kecelakaan kerja.docx

  • Published on
    25-Oct-2015

  • View
    234

  • Download
    13

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kecelakaan kerja

Transcript

PENDAHULUANKecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki yang mengacaukan proses yang telah diatur dfari suatu aktivitas dan dapat menimbulkan kerugian baik korban manusia dan atau harta benda (Depnaker, 1999:4). Kecelakaan kerja (accident) adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan yang merugikan terhadap manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses (Didi Sugandi, 2003 : 171). Kecelakaan kerja juga dapat didefinisikan suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda, tentunya hal ini dapat mengakibatkan kerugian jiwa serta kerusakan harta benda. Dengan demikian menurut definisi tersebut ada 3 hal pokok yan gperlu diperhatikan : 1)Kecelakaan merupakan peristiwa yang tidak dikehendaki,2)Kecelakaan mengakibatkan kerugian jiwa dan kerusakan harta benda,3)Kecelakaan biasanya terjadi akibat adanya kontak dengan sumber energi yang melebihi ambang batas tubuh atau struktur. Menurut Sumamur, secara umum kecelakaan kerja dibagi menjadi dua golongan, yaitu : 1) Kecelakaan industri (industrial accident) yaitu kecelakaan yang terjadi di tempat kerja karena adanya sumber bahaya atau bahaya kerja.

2) Kecelakaan dalam perjalanan (community accident) yaitu kecelakaan yang terjadi di luar tempat kerja yang berkaitan dengan adanya hubungan kerja.

A.Epidemiologi Kecelakaan Kerja1. Distribusi Kecelakaan Kerja a. Distribusi Menurut Orang Berdasarkan penelitian Novrikasari (2001) dari 82 pekerja yang mengalami kecelakaan kerja di bagian proses produksi PT. Pupuk Sriwidjaja tahun 1990-1999 diperoleh bahwa kecelakaan kerja tertinggi terjadi pada usia 31-40 tahun sebanyak 41 kasus (50%) dan terendah usia >50 tahun yaitu 4 kasus (4,9%).1Berdasarkan penelitian Hermawanto (2006) menggunakan desain cross sectional, kecelakaan kerja pada pengrajin sandal karet di Desa Pasir Kidul Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas menunjukkan bahwa kecelakaan kerja paling sering pada umur 40-45 tahun.2Penelitian Utami tahun 2005 dengan desain penelitian cross sectional pada pekerja yang mengalami kejadian kecelakaan kerja di PT. Purinusa Eka Persada Semarang menunjukkan persentase kecelakaan kerja berdasarkan kelompok umur umur 19-24 tahun (21,75%), umur 25-30 tahun (30,4%), umur 31-36 tahun (8,7%), umur 37-42 tahun (17,4%), umur 43-48 tahun (21,75%). Persentase terbesar yang mengalami kejadian kecelakaan kerja berdasarkan kelompok umur berada pada kelompok umur 25-30 tahun sebesar 30,4% dikarenakan pekerja pada kelompok umur ini bekerja dengan semangat dan tergesa-gesa. Kejadian kecelakaan pada umur 19-24 tahun (21,7%) karena bekerja dengan ceroboh dan umur 43-48 tahun (21,7%) karena konsentrasi mulai menurun.3Penelitian Riyadina (2007) pekerja industri di kawasan industri Pulo Gadung Jakarta tahun 2006 dengan desain cross sectional terlihat bahwa dari 950 pekerja yang diteliti, 284 pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, pekerja laki-laki 238 orang (83,80%) dan perempuan 46 orang (16,20%). Hal ini dikarenakan pekerja laki-laki menempati mayoritas pekerja di bagian produksi di jenis industri berat atau menggunakan alat-alat yang besar dan berbahaya.4

