Kebijakan Pengembangan 24.02-10

  • Published on
    18-Oct-2015

  • View
    12

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kebijakan Pengembangan 24.02-10

Transcript

<ul><li><p>KEBIJAKAN PENGEMBANGANPERBANKAN SYARIAHOleh:Direktorat Perbankan SyariahBank Indonesia</p></li><li><p>DAFTAR ISI</p><p>Kebijakan Pengembangan Statistik Perkembangan Perbankan SyariahGrand Strategy Pengembangan Perbankan Syariah </p></li><li><p>KEBIJAKAN PENGEMBANGAN</p></li><li><p>Mengapa Perlu Pengembangan Perbankan SyariahAspek FilosofisAspek LegalAspek Potensi &amp; Prospek</p></li><li><p>FalahAdilSeimbangMaslahatUkhuwahSyariahAkhlakTauhidMasyarakat berkeTuhanan YMEAdab dan moral yang tinggiPersatuan dan gotong-royongKesejahteraan bersamaMasyarakat Indonesia yang SejahteraAkses sumber daya ekonomi yang merata.Dorongan implementasi konsep profit and loss sharingSinkronisasi sektor keuangan dan riilSustainable and Responsible InvestmentPrudential practicesShariah complianceEtika, Moral yang Luhur dan memenuhi prinsip syariahGood GovernanceReal Sector DevelopmentLimitation of Bubble EconomicInclusion of the Society in the Economic GrowthEkonomi partisipatif berlandaskan keadilan dan kesetaraan</p><p>Musyawarah untuk mufakatFondasi Pemikiran Reinvent the Heritage</p></li><li><p>LEGAL FRAMEWORKUU No.7/1992 yang diubah oleh UU No.10 Tahun 1998 tentang Perbankan : dual banking system dual system bankUU No.23 Tahun 1999 yang diubah oleh UU No.3/2004 tentang Bank Indonesia: Cara-cara pengendalian moneter dapat dilakukan berdasarkan Prinsip SyariahBank Indonesia dapat memberikan pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah kepada Bank untuk mengatasi kesulitan pendanaan jangka pendekUU No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah : Perizinan dan pengaturan Pembinaan, pengawasan dan pemeriksaan Penyelesaian persengketaan Pembentukan Komite Perbankan Syariah </p></li><li><p>POTENSI DAN PROSPEK Pasar DomestikDengan jumlah penduduk yang cukup besar (&gt; 200 juta jiwa) &amp; sumber daya alam (SDA) yang sangat potensial, Indonesia memiliki prospek besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.Socio-cultural masyarakat Indonesia dipandang sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam sistem ekonomi dan keuangan syariah gotong royong dalam berbagi hasil.Perkembangan &amp; pertumbuhan pasar keuangan (khususnya perbankan) syariah nasional yang semakin meningkat.Perbankan syariah sebagai industri keuangan yang berbasis sektor riil sangat sesuai dengan kondisi perekonomian di Indonesia Pasar GlobalSekitar 1,3 miliar penduduk muslim dunia merepresentasikan 20% populasi dunia dan memiliki total kontribusi mendekati 10% GNP Dunia. Potensi SDA negara-negara muslim mendominasi potensi SDA dunia.Perkembangan perbankan syariah internasional yang pesat, termasuk negara2 non-muslim, seperti Inggris &amp; beberapa negara EropaVolume dana yang dikelola oleh industri perbankan syariah secara global (396 bank yang tersebar di 53 negara) mencapai US $700 miliar dengan pertumbuhan rata-rata pertahun sebesar 15 %. (M. Syafii Antonio dalam ABCONEX 2009)</p></li><li><p>VISI DAN MISI VISI MISI </p><p> Pengembangan Perbankan Syariah Nasional</p><p>Terwujudnya sistem perbankan syariah yang sehat, kuat dan istiqamah terhadap prinsip syariah dalam kerangka keadilan, kemaslahatan dan keseimbangan, guna mencapai masyarakat yang sejahtera secara material dan spiritual (falah) Mewujudkan iklim yang kondusif untuk pengembangan perbankan syariah yang kompetitif, efisien dan memenuhi prinsip syariah dan prinsip kehati-hatian, yang mampu mendukung sektor riil melalui kegiatan berbasis bagi hasil dan transaksi riil, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional</p><p> Pengembangan Perbankan Syariah Nasional</p></li><li><p>SASARAN PENGEMBANGANTerpenuhinya prinsip syariah dalam operasional perbankan syariah (sharia compliance)Diterapkannya