Kain Pinabetengan

  • Published on
    17-Oct-2015

  • View
    190

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kain pinabetengan sebagai konsep budaya baru minahasa

Transcript

Motif Kain Batik Pinabetengan Sebagai Identitas Baru Budaya MinahasaOlehRonald Kolibu, ST. M.SnDosen Jurusan Seni Rupa dan Kerajinan

ABSTRAK

Produk kerajinan tradisional merupakan salah satu identitas sebuah kebudayaan. Motif ornamen merupakan salah satu bagian dari identitas budaya yang memberikan memori sosial yang kuat bagi sebuah masyarakat. Posisi ornamen yang sarat dengan makna merupakan media yang tepat untuk mentransfer dan mensosialisasikan falsafah dan nilai hidup dari sebuah komunitas masyarakat. Minahasa dalam konteks budaya juga membutuhkan media untuk dapat dikenal dan diakui. Produk-produk budaya tanpa sebuah ciri yang khas hanya merupakan sebuah produk duplikasi budaya. Saat ini Minahasa memiliki produk-produk budaya unggulan yang dilihat sebagai warisan budaya. Batik Pinabetengan merupakan salah satu dari produk budaya hasil modifikasi dan inovasi. Kain Pinawetengan dengan motifnya yang khas, menjadi penanda bangkitnya eksistensi budaya Minahasa. Masuknya Kain Pinawetengan sebagai bagian dari komoditi budaya berdampak pada mulai hadirnya identitas baru Minahasa dalam produk tradisional ini. Kain Pinawetengan sebagai produk kebudayaan Minahasa sarat akan simbol-simbol yang dapat diangkat sebagai motif khas Minahasa. Bagaimana keberadaan kain Pinawetengan sebagai produk budaya Minahasa, bagaimana Kain Pinawetengan dapat menjadi citra budaya Minahasa dan bagaimana Kain Pinawetengan mampu berfungsi sebagai citra budaya Minahasa merupakan tiga rumusan masalah yang dapat dijawab dengan penelitian ini. Hal tersebut diharapkan dapat menegaskan ciri/citra Kain Pinawetengan sebagai produk baru budaya Minahasa.Representasi merupakan sebuah pendekatan dalam menjawab permasalah identitas ini. Dekonstruksi adalah langkah awal dalam mencapai identitas tersebut. Sedangkan pencitraan adalah strategi membentuk identitas budaya baru. Sebuah produk budaya lama dengan kemasan baru yang memberi identitas baru dalam sebuah kebudayaan.

Kata kunci : Motif, Kain Pinawetengan, Identitas budaya.