b. Distribusi Menurut Tempat Berdasarkan data PT Jamsostek, kasus kecelakaan kerja di Sumatera Utara pada semester I tahun 2009 sebanyak 4.586 kasus dengan FR 1,59 per 1.000.000 jam kerja, Belawan 1.708 kasus (37,24%), Medan 744 kasus (16,22%), Tanjung Morawa 954 kasus (20,80%), Kisaran 489 kasus (10,66%), Pematang Siantar 299 kasus (6,52%), Binjai 321 kasus (7,00%) dan Sibolga 71 kasus (1,55%).5PT Jamsostek Kota Cimahi tahun 2009 mengeluarkan lebih dari Rp 3,6 milyar untuk menanggung klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK) dari 2.304 kasus yang terjadi dengan FR 0,19 per 1.000.000 jam kerja.6c. Distribusi Menurut Waktu

Di Indonesia pada tahun 2000 jumlah kecelakaan kerja yang terjadi sebanyak 98.902 kasus, tahun 2001 terjadi 104.774 kasus, tahun 2002 terjadi 103.804 kasus, tahun 2003 terjadi 105.846 kasus, tahun 2004 terjadi 95.418 kasus, tahun 2005 terjadi 99.023 kasus, tahun 2006 terjadi 95.624 kasus, dan tahun 2007 terjadi sebanyak 65.474 kasus.7

2. Determinan Kecelakaan Kerja Teori Heinrich menyatakan bahwa suatu kecelakaan bukanlah suatu peristiwa tunggal, kecelakaan merupakan hasil dari serangkaian penyebab yang saling berkaitan. Sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh beberapa faktor misalnya manusia atau tindakan tidak aman dari manusia.8 Kondisi berbahaya (unsafe condition) adalah suatu kondisi tidak aman dari mesin, lingkungan, sifat pekerja, dan cara kerja. Kondisi berbahaya ini terjadi antara lain karena alat pelindung tidak efektif, pakaian kerja kurang cocok, bahan-bahan yang berbahaya, penerangan dan ventilasi yang tidak baik, alat yang tidak aman walaupun dibutuhkan, alat atau mesin yang tidak efektif. Perbuatan berbahaya (unsafe act) adalah perbuatan berbahaya dari manusia atau pekerja yang dilatarbelakangi oleh faktor-faktor internal seperti sikap dan tingkah laku yang tidak aman, kurang pengetahuan dan keterampilan, cacat tubuh yang tidak terlihat, keletihan, dan kelesuan.Menurut statistik yang dikeluarkan oleh ILO(2005),80% kecelakaan disebabkan oleh perbuatan berbahaya (unsafe acts) dan 20% yang disebabkan olehkondisi berbahaya (unsafe condition).9Ditinjau dari epidemiologi, kecelakaan kerja terjadi karena ketidakserasian antara tenaga kerja (host), pekerjaan (agent), lingkungan kerja (environment).a. Host, yaitu pekerja yang melakukan pekerjaan a.1. Umur Umur mempunyai pengaruh yang penting terhadap kejadian kecelakaan akibat kerja. Golongan umur tua mempunyai kecenderungan yang lebih tinggi untuk mengalami kecelakaan akibat kerja dibandingkan dengan golongan umur muda karena umur muda mempunyai reaksi dan kegesitan yang lebih tinggi. Namun umur muda pun sering pula mengalami kasus kecelakaan akibat kerja, hal ini mungkin karena kecerobohan dan sikap suka tergesa-gesa.10Orang-orang muda sering tidak memiliki tanggung jawab sebagaimana orang-orang yang berumur lebih tua dan cenderung untuk tidak berhati-hati. Maka dari itu, pada pekerjaan kehutanan dan perkayuan, usia muda tidak diperbolehkan untuk mengerjakan pekerjaan yang berbahaya seperti mengendalikan mesin-mesin yang dijalankan dengan tenaga listrik, penebangan pohon atau pengolahan zat-zat yang membahayakan.11Menurut ILO, dari hasil penelitian di Amerika Serikat diungkapkan bahwa pekerja yang berumur muda lebih banyak mengalami kecelakaan dibandingkan dengan pekerja yang lebih tua. Pekerja umur muda biasanya kurang berpengalaman dalam pekerjaanya.10Menurut penelitian Asim Saha dkk tahun 2000-2004 di India dengan desain case control menunjukkan kemungkinan umur 40C, minyak tanah dengan titik bakar 40-45C, minyak bakar dengan titik bakar 40-90C, kreosot dengan titik bakar 75C, minyak pelumas dengan titik bakar 150C.16 c.3. Lingkungan Biologi1,3 Bahaya biologi disebabkan oleh jasad renik, gangguan dari serangga maupun binatang lain yang ada di tempat kerja. Berbagai macam penyakit dapat timbul seperti infeksi, allergi, dan sengatan serangga maupun gigitan binatang berbisa berbagai penyakit serta bisa menyebabkan kematian. c.3.1. Penyakit infeksi Penyakit-penyakit utama pada pekerja kehutanan dan perkayuan adalah penyakit infeksi dan parasit. Penyakit yang mengenai alat pernapasan, oleh karena influenza dan peradangan saluran pemapasan, diperkirakan 30-40% dari seluruh angka sakit. Penyakit saluran pencernaan meliputi 15-20% dari seluruh kasus penyakit, bahkan sering terjadi dalam bentuk wabah-wabah. Penyakit-penyakit yang ditularkan serangga, malaria, demam berdarah dengue, filariasis, dan lainnya.