prinsip kehati-hatian dalam operasional perbankan syariahTerciptanya sistem perbankan syariah yang kompetitif dan efisien Terciptanya stabilitas sistemik serta terealisasinya kemanfaatan bagi masyarakat luas Meningkatnya kualitas SDM dan tersedianya SDM secara memadai untuk mendukung pertumbuhan Optimalnya fungsi sosial BS melalui perannya dalam memfasilitasi keterkaitan antara voluntary sector dengan pemberdayaan ekonomi rakyat (dhuafa, usaha mikro dan kecil) Menuju integrasi dg lembaga keuangan syariah lainnyaMememenuhi standar keuangan dan mutu pelayanan InternasionalMemperkuatStruktur Industri Meletakan Fondasi PertumbuhanPhase 1 (2002 2004)Phase 2 (2005 2009)Phase 3(2010 2012)Phase 4 (2013 2015)</p></li><li><p>KERANGKA PENGEMBANGANFatwas &amp; Islamic PrinciplesPrudential Banking RegulationsProduk dan Operasional Perbankan SyariahPertumbuhan Ekonomi &amp; Sektor Riil, Pengentasan Kemiskinan &amp; Menekan Pengangguran Penelitian &amp; Pengembangan Berdasarkan Blue Print of Islamic Baking DevelopmentPengawasan Prinsip Kehati-hatianPengawasan Syariah Bank Syariah yang Kuat &amp; Sehat Mendorong Terciptanya Sistem Keuangan yang Sehat, Efisien &amp; StabilASKIAPIAgenda Nasional:Melayani Pasar Domestik dgn Kualitas InternasionalRPJMNRPJPN</p></li><li><p>Pengawasan Ketentuan Syariah Dalam Perbankan Syariah IndonesiaDewan Syariah Nasional (MUI)Dewan Pengawas Syariah Bank SyariahBANK INDONESIAProduk Bank SyariahKPS</p></li><li><p>Islamic Financial Market Development of Indonesia</p><p>Islamic bankingTakafulFinancial MarketsSukuk 1992 1999 2001 2003 2006 20081980 1994 2000 2002 2004 2007 1st Takaful Company Asuransi Takaful Keluarga 1st Islamic Bank Bank Muamalat Ind 1st Takaful Branch Assi Great Eastern 1st Islamic Branch Bank IFI Syh 2nd Islamic Bank Bank Syh Mandiri Islamic Banking Act Office ChannelingBaitut Tamwil Salman Bdg, Koperasi Ridho Gusti Jkt. 1st Islamic Re-ins ReINDO Islamic Money Market (IMA Certificate) Jakarta Islamic Index Islamic Capital Market ICM Master Plan (2005) 1st Corporate Sukuk Indosat (Mudharabah) Sukuk Guidelines (2006) Sukuk Act &amp; Govt Sk</p></li><li><p>The Indonesian Islamic Financial &amp; Fiscal Landscape</p><p>Capital MarketInsurancePension FundsFinance CompaniesMicro FinancePawn ShopFiscal and Real SectorSocialSectorBankingUU No. 21 Th 2008Perbankan SyariahUU No. 19 Th 2008SBSNUU No. 20 Th 2008UMKMUU No. 38 Th 1999Pengelolaan ZakatUU PerpajakanDalam Proses Amandemen</p></li><li><p>Tantangan1.Pemanfaatan potensi yang tinggi guna mencapai target pertumbuhan menuju volume aset yang signifikan yang didukung oleh sumber daya manusia yang andal, sistem operasi yang efisien dan pengawasan yang efektif.2.Peluang untuk menggunakan channel perbankan syariah untuk menjangkau sektor ekonomi mikro dan memanfaatkan peluang pembiayaan pembangunan secara internasional.3.Upaya merealisasikan political will dari pimpinan negara untuk mewujudkan sistem perbankan syariah yang unggul secara internasional.</p></li><li><p>The Sigmoid CurveRESULTThe GrowthCurve GrowthThe Transformation CurveTransformationTIMESumber: Robby Johan</p></li><li><p>Pertumbuhan IndustriUU No.10/1998 (booming UUS)Program Akselersi</p></li><li><p>Akselerasi perbankan syariahImplementasi Blueprint II2009 - 2015Growth ratetRejuvenation CurveImplementasi Blueprint I periode 2002 - 2009</p></li><li><p>STATISTIK PERKEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH </p></li><li><p>JARINGAN KANTOR </p></li><li><p>KINERJA BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH</p></li><li><p>KINERJA BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH</p></li><li><p>Sumber : Kuwait Finance House, 2007</p></li><li><p>GRAND STRATEGY PENGEMBANGAN PASAR PERBANKAN SYARIAH</p></li><li><p>Lebih dari 300 institusi keuangan syariah di lebih 75 negara mengelola asset sekitar USD 700 - 1000 miliar, dengan menggunakan jenis instrumen keuangan syariah yang semakin