Ketua Dewan Editor - SAATNYA YANG MUDA MEMIMPIN ?· dalam penilaian skor dari masing-masing atribut…

  • Published on
    20-Mar-2019

  • View
    221

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

Jurnal ini memuat penelitian yang dilakukan Universitas Teuku Umar dibidang ilmu dasar, ilmu sosial dan ilmu rekayasa. Penelitian berasal dari staf

pengajar dan mahasiswa serta mitra kerjasama. Jurnal ini diterbitkansetahun dua kali, pada bulan Agustus dan Februari.

Penanggung JawabDr. Edwarsyah, SP., MP.

Ketua Dewan EditorProf. Dr.Ir. Abdi A. Wahab, M.Sc

Dewan EditorProf. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS

Prof. Dr.Ir. Tridoyo Kusumastanto, MSProf. Dr. Usman M. TangProf. Dr. Ir. Sufardi, MS

Prof. Dr. Abubakar HamzahDr. Ir. Romano, MS

Ir. Abdul Malik Ali, M.Si

Editor TeknikRahmat Pramulya, STP., MM

Kiswanto, M.Si

Sirkulasi dan PemasaranSusilawati

No ISSN2085-7195

ALAMAT REDAKSI/KONTAKDr. Edwarsyah, S.P., M.P.

Jl. Alue Peunyareng Kec MeureboMeulaboh 23617

Tel / fax : 0655-7012801 / 0655-7551188 edwarsyah_dr@ymail.com

CEUREUMENJurnal Pembangunan Aceh

ABSTRACTPenelitian ini bertujuan untuk menilai keberlanjutan pengelolaan pesisir

dan daerah aliran sungai (DAS) di Pantura dan DAS Citarum Jawa Barat,melalui penyusunan indeks dan status (kategori) berkelaanjutan sistemkebijakan pengelolaan pesisir dan daerah aliran sungai (DAS) berdasarkankriteria pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitianadalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai IndekskeBerlanjutan Sistem Pengelolaan Pesisir dan DAS (IkB-SIPPDAS) di Pesisirdan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Pantura Jawa Barat secaramultidimensi yang dianalisis dengan metode Rap-SIPPDAS denganmenggunakan multidimension scalling (MDS) DAS Citarum di bagian hulu,tengah hingga hilir berturut-turut adalah sebesar 38.23; 38.27; dan 33.59 padaskala sustainabilitas 0-100. Nilai indeks tersebut termasuk ke dalam kategorikurang berkelanjutan. Hasil analisis terhadap setiap dimensi pengelolaanpembangunan menunjukkan dimensi ekonomi baik DAS Citarum bagian hulu,tengah dan hilir, memiliki nilai indeks paling tinggi sebesar 88.29. Nilai indekstersebut termasuk ke dalam status kategori Baik atau berkelanjutan dan yangpaling rendah adalah dimensi ekologi. Hasil uji statistik menunjukkan bahwametode Rap-SIPPDAS cukup baik untuk dipergunakan sebagai salah satualat untuk mengevaluasi sistem kebijakan pengelolaan pesisir dan DaerahAliran Sungai (DAS) di suatu kawasan atau wilayah secara cepat (rapidappraissal).

Key Words: indeks, keberlanjutan, pengelolaan Pesisir, DAS Citarum

ANALISIS INDEKS DAN STATUSKEBERLANJUTAN PENGELOLAAN

DAS DAN PESISIR CITARUM JAWA BARAT

Edwarsyah

PENDAHULUANLatar Belakang

Sumarwoto (2001) telahmensosialisasikan paradigma baruAtur Diri Sendiri (ADS) dalampengelolaan lingkungan hidup,terutama dalam era otonomi daerah

dimana daerah dan masyarakatdiharapkan mampu mengatur sikapdan kelakuan dirinya sendiri dalampengelolaan lingkungan hidup. MaknaADS sebenarnya adalah tanggungjawab menjaga kepatuhan danpenegakan hukum lebih banyakditanggung oleh masyarakat. Hal inilebih menguntungkan karena peran

Analisis Indeks ....dan Pesisir Citarum Jawa Barat(Edwarsyah)

1

pemerintah akan berkurang, digantikanoleh peran kontrol sosial masyarakatdalam pengawasan kegiatan pengisianruang melalui pembangunan.

