Katalog BPS : 1403 - datin.menlh.go. ?· Gambar Kulit / Art Designer: Seksi Integrasi, Pengolahan dan…

  • Published on
    15-Mar-2019

  • View
    220

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

Katalog BPS : 1403.1208

ISSN 0215-3564

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN ASAHAN BPS Statistics of Asahan Regency

Badan Pusat Statistik Kabupaten Asahan Jalan Tusam No. 2 Kisaran 21216 Telepon 0623-41731 Fax. 0623-347432 ome Page : http:\\asahankab.bps.go.id e-mail: bps1208@mailhost.bps.go.id 9 770215 356001

Asahan Dalam Angka 2010

merupakan Publikasi Statistik tahunan yang

berisikan data statistik hingga keadaan akhir tahun

2009. Data yang tersaji berasal dari data primer dan

sekunder. Data primer diperoleh dari sensus, survei

dan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Badan Pusat

Statistik Kabupaten Asahan, sedangkan data

sekunder diperoleh dari instansi yang dikelola

pemerintah maupun swasta.

Data statistik yang tercakup dalam

Asahan Dalam Angka 2010 meliputi: geografis,

pemerintahan, penduduk, tenaga kerja, sosial,

pertanian, perindustrian, perdagangan,

perhubungan, komunikasi, keuangan dan harga-

harga.

Asahan Dalam Angka 2010 disiapkan

oleh Seksi Integrasi, Pengolahan dan Diseminasi

Statistik pada Badan Pusat Statistik Kabupaten

Asahan.

Asahan in Figures 2010 is an annual

series that contains statistical data up to year

2009. All statistical data that were collected from

primary data and secondary data. Primary data

are compiled from censuses, surveys and routine

activities that conducted by BPS-Statistics of

Asahan Regency, secondary data sources

compiled by public and private institutions.

Asahan in Figures 2010 reflect

information on goegraphical area, government,

population, man power, social, agriculture,

manufacturing, trade, transportation,

communication, finance and prices.

Asahan in Figures 2010 was prepared

by Section of Integration, Processing and

Statistical Disemination of BPS-Statistics of

Asahan Regency

WEJANGAN STATISTIK DISCOURSE STATISTICS

1. Membangun itu sulit, tetapi jauh lebih sulit

melaksanakan pembangunan tanpa dukungan data statistik. Build it difficult, but far more difficult to implement without the support of the development of statistical data.

2. Data yang baik, akurat, bebas bias, dan terpercaya, adalah data yang dikumpulkan berdasarkan metodologi statistik yang jelas dan benar. Good data, accurate, free of bias, and trustworthy, is based on data collected statistical methodology that is clear and true.

3. Jangan pernah mengharapkan bahwa setiap data yang dikumpulkan itu, seratus persen benar sekalipun metodologinya sudah benar, karena data itu masih dikumpulkan oleh manusia. Never expect that any data collected that, one hundred percent true even if the methodology is correct, because the data is still collected by humans.

4. BPS dalam setiap melakukan pengumpulan data, memiliki prinsip bahwa data yang dikumpulkan itu pasti mengandung kesalahan, tetapi dalam melaporkan dan mendiseminasikan datanya BPS tidak melakukan kebohongan. BPS in any data collection, has the principle that data collected would contain errors, but in reporting and disseminating the BPS data do not lie.

CopyrightBPS Prov. Sumatera Utara

Katalog BPS : 1102001.1208

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN ASAHAN BPS Statistics of Asahan Regency

ASAHAN DALAM ANGKA 2010 ASAHAN IN FIGURES 2010 No, ISSN / Issn Number : ISSN 0215.3564 Nomor Publikasi / Publication Number : 12086.10.01 Katalog BPS / BPS Catalogue : 1102001.1208 Ukuran Buku / Book Size : 15 cm x 21,5 cm Jumlah Halaman / Number of Pages : Ixvi+422 hal/pages Naskah / Manuscript : Seksi Integrasi, Pengolahan dan Diseminasi Statistik Section of Integration, Processing and Statistical Disemination Tim Penyusun Naskah / Editorial Team : Penanggungjawab Umum / Board of Director : Alimuddin Sidabalok, MBA Editor dan Penanggungjawab Teknis / Chief Editor : Dwi Prawoto Koordinator / Coordinator : Akhirul Miswar ME Nasution Anggota / Editorial Staffs : Amrin Y, Mariyanto, Imelda Yamin,

Suharwanto, Septiana Ayu W, Edwar, Sumadia Putra, Ruslan Abdi, Gambar Kulit / Art Designer : Seksi Integrasi, Pengolahan dan Diseminasi Statistik Section of Integration, Processing and Statistical Disemination Diterbitkan oleh / Published by : Badan Pusat Statistik Kabupaten Asahan BPS- Statistics of Asahan Regency Boleh Dikutip dengan Menyebut Sumbernya May be Cited With Reference to the Source

i

PEMERINTAH KABUPATEN ASAHAN THE GOVERNMENT OF ASAHAN REGENCY

PENGERTIAN LAMBANG DAERAH THE MEANING OF REGENCY COAT OF ARMS

1. Lambang berbentuk perisai atau tameng menggambarkan kesiapsiagaan rakyat Asahan

dalam melindungi Daerah dan Tanah Air dari serangan musuh The shield symbolized alertness of Asahans citizenries to protect motherland from the enemies.

