Konsep Hiv Aids

  • Published on
    22-Dec-2015

  • View
    15

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

konsep hiv Aids

Transcript

  • KONSEP HIV AIDS

  • Pengertian HIVHIV (Human Immunodeficiency Virus )

    Virus yang hidup di dalam darah manusia,tidak dalam darah setiap orang tetapi hanya dalam darah seseorang yang terinfeksi,termasuk anda. HIV berkembang dari infeksi menjadi suatu penyakit yang mengancam jiwa manusia, yaitu Acquired Immune Deficiency Syndrome(AIDS)

  • Fase -fase HIV.Fase 1 Dimulai setelah infeksi dan berlangsung selama beberapa hari,ditandai dengan perasaan "tidak enak badan" seperti flu.Tes HIV yang dilakukan pada fase ini mungkin menunjukkan bahwa anda tidak terinfeksi HIV. .Fase 2 Pada fase inilah virus sedang berkembang.Pelan-pelan HIV menghancurkan sel-sel CD4 dalam darah,yang berjumlah banyak sekali untuk melawan penyakit.Semakin sedikit sel CD4 yang dimiliki,sistem kekebalan tubuh anda semakin melemah.

  • .Fase 3 Dimulai ketika sel CD4 dalam tubuh sudah dikuasai virus yang pada tahap ini sudah banyak sekali dalam darah.ketika sistem kekebalan tubuh sudah gagal,penyakit pun mulai menyerang..Fase 4 Ketika gejala-gejala penyakit menjadi semakin parah,selanjutnya penderita didiagnosis menderita AIDS.

  • Cara penularan HIV AIDSVirus HIV ditemukan dalam cairan tubuh manusia,dan paling banyak ditemukan pada darah,cairan sperma dan cairan vagina.pada cairan tubuh lain bisa juga ditemukan,misalnya air susu ibu,dan juga air liur,tapi jumlahnya sangat sedikit.jadi dapat disimpulkan bahwa penyebaran HIV yang infeksius ini dapat melalui perseksual,peroral(kemungkinan sangat sedikit),parenteral(jarum suntik),dan perplasenta.

  • Ada 2 jenis tes untuk mendeteksi HIV1.Tes melalui sampling darah. Tes ini paling mudah di dapatkan,dan hasilnya dapat dilihat setelah 1-2 minggu,untuk memastikan apakah anda HIV positif atau negatif.2.Tes melalui spesimen saliva/ludah(Tes Oral) Tes yang dilakukan untuk memeriksa apakah ada antibody HIV didalam ludah anda.

  • Epidemi HIV secara Global,Nasional dan LokalSecara global

    HIV merupakan masalah dan tantangan yang serius terhadap kesehatan masyarakat didunia.Setiap hari lebih dari 6800 orang terinfeksi HIV dan lebih dari 5700 meninggal karena AIDS.Cara penularan paling utama di Asia adalah melalui hubungan seks,dimana prevalensi HIV lebih dari 40%. Ledakan epidemi HIV dari penasun terjadi di 100 kawasan di seluruh dunia.Penggunaan alat suntik bersama lebih menonjol dijumpai di banyak negara di Asia,Eropa Timur dan Selatan.

  • Situasi HIV AIDS di IndonesiaIndonesia sudah menjadi negara urutan ke 5 di Asia paling beresiko HIV AIDS.Para pakar memperkirakan kasus HIV AIDS sudah mencapai 130.000 orang,sehingga tidakbisa dihindari lagi bagi Indonesia untuk menerapkan kesepakatan tingkat Internasional yang diikuti kebijakan nasional.Sebagian besar kebijakan baru diperkirakan terjadi pada beberapa sub-populasi beresiko tinggi(dengan prevalensi >5%),yaitu pada pengguna Napza suntik(penasun),wanita pekerja seks(WPS),dan waria.

    Berdasarkan modeling matematika,diperkirakan dalam rentang waktu tahun 2008-2015,secara komulatif akan terdapat 44.180 anak yang dilahirkan dari ibu positif HIV.

