekarang sudah cukup stabil, ratusan developer berkerja

    menggunakan teknologi jabber. Ada sepuluh dari seribu Jabber server yang

    aktif di internet sekarang dan jutaan orang menggunakan Jabber untuk IM.

    4. Decentralized, Arsitektur dari Jabber menyerupai email, sehingga setiap orang

    dapat membuat jabber server sendiri.

    5. Secure, Jabber server dapat dibuat terisolasi dari jaringan lain. Selain itu sistem

    keamanan menggunakan SASL dan TLS sudah dibangun di dalam core XMPP

    specification

    6. Extensible, menggunakan kelebihan dari XML namesapces, setiap orang dapat

    membangun fungsionalitas tambahan diatas protokol jabber. Untuk menjaga

    interoperability, extension umum diatur oleh XMPP Standart Foundation.

    7. Diverse, banyak perusahaan dan project open source menggunakan protokol

    jabber untuk membangun real-time application. Developer tidak akan merasa

    terkunci menggunakan teknologi jabber.

    D. Arsitektur Jabber

    Jabber menggunakan arsitektur client server. client Jabber dapat

    berkomunikasi dengan server Jabber pada domain Jabber mereka. Domain Jabber

  • memiliki keuntungan yaitu kemampuannya dalam memisahkan zona komunikasi,

    yang ditangani oleh server Jabber yang berbeda, tidak seperti kebanyakan sistem IM

    lainnya yang menggunakan satu server terpusat untuk seluruh zona komunikasi. Pada

    Jabber pesan dikirim oleh client ke server pengirim kemudian diteruskan ke server

    penerima baru kemudian disampaikan ke client penerima

    Format data yang digunakan untuk komunikasi pada jabber adalah format data

    XML. XML adalah standart World Wide Web Consortium untuk format data yg

    standart, generic untuk sebuah dokumen. Semua komunikasi yang berlangsung pada

    Jabber melibatkan pertukaran paket jabber dimana setiap paket dapat berupa

    fragmentasi XML. Fragmentasi XML ini dapat dikatakan sebagai sub dokumen dalam

    komunikasi stream pada Jabber.

    1. Modular server

    Server Jabber memiliki tiga peranan utama yaitu :

    Menangani koneksi client dan berkomunikasi secara langsung dengan client

    Jabber

    Berkomunikasi dengan server Jabber yang lain

    Mengkoordinasikan beragam komponen server yang diasosiasikan dengan

    server

    Server Jabber di desain modular, dengan paket kode internal yang khusus

    sehingga dapat menangani fungsionalitasnya seperti registrasi, auntentikasi,

    present, contact list, penyimpanan pesan yang berstatus off-line dan sebagainya.

    Selain itu server Jabber dapat dikembangkan dengan komponen eksternal yang

    memungkinkan administrator server untuk mensuplemen server pusat dengan

    layanan tambahan semacam gerbang untuk sistem messaging lainnya.

    2. Simple client

    Satu kriteria desain sistem Jabber bahwa ia harus memiliki kemampuan

    untuk mendukung client yang sederhana misalnya koneksi telnet pada port yang

    benar. Dalam hal ini tentu saja arsitektur Jabber memberikan sedikit batasan pada

    client. Task-task pada client Jabber harus dapat mengenal dan melengkapi :

    Komunikasi dengan server Jabber melalui soket TCP

    Melakukan parsing dan interpretasi XML dengan format yang baik melalui

    XML stream

    Memahami tipe data utama Jabber (message, presence dan iq)

  • Keuntungan di dalam Jabber adalah dapat memindahkan kompleksitas dari

    client ke server. Secara praktis, banyak fungsi yang low-level pada client seperti

    proses parsing XML dan memahami tipe data core Jabber yang ditangani oleh

    library-library client Jabber, memungkinkan client developer untuk fokus pada

    user interface

    E. Komponen Utama Jabber

    Tiga komponen utama jabber adalah :

    1. Message Jabber menggunakan protokol message untuk mengirim pesan dalam

    bentuk XML stream. Pesan dapat dikirm antara jabber client dengan jabber server

    atau antara dua jabber server yang berbeda.

    Protokol message sangat sederhana, paket pesan dikirim dari sender ke

    recepient. Secara default tidak ada acknowledge ketika recepient menerima pesan.

    Jika pesan dikirim dan recepient dalam keadaan offline maka server berkewajiban

    menyimpan pesan tersebut dan mengirimkannya ketika recepient sudah dalam

    keadaan online. Proses seperti ini mengacu pada proses store and foward.

    Pada dasarnya format untuk protokol message adalah sebagai berikut :

    Tabel 2.1 Atribut pada elemen

    Atribut Fungsi Contoh to= from= Mengidentifikasikan sender

    dan recepient. Format alamat

    jabber diatur dalam

    spesifikasi jabber. Atribut ini

    diperlukan untuk semua

    pesan.

    Do you have a

    new report

    Id= Digunakan identifier yang unik pada pesan. Client dapat

    menggunakan id untuk

    mengidentifikasikan pesan

    jika pesan mengalami error.

    Atribut ini bersifat opsional.

    Do you have a

    new report

    [default] Menunjukkan bahwa pesan

    berupa normal message.

    Secara default, client

    memberikan atribut tipe ini

    jika tidak ada atribut type

    yang diberikan.

    Do you have a

    new report

    type=error Mengindikasikan bahwa

  • pesan adalah error message.

    Error ditunjukkan didalam

    sub elemen

    di dalam elemen message

    to=smith@example.com

    type=error>

    Not

    found

    type=chat Mengindikasikan bahwa pesan ditampilkan dalam

    sebuat line-by-line chat

    interface (1-to-1 chat)

    Do you have a

    new report

    type=groupchat Mengindikasikan bahwa pesan ditampilkan dalam

    room chat interface.

    Do you have a

    new report

    Protokol message mempunyai beberapa set sub-elemen didalamnya. Sub-

    elemen yang pertama menunjukkan content dari pesan dan yang kedua adalah

    sub-elemen yang merupakan informasi metadata.

    Content

    Sub-elemen ini membungkus isi pesan yang akan dikirimkan. Elemen