2. Sudut-sudut bersegi lima, warna kuning emas, melambangkan kehidupan Pancasila di

Asahan. The five golden corner symbolized Pancasila as the ideology of Asahans citizenries.

3. Tujuh belas buah padi dengan 8 buah kapas dan 45 helai tersusun daun sirih adalah

melambangkan ciri khas jiwa dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945. The seventeen rice plants with 8 cotton plants and 45 betel leaves symbolized the characteristic and spirit of Proclamation day on August 17 th 1945.

4. Lingkaran padi, bunga kapas dan daun sirih berbentuk tanduk kerbau adalah

menggambarkan kerukunan hidup suku-suku yang berdiam di Asahan. The shope of buffalo horn that made from that made from paddy cotton flower and betel leaf symbolized the harmoni as live of all tribess in Asahan.

5. Serumpun rumput Asahan yang spesifik mencerminkan adanya suku-suku bangsa di

Asahan. The spesific Asahan gross symbolized all tribes in Asahan. Keterangan : RUMPUT ASAHAN spesifik hanya dapat tumbuh dan hidup dalam iklim dipertengahan sungai Asahan. Note : The spesific Asahan grass will only grows in middle climate of Asahan river.

6. Empat buah bukit-bukit pegunungan adalah tempat rakyat bergerilya dimasa perang Kemerdekaan mempertahankan Republik Indonesia di Asahan dan perlambang kehidupan daerah Asahan dengan 4 (empat) tetangga Kabupaten.

vi

The four symbolized the place where citizenries wage guerilla warfare to defend the independence of Republic Indonesia in Asahan and also the 4 regencies next to Asahan.

7. Rantai berangkai 5 adalah dasar perikemanusiaan dan persatuan rakyat Asahan.

The five link chain symbolized the humanity and unity of Asahan citizenries.

8. Roda bergigi 5 melambangkan rakyat Asahan mempunyai keterampilan kerja dibidang pertanian, perkebunan dan pembangunan daerahnya. The five cogwheel symbolized the good skill of Asahan citizenries in agriculture, plantation and other development sector.

9. Laut biru yang bergaris 3 gelombang ombak melambangkan daerah Asahan terdiri dari

dataran tinggi, dataran rendah dan pantai sebagai sumber kehidupan rakyat Asahan. The blue sea and 3 wave line symbolized the highland, lowland and beach of Asahan as the source of income to the citizenries.

10. Ikan dan kelapa adalah sumber penghasilan pokok rakyat daerah Asahan dan

pembinaan hari depannya. The fish and coconut are the main source of income of Asahan citizenries.

11. Pita selendang Asahan melambangkan keindahan,kebudayaan dan adat istiadat Asahan yang spesifik. The Asahan shawl symbolized the spesific beauty, culture, customs and tradition of Asahan.

12. Tugu dalam bentuk bambu runcing dan kolam mempertahankan dan mengisi

kemerdekaan RI Pancasila. Monument in the shape of share bamboo and pond symbolized the struggle of Asahan citizenries in defending and fullfiling the Independence of Republic Indonesia.

13. Kerang dipangkal tugu melambangkan kehidupan kenelayanan, pengorbanan dan

kemasyhurannya. The sea shell symbolized the fishermen life, sacrifice and fane.

14. Bagian atas lambang diletakkan semboyan RAMBATE RATA RAYA artinya kerja keras bersama untuk menuju masyarakat adil dan makmur. RAMBATE RATA RAYA means together hardworking, together to strive for just and welfare society.

vii

PENJELASAN WARNA COLOUR EXPLANATION

1. Merah berarti : berani, dinamika, cinta Tanah Air Red means : brave, dynamics, and love for motherland

2. Putih berarti : kebenaran, kesucian dan perdamaian. White means : truth, purity, and peace.

3. Hitam berarti : kokoh teguh. Black means : sturdy - firm.

4. Hijau tua berarti : keagamaan, kemakmuran, kekeluargaan dan kegotong-royongan.

Dark green means : religious, prosperity, family atmosphere and cooperation

5. Biru berarti : kesetiaan. Blue means : loyalty

6. Kuning berarti : berbudi, inteligensi, keluhuran dan kesejahteraan. Yellow means : nobel character, intelligent, and prosperous

viii

BUPATI ASAHAN The Regent of Asahan

Drs. H. TAUFAN GAMA SIMATUPANG, MAP.

ix

WAKIL BUPATI ASAHAN The Vice-Regent of Asahan

H. S U R Y A, BSC

x

VISI dan MISI BPS VISI :