  • Situasi hiv aids di BaliKasus HIV AIDS pertama kali ditemukan di provinsi Bali,pada tahun 1987,penderitanya adalah warga Belanda.Pada periode 1987-1999 kasus HIV masih tergolong rendah,sebagai akibat sosialisasi konseling dan pemeriksaan sukarela belum dilakukan secara optimal.pada tahun 2000,jumlah kasus mulai memperlihatkan kecenderungan yang meningkat.Jumlah kasus HIV AIDS di kabupaten Buleleng dengan total 1.623 orang,teridentifikasi mengidap HIV.

  • Patofisiologi HIV AIDSVirus HIV menyerang sel target dalam waktu lama.Virus menempel pada limfosit yang memiliki suatu reseptor protein yang disebut CD4.Seseorang yang sehat memiliki limfosit CD4 sebanyak 800-1300sel/ml darah.pada beberapa bulan pertama setelah terinfeksi HIV,jumlahnya menurun sebanyak 40-50%.selama bulan-bulan ini penderita bisa menularkan HIV kepada orang lain karena banyak partikel virus yang terdapat di dalam darah.

  • Tanda dan GejalaPanas lebih dari 1 bulan,Batuk-batukBadan menjadi kurus sekaliDiareSesak napasPembengkakan kelenjar getah beningKesadaran menurunPenurunan ketajaman penglihatanBercak ungu kehitaman di kulit

  • Manifestasi klinisGambaran klinis infeksi HIV dapat disebabkan HIV-nya sendiri(sindrom retroviral akut,demensia HIV),infeksi ofortuniksik ,atau kanker yang terkait AIDS.perjalanan penyakit HIV dibagi dalam tahap-tahap berdasarkan keadaan klinis dan jumlah CD4.

    1. Infeksi retroviral akut Gambaran klinis menunjukkan demam,pembesaran kelenjar,hepatoplemagali,nyeri tenggorokan,mialgia.ulkus pada mukokutan,diare,leukopenia,dan limfosit atipik.sindrom ini biasanya sembuh sendiri tanpa pengobatan.2. Masa asimtomatik Pada masa ini pasien tidak menunjukkan gejala,tetapi dapat terjadi limfadenopati umum.penurunan jumlah CD4 terjadi bertahap,disebut juga masa jendela(window period).

  • 3. Masa gejala dini Pada masa ini jumlah CD4 berkisar antara 100-300.gejala yang timbul adalah akibat infeksi pneumonia bakterial,kandidiasis vagina,sariawan,herpes zoster,leukoplakia,dan tuberkolosis paru.Masa ini disebut AIDS Related Complex(ARC).4. Masa gejala lanjut Pada masa ini jumlah CD4 dibawah 200.Penurunan daya tahan ini menyebabkan resiko tinggi rendahnya infeksi oportunistik berat atau keganasan.

  • Komplikasi HIV AIDS

    Pneumonia pneumocystic(PCP)Tuberculosis(TBC)EsofagitisDiareToksoplasmositisLeukoensefalopati multifocal prigesifsarcoma kaposiKanker getah beningKanker leher rahim(pada wanita yang terkena HIV)

  • Pemeriksaan Diagnostik1. Lakukan anamnesa gejala infeksi oportunistik dan kanker yang terkait dengan AIDS.2. Telusuri perilaku beresiko yang memungkinkan penularan.3. Pemeriksaan fisik untuk mencari tanda infeksi oportunistik dan kanker terkait.jangan lupa perubahan kelenjar,pemeriksaan mulut,kulit,dan funduskopi.4.Dalam pemeriksaan penunjang dicari jumlah limfosit total,antibody HIV,dan pemeriksaan Rontgen. Bila hasil pemeriksaan antibody positif maka dilakukan pemeriksaan jumlah CD4,perlu juga dilakukan pemeriksaan viral load untuk mengetahui awal pemberian obat antiretroviral dan memantau hasil pengobatan.

