Kimura Disease

  • Published on
    04-Sep-2015

  • View
    220

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

referat kimura disease

Transcript

<p>KIMURA DISEASE</p> <p>KIMURA DISEASEREFERENSI ARTIKEL</p> <p>MuvidaG99122080Sofi WardatiG99122105Pembimbing :dr. Agus Joko Susanto, Sp.PD Surakarta2014</p> <p>PENDAHULUANDEFINISINAMA LAINlimfogranuloma eosinofilikpenyakit peradangan kronis dengan etiologi tidak diketahui yang paling sering muncul sebagai limfadenopati atau massa subkutan di daerah kepala atau leher PENDAHULUAN</p> <p>31: 27 - 40 tahunPENDAHULUAN</p> <p>200ETIOLOGI &amp; PATOGENESISETIOLOGIBelum diketahui, diduga Infeksi/racun memicu fenomena autoimun reaksi hipersensitif tipe 1 (diperantarai IgE)</p> <p>ETIOLOGI &amp; PATOGENESISPATOGENESISIL-4IL-5IL-13</p> <p>EotaxinETIOLOGI &amp; PATOGENESISPATOGENESISIL-4IL-5IL-13Eotaxin</p> <p>ETIOLOGI &amp; PATOGENESISPATOGENESISMANIFESTASI KLINISPembesaran massa nodular </p> <p>MANIFESTASI KLINISLimfadenopatiMANIFESTASI KLINISManifestasi sistemik: glomerulonefritis, sindrom nefrotikada IgE pada glomerulus menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara peningkatan kadar IgE dan penyakit ginjal pada Kimura disease</p> <p>Eosinifilia Primer (10-50%) Ig E serumDeposit Ig E, Ig G, ig M pada inti germinalPemeriksaan LaboratoriumFine needle aspirationBiopsi eksisi dan pemeriksaan Histologis &gt;&gt;&gt;&gt;Pemeriksaan Sitologistruktur limfonodi tetap dipertahankanhiperplasi folikuler dengan inti germinal reaktifinfiltrat eosinofilik memenuhi area interfolikulerPolikaryosit tipe Warthin-FinkeldeyPemeriksaaan Histopatologi PEMERIKSAAN PENUNJANGTumor ParotisHiperplasia angiolimfoid dengan eosinofilia (Angiolymphoid hyperplasia with eosinophilia/ALHE)Hodgkin DiseaseLimfadenitis ParasitikDIAGNOSIS BANDINGTumor ParotisHiperplasia angiolimfoid dengan eosinofilia (Angiolymphoid hyperplasia with eosinophilia/ALHE)Hodgkin DiseaseLimfadenitis ParasitikKimura DiseaseALHERasAsiaKaukasiaKedalamanJaringan subkutanDermisGenderPriaWanitaPermukaan kulitIntakplak atau nodul eritemIgE+-LimfadenopatiSelaluJarangEosinofilia serumSelalu adaJarangGlomerulonefritisKadangJarang keberadaan eosinofilSel plasmaSklerosisPersamaan(-) hiperplasia inti germinal(-) deposit IgE(+) sel Reed-SternbergPerbedaanKeganasan ParotisTidak adanya keterlibatan nervus fasialisperbedaan gambaran histopatologi dan biokimiaPembentukan ulkusJarang menjadi penyebab limfadenitisIg E serum Terdapat kelainan SistemikDIAGNOSIS BANDINGPembedahanRadioterapiSteroidImunosupresifPENATALAKSANAANPembedahanRadioterapiSteroidImunosupresifTerapi PrimerUntuk lesi luas25% kambuh(+) Bedah plastik dan rekonstruksiDeficit neurologiUntuk lesi sisa dan lesi berulang Kimura Disease pada kasus post pembedahanTingkat kekambuhan 11%(-) monoterapiDosis 25-30 gyprednisolon oral dengan dosis inisiasi 1 mg/kgBB/hariEfek temporer (-) monoterapiUntuk pengobatan awal pembedahan</p> <p>Cyclosporine berguna untuk relaps berulangPENATALAKSANAANKombinasi radioterapi dan agen imunosupresif lebih efektif untuk lesi yang besar di daerah kepala dan leher. Secara umum, kebanyakan ahli menangani lesi Kimura Disease dengan pembedahan dengan kombinasi radioterapi dan pembedahan ulang jika diperlukan. Steroid dan radioterapi dalam dosis 25-30 Gy mencegah relaps dan bahkan dapat meregresi lesi, namun harus diwaspadai efek samping seperti xerostomia (Khoo &amp; Chan, 2002).</p> <p>16PROGNOSISRINGKASANRINGKASANAbuel-Haija M, Hurford MT. 2007. Kimura disease. Arch Pathol Lab Med; 131: 650-1Chang AR, Kim K, Kim HJ, Kim IH, Park CI, Jun YK. 2006. Outcomes of Kimura's disease after radiotherapy or nonradiotherapeutic treatment modalities.Int J Radiat Oncol Biol Phys;65(4):1233-9Chintamani, Sugandhi N, Khandelwai R, Tandon M, Jain S, Narayan N, Bansal A, et al. 2010. Kimuras disease masquerading as parotid malignancy. J R Soc Med Sh Rep; 1:41Filipovi M &amp; Ceki S. 2001. The role of eosinophils in asthma. Medicine and Biology; 8(1): 6-10Khoo BP, Chan R. 2002. Kimura disease: 2 case reports and a literature review. Cutis; 70: 57-61Loachim HL, Medeiros LJ. 2009. Loachims lymph node pathology. Philadelphia: Lippincott Williams &amp; WilkinsOhta N, Fukase S, Suzuki Y, Ito T, Yoshitake H, Aoyagi M. 2011. Increase of Th2 and Tc1 cells in patients with Kimura's disease.Auris Nasus Larynx;38(1):77-82Othman SK, Daud KM, Othman NH. 2011. Kimuras disease: A rare cause of nephrotic syndrome with lymphadenopathy. Malays J Med Sci;18(4): 8890Piette EW. 2012. Kimura Disease. http://emedicine.medscape.com/article/1098777-overview - Diunduh 13 Januari 2014Sato S, Kawashima H, Kuboshima S, Watanabe K, Kashiwagi Y, Takekuma K, Hoshika A. 2006. Combined treatment of steroids and cyclosporine in Kimura disease. Pediatrics; 118(3): e921-3Yeung DYM, Boguniewicz M, Howell MD, Nomura I, Hamid QA. 2004. New insights into atopic dermatitis. The Journal of Clinical Investigation; 113(5): 651-7</p> <p>KEPUSTAKAANTERIMAKASIH</p>