Jenis2 SATELIT

  • Published on
    18-Nov-2014

  • View
    2.551

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

VSATDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasLangsung ke: navigasi, cari Keseluruhan artikel atau bagian tertentu dari artikel ini perlu di-wikifikasi.

Sebuah antena penerima satelit 2,5m untuk akses internet melalui satelit dua arah. VSAT adalah singkatan dari Very Small Aperture Terminal adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner berarti satelit tersebut selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya. Satelit geostasioner mengorbit selalu pada titik yang sama di atas permukaan bumi, maka dia akan selalu berada di atas sana dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.

Daftar isi[sembunyikan]

1 Mengirim Dan Menerima Data 2 Perangkat 3 Komponen 4 Kedudukan Satelit 5 Keunggulan dan kekurangan

[sunting] Mengirim Dan Menerima DataMendapatkan data Internet dari setelit sama saja dengan mendapatkan sinyal televisi dari satelit. Data dikirimkan oleh satelit dan diterima oleh decoder pada sisi pelanggan. Data yang diterima dan yang hendak dikirimkan melalui VSAT harus di-encode dan di-decode oleh encoder dan decoder terlebih dahulu. Satelit Telkom-1 menggunakan C-Band (4-6 GHz). Selain C-Band ada juga Ku-Band. Namun C-Band lebih tahan terhadap cuaca dibandingkan dengan KU-Band. Satelit ini menggunakan frekuensi yang berbeda antara menerima dan mengirim data. Intinya, frekuensi yang tinggi digunakan untuk uplink (5,925 sampai 6,425 GHz), frekuensi yang lebih rendah digunakan untuk downlink (3,7 sampai 4.2 GHz).

Sistem ini mengadopsi teknologi TDM dan TDMA. Umumnya konfigurasi VSAT adalah seperti bintang. Piringan yang ditengah disebut hub dan melayani banyak piringan lainnya yang berlokasi di tempat yang jauh. Hub berkomunikasi dengan piringan lainnya menggunakan kanal TDM dan diterima oleh semua piringan lainnya. Piringan lainnya mengirimkan data ke hub menggunakan kanal TDMA. Dengan cara ini diharapkan dapat memberikan koneksi yang baik untuk hubungan data, suara dan fax. Semua lalu lintas data harus melalui hub ini, bahkan jika suatu piringan lain hendak berhubungan dengan piringan lainnya. Hub ini mengatur semua rute data pada jaringan VSAT. Frame TDM selalu berukuran 5.760 byte. Setiap frame memiliki 240 sub-frame. Setiap subframe adalah 24 byte. Panjang waktu frame tergantung pada data rate outbound yang dipilih. TDMA selalu pada 180 ms. TDMA disinkronisasi untuk memastikan bahwa kiriman data yang berasal dari stasiun yang berbeda tidak bertabrakan satu dengan yang lainnya. Pendapat umum mengatakan bahwa koneksi dengan satelit adalah koneksi yang paling cepat. Kenyataanya adalah tidak. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.

[sunting] PerangkatTerminal Antena Sangat Kecil adalah alat di stasiun bumi dan digunakan untuk mengirim serta menerima pancaran frekwensi daripada satelit. Antena VSAT berukuran lebih kurang 2 hingga 10 kaki (0.55-12 m) dipasang di atap ,dinding atau atas tanah dan pemilihan besar kecilnya antena sangat tergantung pada jenis frekuensi (misalnya C band atau Ku band) yang akan digunakan.

[sunting] KomponenKomponen VSAT, terdiri dari:

.Unit Luar (Outdoor Unit (ODU)): 1. Antena/dish/parabola ukuran 2 hingga 4 kaki (0.55-2.4 m), yang dipasang pada atap, dinding atau di tanah. 2. BUC (Block Up Converter), yang menghantarkan sinyal informasi ke satelit.Juga sering disebut sebagai Transmitter (Tx). 3. LNB (Low Noise Block Up), yang menerima sinyal informasi dari satelit. Juga sering disebut sebagai Receiver (Rx). Unit Dalaman (Indoor Unit (IDU)): 1. Modem (Modulator / Demodulator), sebuah alat dipanggil Return Channel Satellite Terminal yang menyambungkan dari unit luar dengan IFL kabel berukuran panjang tidak lebih 50 meter. 2. IFL (Inter Facility Link). Merupakan media penghubung antara ODU & IDU. Fisiknya biasanya berupa kabel dengan jenis koaksial dan biasanya menggunakan konektor jenis BNC (Bayonet Neill-Concelman). Satelit1. Merupakan alat di orbit bumi khusus untuk menerima/ menghantar maklumat

secara nirkabel, berkomunikasi melalui frekuensi radio. menggunakan Satelit Telkom 2 (Indonesia) digunakan untuk Depdagri, dengan teknologi C band yang lebih tahan dengan cuaca di Indonesia (berhubungan dengan masalah curah hujan yang cukup tinggi di Indonesia). Menggunakan Komunikasi 2 arah, menerima dan

menghantar isyarat. Daerah yang dipasang VSAT dikenali sebagai remote terminal, dikawal oleh hub station. Semua isyarat dari satelit dikirim ke hub terlebih dahulu sebelum dikirim kembali ke terminal remote lain, yaitu Propinsi / Kabupaten. Kapasitas muat turun (download) ialah 1 Mbps tetapi boleh dinaiktaraf sehinga mencapai 45 Mbps** Kapasitas muat naik (upload) pula ialah 128 Kbps tetapi boleh dinaiktaraf sehinga mencapai 1.1 Mbps** Kontrak perjanjian SchoolNet hanya 1 Mbps muatturun dan 128 Kbps muatnaik

