Kespro Gender

  • Published on
    02-Oct-2015

  • View
    9

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kesehatan reproduksi

Transcript

<ul><li><p>Konsep Kespro dan Gender By Duan Yusuffina, SST . M.Kes</p></li><li><p>Tujuan UmumPada akhir perkuliahan, mahasiswa di harapkan memahami tentang sejarah kesehatan reproduksi di Indonesia, hak-hak reproduksi dan masalah-masalah kesehatan reproduksi</p></li><li><p>Sejarah Kespro 1960 : Perkumpulan KB Internasional (IPPF)- meluncurkan produk KB yang mendapat dukungan dari banyak negara, namun ada efek samping KB1975-1985 timbul isu kependudukan1975 di langsungkan konferensi Perempuan I (Forum World Conference on Women/FWCW) mendiskusikan tentang isu perempuan </p></li><li><p>1980 FWCW II masih membahas isu tentang perempuan1985 FWCW III membahas tentang isu gender1990 pandangan baru mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi perempuan dan laki-laki berdasarkan HAM</p></li><li><p>1993 Konferensi Wina : mendiskusikan HAM dalam perspektif gerder serta isu-isu kontroversional mengenai hak-hak reproduksi dan seksual. Bahwa hak asasi perempuan dan anak perempuan adalah mutlak, terpadu dan merupakan bagian dari HAM (Wallstam, 1997)</p></li><li><p>1994 ICPD di Kairo, Mesir : melahirkan kebijakan baru, pembangunan dan kependudukan tidak lagi terfokus pada pencapaian target populasi tertentu, tetapi lebih ditujukan untuk menstabilkan pertumbuhan penduduk yang berorientasi pada kepentingan pembangunan manusia. </p></li><li><p>Program ini menyerukan agar setiap negara meningkatkan status kesehatan, pendidikan dan hak-hak individu khususnya bagi perempuan dan anak-anak dan mngintegrasikan program KB ke dalam agenda kesehatan perempuan yang lebih luas</p></li><li><p>Menyediakan pelayanan Kespro menyeluruh yang memadukan pelayanan KB, kehamilan dan persalinan yang aman, pencegahan dan pengobatan IMS/HIV, informasi dan konseling seksualitas, serta pelayanan kesehatan perempuan yang mendasar lainnya.Menghapuskan bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan</p></li><li><p>1999 ICPD : isu seksualitas remaja dan aborsi yang masih mengundang kontroversial. Selain itu muncul kontroversi baru mengenai kontrasepsi darurat dan peran LSM dalam negosiasi antar pemerintah. Mempertajam fokus dari tujuan th 1994, dan target baru th 2015</p></li><li>Millenium Development Goals th 2000 di New York Menghapuskan tingkat kemiskinan dan kelaparan, target 2015 : mengurangi penduduk dunia yang berpenghasilan </li><li><p>Mendorong kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan, target : mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah. Mengurangi tingkat kematian anak, target : mengurangi tingkat kematian anak usia di bawah 5 tahun </p></li><li><p>Meningkatkan kesehatan ibu, target : mengurangi AKI hingga 75% dalam proses melahirkanMemerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya, target : menghentikan dan memulai pencegahan dan penyebaran HIV/AIDS dan gejala malaria dan penyakit lainnya</p></li><li><p>Menjamin keberlanjutan lingkungan serta merehabilitasi sumberdaya yang hilang, target : jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang layak di konsumsi berkurang, perbaikan kehidupan yang signifikan bagi orang yang tinggal di daerah kumuh. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan, target: mengembangkan perdagangan terbuka dengan manajemen yang jujur dan bersh </p></li><li><p>Hak-hak Reproduksi Definisi : hak yang dimiliki setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab mengenai jumlah anak, jarak antar anak serta penentuan waktu kelahiran anak dan akan melahirkan. </p></li><li><p>Hak Reproduksi Perorangan :Memperoleh standar pelayanan kespro yang terbaikMemperoleh informasi selengkapnya tentang seksualitas dan reproduksinya Memperoleh pelayanan KB yang aman, efektif, terjangkau, dapat diterima, sesuai dengan pilihan, tanpa paksaan. Memperoleh pelayanan kesehatan sejak hamil, persalinan dan nifas serta memperoleh bayi yang sehat</p></li><li><p>Setiap pasangan suami istri berhak memiliki hubungan yang didasari penghargaan terhadap pasangannya masing-masing dan dilakukan dalam situasi dan kondisi ang diinginkan bersama tanpa unsur paksaan, ancaman dan kekerasan</p></li><li><p>Setiap remaja berhak memperoleh informasi yang tepat dan benar tentang reproduksinya, sehingga dapat berperilaku sehat dalam menjalani kehidupan seksual yang bertanggung jawabBerhak mendapat informasi dengan mudah, lengkap dan akurat mengenai penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS</p></li><li><p>Indikator Kesehatan Reproduksi AKIAKBCakupan KB dan partisipasi laki-laki dalam ber-KBJumlah ibu hamil dengan 4 terlaluJumlah ibu hamil dengan anemia dan KEKPerlindungan perempuan terhadap penularan PMSPemahaman laki-laki terhadap upaya penceghan dan penularan PMS</p></li><li><p>Faktor-faktor yang dapat berpengaruh buruk terhadap terpenuhinya Hak-hak Reproduksi Kemiskinan. Sekitar 40% penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan tidak dapat mengakses pelayanan kesehatanKedudukan perempuan dalam keluarga dan masyarakat, ditentukan oleh keadaan sosioekonomi, budaya dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat </p></li><li><p>Akses yang rendah ke fasilitas pelayanan kesehatan reproduksi, al: jarak yang jauh, biaya yang tidak terjangkau, kurang nformasi, tradisi yang menghambatKualitas pelayanan yang kurang memadai. Pelayanan yang kurang memperhatikan kebutuhan klien, kemampuan fasilitas kesehatan yang kurang memadai</p></li><li><p>Kaitan antara Hak Reproduksi dg Isu Gender dan Kes PerempuanPerempuan mempunyai kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi yang khusus, sehubungan dengan kodratnya sbg perempuan. Perhatian yang khusus terhadap perempuan inilah yang menyebabkan adanya kaitan erat antara hak reproduksi dan kespro dg isu gender, terutama menyangkut aspek kesetaraan dan keadilan gender </p></li><li><p>Hal-hal yang berpengaruh dan berkaitan dg gender thd kesehatanPeran genderJenis kelaminKesetaraan genderEnis kelamin dan peran genderBias gender dan patriarkhi</p></li><li><p>Gender Gender adalah perbedaan peran dan tanggung jawab sosial bagi perempuan dan laki-laki yang dibentuk oleh budaya. Gender timbul sebagai akibat konstruksi sosial, sehingga dapat berbeda pada satu budaya dg budaya yang lain, dari waktu ke waktu, sehingga dapat berubah dan atau diubah bila diinginkan </p></li><li><p>Peran GenderPeran gender adalah peran sosial ekonomi yang dipandang layak oleh suatu masyarakat untuk diberikan pada laki-laki atau perempuan. Laki-laki diberi peran sebagai pencari nafkah, sedangkan perempuan mempunyai peran ganda, yaitu tanggung jawab terhadap pekerjaan rumah tangga, mencari nafkah tambahan dan kegiatan di masyarakat</p></li><li><p>Bias GenderBias gender adalah keadaan yang menunjukkan sikap berfihak kepada laki-laki daripada perempuan, misalnya kasus aborsi ilegal, pihak perempuan mengalami hukuman karena tindakannya, sementara laki-laki terbebas dari tuntutan masyarakat maupun hukum itu sendiri</p></li><li><p>Jenis Kelamin Jenis kelamin adalah ciri biologis-anatomis (khususnya menyangkut sistem reproduksi dan hormonal), yang