KELISTRIKAN OTOMOTIF

  • Published on
    25-Jun-2015

  • View
    14.661

  • Download
    13

Embed Size (px)

Transcript

<p>2010MODUL KELISTRIKAN OTOMOTIF</p> <p>anwar anwar corp. 11/1/2010</p> <p>BAB I PENDAHULUAN</p> <p>A. DESKRIPSIPemasangan, pengujian dan perbaikan sistem penerangan dan wiring merupakan modul kompetensi yang berisi tentang materi jaringan kabel, saklar dan sistern penerangan. Modul ini membahas tentang komponen kelistrikan yang terpasang pada body kendaraan (mobil) yang terdir dari tiga (3) kegiatan pemelajaran, yaitu : Kegiatan 1 : berisi tentang pemasangan sistem penerangan dan wiring Kegiatan 2 : berisi tentang pengujian sistem penerangan dan wiring Kegiatan 3 : berisi tentang perbaikan sistem penerangan dan wiring Dengan menguasai modul ini diharapkan siswa mampu menjelaskan prinsip pemasangan,pengujian dan perbaikan sistem penerangan dan wiring.</p> <p>B. PRASARATUntuk menempuh kegiatan pemelajaran modul pemasangan, pengujian dan perbaikan sistem penerangan dan wiring ini siswa dipersyaratkan untuk mempelajari dahulu modul : 1. Pengujian, pemeliharaan/servis dan penggantian battery Kode = OPKIR - 50 - 001 B 2. Perbaikan ringan pada rangkaian 1 sistem kelistrikan Kode =,OPKR - 50 - 002 B</p> <p>2</p> <p>A. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL1. Petunjuk Bagi Peserta Diklat Siswa diharapkan mampu berperan aktif dan berinteraktif dengan sumber belajar yang digunakan oleh karena itu siswa harus mau melaksanakan halhal sebagai berikut: a. Langkah-langkah belajar yang ditempuh yaitu: 1. Menyiapkan alat dan bahan 2. Membaca dengan seksama uraian materi pada setiap kegiatan belajar 3. Mencermati langkah-langkah kerja pada setiap kegiatan belajar dan apabila belum jelas benar ditanyakan pada instruktur 4. Jangan menghubungkan alat / bahan ke sumber tegangan secara langsung sebelum disetujui oleh instruktur 5. Mengembalikan semua peralatan yang digunakan pada tempat yang sudah disediakan</p> <p>b. MenyiapIkan perlengkapan yang.dibutuhkan dalam pelaksanaan sistem modul maka beberapa perangkat harus disiapkan supaya kegiatan proses belajar mengaiar berlangsung sesuai yang diharapkan oleh guru dan siswa.2. Petunjuk Bagi Guru a. Membantu siswa dalam merencanakan kegiatan belajar b. Membantu mempersiapkan kegiatan praktikum setelah melaksanakan kegiatan belaiar c. Membantu siswa dalam mengkoordinasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. d. Membimbing siswa dengan tugas/kerja dan evaluasi setelah materi dijelaskan. e. Membantu siswa dalam memahami hasil evaluasi yang ditempuh dalam setiap kegiatan belajar. f. Membantu siswa supaya mampu mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan calambelajar</p> <p>3</p> <p>g. Membantu siswa dalam menentukan perbedaan jenis-jenis penerapan dari hasil kegiatan belajar.</p> <p>B. TUJUAN AKHIRSetelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan : 1. 2. 3. Terampil memasang sistem penerangan dan wiring dengan baik. Menguji sistem penerangan dan wiring dengan baik. Memperbaiki sistem penerangan dan wiring dengan tepat.</p> <p>4</p> <p>C. KOMPETENSI</p> <p>Modul OPKR-50-007 B membentuk kompetensi memasang, menguji dan memperbaiki sistem penerangan dan wiring. Uraian kompetensi dan subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini.</p> <p>KOMPETENSI KODE</p> <p>:</p> <p>memasang, menguji dan memperbaiki sistem penerangan dan wiring : OPKR-50-007B</p> <p>DURASI PEMELAJARAN : 60 Jam @ 45 menit</p> <p>4</p> <p>MATERI POKOK PEMELAJARAN SUB KOMPETENSI1. Memasang sistem penerangan dan wiring kelistrikan.</p> <p>KRITERIA KINERJA Pemasangan dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. Pemasangan/bahan yang sesuai. Sistem kelistrikan dipasang dengan menggunakan peralatan dan tehnik yang sesuai. Seluruh kegiatan instalasi/ pemasangan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusa-haan.