berkembang. Berdasarkan data The Islamic Banker, London, diperkirakan lebih dari 250 lembaga mutual funds Syariah yang mengelola sekitar USD 300 miliar assets.Berkembangnya pusat-pusat keuangan syariah di berbagai kawasan: Bahrain, Inggris, Indonesia, Malaysia, Hongkong, Singapura, dllPerkembangan Pesat Perbankan Syariah Merupakan Tren Global</p></li><li><p>Perkembangan Pesat Perbankan Syariah di Indonesia Mengikuti Tren GlobalDalam kurun waktu 17 tahun perkembangannya, total aset industri perbankan Syariah telah meningkat sebesar 27 kali lipat dari Rp 1,79 triliun pada tahun 2000, menjadi Rp 49,6 triliun pada akhir tahun 2008. Laju pertumbuhan aset 46,3% per tahun (yoy, rata-rata pertumbuhan dlm 5 tahun terakhir) Posisi Indonesia dalam Pasar Keuangan Global: pertumbuhan industri dalam 5 tahun terakhir lebih tinggi dari pertumbuhan industri keuangan syariah global (15%-20% p.a). Dengan potensi yang kita miliki, maka Indonesia dapat berpeluang untuk menjadi platform pusat ekonomi syariah di Asia bahkan dunia. </p><p>(Sambutan Presiden Republik Indonesia pada Pembukaan Festival Ekonomi Syariah 2008 di Jakarta 16 Januari 2008)</p></li><li><p>1. Menyediakan alternatif jasa keuangan dan perbankan bagi masyarakat yang menginginkan jasa keuangan dan perbankan berdasarkan prinsip syariah</p><p>2.Anti spekulatif, melalui penolakan terhadap aktivitas spekulatif di pasar valas dan di pasar modal, (built-in characteristic dari produk2 bank syariah)</p><p>3. Menciptakan harmonisasi antara sektor keuangan dengan sektor produktif riil (re-attachment) melalui penyediaan likuiditas yang sesuai dengan aktivitas riil perekonomian. Mengurangi excess liquidity trap.</p><p>4.Mendorong fungsi sosial, memperluas jangkauan pertumbuhan ekonomi kepada UMK dan masyarakat miskin, melalui peran perbankan syariah dalam voluntary sector (CSR, ZISWaH)</p><p>Meningkatkan mobilisasi dana masyarakat u/ pembiayaan pembangunan nasional Financial Deepening</p><p>Mendukung stabilitas harga dan meningkatkan daya tahan sistem keuangan terhadap economic shocks</p><p>Memperkuat sektor produktif perekonomian dan mendukung pencapaian inflasi yg rendah</p><p>Pemberdayaan UMKM dan social safety net menciptakan quality of growth.Pengembangan perbankan Syariah di IndonesiaMemberi kemanfaatan bagi Perekonomian Nasional</p></li><li><p>Pengembangan Perbankan Syariah di IndonesiaMerupakan bagian dari Arsitektur Sistem KeuanganIndonesia dan Arsitektur Perbankan Indonesia (API)</p></li><li><p>The technology adoption lifecycle model describes the adoption or acceptance of a new product or innovation, according to the demographic and psychological characteristics of defined adopter groups. The process of adoption over time is typically illustrated as a classical normal distribution or "bell curve." The model indicates that the first group of people to use a new product is called "innovators," followed by "early adopters." Next come the early and late majority, and the last group to eventually adopt a product are called "laggards."There is a chasm between the early adopters of the product (the technology enthusiasts and visionaries) and the early majority (the pragmatists). Visionaries and pragmatists have very different expectations. Need to cross the "chasm," by choosing a target market, understanding the whole product concept, positioning the product, building a marketing strategy, choosing the most appropriate distribution channel and pricing. 