diikuti dengan karakteristik fisiologi tubuh yang menentukan seseorang adalah laki-laki atau perempuan. Ciri biologis ini bersifat menetap dan tidak dapat diubah (perempuan mengalami haid, hamil, melahirkn dan menyusui. Laki-laki dapat menghasilkan sperma</p></li><li><p>Keseteraan GenderKesetaraan gender adalah kesamaan (equality), yaitu keadaan tanpa diskriminasi dalam memperoleh kesempatan, pembagian sumber-sumber dan hasil pembangunan, serta akses terhadap pelayanan </p></li><li><p>Keadilan gender Gambaran keseimbangan yang adil (fairness) dalam pembagian beban tanggung jawab dan manfaat antara laki-laki dan perempuan. Keadilan gender didasari atas pemahaman bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan kebutuhan dan kekuasaan, perbedaan ini perlu dikenali dan diperhatikan untuk dipakai sbg dasar atas penerapan perlakuan yang berbeda bagi laki-laki dan perempuan</p></li><li><p>Stereotipi GenderPandangan yang menganggap sesuatu sesuai dan biasa untuk suatu jenis kelamin. Misalnya laki-laki biasa bekerja di kantor, perempuan kerja di dapur. Dalam kenyataan sehari-hari setiap individu tidak selalu sesuai dengan peran gender yang stereotipi tsb</p></li><li><p>Patriarkhi Keadaan di masyarakat yang menempatkan laki-laki pada kedudukan yang lebih tinggi dari pada perempuan. Budaya patriarkhi mengakibatkan bias gender melalui keberfihakan kepada laki-laki dalam segala aspek kehidupan sosial budaya dan ekonomi. </p></li><li><p>Keadilan Gender dalam kesehatanMengandung Keadilan dalam kesehatan, yaitu tercapainya derajat kesehatan ang setinggi mungkin (fisik, psikologis, dan sosial) bagi setiap individu, laki-laki dan perempuanKeadilan dalam pelayanan, diberikan sesuai kebutuhan tanpa melihat kedudukan sosial seseorang, diberikan sbg jawaban thd harapan yang pantas dari masyarakat, dg penarikan biaya pelayanan sesuai dg kemampuan bayar seseorang.</p></li><li><p>Bentuk ketidak-setaraan dan ketidakadilan gender dalam pelayanan kespro Perbedaan akses terhadaap pelayanan kesehatan lebih banyak dialami oleh perempuan dan keluarga miskin, karena tidak ada biaya maupun transportasi, pelayanan tidak sesuai dengan budaya/tradisi, tidak ada ijin dari suami atau stigma sebagai orang miskin</p></li><li><p>2. Perlakuan petugas kesehatan sering dianggap kurang memperhatikan kebutuhan perempuan, misalnya proses persalinan dianggap peristiwa medis dan tidak mempertimbangkan kebutuhan akan dukungan dari orang terdekat, bersalin dengan posisi yang diinginkan. Seorang yang mengalami depresi karena kekerasan hanya diobati dengan antidepresan, tanpa diberi bantuan bagaimana mengatasi masalah yang melatarbelakangi terjadinya kekerasan tsb.</p></li><li><p>Isu Gender dalam Kespro Kesehatan ibu dan bayi baru lahir (patriarkhi, bias gender, peran gender)KB (ketidak-adilan gerder)Kespro remaja (ketidakadilan dalam tanggung jawab dan hukum)PMS (perempuan selalu di jadikan obyek intervensi program pemberantasan PMS, sbg PSK selalu dituding sbg sumber permasalahan dalam mengurangi praktik prostitusi, sdgkan laki-laki sbg konsumen dan sumber penularan tidak diintervensi/koreksi, padahal justru memberi kontribusi yang cukup besar dalam permasalahan tsb.</p></li><li><p>Kaitan antara Hak Reproduksi dg Isu Gender dan Kes PerempuanPerempuan mempunyai kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi yang khusus, sehubungan dengan kodratnya sbg perempuan. Perhatian yang khusus terhadap perempuan inilah yang menyebabkan adanya kaitan erat antara hak reproduksi dan kespro dg isu gender, terutama menyangkut aspek kesetaraan dan keadilan gender </p></li></ul>