Laju pertumbuhan Ekonomi dikawasan DAS Citarum sangat tinggi halini disebabkan sektor industri danperdagangan sangat mendominasi.DAS Citarum meskipun bersifat lintasKabupaten/Kota, namun tetap disadaribahwa 8 Kabupaten/Kota di DASCitarum yang berkepentingan dansangat berpengaruh terhadapkeberadaan sungai Citarum JawaBarat.

Kusumastanto (2002) oceanpolicy sebagai kebijakan strategisdiharapkan dapat membawakemakmuran rakyat, mengembangkanharkat dan martabat bangsa Indonesiaserta mampu mensejajarkan diridengan komunitas negara maju didunia.Kebijakan tersebut didasarkan padaobjektivitas ilmiah (scientific objectivity)yang dibangun berdasarkan ataspartisipatif dan diarahkan agar rakyatsebagai penerima manfaat terbesar.Ocean policy selanjutnya didukungoleh instrumen pembangunan ekonomidengan visi Ocean Economics(OCEANOMICS) yang mampumendaya gunakan sumberdayakelautan secara bijaksana untukkesejahteraan masyarakat Indonesiasecara berkelanjutan dengan didukungoleh pilar-pilar ekonomi sumberdayadaratan (land based resource) yangtangguh dan mampu bersaing dalamkancah kompetisi global antar bangsa.Visi ini sangat penting karena didukungfakta bahwa dalam tahun 1998kontribusi PDB menurut lapanganusaha adalah pertanian 12.62%pertambagan dan penggalian 4,21%industri manufactur 19,92%, jasa-jasa

41,12% dan kelautan 20,06%(Kusumastanto 2001).

Konsep diatas perlu untukdipertimbangkan untuk membangunsinergisitas dan dikolaborasikanmenjadi sebuah konsep IntegratedRiver Basin Coastal and OceanManagement (IRCOM) sebagailandasan kebijakan dalam pengelolaanlingkungan hidup, khususnyapengelolaan sumberdaya air di DASpesisir dan lautan secara terpadu(UNEP, 1996 dalam Kusumastanto,2006).

Sebagaimana hasil kajianWangsaatmaja (2004) menurunnyakualitas air Sungai Citarum huludisebabkan sumber-sumberpencemaran yang dominan adalahindustri, domestik, pertanian, danpeternakan. Relatif buruknya kondisitersebut disumbangkan oleh aktivitasindustri, domestik, pertanian, danpeternakan. Sehingga, penelitian iniperlu dilakukan yaitu ingin mengkajinilai status indeks keberlanjutanpengelolaan DAS dan pesisir CitarumJawa Barat, dalam bentuk analisisindeks dan status keberlanjutanpengelolaan DAS dan pesisir citarumJawa Barat.

Tujuan PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk

menilai keberlanjutan pengelolaanpesisir dan daerah aliran sungai(DAS) di Pantura dan DAS CitarumJawa Barat, melalui penyusunanindeks dan status (kategori)berkelaanjutan sistem kebijakanpengelolaan pesisir dan daerah aliransungai (DAS) berdasarkan kriteriapembangunan berkelanjutan. Indeksini selanjutnya disimpulkan sebagai

Ceureumen Vol. 1 No 1 Agustus-September 2010 : 1 - 10

2

IkB-SIPPDAS, yang merupakansingkatan dari Indeks keBerlanjutanSistem Pengelolaan Pesisir danDAS.

BAHAN DAN METODEPENELITIAN

Waktu dan TempatPenelitian ini di laksanakan di

Daerah Aliran Sungai Citarummencakup dalam 12 Sub DAS danpesisir Pantura Jawa Barat . Penelitianberlangsung dari bulan Maret -Agustus 2010. Daerah penelitiandapat dilihat pada Lampiran 1.

