Kanker Rongga Mulut Final Edit Kami Ber3

  • Published on
    02-Aug-2015

  • View
    137

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

Kanker Rongga Mulut : Sebuah Diagnosa ProstodonsiaMichael A. Siegel, DDS, MS, FDS RCS,1 Michael A. Kahn, DDS,2 & Mitzi J. Palazzolo, DDS, MS31

Profesor dan Kepala, Departemen Pendidikan Diagnostik, Universitas Nova Southeastern, Fakultas Kedokteran Gigi, Fort Lauderdale, FL 2 Profesor dan Kepala, Departemen Patologi Oral dan Maksilofasial, Universitas Tufts Fakultas Kedokteran Gigi, Boston, MA 3 Asisten Profesor, Departemen Pendidikan Diagnostik, Universitas Nova Southeastern FakultasKedokteran Gigi, Fort Lauderdale, FL

Abstrak Literatur prostodontik banyak membahas mengenai rekonstruksi, adaptasi psikologis, keberhasilan protesa, kualitas hidup, pemeliharaan lanjutan, dan masalah lain yang berhubungan dengan pasien yang telah menjalani operasi, radiasi dan/atau kemoterapi untuk neoplasma maligna oral. Namun dalam literatur prostodontik profesional terdapat

kekurangan informasi yang berkaitan dengan diagnosa awal dan gambaran lesi yang dapat mewakili neoplasia premaligna atau maligna. Artikel ini akan menjelaskan dasar pemikiran, epidemiologi dan gambaran dari premaligna oral dan lesi mukosa maligna serta peralatan diagnosa mutakhir yang tersedia bagi prostodontis untuk memastikan bahwa pasien dapat didiagnosa sedini mungkin.Kata kunci : Kanker, Screen, Pemeriksaan, Diagnosa, Teknik adjektif, Karsinoma, Diagnosa awal, Riwayat.

Pada tahun 2006, sekitar 31.000 kasus kanker orofaringeal didiagnosa di negara Amerika Serikat, dan sekitar 25% pasien meninggal akibat kasus ini.1

lebih lanjut menetapkan bahwa peningkatan penyakit secara dapat meningkatkan prognosa dari signifikan.1-4

Pernyataan

mahasiswa kedokteran gigi bahwa deteksi dan diagnosa dini dapat palin memberikan baik, tetap

Sebagian besar dari tumor ini merupakan karsinoma sel skuamosa dari membran mukosa oral. Angka harapan hidup lima tahunan di Amerika Serikat adalah 57% dan

prognosa

yang

diberlakukan.

Koresponden : Michael A. Siegel, Department of Diagnostic Sciences, Nova Southeastern University College of Dental Medicine, 3200 South University Drive, Fort Lauderdale, FL 33328-2018. E-mail: masiegel@nova.edu

Menurut Campisi, perkembangan kanker hampir tidak dapat dihindari bagi mamalia yang berumur"5

prostodontik

profesional

untuk

praktisi

prostodontis yang tersedia, ada kekurangan informasi yang berkaitan dengan diagnosa awal dan gambaran neoplasia lesi yang dapat atau

Meskipun

kebutuhan akan prostodontik diharapkan dapat menurun dengan promosi tindakan pencegahan, pada kenyataannya meningkat sesuai laju penuaan populasi.6 Penuaan mukosa oral termasuk neoplasma maligna, ditemukan dalam frekuensi yang lebih tinggi pada usia lanjut.7,8 Terdapat data signifikan yang menunjukkan bahwa pasien prostetik yang menderita kanker oral dan menjalani terapi kanker, memerlukan close medical dan pemeliharaan psikologis lanjutan.9,10 Terdapat studi yang menunjukkan bahwa kebersihan rongga mulut yang buruk akibat jarang menyikat gigi dan luka yang

mewakili maligna.

premaligna

Gambar 1 : Karsinoma sel skuamosa pada lateral kiri lidah seorang pria berusia 67-tahun. Perhatikan kehadiran Candida albicans yang hanya ada pada permukaan lesi. Ini adalah tanda prognosa yang tidak baik. Tanda tersebut menunjukkan adanya infeksi oportunistik yang dihubungkan dengan compromised tissue immunity di daerah Neoplasma.

disebabkan oleh gigitiruan dapat beresiko untuk prekanker dan kanker oral, tetapi hal ini masih menjadi kontroversial11-13

Epidemiologi Karsinoma Sel Skuamosa Oral Karsinoma sel skuamosa oral,

dan

memerlukan studi prospektif lebih banyak untuk mengesahkannya. Hal ini

yang muncul dari lapisan mukosa rongga mulut, tercatat lebih dari 90% dari kanker oral. Di seluruh dunia, lebih dari 500.000 kasus baru didiagnosa setiap tahun.19,20 Kanker mulut menyumbang kurang dari 3% dari semua kasus kanker di Amerika Serikat, akan tetapi merupakan urutan keenam paling umum terjadi pada pria dan kedua belas pada wanita.1 Diperkirakan bahwa 34.360 kasus kanker baru dari rongga mulut dan faring akan terdiagnosa pada tahun 2007.21 Tingkat insiden dua kali lebih tinggi pada2

merekomendasikan bahwa pasien dengan resiko kanker oral agar diamati dengan seksama terhadap perkembangan iritasi kronis dari gigi dan piranti (gambar 1). Literatur prostodontik12

banyak

membahas mengenai rekonstruksi, adaptasi psikologis, keberhasilan protesa, kualitas hidup, pemeliharaan lanjutan, dan masalah lain yang berhubungan dengan pasien yang telah menjalani operasi, radiasi dan/atau kemoterapi oral.10,14-18

untuk Namun

neoplasma dalam

maligna literatur

pria dibandingkan

wanita,

namun

rasip

memainkan maligna.

