Konsep Dasar Wirausaha

  • Published on
    05-Aug-2015

  • View
    368

  • Download
    13

Embed Size (px)

Transcript

<p>BAB. I. KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN. A. BEBERAPA KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN. Pengertian kewirausahaan menurut para ahli sbb : Raymond W. Y Kao (1995) : kewirausahaan adalah sebagai suatu proses menciptakan yang baru (kreasi baru) dan membuat suatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi), tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat. Sedang wirausaha adalah orang yang melaksanakan proses penciptaan kesejahteraan atau kekayaan dan niali tambah melalui peneloran gagasan, memadukan sumberdaya dan merealisasikan gagasan tersebut menjadi kenyataan. Wirausaha sering juga disebut wiraswasta, tapi dalam kenyataannya berbeda : Wira : berani Wira : berani Swa : sendiri Swa : sendiri Hasta : tangan Sta : berdiri Jadi wiraswasta berarti sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan, dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Wiraswasta berusaha mandiri tetapi tidak memiliki visi pengembangan usaha, kreativitas dan daya inovasi. Seorang pengusaha yang telah lama membuka usahanya namun kondisinya sama seperti pertama , bukanlah wirausaha tetapi wiraswasta. Sifat dasar dan kemampuan yang biasanya ada pada diri seorang wirausaha adalah : 1. Seorang pencipta perubahan (the change creator). 2. Selalu melihat perbedaan baik antar orang maupun antar fenomena kehidupan, sebagai peluang disbanding sebagai kesulitan. 3. Menderung mudah jenuh terhadap segala kemempuan hidup untuk kemudian bereksperimen dengan pembaruan-pembaruan. 4. Melihat pengetahuan dan pengalaman sebagai alat untuk memacu kreativitas, bukan sesuatu yang harus diulangi. 5. seorang pakar tentang dirinya sendiri. 6. Berani memaksa diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain. B. FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN. 1. The foreign refugee : peluang-peluang ekonomi ditempat tertentu. 2. The corporate refugee : pekerja yang tidak puas dengan lingkungan perusahaanya. 3. The parental (paternal) refugee : pendidikan dan pengalaman dari bisnis yang dibangun oleh keluarganya sejak ia masih anak-anak. 4. The housewife refugee : ibu rumah tangga yang membantu suami. 5. The society refugee : anggota masyarakat yang tidak setuju dengan kondisi lingkungannya. 6. The educational refugee : orang yang gagal dalam studinya. C. WIRAUSAHA DAN MANAJER : SEBUAH PERBANDINGAN. Perbedaaan gaya manajerial wirausaha dan manajer : Wirausaha Manajer Aktif mencari perubahan dengan mengeksploitasi peluang-peluang Meminimalkan resiko Menerima/ mengendalikan resiko Cenderung menghindari resiko Dimotivasi oleh peluang untuk menciptakan keuntungan-keuntaungan finansial </p> <p>Dimotivasi oleh promosi karier dan imbalan lainnya. Cenderung menerima kesalahan sebagai suatu bagian yang normal Menghindari kesalahan Lebih intensif/ langsung terlibat dalam aktifitas operasional organisasi Cenderung untuk mendelefgasikan tugas-tugas dan mengawasi pekerja. D. ALIANSI WIRAUSAHA, INVESTOR DAN MANAJER. Apabila bisnis yang ditangani semakin besar , maka wirausaha membutuhkan orang lain (manajer professional dan investor) untuk melakukan ekspansi usaha Diterbitkan di: 01 September, 2010 Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2045379-konsep-dasarkewirausahaan/#ixzz29tkT32jy</p> <p>Konsep Dasar Kewirausahaan (Entrepreneurship)Wirausahawan secara umum adalah orang-orang yang mampu menjawab tantangantantangan dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Ide adalah hal yang utama. Kemampuan memiliki ide yang cemerlang akan dapat menentukan masa depan bangsa. Setiap orang pasti punya pikiran, tapi hanya sedikit yang punya ide. Ide adalah buah pikiran yang punya arah atau tujuan yang bernilai tinggi untuk diri sendiri dan juga lingkungan. Dapatlah dinyatakan bahwa wirausaha mendasari pendobrakan kemiskinan karena wirausaha didorong oleh motif berprestasi, optimisme, sikap nilai dan keberhasilan. Kemampuan berwirausaha menunjukkan perilaku kreatif, berinovasi, kerja keras dan berani menghadapi resiko untuk memanfaatkan peluang serta untuk menghadapi tantangan yang mengancam. Oleh karena itu sangat baik kiranya generasi muda mempelajari kewirausahaan, sehingga dapat memiliki perilaku wirausaha. Kegiatan wirausaha seringkali disebut bisnis. Bisnis dalam hal ini diartikan segala aktivitas untuk mendapatkan keuntungan untuk dapat memperbaiki kualitas hidup. Kewirausahaan dimaksudkan dari kata wira dan usaha. Wira adalah suatu bentuk kepahlawanan dalam memperjuangkan sesuatu penuh dengan keberanian. Usaha adalah aktivitas yang dilakukan