Komunikasi Kes 1

  • Published on
    14-Aug-2015

  • View
    39

  • Download
    7

Embed Size (px)

Transcript

<p>KOMUNIKASI DALAM BIDANG KESEHATANDr. HARIS BUDI WIDODO</p> <p>Definisi komunikasi dalam bidang kesehatan melekat pada hubungan konseptual antara "komunikasi" dengan "kesehatan" sehingga konsep komunikasi memberikan peranan pada kata yang mengikutinya.</p> <p>Studi: bagaimana cara menggunakan strategi komunikasi untuk menyebarluaskan informasi kesehatan yg dapat mempengaruhi individu dan komunitas agar dapat membuat keputusan yang tepat berkaitan dengan pengelolaan kesehatan. Studi: peranan teori komunikasi yang dapat digunakan dalam penelitian dan praktik yang berkaitan dengan promosi kesehatan dan pemeliharaan kesehatan.</p> <p>Guna teknologi komunikasi untuk mempengaruhi individu, organisasi, komunitas dan penduduk bagi tujuan mempromosikan kondisi yang kondusif atau yang memungkinkan tumbuhnva kesehatan manusia dan lingkungan. Kegunaan ini termasuk aktivitas seperti interaksi antara profesional kesehatan dengan para pasien di klinik, kampanye media massa.</p> <p>Pendidikan kesehatan: suatu pendekatan yang menekankan pada usaha mengubah perilaku kesehatan audiens agar mereka mempunyai kepekaan terhadap masalah kesehatan tertentu.</p> <p>Proses untuk mengembangkan atau membagi pesan kesehatan kepada audiens tertentu dengan maksud mempengaruhi pengetahuan, sikap, keyakinan mereka tentang perilaku hidup sehat. Seni dan teknik penyebarluasan informasi kesehatan yang bermaksud mempengaruhi dan memotivasi individu, mendorong lahirnya lembaga atau institusi baik sebagai peraturan ataupun sebagai organisasi dikalangan audiens yang mengatur perhatian terhadap kesehatan.</p> <p>Komunikasi kesehatan meliputi informasi tentang pencegahan penyakit, promosi kesehatan, kebijaksanaan pemeliharaan kesehatan, regulasi bisnis dalam bidang kesehatan, yang sedapat mungkin mengubah dan membaharui kualitas individu dalam suatu komunitas atau masyarakat dengan mempertimbangkan aspek ilmu pengetahuan dan etika.</p> <p>Proses kemitraan antara para partisipan berdasarkan dialog dua arah yang di dalamnya ada suasana interaktif, ada pertukaran gagasan, ada kesepakatan mengenai kesatuan gagasan mengenai kesehatan, juga merupakan teknik dari pengirim dan penerima untuk memperoleh informasi mengenai kesehatan yang seimbang demi membaharui pemahaman bersama.</p> <p>Komunikasi yang berkaitan dengan proses pertukaran pengetahuan, meningkatkan konsensus, mengidentifikasi aksi-aksi yang berkaitan dengan kesehatan yang mungkin dapat dilakukan secara efektif.</p> <p>KESIMPULAN: Komunikasi kesehatan meliputi unsur-unsur: Proses komunikasi manusia (human communication) demi mengatasi masalah kesehatan. Komunikasi yang sama dengan komunikasi pada umumnya, yaitu ada komunikator kesehatan, komunikan, pesan, media, efek, ada konteks komunikan kesehatan.</p> <p>Beroperasi pada level atau konteks komunikasi seperti komunikasi antarpersonal, kelompok, organisasi, publik dan komunikasi massa. Belajar memanfaatkan strategi komunikasi. Belajar tentang peranan teori komunikasi dalam penelitian dan praktik yang berkaitan dengan promosi kesehatan dan pemeliharaan kesehatan. Penyebarluasan informasi tentang kesehatan</p> <p>Keterpengaruhan dari individu dan komunitas dalam pembuatan keputusan yang berkaitan dengan kesehatan. Pemanfaatan media dan teknologi komunikasi dan teknologi informasi dalam penyarluasan informasi kesehatan. Pengubahan kondisi yang kondusif yang memungkinkan tumbuhnya kesehatan manusia dan lingkungan. Variasi interaksi dalam kerja kesehatan misalnya komunikasi dengan pasien di klinik, self-help groups, mailings, hotlines, kampanye media massa hingga penciptaan peristiwa.