  • Penatalaksanaan Medis1.Apabila terinfeksi HIV,maka terapinya yaitu: a. Pengendalian Infeksi Opurtunistik b. Terapi AZT (azidotimin) c. Terapi Antiviral Baru d. Vaksin dan Rekonstruksi virus2. Diet Tujuan diet bagi penderita AIDS adalah > memberikan intervensi gizi secara cepat dengan mempertimbangkan seluruh aspek dukungan gizi pada semua tahap dini penyakit infeksi Hiv. > Mencapai dan mempertahankan berat badan secara komposisi tubuh yang diharapkan,terutama jaringan otot. Syarat-syarat Diet HIV AIDS adalah:Energi tinggi,protein tinggi,lemak cukup,vitamin dan mineral tinggi,serat cukup,cairan cukup,elektrolit,makanan diberikan sedikit tapi sering.

  • ASUHAN KEPERAWATAN 1.PENGKAJIAN : a. Aktivitas/istirahat Mudah lelah,berkurangnya toleransi terhadap aktivitas biasanya,malaise b. Sirkulasi Takikardia,perubahan TD postural,pucat,sianosis. c. Integritas ego Alopesia,lesi cacat,menurunnya berat badan,putus asa,depresi,marah,menangis. d. Eliminasi Faeses encer,diare pekat yang sering,nyeri tekanan abdominal,abses rectal e. Makanan/cairan Disfagia,bising usus,turgor kulit buruk,lesi pada rongga mulut,kesehatan gigi/gusi yang buruk,dan edema. f. Neurosensori Pusing,kesemutan pada ekstermitas,konsentrasi buruk,apatis,dan respon melambat. g. Nyeri/kenyamanan Sakit kepala,nyeri pada pleuritis,pembengkakan pada sendi,penurunan rentang gerak h. Pernapasan Batuk,produktif/non produktif,takipnea,distres pernapasan.

  • 2.DIAGNOSA,INTERVENSI DAN RASIONAL TINDAKAN KEPERAWATAN1. Diagnosis keperawatan: Nyeri berhubungan dengan inflamasi/kerusakan jaringan ditandai dengan keluhan nyeri,perubahan denyut nadi,kejang otot dan gelisah. Hasil yang diharapkan : keluhan hilang,menunjukkan ekspresi wajah rileks,dapat tidur atau beristirahat secara adekuat.

  • Intervensi keperawatan

    1. Kaji keluhan nyeri,perhatikan lokasi,intensitas,frekuensi dan waktu.tandai gejala nonverbal misalnya gelisah,takikardia,meringis

    2. Instruksikan pasien untuk menggunakan visualisasi atau imajinasi,relaksasi progresif,tehnik napas dalam.3. Dorong pengungkapan perasaan

    4. Berikan analgesik atau antipiretik narkotik.

    5. Lakukan tindakan paliatif misal pengubahan posisi,massage,rentang gerak yang sakitRasionalisasi

    1. Mengindikasikan kebutuhan untuk intervensi dan juga tanda-tanda perkembangan komplikasi.

    2. Meningkatkan relaksasi dan perasaan sehat.

    3. Dapat mengurangi ansietas dan rasa sakit,sehingga persepsi akan intensitas rasa sakit

    4. Memberikan penurunan nyeri/tidak nyaman,mengurangi demam.

    5. Meningkatkan relaksasi atau menurunkan otot.

  • 2.Diagnosa keperawatan:Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan diare berat. Hasil yang di harapkan:mempertahankan hidrasi dibuktikan oleh membrane mukosa lembab,turgor kulit baik,tanda-tanda vital baik,keluaran urine adekuat secara pribadi.

  • Intervensi keperawatan1. Pantau pemasukan oral dan pemasukan cairan sedikitnya 2.500ml/hari.2.Buat cairan mudah diberikan pada pasien:gunakan cairan yang mudah ditoleransi oleh pasien dan yang menggantikan elktrolit yang dibutuhkan3. Kaji turgor kulit,membrane mukosa dan rasa haus.4. Hilangkan makanan yang potensial menyebabkan diare,yakni yang pedas.5. Berikan obat-obat anti diareRasionalisasi1. Mempertahankan keseimbangan cairan,mengurangi rasa haus dan melembabkan membrane mukosa.

    2. Meningkatkan pemasukan cairan tertentu mungkin terlalu menimbulkan nyeri untuk di k