Kanker Lambung Powerpoint

  • View
    79

  • Download
    22

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Keperawatan

Transcript

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KANKER LAMBUNG

Kanker LambungAlbertusJainalImelsaMawartaStefaniTimoDefinisiKanker Lambung adalah suatu keganasan yang terjadi di lambung, sebagian besar adalah dari jenis adenokarsinoma. Jenis kanker lambung lainnya adalah leiomisarkoma (kanker otot polos) dan limfoma.

EtiologiKonsumsi makanan yang diasinkan, diasap, atau yang diawetkanInfeksi H.pyloriSosioekonomiMengkonsumsi rokok dan alkoholNSAIDsFaktor GenetikAnemia pernisiosa

PatofisiologiDengan adanya kanker lambung, lesi tersebut akan menginvansi muskularis propia dan akan melakukan metastasis pada kelenjar getah bening regional. Lesi pada kanker lambung, memberikan berbagai macam keluhan yang timbul, gangguan dapat dirasakan pada pasien biasanya jika sudah pada fase prigresif, dimana berbagai kondisi akan muncul

Manisfestasi Klinikrasa tidak nyaman epigastriktidak dapat makan (dispepsi)perasaan kembung setelah makanpenurunan berat badanNyeri punggung

AnoreksiaMual muntahcepat kenyangDisfagiakonstipasi malaiseHematemesisAnemiaKomplikasiSteatorea ,syndrome dumping, mual, muntah.penurunan berat badan ,defisiensi vitamin, dan diare.kebocoran daerah anastomosa.benzoarmetastase dengan cepat

PrognosisPrognosis kanker lambung disesuaikan dengan stadiumnya. Penilaian untuk menentukan stadium kanker lambung dilakukan dengan menggunakan sistem TNM yang telah disepakati Pemeriksaan DiagnostikEndoskopisinar-Xpemindai tomografi komputerpemindai tulang, pemindai hepar

PenatalaksanaanEndoskopiKemoterapiRadioterapiintervensi bedah (gastrektomi)PengkajianPerawat perlu mengkaji:riwayat dietpenurunan berat badanPerokok atau tidakminum alkohol atau tidakstatus perkawinanmengobservasi adanya asitesnyeri tekan atau massa

Diagnosa & Intervensi KeperawatanDiagnosa: Nyeri b.d. iritasi mukosa lambung, respons pembedahan.Tujuan: Dalam waktu 7 x 24 jam pascabedah, nyeri berkurang atau teradaptasiIntervensi:Kaji nyeri dengan pendekatan PQRSTIstirahatkan pasien ketika nyeri munculRawat pasien di ruang intensifTingkatkan pengetahuan pasien mengenai sebab-sebab nyeri, dan menghubungkan berapa lama nyeri akan berlangsungTindakan kolaborasi: analgetik intravena

Diagnosa: Risiko tinggi infeksi b.d. adanya port de entre luka pascabedah.Tujuan: Dalam waktu 2 x 24 jam terjadi perbaikan pada integritas jaringan lunak dan tidak terjadi infeksi.Intervensi:Kaji jenis pembedahan, waktu pembedahan dan apakah adanya instruksi khusus dari tim dokter bedah dalam melakukan perawatan lukaJaga kondisi balutan dalam keadaan bersih dan keringLakukan perawatan luka

EvaluasiTerpenuhinya informasi mengenai pemeriksaan diagnostik intervensi kemoterapi, radiasi dan keadaan prabedahTidak mengalami injuri dan komplikasi pascabedahPasien tidak mengalami penurunan berat badanTerjadi penurunan respons nyeriTidak terjadi infeksi pascabedahKecemasan pasien berkurang

Discharge PlanningHindari merokokHindari aktivitas berat pascaoperasiHindari minum kopi, teh, coklat, minuman kola, minuman beralkohol dan makanan yang sulit dicerna.Anjurkan pasien untuk minum setiap akan menelan makananHindari makan 3 jam sebelum tidur.Anjurkan untuk semampunya melakukan manajemen nyeri non farmakologi pada saat nyeri muncul