untuk mencapai kemenangan dalam memperjuangkan sesuatu. Wirausaha berarti kemampuan memiliki ide kreatif dan berperilaku dapat memperjuangkan usaha dengan keputusan pengambilan resiko secara bijak untuk meningkatkan kualitas hidup. Pengertian kewirausahaan (entrepreneurship) sejauh ini masih banyak perdebatan. Tidak kurang dari 15 ahli kewirausahaan dari berbagai sekolah bisnis telah berupaya mendefinisikannya. Perdebatan ini disatu sisi penting untuk memperkaya khasanah tentang konsep kewirausahaan. Wirausaha (entrepreneurship) yang didefinisikan Thomas W. Zimmere adalah hasil dari suatu disiplin, proses sistematis, penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar. Raymond W. Y Kao menyebutkan kewirausahaan sebagai suatu proses. Yakni proses penciptaan suatu yang baru (kreasi baru) dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi), tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat. Sedang wirausaha mengacu pada orang yang melaksanakan proses penciptaan kesejahteraan dan nilai tambah, melalui peneloran dan penetasan gagasan, memadukan sumber daya dan merealisasikan gagasan tersebut menjadi kenyataan. Dengan kata lain seorang wirausaha adalah orang yang mempu menetaskan gagasan menjadi realitas. Kreativitas diartikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan dan menghadapi peluang. Sedangkan inovasi diartikan sebagai kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan. Wirausaha dapat diartikan sebagai kemampuan berfikir kreatif, berani mengambil resiko dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. Dalam pengertian tersebut dapat pula diartikan bahwa kewirausahaan tidak terbatas pada kemampuan mengelola bisnis semata sebagai pengusaha tetapi juga siapapun yang mengelola upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan sumber daya untuk menemukan peluang demi perbaikan hidup. Jelas sudah bahwa entrepreneurship atau kewirausahaan tidak hanya dimaksudkan merintis usaha baru sebagai pengusaha tetapi juga seorang pegawai biasa yang bekerja pada instansipun bisa disebut wirausaha bila melakukan inovasi dan kreativitas dan ini yang sering disebut dengan intrapreneur. Jadi seorang wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif. Kreatif bila ia memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru atau mengadakan sesuatu yang belum ada.</p> <p>Inovatif bila ia memiliki kemampuan membuat perbedaan dari yang sudah ada. Salam Indonesia .... Diposkan oleh Yudanto Prayitno di 18:12 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook</p> <p>Senin, 28 Mei 2012</p> <p>Konsep Dasar KewirausahaanBAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini banyak orang yang belum mendapatkan pekerjaan untuk mencukupi kehidupan hidup. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi hal tersebut, diantaranya adalah minimnya pendidikan yang miliki,tidak memiliki ketrampilan yang cukup, sempitnya lapangan pekerjaan, serta kurang adanya perhatian dari pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka. Sebagai generasi penerus bangsa harus mampu menciptakan peluang usaha agar tidak menambah jumlah pengangguran di Indonesia. Para pemuda harus memiliki pola pikir yang dinamis dan kreatif dalam upaya meminimalisir adanya krisis ekonomi dan berusaha untuk mengembangkan kewirausahaan dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Sebelum seseorang memulai atau menciptakan suatu usaha, haruslah memiliki konsep dasar tentang kewirausahaan agar usaha yang akan dirintis berjalan lancar dan dapat mengatasi problematika yang terjadi sekarang ini. Konsep dasar kewirausahaan merupakan titik awal dalam memulai suatu usaha dan juga menentukan berhasil tidaknya usaha yang dirintis. Selain itu, dengan berwirausaha seseorang akan berusaha mandiri, kreatif, dan inovatif agar usahanya dapat diterima di masyarakat. Dengan demikian kami berharap generasi muda lebih termotivasi untuk kreatif, inovatif untuk menciptakan sebuah usaha yang dapat membangun perekonomian negara lebih baik dari sebelumnya.</p> <p>B. Rumusan Masalah 1. Apakah yang di maksud dengan disiplin ilmu kewirausahaan? 2. Apa saja objek-objek studi kewirausahaan? 3. Apakah hakikat kewirausahaan? 4. Bagaimana karakteristik dan nilai-nilai hakiki kewirausahaan? 5. Bagaimana sikap dan kepribadian wirausaha? 6. Apa saja motif berprestasi kewirausahaan?</p> <p>C. Tujuan 1. Mengetahui apa yang di maksud dengan disiplin ilmu kewirausahaan.</p> <p>2. Faham dengan apa saja objek-objek studi kewirausahaan. 3. Memahami apa yng di maksud dengan hakikat kewirausahaan. 4. Memahami karakteristik dan nilai-nilai hakiki kewirausahaan. 5. Memahami sikap dan kepribadian wirausaha. 6. Memahami apa saja motif berprestasi kewirausahaan.