199220085 million ofsharia bank accounts100 million ofNational bank accountsHas iB market saturated ? Not even Crossing the chasm yet </p></li><li><p>19922008100 million ofNational bank accounts5 million ofsharia bank accountsGrand StrategyGrand Strategy Pengembangan Pasar Perbankan SyariahCrossing the Chasm Choosing/Mapping target marketBranding &amp; PositioningProduct Development ConceptCommunication StrategyService ExcellencyGrand StrategyPengembangan PasarPerbankan Syariah</p></li><li><p>VISI GRAND STRATEGY PENGEMBANGAN PASAR PERBANKAN SYARIAH</p><p>Sumber: MarkPlus&amp;Co AnalysisFASE 3Menjadikan Perbankan syariah Indonesia Sebagai Perbankan Syariah Terkemuka di ASEANPencapaian target sebesar Rp 124 TPencapaian angka pertumbuhan industri sebesar 81 % (Skenario Agresif)Banyak inovasi pengembangan produk dan jaringan, sekaligus menjadi salah satu Center of Excellence di asia tenggara.FASE 2Menjadikan Perbankan Syariah Indonesia Sebagai Perbankan Syariah Paling Attractive di ASEANPencapaian target sebesar Rp 87 TPencapaian angka pertumbuhan industri sebesar 75% (Skenario Agresif)FASE 1Membangun Pemahaman Perbankan Syariah Sebagai Beyond Banking Pencapaian target sebesar Rp 50 TPencapaian angka pertumbuhan industri sebesar 40% (Skenario Moderat)Telah diselesaikannya imperatif untuk pengembangan terutama dalam hal regulasiMelakukan approach ke lembaga regulator lain (internal dan eksternal) untuk memberikan insentif bagi bank konvensional untuk mendorong UUS2010 TimeAsset Growth Opportunity20092008Asset Growth 40%Asset Growth 75%Asset Growth 81%Optimisme Untuk Menjadikan Perbankan Syariah Indonesia Sebagai Perbankan Syariah Terkemuka di ASEAN</p></li><li><p>VISI PENGEMBANGAN PASARDAN TARGET PROGRAM PENCITRAAN BARU PEMETAAN BARU SEGMENTASI PASAR PERBANKAN SYARIAHPROGRAMPENGEMBANGAN PRODUKPROGRAM PENINGKATANSERVISPROGRAM SOSIALISASIDAN KOMUNIKASI INDUSTRIFase I (2008): Membangun Pemahaman Perbankan Syariah Sebagai Beyond Banking Pencapaian target aset sebesar Rp 50 T; Pencapaian angka pertumbuhan industri sebesar 40%.</p><p>Fase II (2009): Menjadikan Perbankan Syariah Indonesia Sebagai Perbankan Syariah Paling Attractive di ASEAN, Pencapaian target aset sebesar Rp 87 T; Pencapaian angka pertumbuhan industri sebesar 75%.</p><p>Fase III (2010): Menjadikan Perbankan syariah Indonesia Sebagai Perbankan Syariah Terkemuka di ASEAN Pencapaian target aset sebesar Rp 124 T; Pencapaian angka pertumbuhan industri sebesar 81 %.LEBIH DARI SEKEDAR BANK(BEYOND BANKING) Sumber: MarkPlus&amp;Co / Bank Indonesia / Direktorat Perbankan Syariah / Mei 2008Grand Strategy Pengembangan Pasar Perbankan Syariah:Branding, Communication, Product, Service Concept</p><p>POSITIONING: Perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihakDIFERENSIASI: Content: Beragam produk dengan skema variatif Context: Transparan agar adil bagi kedua belah pihakPeople: Kompeten dalam keuangan &amp; beretika Technology: IT system yg update &amp; user friendlyFacility: Ahli investasi, keuangan dan syariahBRAND:</p></li><li><p>Perubahan citra industri perbankan syariahSumber: (1) Hasil riset focus group dicsussions (FGD); Analisa MarkPlus&amp;Co (2) Hasil riset FGD In-depth Interview, dan Desk Research; Analisa MarkPlus&amp;CoGrand Strategy Pengembangan Pasar Perbankan Syariah:Program pencitraan Baru</p><p>ASPEKCITRA SEKARANG (1)CITRA DI MASA DEPAN (2)POSITIONINGBank untuk kalangan muslim / orang yang mau naik hajiUntuk semua kalangan yang menginginkan keuntungan kedua belah pihak: bank &amp; nasabahATRIBUTLebih menekankan ke simbol keislamanLebih menekankan ke substansi/ values seperti rahmatan lil alaminPRODUKTabungan bagi hasilPinjaman tanpa bunga tapi serupa dengan perbankan konvensionalProduk dengan skema keuangan perbankan yang variatifCARA PENAWARANBanyak menggunakan istilah Arab yang sebetulnya tidak banyak dimengerti oleh pelanggan atau calon pelangganSelain tetap menggunakan istilah bahasa Arab sebagai ciri khas juga menggunakan istilah lain selain istilah Arab yang lebih mudah dimengertiSERVISJaringan terbatasFasilitas layanan sering tidak bisa digunakanJaringannya luasFasilitas layanan bisa diandalkanBRANDINGBank yang adil dan menentramkanLebih dari sekedar bank</p></li><li><p>Perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak</p><p>New Branding :Perbankan Syariah Sebagai Lebih Dari Sekedar bank(B...</p></li></ul>