</p> <p>Pendidikan kesehatan. Pendekatan yang menekankan usaha mengubah perilaku audiens agar mereka tanggap terhadap masalah tertentu dalam satuan waktu tertentu. Seni dan teknik menyebarluaskan informasi Proses kemitraan dengan partisipan berdasarkan dialog dua arah.</p> <p>CAKUPAN KOMUNIKASI KESEHATAN 1) Komunikasi persuasif atau komunikasi yang berdampak pada perubahan perilaku kesehatan.</p> <p>2) Faktor-faktor psikologis individual yang mempengaruhi persepsi terhadap kesehatan: Stimulus (objek persepsi): sense organ dan pemaknaan stimulus (respons); Bagaimana mengorganisir stimulus; berdasarkan aturan, skema dan label; Interpretasi dan evaluasi berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dll;</p> <p>3) Pendidikan kesehatan (health education), yang bertujuan memperkenalkan perilaku hidup sehat melalui informasi dan pendidikan kepada individu dengan menggunakan aktivitas material maupun terstruktur. Cakupan pendidikan kesehatan meliputi; a. jenis pendidikan profesional di bidang kesehatan (kurikulum dll). b. Penjenjangan pendidikan profesi. c. Pelatihan profesional (jenis, jenjang, dan kurikulum). d. Pendidikan masyarakat (informal). SDM pendidik, dll.</p> <p>4) Pemasaran sosial yang bertujuan untuk memperkenalkan atau mengubah perilaku positif melalui penerapan prinsip-prinsip pemasaran dengan mengintervensi informasi kesehatan yang bermanfaat bagi komunitas.</p> <p>5) Penyebarluasan informasi kesehatan; melalui media (sosialisasi informasi, pendidikan, hiburan, opini, pemberitaan, dll). 6) Advokasi, pendampingan melalui komunitas, kelompok, atau media massa yang bertujuan untuk memperkenalkan: a) Kebijakan. b) Peraturan. c) Program-program untuk memperbaharui kesehatan.</p> <p>7) Risiko komunikasi, bertujuan untuk menyebarluaskan informasi yang benar mengenai resiko yang dihadapi masyarakat terhadap informasi mengenai kesehatan, termasuk dampak penggunaan informasi yang salah mengenai kesehatan, dan mengusulkan cara-cara untuk mengatasi kesalahan informasi.</p> <p>8) Komunikasi dengan pasien - meliputi informasi untuk seorang individu, misalnya informasi yang berkaitan dengan kondisi kesehatan individu, bagaimana memaksimalkan perawatan, pemberian terapi, atau penyampaian pendekatan alternatif, termasuk bagaimana melayani pasien secara komunikatif.</p> <p>9) Informasi kesehatan untuk para individu konsumen demi membantu individu untuk memahami kesehatan individu, bagaimana individu mendapat keputusan yang berkaitan dengan kesehatan individu, kesehatan keluarga, misalnya berhubungan dengan penyedia jasa kesehatan, asuransi kesehatan, atau aspek pemeliharaan kesehatan jangka panjang.</p> <p>10)Merancang health entertain atau hiburan yang di dalamnya mengandung informasi kesehatan, yang meliputi pilihan jenis hiburan yang dijadikan sebagai event untuk mengkomunikasikan tema-tema mengenai kesehatan individu maupun kesehatan masyarakat.</p> <p>11)Komunikasi kesehatan yang interaktif yakni komunikasi kesehatan yang dilakukan melalui media interaktif sehingga terjadi dialog dan diskusi antara sumber dengan penerima melalui media massa.</p> <p>12)Strategi komunikasi, yang meliputi desain pilihan: a) Komunikator kesehatan b) Pesan-pesan kesehatan c) Media kesehatan d) Komunikan kesehatan e) Mereduksi hambatan komunikasi f) Menentukan atau memilih konteks komunikasi kesehatan dll.</p> <p>TUJUAN KOMUNIKASI KESEHATAN Tujuan Strategik. Program-program yang berkaitan dengan komunikasi kesehatan yang dirancang dalam bentuk paket acara atau paket modul itu dapat berfungsi untuk;</p> <p>a) Relay information-meneruskan informasi kesehatan dari suatu sumber kepada pihak lain secara berangkai (hunting) b) Enable informed decision making memberikan informasi akurat untuk memungkinkan pengambilan keputusan.