peran

dalam

transformasi

perbedaan laki-laki : perempuan mngah abad yang lalu. Hal ini mungkin dan

dikarenakan peningkatan.22

penggunaan

alkohol

Tembakau dan Alkohol Adanya hubungan erat antara

tembakau pada wanita juga mengalami Insiden kanker rongga

karsinoma sel skuamosa dengan penggunaan tembakau telah dibuktikan. Studi

mulut paling banyak

terjadi pada pria

diatas usia 50 tahun. Namun, insiden ratarata pertahun dan tingkat kematian

epidemiologi menunjukkan bahwa resiko berkembangnya kanker oral adalah lima sampai sembilan kali lebih besar untuk perokok dibandingkan non perokok, dan resiko ini bisa meningkat sebanyak tujuh belas kali lebih besar untuk perokok berat dengan 80 batang rokok atau lebih per hari.22 Resiko terjadinya karsinoma pada saluran atas aerodigestif adalah dua sampai enam kali lebih besar untuk pasien yang dirawat dengan kanker mulut yang terus merokok daripada mereka yang berhenti setelah diagnosa.22 Penggunaan alkohol telah

bervariasi jauh antara berbagai ras, jenis, kelamin, dan kelompok dekade terakhir, telah umur. Selama dan

dicatat

diverifikasi bahwa angka kejadian pada individu dibawah 40 tahun meningkat. Seiring waktu, insiden kanker intraoral telah meningkat secara dramatis pada pria kulit hitam di Amerika Serikat. Diperkirakan

7.550 kematian akibat kanker mulut terjadi pada tahun 2007.21 Angka harapan hidup 5tahunan relatif bervariasi untuk ras dan jenis kelamin. Pria kulit hitam memiliki resiko yang lebih tinggi, dengan tingkat

diidentifikasi sebagai faktor resiko utama untuk kanker pada saluran aero-digestif bagian atas. Dalam kontrol penelitian terhadap yang rokok,

kelangsungan hidup 35,5% dibandingkan dengan pria kulit putih (62.8%).21

melakukan Faktor Resiko yang Dihubungkan dengan Perkembangan Karsinoma Sel Skuamosa Oral Penyebab karsinoma sel skuamosa oral adalah multifaktorial.23 Tidak ada agen kausatif tunggal atau faktor yang telah didefinisikan mungkin ataupun diterima. Sangat faktor yang

pencandu alkohol sedang sampai berat telah terbukti22

memiliki

resiko

tiga

sampai

sembilan kali lebih besar terkenan kanker oral. Selain itu, konsumsi alkohol menjadi potensiator atau

tampaknya

penyebab yang signifikan untuk faktorfaktor penyebab lainnya, terutama tembakau , dan terdapat efek signifikan yang dapat disimpulkan bahwa peminum berat juga3

bahwa banyak

merupakan

perokok

berat.

Penggunaan alkohol efek

Invasif

karsinoma

sel

skuamosa

produk tembakau dan secara simultan

kecanduan menghasilkan

rongga mulut sering didahului dengan adanya perubahan premaligna yang

multiplikasi dari dua kebiasaan sosial dibandingkan aditif.

diidentifikasi secara klinis pada mukosa rongga mulut. Lesi ini sering terlihat bercak berwarna putih, merah atau gabungan yang

Virus onkogenik Virus dapat berintegrasi ke dalam host dan dapat menghambat kemampuan host untuk meregulasi pertumbuhan normal dan proliferasi dari sel yang terinfeksi. Bukti terakhir menunjukkan bahwa human papillomavirus beberapa kanker (HPV) oral terkait dan dengan

lebih

dikenal

sebagai

leukoplakia,

eritroplakia atau eritroleukoplakia.22 Banyak kasus karsinoma sel squamosa rongga mulut didahului dengan perubahan premaligna epitel yaitu dengan kehadiran displasia epitel.26,27 Evaluasi histopatologis pada

epitel yang berdekatan dengan karsinoma sel skuamosa rongga mulut sering menunjukkan perubahan displastik dan multisentrik.

orofaringeal.

HPV-16 dan HPV-18 telah diidentifikasi lebih dari 50% pada karsinoma sel waldeyers

Displasia berat menunjukkan risiko yang sangat tinggi terhadap perkembangannya menjadi kanker.28 Proporsi dari karsinoma sel

skuamosa oral

menimbulkan

tonsillar ring dan dalam 15 sampai 20% terdapat pada lidah dan bagian lain pada rongga mulut (gambar 2).24,25

skuamosa yang terlihat secara klinis dan berkembang ke tahap prekanker sering tidak diketahui. Secara histopatalogis lesi

prekanker bervariasi dari ringan sampai parah. Prediksi terhadap lesi prekanker yang akan berkembang menjadi karsinoma

rongga mulut amat sulit sekali. Secara keseluruhan, proporsi lesi epitel displasia yang berkembang menjadi kanker adalahGambar 2 : Lesi seperti bunga kol yang secara klinis menunjukkan karsinoma verrucous yang diinduksi oleh human papillomavirus pada wanita berusia 59 tahun.

sekitar 16% dengan periode waktu dimana hal ini terjadi bervariasi dari beberapa bulan menjadi lebih dari 20 tahun.27 Rata-rata tingkat transformasi maligna telah

PREMALIGNA LESI PADA RONGGA MULUT

dilaporkan selama 24 sampai 30 bulan. Tingkat tinggi dari displasia secara4

umumnya merupakan risiko yang lebih tinggi terhadap perkembangan kar