[sunting] Kedudukan SatelitJenis-jenis satelit bergantung kepada kedudukannya dengan permukaan bumi. Ada 4 jenis satelit :

GEO -Geostationary (geo-synchronous) earth orbit MEO -Medium earth orbit LEO - Low earth orbit HEO -Highly elliptical orbit

[sunting] Keunggulan dan kekuranganKeunggulan VSAT:

Pemasangannya cepat. Jangkauan terjauh dapat mencapai setengah permukaan bumi.

Kekurangan VSAT:

Koneksinya rentan terhadap gangguan cuaca (terhadap molekul air). Memakan tempat, terutama untuk piringannya.

Ku bandITU Radio Band Numbers

From Wikipedia, the free encyclopediaJump to: navigation, search The Ku band (pronounced "kay-yoo") is a portion of the electromagnetic spectrum in the microwave range of frequencies. This symbol refers to "K-under" (in the original German, "Kurz-unten", with the same meaning)in other words, the band directly below the K-band. In radar applications, it ranges from 12 to 18 GHz according to the formal definition of radar frequency band nomenclature in IEEE Standard 5212002. [1][2]

4 5 6 7 8 9 10 11 12 ITU Radio Band Symbols VLF LF MF HF VHF UHF SHF EHF NATO Radio bands ABCDEFGHIJKLM IEEE Radar bands HF VHF UHF L S C X Ku K Ka V Wedit

Ku band is primarily used for satellite communications, most notably NASA's Tracking Data Relay Satellite used for both space shuttle and ISS communications. Ku band satellites are also

used for backhauls and particularly for satellite from remote locations back to a television network's studio for editing and broadcasting. The band is split into multiple segments that vary by geographical region by the International Telecommunication Union (ITU). NBC was the first television network to uplink a majority of its affiliate feeds via Ku band in 1983.

Contents[hide]

1 Segments and regions o 1.1 The Americas o 1.2 Europe and Africa o 1.3 Australia o 1.4 Others o 1.5 Indonesia 2 Advantages 3 Disadvantages 4 References 5 External links

[edit] Segments and regions[edit] The AmericasSegments in most of the Americas are represented by (ITU Region 2) and they are, the 11.7 to 12.2 GHz (Local Oscillator Frequency (LOF) 10.750 GHz) band is allocated to the FSS (fixed service satellite, uplink 14.0 to 14.5 GHz). There are more than 22 FSS Ku-band satellites orbiting over North America, each carrying 12 to 24 transponders, 20 to 120 watts per transponder, and requiring a 0.8-m to 1.5-m antenna for clear reception. The 12.2 to 12.7 GHz (LOF 11.250 GHz) segment is allocated to the BSS (broadcasting satellite service). BSS/DBS direct broadcast satellites normally carry 16 to 32 transponders of 27 MHz bandwidth running at 100 to 240 watts of power, allowing the use of receiver antennas as small as 18 inches (450 mm).

[edit] Europe and AfricaSegments in those regions are represented by ITU Region 1 and they are, the 11.45 to 11.7 and 12.5 to 12.75 GHz bands are allocated to the FSS (fixed satellite service, uplink 14.0 to 14.5 GHz). In Europe Ku band is used from 10.7 to 12.75 GHz (LOF Low 9.750 GHz, LOF High 10.600 GHz) for direct broadcast satellite services such as those carried by the Astra satellites. The 11.7 to 12.5 GHz segment is allocated to the BSS (broadcasting satellite service).

[edit] AustraliaAustralia is part of ITU Region 3 and the Australian regulatory environment provides a class license that covers downlinking from 12.25 GHz to 12.75 GHz and uplinking from 14.0 GHz to 14.5 GHz.

[edit] Others

Other ITU allocations have been made within the Ku band to the fixed service (microwave towers), radio astronomy service, space research service, mobile service, mobile satellite service, radiolocation service (radar), amateur radio service, and radionavigation. However, not all of these services are actually operating in this band and others are only minor users.

[edit] IndonesiaThe ITU has categorized Indonesia as Region P, countries with very high rain precipitation. This statement has made many people unsure about using Ku-band (11 18 GHz) in Indonesia. If frequencies higher than 10 GHz are used in a heavy rain area, a decrease in communication availability results. This problem can be solved by using an appropriate link budget when designing the wireless communication link. Higher power can overcome the loss to rain fade. Measurements of rain attenuation in Indonesia have been done for satellite