</p> <p>c) Promote healthy behaviors-informasi untuk memperkenalkan perilaku hidup sehat. d) Promote peer information exchange and emotional support-mendukung pertukaran informasi dan mendukung secara emosional pertukaran informasi kesehatan. e) Promote self-care - memperkenalkan pemeliharaan kesehatan diri sendiri. f) Manage demand for health services memenuhi permintan layanan kesehatan.</p> <p>Tujuan Praktis Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui beberapa usaha pendidikan dan pelatihan agar dapat: 1) Meningkatkan pengetahuan yang mencakup: a) Prinsip-prinsip dan proses komunikasi manusia. b) Menjadi komunikator yang memiliki etos, patos, logos, kredibilitas dan lainlain.</p> <p>c) Menyusun pesan verbal dan non-verbal dalam komunikasi kesehatan. d) Memilih media yang sesuai dengan konteks komunikasi kesehatan. e) Menentukan segmen komunikan yang sesuai dengan konteks komunikasi kesehatan.</p> <p>f) Mengelola umpan-balik atau dampak pesan kesehatan yang sesuai dengan kehendak komunikator dan komunikan. g) Mengelola hambatan-hambatan dalam komunikasi kesehatan. h) Mengenal dan mengelola konteks komunikasi kesehatan. i) Prinsip-prinsip riset.</p> <p>2) Meningkatkan kemampuan dan keterampilan berkomunikasi efektif. Praktis berbicara, berpidato, memimpin rapat, dialog, diskusi, negosiasi, menyelesaikan konflik, menulis, membaca, wawancara, menjawab pertanyaan, argumentasi dan lain-lain.</p> <p>3) Membentuk sikap dan perilaku berkomunikasi. a) Berkomunikasi yang menyenangkan, empati. b) Berkomunikasi dengan percaya diri. c) Menciptakan kepercayaan publik dan pemberdayaan publik d) Membuat pertukaran gagasan dan informasi yg menyenangkan. e) Memberikan apresiasi terhadap terbentuknya komunikasi yang baik</p> <p>MANFAAT MEMPELAJARI KOMUNIKASI KESEHATAN 1) Memahami interaksi antara kesehatan dengan perilaku individu. Kita akan memahami hubungan timbal-balik antara faktor biologis, psikologis dan sosiologis. Pemahaman itu penting bagi analisis kita akan penerima informasi kesehatan sehingga kita dapat melakukan intervensi program, misalnya kampanye untuk mengubah perilaku.</p> <p>2. Meningkatkan kesadaran kita tentang isu kesehatan, masalah atau solusi. Siapa yang harus disadarkan? Individu, namun individu itu ada dalam lingkungan sosial. Ini berkaitan dengan level penyelenggaraan komunikasi kesehatan, yakni pada level: Komunikasi antarpersonal (antara dua atau tiga orang partisipan komunikasi kesehatan) Kelompok kecil atau komunitas sosial maupun kultural Organisasi Publik Massa</p> <p>3) Sebagai tindak-lanjut dari kesadaran tersebut, kita dapat melakukan strategi intervensi pada tingkat komunitas. 4) Menghadapi disparitas pemeliharaan kesehatan antar etnik atau antar ras dalam suatu masyarakat. Komunikasi kesehatan bermanfaat untuk menentukan pilihan terhadap bentuk dan level komunikasi karena itu, kita dapat menentukan pola informasi, pilihan media, analisis audiens berdasarkan kebutuhan dan keinginan etnik dan ras.</p> <p>4) Menampilkan ilustrasi ketrampilan, menggambarkan pelbagai jenis ketrampilan untuk memelihara kesehatan, pencegahan, advokasi atau sistem layanan kesehatan kepada masyarakat. Termasuk metode dan teknik yang trampil dalam layanan kesehatan. 5) Menjawab permintaan terhadap layanan kesehatan, tujuan kita mempelajari komunikasi kesehatan agar kita dapat mengetahui informasi tentang kesehatan, layanan kesehatan, dll.</p> <p>7) Memperkuat infrastruktur kesehatan masyarakat di masa yang akan datang bagi hasil yang memuaskan masyarakat umum, misalnya mendapatkan dukungan kolektif dari publik atau organisasi swasta yang difokuskan pada pembaruan kesehatan masyarakat, udara yang bersih, dan lain-lain. 8) Membarui peranan para prefesional di bidang kesehatan masyarakat, misalnya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para petugas medis, memperkuat infrastruktur kesehatan, membangun kemitraan, mengembangkan akuntabilitas, mengembangkan layanan.