KONSEP UKHUWAH DAN UKHUWAH ISLAMIYAH

  • Published on
    10-Oct-2015

  • View
    295

  • Download
    14

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Ukhuwah dalam AlQuran

Transcript

<p>8</p> <p>BAB IIKONSEP UKHUWAH DAN UKHUWAH ISLAMIYAH</p> <p>Makna UkhuwahUkhuwah berasal dari kata akh, yang artinya adalah seseorang yang menyertai orang lain dalam kelahiran, baik dari dua pihak yaitu ayah dan ibu, atau salah satu pihak saja atau dari hal persusuan. Istilah ini (persaudaraan) bisa untuk keluarga atau satu kabilah. Kementrian Agama, al-Quran dan Tafsirnya, (Jakarta: Widya Cahaya, 2011), 405</p> <p>Kata ukhuwah dalam bebagai bentuk tidak kurang dari 52 kali disebutkan di berbagai tempat dalam Alquran. Term ukhuwah dalam Alquran digunakan dalam dua bentuk, pertama, ikhwan yaitu persaudaraan dalam arti tidak sekandung (22 kali) seperti terdapat dalam Surat al-Taubah ayat 11, kedua, ikhwah, yaitu persaudaraan sekuturunan 7 kali. Ibid.8Ukhuwah (brotherhood) adalah persamaan di antara umat manusia. Dalam arti luas, ukhuwah melampaui batas-batas etnik, rasial, agama, latar belakang sosial, keturunan dan sebagainya. Ukhuwah secara hierarki mencari saling pengertian dan membangun kerja sama keduniaan seoptimal mungkin dalam menunaikan tugas-tugas kekhalifahan. Dengan konsep ukhuwah diharapkan ada persaudaraan dan persamaan yang tidak membeda-bedakan umat manusia atas jenis kelamin, asal-usul, etnis, warna kulit, latar belakang historis, sosial, status ekonomi, mengingat umat Muhammad adalah umat yang satu. Muhaimin dkk, Studi Islam Dalam Ragam Dimensi dan Pendekatan, (Jakarta: Kencana 2012), 345 Ukhuwah berarti persamaan dan keserasian dalam banyak hal. Karena itu, persamaan dan keserasian dalam keturunan mengakibatkan persaudaraan dan persamaan dalam sifat-sifat juga mengakibatkan persaudaraan, sebagaimana yang terdapat dalam surah Al-Isra yang berbunyi: Alquran 17:27 Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.Dalam Al-Quran term ukhuwah terdapat dua bentuk. Pertama ikhwan yang digunakan untuk persaudaraan dalam arti tidak sekandung (QS. At-Taubah:11). Alquran 9:11 Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.Kedua, ikhwat yang digunakan untuk makna persaudaraan seketurunan, kecuali satu ayat dalam QS. Al-Hujurat ayat 10. Muhaimin dkk, Studi Islam dalam...,344Masyarakat Muslim mengenal istilah Ukhuwah Islamiyah. Istilah ini perlu didudukan maknanya, agar bahasan tentang ukhuwah tidak mengalami kerancauan. Untuk itu, terlebih dahulu perlu dilakukan tinjauan kebahasaan untuk menetapkan kedudukan kata Islamiyah dalam istilah di atas. Selama ini ada kesan bahwa istilah teresebut bermakna persaudaraan yang dijalin oleh sesama muslim, atau dengan kata lain, kata islamiyah dijadikan sebagai pelaku ukhuwah itu. M. Quraisy Shihab, Wawasan Al-Quran, (Bandung: Mizan Pustaka, 2007)Pemahaman ini kurang tepat. Kata Islamiyah yang dirangkaikan dengan kata ukhuwah lebih tepat dipahami sebagai adjektiva, sehingga ukhuwah islamiyah berarti persaudaraan yang bersifat islami atau yang diajarkan oleh Islam. Paling tidak ada dua alasan untuk mendukung pendapat ini. Pertama, Al-Quran dan Hadis memperkenalkan bermacam-macam persaudaraan. Kedua, karena alasan kebahasaan. Di dalam bahasa arab, kata sifat selalu harus disesuaikan dengan kata yang disifatinya. Jika yang disifati berbentuk indefinitif maupun feminin, maka kata sifatnya pun harus demikian. Ini terlihat secara jelas pada saat kita berkata ukhuwah Islamiyah dan Al-Ukhuwah Al-Islamiyah. Ibid Kata ukhuwah berakar dari kata kerja akha, misalnya dalam kalimat akha fulanun shalihan, (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara). Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. http://kumpulan-makalah-islami.blogspot.com/2009/06/ukhuwah-islamiyah.html</p> <p>Bentuk-Bentuk UkhuwahTerm ukhuwah yang berkembang banyak dinisbatkan pada term Islamiyah yang secara esensial mencakup totalitas makhluk Allah yang menyerahkan diri (taslim), ia tidak hanya dinisbatkan pada muslim yang terkesan hanya mencakup manusia, sehingga ia mencakup alam abiotik (ghairu nami), karena pada prinsipnya alam abiotik selalu tunduk, pasrah pada hukum-hukum Allah dengan cara mengikuti sunnah-sunnahnya. Penyelewengan kepasrahan alam pada Sunnah-sunnah Allah SWT. Mengakibatkan kegoncangan dan kehancuran dunia, padahal kehancuran itu bersumber dari ulah manusia sendiri. Karena itu, keislaman alam abiotik lebih mendalam daripada keislaman alam manusia. Muhaimin dkk, Studi Islam Dalam Ragam ..., 346</p> <p>Sesuai dengan pemaknaan ukhuwah menurut Al-Quran dan al-Sunnah, maka ukhuwah dapat dibedakan menjadi empat bentuk M. Quraisy Shihab, Wawasan Al-Quran, 358-359, yaitu:Pertama, ukhuwah fi al-ubudiyah, yaitu seluruh makhluk adalah bersaudara dalam arti memiliki kesamaan (QS. Al-Anam:3). Alquran 6:3 Dan Dialah Allah (yang disembah), baik dilangit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.Persamaan ini antara lain, bahwa semua manusia merupakan ciptaan Allah dan tunduk kepada-Nya (QS. Al-Baqarah: 28) Alquran 2:28 Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.Bentuk ukhuwah ini mirip dengan ukhuwah alamiyah, yaitu adanya kesesuaian manusia dengan alam semesta, mengingat manusia merupakan bagian kecil (alam mikro) dari alam makro, walaupun alam mikro sebagai intinya. Konsekuensi bentuk ukhuwah ini adalah keharusan manusia untuk melestarikan semua ciptaan Allah SWT. menggunakan karunia Allah melalui pemanfaatan alam secara proporsional, tidak kikir dan tidak berlebihan, mengingat alam bukan merupakan warisan nenek moyang tetapi merupakan pinjaman dari anak cucu kita. Dan tidak membuat kerusakan, karena kerusakan alam pada dasarnya akibat ulah manusia sendiri. Muhaimin dkk, Studi Islam Dalam Ragam ...,345 Sebagaimana yang tercantum dalam QS. Ar-Rum:41 yang berbunyi: Alquran 30:41 </p> <p>Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Kedua, ukhuwah fi al-insaniyah, yaitu seluruh umat manusia adalah bersaudara, karena mereka bersumber dari ayah ibu yang satu (QS. Al-Hujurat:12). Alquran 49:12 Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Lagi pula Nabi SAW. pernah bersabda: Imam Muslim, Shahih Muslim, (Beirut: Dar Ihya alturats al-araby, tt), 432Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara, karena semua hamba itu semuanya bersaudara.Ukhuwah kedua ini cakupannya lebih sempit dari ukhuwah yang pertama, karena lingkup persaudaraan sebatas manusia dengan manusia yang hidup di dunia, tanpa dibedakan bangsa, ras, suku, bahasa, dan adat istiadat, semuanya adalah saudara tanpa terkecuali. Implikasi ukhuwah kedua ini adalah anjuran interaksi sosial secara makro, mengadakan transaksi sosial yang global, sehingga semua manusia di dunia ini benar-benar bersaudara dalam rangka menunaikan tugas-tugas kekhalifahan dan tugas-tugas kemanusiaan. Muhaimin dkk, Studi Islam Dalam Ragam ...,347Ketiga, ukhuwah fi al-wathaniyah wa al-nasab, yaitu saudara dalam seketurunan dan kebangsaan seperti yang diisyaratkan dalam QS. Al-Araf:65, QS. Hud:50 yang berbunyi: ...Dan kepada kaum Aad (Kami utus) saudara mereka...Ukhuwah ketiga ini juga lebih sempit dari bentuk kedua ukhuwah di atas, karena lingkup persaudaraan hanya meliputi persaudaraan sebangsa dan setanah air. Lebih lanjut ukhuwah ini tidak mengkonsentrasikan pada pemerintahan Islam, hanya saja masing-masing warga Negara mempunyai kewenangan untuk berpartisipasi dalam mengembangkan Negara, dapat menunaikan kewajiban dan menuntut haknya, tanpa membedakan perbedaan agama, bagi warga yang tidak menganut agama resmi Negara mempunyai jaminan (dzimi) keselamatannya, asal warga tersebut memenuhi peraturan yang ada. A. Mukti Ali, Memahami Beberapa Aspek Agama Islam, (Bandung: Mizan, 1991), 56Prinsip paling cocok dalam ukhuwah ini adalah berpijak pada al-tasamuh (toleransi), yaitu adanya interaksi timbal balik antar umat beragama, menghargai kebebasan beragama bagi orang yang tidak sepaham, tidak mengganggu peribadatan serta tetap menjaga ukhuwah wathaniyah nya. IbidKeempat, ukhuwah fi din al-Islam, yaitu persaudaraan antarintern umat Islam, sebagaimana yang tercantum dalam QS. Al-Ahzab:5 Alquran 33:5 Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, (maka panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan juga Sabda Nabi SAW., Imam Muslim, Shahih Muslim...jilid 1, 218 Kalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudara kita adalah yang datang setelah wafatkuDilihat dari sifatnya, ukhuwah bentuk terakhir ini lingkupnya lebih sempit, karena hanya mencakup umat Islam saja. Namun jika dilihat dari isinya, maka cakupan ukhuwah fi dinil Islam lebih luas, karena tidak dibatasi wilayah Negara bahkan tidak dibatasi alam yang ditempati, apakah masih hidup atau sudah mati, kesemuanya saudara dalam seagama, sehingga masing-masing orang muslim mempunyai kewajiban terhadap muslim lainnya. Misalnya mengucapkan dan menjawab salam, mengantarkan dan mengurus jenazah, mendatangi undangan perkawinan, memberi nasihat tentang kebenaran dan kesabaran, mengembalikan bacaan hamdalah ketika ada orang bersin, dan menjenguk sesama orang sakit. A. Mukti Ali, Memahami Beberapa Aspek ..., 58 Keempat bentuk ukhuwah di atas esensial mempunyai kesamaan, yaitu adanya anjuran untuk hidup rukun, saling menghormati, bantu-membantu, kerja sama, tenggang rasa, solidaritas, sosial, dengan mendudukkan pada posisinya masing-masing sesuai dengan cirri khas bentuk ukhuwah yang dilakukan. Tentunya bentuk pelaksanaan ukhuwah pertama tidak sama persis dengan bentuk pelaksanaan ukhuwah yang lain, mengingat masing-masing ukhuwah mempunyai ciri tersendiri.</p> <p>Prinsip-Prinsip Ukhuwah dalam IslamBerbicara tentang prinsip ukhuwah dalam Islam dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu:</p> <p>1. Prinsip ukhuwah fi din al-Islam;2. Prinsip ukhuwah diniyah (antarumat beragama); dan3. Prinsip ukhuwah alamiyah Muhaimin dkk, Studi Islam Dalam Ragam ...,349</p> <p>Prinsip ukhuwah fi din al-Islam harus diorientasikan pada delapan prinsip pokok, yaitu:Ukhuwah Islamiyah ditegakkan atas akidah yang mantap, yakni akidah yang disimpulkan dalam kalimat La ilah illa Allah wa Muhammad Rasul Allah. Perwujudan ukhuwah tersebut harus ditopang oleh persamaan konsep antropologi, yaitu siapa manusia, dan kosmologi, yaitu alam fana, dan teologis, yaitu siapa Tuhan.</p> <p>Al-Tasamuh fi al-ikhtilaf, yaitu adanya toleransi dalam setiap perbedaan pendapat. Karena, perbedaan pendapat pada dasarnya tidak berkaitan dengan ushuluddin (pokok agama), dan perbedaan itu hakikatnya merupakan rahmat bagi kita umat Muhammad ikhtilaf ummati rahmah (perbedaan pendapat antara umatku, merupakan suatu rahmat). Dengan adanya ikhtilaf yang didasari sikap tasamuh, maka umat Islam berlomba-lomba dalam mencari dan menemukan kebenaran.</p> <p>Al-Taawwun, yakni bekerja sama antarperson dan antarorganisasi keislaman. Masing-masing person dan masing-masing organisasi bergerak di bidangnya sendiri, tanpa meninggalkan konsolidasi terhadap person atau organisasi yang bergerak di lain bidang.</p> <p>Al-Tawazun, yaitu sikap perimbangan antara semua bidang, baik perimbangan antara kepentingan person dengan kepentingan organisasi, kepentingan organisasi sendiri dengan organisasi keislaman lain. Karena semua ibarat sayap burung yang saling bergantian mengepak, suatu saat yang kanan tinggi, sedang yang kiri rendah. Demikian juga sebaliknya.</p> <p>Al-Tawassuth, yaitu bersikap sederhana dan tidak memihak diantara sesama muslim atau sesama organisasi . sabda Nabi SAW., khirul umur awsathuha (sebaik-baik perkara adalah yang paling sederhana).</p> <p>Al-Wahdan wa ittishal, yaitu adanya integritas dan konsoliditas antara umat Islam, baik di bidang ibadah, muamalah, yang mencakup bidang ekonomi, politik, budaya, pendidikan, sosial, pertahanan-keamanan, dan sebagainya.Memandang Islam sebagai agama yang rahmah li alamin, yakni agama yang memberikan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia bahkan seluruh kosmis, konsep tersebut harus ditopang dengan landasan yang kuat, yaitu landasan kiblat umat yang disimpulkan dalam kabah sebagai sarana kesatuan tauhid seluruh umat Islam, serta berlandaskan pada Al-Quran dan Al-Sunnah sebagai jalan hidup dan penengah bila terjadi perselisihan antara umat Islam.Membentuk pemerintah yang islami, dimana pemimpin dan undang-undang Allah dan Rasul-Nya. Ibid, 350</p>