BAB IPENDAHULUAN

Latar Belakang PemikiranKebudayaan dan masyarakat merupakan seumpama dua sisi mata uang yang sangat melekat dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Manusia tanpa kebudayaan akan menjadi sebuah komunitas tanpa identitas. Sebaliknya kebudayaan itu sendiri dapat hadir karena proses penciptaan dari sebuah kehidupan manusia. Pada dasarnya kebudayaan merupakan bagian dari semua aspek kehidupan manusia, yaitu mulai dari persoalan-persoalan religi / keagamaan dalam hal ini upacara atau ritual, kemasyarakatan, ilmu pengetahuan, bahasa, kesenian, mata pencarian sampai pada teknologi atau peralatan. Proses kehadiran kebudayaan dirasakan sangat individualistik dan beragam walaupun jika kita mencoba membandingkan satu dengan yang lain tetap saja setiap kebudayaan yang hadir memiliki kesamaan baik dari sisi bentuk maupun fungsi kebudayaan tersebut. Hal ini dapat dilihat sebagai sesuatu yang wajar karena terciptakan atau hadirnya sebuah kebudayaan merupakan jawaban dari kebutuhan manusia baik secara individu maupun kolektif dalam proses mempertahankan kehidupan. Bentuk dan fungsi kebudayaan itu sendiri dilihat sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut dan sebagai sarana ekspresi diri manusia.Produk-produk kebudayaan terdiri dari berbagai macam, salah satu produk kebudayaan yang ada dalam kehidupan manusia adalah ornamen dan motif. Keberadaan ornamen dan motif hadir seiring dengan terciptanya kebudayaan manusia selain sebagai sebuah ritual yang menggambarkan bagaimana manusia menaklukkan alam dalam hal ini tumbuh-tumbuhan dan binatang sebagimana tercermin pada lukisan-lukisan di dinding gua-gua manusia purba, tapi juga sebagai ungkapan dari rasa manusia akan sebuah nilai keindahan. Kaitannya dengan seni, ornamen dan motif dapat dilihat sebagai bagian dari sebuah produk kegiatan berkesenian. Dimana esensi seni yang mengutamakan keindahan merupakan juga dasar dari hadirnya budaya ornamen dan motif. Ornamen dan motif hadir sebagai jawaban atas kebutuhan manusia menghadirkan nilai keindahan. Karena ornamen dan motif itu sendiri adalah sebuah proses menghias guna membuat lebih indah. Di Indonesia sendiri perkembangan ornamen dan motif dapat dikatakan sangat maju. Setiap daerah memiliki ornamen sendiri sebagai sebuah identitas yang teraplikasi mulai dari bangunan, pakaian, aksesoris maupun berbagai peralatan dan senjata. Identitas tidak dapat dipungkiri telah menjadi bagian dari sebuah kelompok, kehadiran ornamen sebagai identitas dan sarana memperindah juga hadir pada berbagai kebutuhan pokok manusia seperti sandang dan papan. Walaupun disadari kegiatan tersebut berkaitan erat dengan ritual-ritual dari manusia tersebut. Dari ritual-ritual tersebut, tradisi ornamen dan motif berkembang dan kemudian mencapai puncaknya (khususnya di Indonesia) dengan kehadiran rumah-rumah tradisional yang sangat kaya dengan ornamentasi sebagaimana yang dapat kita lihat pada rumah tradisional suku Minangkabau, Jawa, Toraja dan suku-suku lainnya. Kehadiran berbagai pakaian adat merupakan juga bukti dari bagaimana ornamen dan motif tersebut berjaya. Daerah Minahasa sendiri merupakan daerah yang memiliki berbagai warisan produk kebudayaan. Kebudayaan-kebudayaan ini merupakan salah satu dari sekian banyak warisan budaya yang terus dilestarikan dan dikembangkan di daerah Minahasa. Ironisnya sebagai budaya unggulan keberadaannya terasa samar-samar baik dari sisi pelestarian itu sendiri maupun pada pengembangannya. Walaupun pada kenyataannya banyak juga kebudayaan asli Minahasa yang harus menyerah dengan perkembangan zaman karena pengaruh globalisasi, kurang sadarnya masyarakat akan pentingnya sebuah tradisi budaya menjadi salah satu pendorong kesamar-samaran eksistensi budaya-budaya Minahasa.Untuk menjawab kesamar-samaran produk-produk budaya Minahasa yang dapat juga berfungsi sebagai identitas, inovasi produk merupakan salah satu jawabannya. Menjadi satu hal yang menarik untuk dikaji karena identitas sebuah peradapan manusia atau kelompok akan terlihat dari eksistensi budaya manusia atau kelompok tersebut. Adapun alasan penulis sangat tertarik untuk mengkaji topik ini adalah karena pada dasarnya produk kebudayaan Minahasa masih dilihat sebagai produk kebudayaan baru yang tidak ada hubungannya dengan akar budaya Minahasa, selain penggunaan motif yang bersumber dari salah satu artefak budaya Minahasa. Padahal sebagaimana produk-produk budaya daerah lain, produk hasil inovasi ini juga memiliki potensi yang besar untuk dapat berfungsi sebagai media sosialisasi budaya dan identitas Minahasa. Penelitian ini merupakan sebuah upaya mengkaji identitas kebudayaan baru yang kehadirannya walau terasa sangat dekat tetapi juga dirasa sangat asing dengan kebudayaan dan masyarakat Minahasa. Sebagai sebuah penelitian tentang identitas, maka penelitian ini diarahkan untuk menemukan elemen-elemen atau unsur-unsur yang berperan membangun identitas pada budaya Minahasa lewat kehadiran kain Pinawetengan ini. Elemen atau unsur tersebut akan dilihat pada motif yang ada pada kain Pinawetengan ini dan sejauh mana kehadiran motif ini dapat membangun identitas baru pada kebudayaan Minahasa. Alasan yang mendasari perspektif ini adalah asumsi bahwa kain Pinawetengan berpotensi menjadi ikon baru identitas budaya Minahasa yang selama ini sangat kering dengan produk-produk kerajinan. Kehadirannya yang dapat dikatakan mendadak justru menberikan nilai kejutan yang kemudian mengantar pada efek ketertarikan masyarakat terhadap produk ini. Sebuah produk yang lahir dari sebuah inovasi serta kepedulian terhadap budaya dan identitas masyarakat Minahasa.Hasil dari penelitian ini sendiri diharapkan dapat menjadi sebuah kajian ilmiah bagaimana kehadiran sebuah produk baru yang sangat menuansa budaya dapat menjadi ikon dan identitas baru dalam sebuah kebudayaan yang dalam hal ini pada masyarakat Minahasa.