</p> <p>9) Membaharui kepustakaan tentang komunikasi kesehatan dengan memberikan informasi kesehatan, apalagi kini kita kekurangan dokumentasi, informasi, buku, majalah, dll, tentang komunikasi kesehatan</p> <p>MASA DEPAN KOMUNIKASI KESEHATAN Kemajuan teknologi komunikasi melahirkan teknologi multimedia yang mengakibatkan semakin cepat menyebarnya informasi, termasuk informasi kesehatan. Contoh, Health e Communication di mana komunikasi tentang kesehatan dapat diakses dan disebarluaskan melalui WWW (world web wide). Contoh: Health e Comunicatlon : suatu jaringan elektronik (internet) yang dibangun oleh Health Communication Partnership (HCP) dan The Communication Initiative.</p> <p>The Comunication Initiative (The CI) adalah mitra untuk mengembangkan organisasi yang bertujuan untuk mendukung perluasan bagi efektivitas dan intervensi skala komunikasi bagi pengembangan internasional yang positif. Ini merupakan strategi kombinasi dari menyediakan informasi pada waktu yang tepat dan mengembangkan komunikasi dan cara berpikir, memfasilitasi antara orang yang membutuhkan pengembangan isu dan masalah kesehatan.</p> <p>a) b) c) d)</p> <p>Health e Communication melayani sumber informasi untuk para praktisi komunikasi kesehatan yang dirancang dalam suatu perencanaan, studi kasus, model perencanaan, penelitian dan evaluasi dokumentasi, adalah proses yang bertanya kepada orang mengenai: Submit the resources they find most useful Assess the resources others have submitted Share ideas on what works and why Generate an evolving collective perspective around resources, approaches, and trends in Health Communication.</p> <p>Kini berkembang luas peluang untuk aplikasi komunikasi kesehatan yang meliputi: Telehealth adalah aplikasi telekomunikasi dan teknologi komputer untuk memperluas spektrum informasi mengenai kesehatan masyarakat dan obat-obatan. Interactive health communication adalah interaksi antara individu dengan konsumen, pasien, pemberi layanan kesehatan, atau profesional dengan menggunakan bantuan teknologi komunikasi sebagal alat pembagi informasi atau menyediakan peralatan agar semua orang dapat mengakses atau mengalihkan informasi kesehatan atau memberikan bimbingan mengenai isu-isu kesehatan.</p> <p>Consumer health informatics interaktif komunikasi kesehatan yang difokuskan pada konsumen. TelemedIcine aplikasi telekomunikasi dan teknologi komputer yang secara khusus melayani klinik. Media-media baru vang sama-sama digunakan di atas semuanya berpusat pada komputer dengan melibatkan peranan radio dan televisi, kios, warung internet, video, online services, video conferencecing, CD-ROM/DVD, video games, dan pelbagai format layanan lainnya</p> <p>RINGKASAN Secara historis, studi keilmuan komunikasi kesehatan terinspirasi oleh gerakan karantina, gerakan kesehatan individu, gerakan meningkatkan ilmu pengetahuan tentang gerakan kebersihan, dan gerakan memperkenalkan konsep baru kesehatan masyarakat yang mendorong perubahan kesadaran atas masalah kesehatan masyarakat. Masyarakat dunia sadar bahwa "kita" semua bertanggung-jawab atas kesehatan masyarakat.</p> <p>1) 2) 3) 4) 5)6) 7) 8)</p> <p>Contoh, pada tahun 1978 di Alma Alta, seluruh negara anggota WHO membuat kesepakatan mengenai pelayanan kesehatan primer (primary health care) yang mencakup 8 unsur pokok bidang kesehatan: Penyuluhan kesehatan. Gizi. Sanitasi dasar dan air bersih. KIA, kesehatan ibu dan anak. Imunisasi terhadap 6 penyakit utama: BCG, difteria, pertusis, tetanus, polio, dan campak. Pencegahan dan pengelolaan penyakit endemik. Pengobatan penyakit yang umum dijumpai. Tersedianya obat esensial.</p> <p>a) b) c) d) e) f)</p> <p>"Perjanjian" lain misalnya Ottawa Charter for Health Promotion Health Promotion (1986) yang mengajukan proses untuk memberikan peluang bagi usaha untuk meningkatkan pengawasan dan pembaharuan kesehatan masyarakat melalui: Memba...</p>