Jelajah Istanbul!!

  • Published on
    19-Dec-2015

  • View
    27

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sebuah buku yang berisi catatan perjalanan selama 9 hari di salah satu kota paling unik dan bersejarah di dunia, Istanbul.

Transcript

JELAJAH ISTANBUL !

JELAJAH ISTANBUL !

DAFTAR ISI

Prolog ................................................................................................................................3Istanbul Kota Impian.........................................................................................................7Seputar Bandara.................................................................................................................9Bawa Apa Aja..................................................................................................................15Kenapa Istanbul harus masuk list wajib destinasi tujuan wisata kita? ...........................24ISTANBUL dalam Cerita Hari 1 Istanbul : Seputar Negeri 2Benua............................................................30Hari 2 Istanbul : Adaptasi dan Konferensi...........................................................39Hari 3 Istanbul : Time to explore Sultan Ahmet ! ..............................................47Hari 4 Istanbul : Grand Bazar, Pasar dengan 21Gerbang...................................74Hari 5 Istanbul : Eyub Sultan Camii dan Keramahan Warga Turki (part 1) ......82Hari 5 Istanbul (part 2) : Pierre Loti, Keindahan Turki dan Rekonstruksi Sejarah PenaklukanKonstantinopel.................................................................................91Hari 6 Istanbul : Backpacker Keliling Istanbul...................................................97Hari 7 Istanbul : 1 Hari Jalan Kaki, Eropa-Asia ! .............................................119Hari 8 Istanbul : Persaudaraan Cita Rasa Indonesia..........................................142Hari 9 Istanbul : Selamat Tinggal Byzantium-Konstantinopel-Istanbul ! ........145SERBA-SERBI ISTANBULSerba-SerbiKuliner............................................ ..............................................152Ringkasan Biaya Selama di Istanbul.................................................................161Shopping? Spice Bazar vs Grand Bazar............................................................163

1

142

Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orangPergilah 'kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan temanBerlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahanJika mengalir menjadi jernih jika tidak dia 'kan keruh menggenangSinga tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarangAnak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran

Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diamTentu manusia bosan padanya dan enggan memandangRembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zamanOrang-orang tak kan menunggu saat munculnya datangBiji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambangSetelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkanKayu gahru tak ubahnya kayu biasa di dalam hutanJika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaranhartawan(Syair Imam Syafii)Namun beruntunglah, pertanyaan seperti itu tak pernah ada di kepala para pelancong, dan diantaranya adalah mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok backpackers. Mereka adalah pemburu tiket dan penginapan super murah, menggendong ransel butut dan bersandal jepit, yang kalau kehabisan uang bekerja di warung sebagai pencuci piring. Perilaku melancong mereka sebenarnya tak ada bedanya dengan remaja-remaja Minang, Banjar, atau Bugis,yang merantau ke Pulau Jawa berbekal seadanya.Ini berarti tak banyak orang yang paham bahwa bepergian keluar negeri sudah tak semenyeramkan, sejauh,bahkan semewah di masa lalu.Rhenald kasali

Prolog

Desember 2011. Disalah satu sudut pojok Jakarta hari itu ada seorang anak muda yang begitu menggebu untuk membuat passport, buat apa? Entah, dia sendiri belum tahu passport itu buat apa atau hendak pergi kemana. Yang pasti ia hanya berpikir Ia harus sesegera mungkin membuat passport. Urusan mau kemana, ehm, nanti saja, yang penting punya passport dulu..hehePOKOK NYA SAYA HARUS BUAT PASSPORT, begitu Ia bertekad dalam dirinya.Semangat membuat passport itu hadir karena beberapa waktu yang lalu Ia membaca artikel opini Rhenald Kasali, seorang guru besar Universitas Indonesia sekaligus pakar manajemen yang buku-buku karangannya cukup sering nangkring di etalase buku favorit toko-toko buku. Dalam artikelnya yang berjudul Passport itu, Rhenald Kasali bercerita, di dalam kelas, Ia sering kali bertanya kepada mahasiswanya, berapa dari mereka yang sudah memiliki passport. Ternyata hanya sekitar 5% dari isi kelas yang sudah memiliki, sementara ketika ditanya berapa yang sudah pernah menaiki pesawat terbang, ternyata justru 90% sudah. Artinya sebagian besar mahasiswa di kelas itu adalah turis lokal...heheSeketika mengetahui hal itu, Rhenald Kasali langsung menugaskan anak didiknya membuat passport dan melancong ke negara-negara non-bahasa melayu. Well, buat saya ini adalah tugas dari dosen yang paling antimainstream. Dalam artikel itu Rhenald berpendapat tanpa surat ijin memasuki dunia global itu begitu Rhenald menyebutnya- manusia akan kesepian, cuper, terkurung dalam kesempitan dan menjadi pemimpin yang steril.Padahal dunia yang terbuka bisa membukakan sejuta kesempatan untuk maju. Anda bisa pendapatkan sesuatu yang yang terbayangkan, pengetahuan, teknologi, kedewasaan, dan wisdom (Rhenald Kasali, Passport)Artikel itulah yang menjadi awal mula semangatnya untuk membuat passport, selain mimpinya untuk menjelajah dunia, yeay!Akhir desember 2011 adalah masa-masa idul fitri, saya yang beberapa tahun terakhir sedang merantau di Bandung dalam rangka kuliah, hari-hari itu sedang pulang kampung ke Jakarta, pun kebetulan rumah saya tidak jauh dari Bandara, pas!Dengan semangat yang menggebu, beberapa hari setelah lebaran akhirnya dengan mengendarai motor saya berangkat menuju imigrasi bandara, dengan satu semangat: punya passport coy! 30 menit perjalananan dari rumah saya di kecamatan Kalideres menuju Imigrasi Bandara, setelah beberapa kali berputar-putar, jalan di Bandara Soekarno-Hatta itu membingungkan men -__- dan bermodal bertanya sana-sini, akhirnya saya sampai di imigrasi bandara, mata berbinar, punya passport sudah di depan mata. Memarkirkan motor, saya berjalan dengan antusiasnya, namun beberapa langkah semakin mendekati gedung imigrasi bandara, saya disambangi ragu dan heran, kenapa sepi sekali?Siang pak, ini benar kantor Imigrasi untuk buat passport kan ya?Iya mas, mau buat passport?Iya pak, tapi ko sepi sekali ya?oh iya, kalo sekarang kantor masih tutup mas, masih libur lebaran.......................................Seketika antusiasme saya hilang, tapi kemudian saya sadar, wajar kalau kantor imigrasi ini belum buka, ini belum H+7 lebaran, duh...