</p> <p>LINGKUP BELAJAR SIKAP Wiring diagram sistem pene-rangan otomotif Prinsip kerja sistem penerangan Identifikasi kerusakan dan metoda perbaikan Standar prosedur keselamat-an kerja Cermat dan teliti dalam penggunaan alat ukur elektronik Cermat dan teliti dalam proses penyambungan kabel </p> <p>PENGETAHUANUndang-undang K 3. Pemahaman peratuan pemerintah. Prosedur pemasangan Cara kerja sistem kelistrikan dan komponen yang sesuai untuk penggunaan. Prinsip-prinsip kelistrikan dan penerapan pada wiring/ penerangan. Prosedur perbaikan sistem kelistrikan . </p> <p>KETERAMPILANMemasang dan merangkai sistem penerangan dan wiring Melaksanakan perbaikan sistem kelistrikan</p> <p>5</p> <p>MATERI POKOK PEMELAJARAN SUB KOMPETENSI2. Menguji sistem kelistrikan.</p> <p>KRITERIA KINERJA Sistem kelistrikan diuji tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. Tes/pengujian dilakukan untuk menentukan kesalah-an/kerusakan dengan menggunakan peralatan dan teknik yang sesuai. Mengidentifikasi kesalahan dan menentukan tindakan perbaikan yang diperlukan. Seluruh kegiatan pengujian dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundangundangan dan prosedur/ kebijakan perusa-haan.</p> <p>LINGKUP BELAJAR SIKAP Prosedur pengujian sistem penerangan dan sistem kelistrikan Prinsip kerja sistem penerangan Identifikasi kerusakan dan metoda perbaikan Standar prosedur keselamatan kerja Cermat dan teliti dalam pengujian sistem kelistrikan </p> <p>PENGETAHUANPrinsip-prinsip kelistrikan dan penerapan pada wiring/ penerangan. Memahami pengujian sistem kelistrikan</p> <p>KETERAMPILAN Melaksanakan pengujian sistem penerangan dan kelistrikan</p> <p>6</p> <p>MATERI POKOK PEMELAJARAN SUB KOMPETENSI3. Memperbaiki sistem kelistrikan</p> <p>KRITERIA KINERJA Sistem kelistrikan diperbaiki tanpa menyebabkan keru-sakan terhadap komponen atau sistem lainnya. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Perbaikan yang perlu dilaksanakan menggunakan per-alatan, teknik dan bahan yang sesuai. Seluruh kegiatan perbaikan/ repair dilaksanakan berda-sarkan SOP (Standard Operation Procedures), undangundang K3 (Kesela-matan dan kesehatan Kerja), peraturan perundangundangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan</p> <p>LINGKUP BELAJAR SIKAP Prosedur pemeriksaan sistem kelistrikan Prosedur perbaikan sistem kelistrikan. Standar prosedur keselamat-an kerja. Cermat dan teliti dalam pemeriksaan dan perbaikan sistem kelistrikan Semangat tinggi dan bekerja keras untuk mencapai hasil terbaik</p> <p>PENGETAHUAN Penggunaan alat ukur kelistrikan Identifikasi kerusakan Prosedur pemeriksaan keru-sakan sistem kelistrikan Prosedur perbaikan sistem kelistrikan </p> <p>KETERAMPILANMemeriksa kerusakan sistem kelistrikan Memperbaiki sistem kelistrikan</p> <p>7</p> <p>D. CEK KEMAMPUAN</p> <p>Sebelum mempelajari modul OPKR-50-007B, isilah dengan cek list () kemampuan yang telah dimiliki siswa dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan :Sub Kompetensi Pernyataan Jawaban Ya Tidak Bila jawaban Ya, kerjakan Soal Tes Formatif 1</p> <p>Pemasangan ,pengujian dan perbaikan sistem penerangan dan wiring</p> <p>1. Saya mampu memasang sistem penerangan dan wiring 2. Saya mampu menguji sistem penerangan dan wiring 3. Saya mampu memperbaiki sistem penerangan dan wiring</p> <p>Soal Tes Formatif 2</p> <p>Soal Tes Formatif 3</p> <p>Apabila siswa menjawab Tidak, pelajari modul ini</p> <p>8</p> <p>9</p> <p>BAB II</p> <p>PEMELAJARANA. RENCANA BELAJAR SISWA</p> <p>Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru</p> <p>1. Memasang sistem penerangan dan wiring 2. Menguji sistem penerangan dan wiring 3. Memperbaiki sistem penerangan dan wiring</p> <p>B. KEGIATAN BELAJAR</p> <p>1. Kegiatan Belajar 1 :a.