</p> <p>BAB II PEMBAHASAN A. Disiplin Ilmu Kewirausahaan Ilmu kewirausahaan merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability), dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Dalam konteks bisnis, menurut ThomasW. Zimmerer (1996), kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin, proses sistematis penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar. Dahulu, kewirausahaan adalah urusan pengalaman langsung di lapangan. Sebab itu kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir, sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Sekarang kewirausahaan bukan hanya bakat bawaan sejak lahir atau urusan lapangan, tapi juga dapat dipelajari dan diajarkan. Sejalan dengan tuntutan perubahan yang cepat pada paradigma pertumbuhan yang wajar dan perubahan ke arah globalisasi yang menuntut adanya keunggulan, pemerataan, dan persaingan, maka dewasa sedang terjadi perubahan paradigma pendidikan. Pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu displin ilmu tersendiri yang independen.[1] Hal itu menurut Soeharto Prawirokusuma (1997) dikarenakan, 1. Kewirausahaan berisi body of knowledge yang utuh dan nyata (distinctive), yaitu ada teori, konsep, dan metode ilmiah yang lengkap. 2. Kewirausahaan memiliki dua konsep, yaitu posisi venture start-up dan venture-growth, ini tidak jelas masuk dalam kerangka pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan kepemilikan usaha. 3. Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri 4. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan.[2]</p> <p>[1] Suryana. 2003. Kewirausahaan. Jakarta:Salemba Empat. Hal 2 [2] Ibid. Hal 8</p> <p>Disiplin ilmukewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat, yaitu berkembang bukan hanya pada dunia usaha semata melainkan juga pada berbagai bidang seperti bidang industri, perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan institusi- institusi lainnya, misalnya birokrasi pemerintah, perguruan tinggi, dan swadaya lainnya. Pada mulanya, kewirausahaan berkembang dalam bidang perdagangan. Dalam bidang-bidang tertentu, kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti dalam menciptakan perubahan, pembaharuan, dan kemajuan. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek tapi juga sebagai kiat kehidupan secara umum yang berjangka panjang untuk menciptakan peluang.</p> <p>B. Objek Studi Kewirausahaan Objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. Menurut Soemahamidjaja (1997:14-15), kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausahaan meliputi;[3] 1. Kemampuan merumuskan tujuan hidup/ usaha 2. Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala. 3. Kemampuan untuk berinisiatif 4. Kemampuan berinovasi, yang melahirkan kreativitas(daya cipta)setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi. 5. Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal 6. Kemampuan untuk mengatur waktu dan membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakan melalui kebiasaan yangselalu tidak menundak pekerjaan. 7. Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama 8. Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan.</p> <p>C. Hakikat Kewirausahaan Secara sederhana arti wirausahawan(entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. Ada dua pendapat tentang pengertian kewirausahaan, yaitu Peter F. Drucker mengatakan bahwa kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahawan adalah orang yang memiliki[3] Ibid. Hal 9</p> <p>kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Sementara itu Zimmerer mengartian kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha).[4] Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha. Seorang wirausahawan harus memilki kemampuan yang kreatif dan inovatif dalam menemukan dan menciptakan berbagai ide. Kegiatan wirausaha dapat dijalankan sesorangatau sekelompok orang. Dengan kata lain seseorang baik secara pribadi maupun bergabung dengan orang lain dapat menjalankan kegiatan usaha atau membuka usaha. Secara pribadi artinya membuka perusahaan dengan inisiatif dan modal serang diri. Sementara itu berkelompok adalah secara bersama- sama dua orang atau lebih dengan cara masing- masing menyetor modal dalam bentuk uang atau keahliannya. Jadi, untuk berwirausaha dapat dilakukan dengan cara 1. Memiliki modal sekaligus menjadi pengelola 2. Menyetor modal dan pengelolaan ditangani pihak mitra 3. Hanya menyerahkan tenaga namun dikonversikan ke dalam bentuk saham sebagai bukti kepemilikan usaha. Dewasa ini belum ada terminologi yang persis sama tentang kewirausahaan. Kewirausahaan pada hakikatnya adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas, keinovasian...</p>