BPS pelopor data statistik terpercaya untuk semua BPS the agent of trustworthy statistical data for all

MISI :

a. Memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga statistik untuk

penyelenggaraan statistik yang efektif dan efisien;

Strengthen the constitutional basis of statistical and operational agencies to conduct

effective and efficient statistical;

b. Menciptakan insan statistik yang kompeten dan profesional, didukung pemanfaatan

teknologi informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan Indonesia;

Creating statistics competent personnel and professionals, supported by advanced

information technology for the advancement of statistically Indonesian;

c. Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep dan definisi , pengukuran, dan

kode etik statistik yang bersifat universal dalam setiap penyelenggaraan statistik;

Improving the application of classification standards, concepts and definitions,

measurement, and statistics codes are universal in every statistical collections;

d. Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi semua pihak; dan

Improving the quality of statistical information services for all parties; and

e. Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiatan statistik yang diselenggarakan pemerintah dan swasta, dalam kerangka Sistem Statistik Nasional

(SSN) yang efektif dan efisien. Improve coordination, integration, and synchronization of activities organized

government statistics and private, within the framework of the National Statistics

System (SSN) that effectively and efficiently.

xi

SADAR STATISTIK STATISTICAL AWARNESS

Penyelenggara / Organizer : Sadar untuk menggunakan teknik statistik yang tepat guna dan menyajikan data statistik yang diperlukan pengguna secara tepat waktu, akurat dan mudah dipahami Aware to apply an effective statistical technic and to provide an accurate, actual and easy to understand data to the consument Responden / Respondent : Sadar untuk memberikan jawaban apa adanya sesuai dengan kenyataan tanpa ragu-ragu Aware to give a factual answer without doubt Pengguna / User : Sadar untuk memahami metode, konsep/definisi serta memanfaatkan data statistik secara optimal Aware to understand the method, concept /definition and to use statistical data as optimal as possible

xii

SEPULUH PRINSIP STATISTIK RESMI TEN PRINCIPLES OF OFFICIAL STATISTICS

1. Statistik resmi menyediakan elemen yang sangat penting untuk keperluan sistem

informasi kependudukan, pemerintahan, perekonomian, kemasyarakatan/sosial, lingkungan, dan lain-lain. Dalam konteks ini, statistik resmi harus bisa diakses oleh masyarakat luas, tanpa ada pilih kasih atau diskriminatif. Official statistics provide a very important element for the purposes of population information systems, government, economy, civic / social, environmental, and other. In this context, the official statistics must be accessible by the public (equal access), with no favoritism (impartial) or discriminatory.

2. Untuk menjamin objektifitas dan kepercayaan publik terhadap statistik resmi, instuisi penyelenggara statistik harus jujur mengungkap metode dan prosedur pengumpulan datanya, pengolahannya, serta besar kesalahan sampling dan kesalahan bukan sampling. To ensure objectivity and public confidence in official statistics, instuisi providers must honestly reveal statistical methods and procedures for data collection, processing, and large sampling errors and nonsampling error.

3. Untuk memfasilitasi penerjemahan data yang benar, instuisi penyelenggara statistik harus menyajikan datanya sesuai dengan metode dan prosedur baku ilmiah statistika. To facilitate the translation of the correct data, instuisi organizers must present statistical data in accordance with standard scientific methods and procedures of statistics.

4. Instuisi statistik berhak mengomentari dan mengkritik penyalahgunaan dan kekeliruan imterpretasi akan data statistik. Instuisi statistics entitled to comment on and criticize the abuses and mistakes will imterpretasi statistical data.

5. Data untuk keperluan statistik, dapat diperoleh dari berbagai sumber baik berupa data primer maupun sekunder melalui mekanisme sensus, survei dan kompromin (kompilasi produk administrasi). Data for statistical purposes, can be obtained from various sources such as primary and secondary data through censuses, surveys and kompromin (a compilation of administrative products).

xiii

SEPULUH PRINSIP STATISTIK RESMI TEN PRINCIPLES OF OFFICIAL STATISTICS

6. Data individu yang dikumpulkan oleh instuisi statistik harus dijamin kerahasiannya, dan

murni hanya untuk keperluan statistik. Individual data collected by statistical instuisi should be guaranteed confidential, and purely for statistical purposes only.

7. Undang-undang, regulasi dan pengukuran-pengukuran yang digunakan dalam statistik resmi, harus diketahui dan terbuka untuk publik. Laws, regulations, and measurements used in official statistics, must be known and open to the public.

8. Koordinasi antara instuisi penyelenggara statistik (BPS) dengan instuisi penyelenggara statistik sektoral dan khusus, harus terjalin secara baik dan harmonis demi untuk terciptanya Sistem Statistik Nasional. Coordination between providers instuisi statistics (BPS) with instuisi sectoral statistics and special operators, should be well established and harmony for the sake of the creation of the National Statistical System.

9. Penggunaan konsep, klasifikasi, dan metode dalam statistik resmi harus berlaku secara universal a...