MetodeMetode yang digunakan metode

multidimensional scaling (MDS) yangdisebut dengan metode Rap-SIPPDAS. Metode Rap-SIPPDASmerupakan pengembangan darimetode Rafish (The Rapid Appraisalof the Status of Fisheriesh) yang telahdigunakan untuk menilai statuskeberlanjutan pembagunan perikanantangkap. Analisis Rap-SIPPDAS akanmenghasilkan status dan indekskeberlanjutan sistem pengelolaanpesisir dan Daerah aliran sungai(DAS) di DAS dan pesisir CtarumJawa Barat.

Metode yang digunakan dalampenelitian adalah metode deskriptif.Hasil analisis ini menjadi sumber untukmemberikan penilaian (skor) setiapatribut pada masing-masing dimensidalam rangka menilai keberlanjutansistem kebijakan saat ini (exsistingcondition). Metode Rapid ApraissalSistem Pengelolaan Pesisir dan DAS(Rap-SIPPDAS) dan Indeks

keBerlanjutan Sistem PengelolaanPesisir dan DAS (IkB-SIPPDAS) iniberkaitan dengan persepsi sehinggasuatu atribut harus dilihat terlebihdahulu dari persepsi apa. Kemudian didalam penilaian skor dari masing-masing atribut dianalisis secara multidimensional untuk menentukan satuatau beberapa titik yangmencerminkan posisi keberlanjutansistem pengelolaan pesisir dan daerahaliran sungai (DAS) yang dikaji relatifterhadap dua titik acuan yaitu titik baik(good) dan titik buruk (bad). Untukmemudahkan ordinasi Rap-SIPPDASini menggunakan perangkat lunakmodifikasi Rapfish (Kavanagh, 2001).Atribut-atribut yang sensitifmempengaruhi nilai indekskeberlanjutan sistem yang dikajiselanjutnya dijadikan faktor-faktorpenting dalam sistem dan dianalisistingkat pengaruh dan ketergantunganantar faktor tersebut. Atribut-atributyang sensitif mempengaruhi nilaiindeks kebelanjutan sistem yang dikajiselanjutnya dijadikan faktor-faktorpenting dalam sistem dan dianalisistingkat pengaruh dan ketergantunganantar faktor tersebut.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Indeks dan Status KeberlanjutanSistem Pengelolaan Pesisir dan

DASPenilian keberlanjutan sisitem

pengelolaan pesisir dan DAS di lokasipenelitian dilakukan dengan metodemultidimensional scaling (MDS) yangdisebut dengan metode Rap-SIPPDAS. Metode Rap-SIPPDASsebagaimana telah dijelaskan padabagian terdahulu merupakan

Analisis Indeks ....dan Pesisir Citarum Jawa Barat(Edwarsyah)

3

pengembangan dari metode Rafish(The Rapid Appraisal of the Status ofFisheriesh) yang telah digunakan untukmenilai status keberlanjutanpembagunan perikanan tangkap.Analisis Rap-SIPPDAS akanmenghasilkan status dan indekskeberlanjutan sistem pengelolaanpesisir dan Daerah aliran sungai (DAS)di Pantura dan Daerah aliran sungai(DAS) Citarum Jawa Barat.

Hasil penelitian indekskeberlanjutan (sustainabilitas) sistempengelolaan pesisir dan DAS (Rap-SIPPDAS) dengan menggunakanmetode MDS menghasilkan tiga nilaiIkB-SIPPDAS (Indeks keBerlanjutanSisitem Pengelolaan Pesisir dan DAS)yaitu berturut-turut hasilnya adalahsebesar 38,23 DAS Citarum BagianHulu (Gambar1), 38,27 DAS CitarumBagian Tengah (Gambar 2) dan 33,59DAS Citarum Bagian Hilir (Gambar 3)pada skala 0 - 100. Nilai IkB-SIPPDASsebesar 38,23; 38,27 dan 33,59 yangdiperoleh berdasarkan penilaianterhadap 54 atribut yang tercakupdalam lima dimensi (ekologi, ekonomi,sosial dan budaya, teknologi danhukum dan kelembagaan) termasuk kedalam kategori kurang berkelanjutan,mengingat nilai IkB-SIPPDAS-nyaberada selang 26 50. Untukmengetahui dimensi (aspek)pembangunan apa yang masih lemahdan memerlukan perbaikan maka perludilakukan analisis Rap-SIPPDAS padasetiap dimensi.

Anali