</p> <p>MEMASANG SISTEM PENERANGAN DAN WIRING</p> <p>Tujuan Kegiatan Belajar 1 Siswa diharapkan mampu mengetahui dan memasang sistem penerangan dan wiring</p> <p>b. Uraian Materi 1 Sistem penerangan (lighting sistem) sangat diperlukan untuk keselamatan pengendara dimalam hari. Sistem ini dinagi 2 sistem penerangan : a. Sistem penerangan luar dan b. Sistem penerangan dalam Untuk jenis-jenis lampu yang terdapat dibagian luar dan dalam sebuah kendaraan adalah sebagai berikut :</p> <p>10</p> <p>Lampu besar Lampu belakang Lampu rem Lampu jara Penerangan luar Lampu tanda belok Lampu hazard Lampu plat nomor Lampu mundur</p> <p>Sistem Penerangan</p> <p>Lampu meter Penerangan dalam A. Lampu Besar</p> <p>Sistem lampu besar merupakan lampu penerangan untulk menerangli jalan dibagian depan kendaraan. Pada umumnya lampu besar ini dilengkapi dengan lampu jauh dan lampu dekat (high beam dan low beam) dan dapat dihidupkan dari salah satu switch oleh dimmir switch.</p> <p>Lampu ruangan</p> <p>11</p> <p> Tipe lampu besar Ada 2 (dua) tiPe lampu besar yang digunakan Pada kendaraan, yaitu : 1) Lampu besar tipe sealed beam. Di dalam lampu besar tipe sealed beam, penggunaan bola lampunya tidak terpisah, keseluruhan terpasang menjadi satu seperti bola lampu dan filament terpasang di depan kaca pemantul untuk menerangi kaca lensa.</p> <p>2) Lampu besar tipe semisealed beam. Perbedaan antara semisealed beam dan sealed beam ialah pada konstruksinya, dimana pada sernisealed beam bola lampunya dapat diganti dengan mudah sehingga tidak di perlukan penggantian secara keseluruhan bila bola lampunya putus atau terbakar. Lagi pula bila menggantinya dapat langsung diganti dengan cepat. Bola lampu besar semi sealed beam tersedia dalam tipe seperti berikut: Bola lampu biasa dan Bola lampu Quartz halogen</p> <p>12</p> <p>Gambar 1.3 Lampu besar tipe Sealeed Beam</p> <p>Cara memasang pada seat mengganti bole lampu Quartz Halogen : Bola lampu quartz halogen lebih panas dibandingkan dengan bola lampu biasa saat digunakan, umur lampu ini akan lebih pendek bila oli atau gemuk menempel pada permukaannnya. Lagi pula garam dalam keringat manusia dapat menodai kacanya (quartz). Untuk mencegah ini peganglah bagian flange bila mengganti bola lampu untuk mencegah jari-jari menyentuh quartz.</p> <p>Gambar 1.4 Cara memasang bola lampu</p> <p>13</p> <p>B. Lampu-lampu lainnya. 1) Lampu jarak dan lampu belakang Lampu kecil untuk dalam kota ini memberi isyarat adanya serta lebarnya dari sebuah kendaraan pada malam hari bagi kendaraan lainnya, baik yang ada di depan maupun di belakang. Lampu-lampu tersebut untuk yang bagian depan disebut dengan lampu jarak (clearence light) dan yang dibagian belakang disebut dengan lampu belakang (tail light).</p> <p>Gambar 1.5 Letak lampu jarak dan lampu belakang beserta saklarnya</p> <p>2) Lampu Rem Lampu rem (brake light) dilengkapi pada bagian belakang kendaraan sebagai isyarat untuk mencegah terjadinya benturan dengan kendaman d! bedakang yang mengikuti seat kendaraan mengerem.</p> <p>14</p> <p>Gambar 1.6 lampu rem</p> <p>3) Lampu tanda belok (turn sighal light) Lampu tanda belok yang dipasang di bagian ujung kendaman sepert! pada fender depan, untuk memberi isyarat pada kendaraan yang ada di depan, belakang dan sisi kendaman bahwa pengendara bermaksud untuk membelok atau pindah jalur. Lampu tanda belok mengedip secara tetap antara 60 sampai 120 kaii setiap menitnya.</p> <p>Gambar 1.7 lampu tanda belok</p> <p>4) Lampu hazard (hazard warning light) Lampu hazard digunakan untuk memberi isyarat keberadaan kendaman dari bagian depan, belakang dan kedua sisi selama berhenti atau parkir dalam</p> <p>15</p> <p>keadaan darurat. Yang digunakan adalah lampu tanda belok, tapi seluruh lampu mengedip serempak.