c.3.2. Tumbuh-tumbuhan berbahaya Kewaspadan diperlukan terhadap tumbuh-tumbuhan yang menyebabkan reaksi alergi atau keracunan sesudah menyentuh atau menghirupnya. Beberapa jamur, buah-buah hutan dan lainnya mudah secara salah disangka dapat dimakan. Jika hal tersebut merupakan sumber bahaya, pekerja harus mampu membedakan tumbuhtumbuhan yang berbahaya dari pada yang tidak membahayakan. c.3.3. Hewan-hewan Hewan-hewan yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja pada pekerja kehutanan dan perkayuan seperti binatang liar/buas, binatang yang berbisa, kutu, pinjal, pacet, dan serangga-serangga.

B. Teori Kecelakaan KerjaBeberapa pemikiran ahli mengenai penyebab kecelakaan kerja:

A. Teori Heinrich Teori Heinrich dikenal dengan teori domino. Menurut M.Sulakmono(1997) sebagaiberikut : (Lihat gambar 1)Keterangan : I. Heriditas (keturunan) Misalnya : a. Keras kepala b. Pengetahuan lingkungan jelek Karena hal tersebut diatas akhirnya kurang hati- hati akibatnya akan terjadi kecelakaan.

II. Kesalahan manusia Kelemahan sifat perseorangan yang mrenunjang tejadinya kecelakaan Misalnya : a. kurang pendidikan b. Angkuh c. Cacat fisik atau mental Karena sifat diatas,timbul kecendrungan kesalahan dal;am kerja yang akhirnyamengakibatkan kecelakaan.III. Perbuatan salah karena kondisi bahaya (tak aman) Misalnya : a. Scara fisik mekanik meninggalkan alat pengaman b. Pencahayaan tidak memadai c. Mesin sudah tua d. Mesin tak ada pelindungnya IV. Kesalahan (Accident) Misalnya : a. Akan menimpa pekerja b. Mengakibatkan kecelakaan orang lain (termasuk keluarganya) V. Dampak kerugian Misalnya: a. Pekerja : luka, cacat, tidak mampu bekerja atau meninggal dunia b. Supervisor :Kerugian biaya langsung dan tak langsung c. Konsumen : Pesanan tertunda dan barang akan menjadi langka Apabila satu jatuh maka akan mengenai semuanya , akhirnya sama - sama jatuh (sesuai arah panah, lihat gambar 2)

Untuk mengatasi agar yang lainnya tidak berjatuhan ,salah satu domino misalnya no.2 harus diambil. (lihat gambar 3).Dengan demikian kecelakaan yang lain dapat dihindari., hal tersebut juga merupakan pencegahan kecelakaan.