Identifikasi MasalahBerdasarkan latar belakang masalah seperti yang diuraikan di atas, ditambah dengan pengamatan awal, maka dapat diidentifikasikan permasalahan sebagai berikut :1. Keberadaan Kain Pinawetengan sebagai produk kebudayaan Minahasa sarat akan simbol-simbol sebagaimana yang tergambar pada Kain Pinawetengan tersebut.2. Simbol-simbol tersebut dapat diangkat sebagai motif khas Minahasa karena diciptakan oleh masyarakat Minahasa dengan ciri keminahasaan yang kuat. Sehingga dapat dikatakan bahwa motif pada Kain Pinawetengan merupakan salah satu identitas budaya Minahasa.

Rumusan MasalahDilihat dari semakin eksisnya kehadiran Kain Pinawetengan sebagai alternatif cenderamata, baik untuk orang Minahasa maupun orang luar Minahasa, maka perumusan masalah dalam penulisan ini dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan :1. Bagaimana keberadaan Kain Pinawetengan sebagai produk budaya Minahasa? 2. Bagaimana keberadaan Kain Pinawetengan dapat menjadi citra budaya Minahasa?Akan ada banyak jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan diatas, karena selama ini belum ada kajian yang khusus pada permasalahan ini. Sehingga penulisan ini menjadi menarik mengingat sebenarnya daerah Minahasa kaya akan motif dan ornamen yang bermakna sangat filosofis sebagai cerminan budaya dan eksistensi orang Minahasa.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

Studi KepustakaanVan Peursen, C.A,1988, Strategi Kebudayaan, Yogyakarta. Menilik buku ini seakan kita dibawa pada suatu kondisi dimana sebagai sebuah produk, kebudayaan seharusnya dipahami sebagai sebuah bagian dari suatu individu yang pada dasarnya merupakan produsen utama kebuadayaan. Buku ini dimulai dengan menampilkan sebuah bagan kebudayaan yang memaparkan bagaimana sebuah kebudayaan hadir sebagai bagian dalam sebuah masyarakat. Alam berpikir mistis, ontologis, dan pemikiran fungsional merupakan tahapan yang bukan dimaksud menunjukkan sebuah kelas atau level atau proses awal sampai akhir , tetapi lebih pada bagaimana kebudayaan itu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari satu individu. Buku ini seti