</p> <p>Gambar 1.8 Lampu Hazard</p> <p>5) Lampu plat nomor Lampu ini menerangi plat nomor bagian belakang. Lampu plat nomor menyala bila lampu belakang menyala.</p> <p>Gambar 1.9 Lampu Plat Nomor</p> <p>16</p> <p>6) Lampu mundur Lampu mundur (back up light) dipasang pada bagian belakang kendaraan untuk memberikan penerangan tambahan untuk melihat kebelakang kendaman saat mundur di malam hari, dan memberikan isyarat untuk kendaman yang mengikutinya bahwa pengendara bermaksud untuk mundur/sedang mundur. Lampu mundur akan menyala bila Luas transmisi diposisikan mundur dengan kunci kontak ON.</p> <p>Gambar 1.10 Lampu Mundur</p> <p>7) Lampu kabut Lampu kabut digunakan pada saat cuaca berkabut, jalanan berdebu atau hujan !ebat. Penggunaan lampu harus mengikuti aturan yang berlaku yakni :</p> <p>Pemasangan kedua lampu harus berjarak sama baik yang kanan dari titik tengah kendaran. Lampu kabut dihubungkan bersama-sama lampu jarak dekat (pada saklar dim). Lampu kabut.tidak dihidupkan bersama-sama dengan lampu jarak dan hanya dihidupkan bersama lampu kota. Lampu kabut boleh menggunakan lensa wama putih atau warna kuning.</p> <p>17</p> <p>Gambar 1.11 Rangkaian lampu kabut</p> <p>Bila lampu kabut akan diaktifkan maka saklar larnpu kepala harus pada posisi lampu jarak dekat. Saat saklar lampu basket diaktifkan, anus listrik dari saklar lampu kepala akan mengalir ke relay melalui saklar lampu kabut. Dengan aktifnya relay maka arus listrik dari baterai akan mengalir ke lampu kabut melalui sekering dan relay. 8) Larnpu ruangan Lampu ruangan (dome light) menerangi interior ruangan penumpang yang dirancang agar tidak menyilaukan pengemudi pada malam hari. Umumnya lampu ruangan (interior) letaknya dibagian tengah ruang penumpang kendaraan untuk menerangi interior dengan merata. Lampu ini disatukan dengan switchnya yang mempunyai 3 (tiga) posisi yaitu : ON, DOOR dan OFF. (untuk memberi kemudahan keluar masuk pada malam hari, lampu ruangan dapat disetel hanya menyala bila salah satu pintunya dibuka. Ini dapat dilakukan dengan menyetel switch pada posisi DOOR.</p> <p>18</p> <p>Gambar 1.12 Lampu ruangan</p> <p>9) Lampu Instrumen Panel (lampu meter). Lampu instrumen panel digunakan untuk menerangi meter-meter pada instrumen panel pada malam hari dan memungkinkan pengemudi membaca meter-meter dan gauge dengan mudah dan cepat pada saat mengemudi. Lampu instrumen panel akan menyala bila lampu belakang (tail light) menyala. Ada beberapa model yang dilengkapi dengan lampu pengontrol rheostat yang memungkinkan instrumen panel. Flasher tanda belok (Lampu sein) Flasher tanda belok adalah suatu alat yang menyebabkan lampu belok mengedip secara interval. Turn signal flasher bekela pada prinsip yang bervariasi. Pada umumnya menggunakan tipe semi - transistor yang kompak, ringan dan dapat diandalkan. Dalam flasher tanda belok tipe semitransistor, bila bola lampunya putus, maka mengedipnya mulai cepat dari yang normal, dan ini merupakan tanda kepada pengemudi untuk menggantinya. pengendara mengontrol terangnya lampu-lampu pada</p> <p> Flasher Lampu hazard Flasher lampu hazard pada prinsipnya mirip dengan flasher lampu sein. sebab ia juga menyebabkan lampu berkedip-kedip secara teratur. Dan biasanya disatukan dengan flasher lampu sein.</p> <p>19</p> <p>C. Macam-macam bola lampu dan titik pengunci dalam mengganti bola lampu. Tipe bola lampu bervariasi yang digunakan pada sebuah kendaraan, dapat dikiasifikasikan dalam beberapa cara. Pada modul kompetensi ini dijelaskan beberapa titik pengund pada saat mengganti bola lampu, yang dapat dikiasifikasikan berdasarkan bentuk base capnya yaitu 1) Bola...</p>