Beberapa hari kemudian saya kembali ke kantor imigrasi Bandara Soekarno Hatta, setelah memperkirakan hari itu pasti sudah buka..hehe tidak seperti perjalanan sebelumnya, perjalanan hari ini mulus, lancar dan tanpa muter-muter..:DAlhamdulillah, hari itu kantor imigrasi sudah buka. Perjalanan membuat passport ini tidak terlalu rumit, cukup membawa fotokopi KTP, Kartu Keluarga dan Akta kelahiran. Menunggu sebentar setelah mengambil nomer antrian, saya kemudian dipanggil untuk mengurus segala administrasi itu. Hari itu kantor imigrasi tergolong sepi, saya mengantri tidak terlalu lama. Setelah mengurus administrasi dan membayar biaya passport sebesar 225.000 saya diberikan tAnda bukti, untuk kembali ke kantor imigrasi beberapa hari setelahnya. One step closer, punya passport!Beberapa hari kemudian saya kembali untuk mengambil passport, untuk hari ini ada 2 fase yang harus saya lalui: wawancara dan mengambil passport. Dalam tahap wawancara, petugas akan bertanya beberapa hal, salah satu yang terpenting tentang tujuan Anda membuat passport.Buat passport mau kemana memang mas? begitu petugas itu bertanya kepada saya.mau ikut konferensi pemuda maas dengan mantap begitu saya menjawab, meskipun belum tahu konferensi pemuda apa, paling tidak begitulah memang keinginan dan mimpi saya.Setelah melalui proses wawancara formalitas, saya menyebut formalitas karena sepertinya wawancara ini sama sekali tidak akan mempengaruhi jadi-tidaknya passport Anda hehe. Saya diminta mengantri sambil menunggu passport saya akan jadi...Now, I have passport, yeay!

Istanbul, Kota ImpianPerjalanan menuju Istanbul Turki adalah perjalanan penuh perjuangan, bolak-balik Jakarta-Bandung mencari sponsor, mengontak beragam tokoh untuk funding, mengirim puluhan email, bahkan hingga H-1 kepastian itu belum juga saya dapatkan, berangkat tidak ya, kalkulasi keuangan menunjukkan ini akan jadi perjalanan super sulit dan iriiit, bahkan defisit.Sejak pertengah 2012 saya melalui sebuah seleksi mengikuti program beasiswa bernama PPSDMS (Program Pembinaan SDM Strategis) NF. Sebuah program pembinaan kepemimpinan dimana setiap pesertanya akan hidup diasrama selama kurang lebih 2 tahun, PPSDMS NF bandung diikuti oleh 35 orang yang terdiri dari mahasiswa Institut Teknologi Bandung dan Universitas Padajajaran. Selama 2 tahun diasrama kami dibina dengan beragam program, salah satu terobosan dan cita-cita kami adalah pergi ke luar negeri bersama, tidak tanggung-tanggung, kami menargetkan Turki menjadi tujuan kami.Segala persiapanan kami rancang jauh-jauh hari, teman-teman yang belum memiliki passport di data dan diminta untuk segera membuat passport.Perjalanan kami ke Turki bukan sekedar jalan-jalan, tapi kami akan mengikuti Global Islamic Marketing Conference yang akan diadakan di Istanbul Mei 2013. Kami merancang persiapan kami menjadi 2 hal, persiapan pribadi yang terdiri dari passport, paper, pendaan pribadi. Dan juga persiapan bersama yang terdiri dari pendaan bersama, persiapan acara bersama (kami merancang akan menampilkan anklung, shingga kamipun menjadwalkan berlatih bermain angklung) dan persiapan bahasa inggris melalui english day, selain itu kami juga mengagendakan akan sharing community dev